Saat mereka semua bergegas kembali kerumah setelah menyantap makan siangnya, Arga meminta Letta untuk meninggalkan Laisa bersamanya. Awalnya Letta menolak dengan alasan jika putrinya itu harus beristirahat, namun berkat bantuan Shaka dalam berbicara pada akhirnya membuat Letta meninggalkan putrinya pada Arga.
"Mah," rengek Laisa.
"Gpp ya, kamu temenin papa kerja. Kan biasanya kamu paling suka ikut papa ke kantor, " ucap Letta, sedang Arga tersenyum sinis kearah putrinya.
"Mati deh aku," batin Laisa dengan susah menelan salivanya.
"Yaudah ayo mah kita pulang, kasihan Mira juga sudah lelah," ucap Shaka yang mendapat tatapan tajam dari adiknya.
David hanya bisa menahan senyumannya saat melihat raut wajah Laisa yang terus saja nampak cemberut. Ia tahu alasan apa yang membuat Arga meminta Laisa agar ikut bersamanya, apalagi kalau tidak untuk memberi putrinya itu pelajaran.
"Yaudah kamu hati-hati ya, Cally gue nitip Letta sama anak-anka ya," seru Arga didepan mobil istrinya.
"Tenang aja, gue jagain sampai rumah."
Dan ketiganya hanya bisa menatap kepergian mobil itu dengan melambaikan tangannya, ada perasaan tak ingin ditinggalkan pada diri Laisa yang bersiap menghadapi papanya. Papa yang super galak ketika sudah mengkhawatirkan anak-anaknya.
Didalam mobil Arga diam menatap jalan yang dilewatinya, sedang David fokus pada kemudinya namun sesekali ia menatap Laisa dari spion mobilnya. Raut wajah bocah itu membuat David begitu terhibur, dan David juga begitu menyayangi Laisa layaknya putri kandungnya.
"Ayah, nanti ayah dikantor papa juga kan," tanya Laisa memberanikan dirinya.
"Ehm, coba kamu tanya papa deh boleh nggak ayah ikut kamu," ucap David.
"Pa-
"Nggak!"
"Belum juga nanya pah, udah jawab aja," gerutu Laisa membuat David tak mampu lagi menahan tawanya.
"Hahahah.." tawa David menggema.
"Nggak ada yang lucu," seru Aga juga Laisa secara bersamaan.
"Anak sama papa kompaknya," ucap David.
Kini mereka telah tiba diruang milik Arga, dan Arga mendudukan Laisa pada kuris kebesarannya untuk diintrogasinya. Dengan wajah seriusnya Arga menatap putrinya yang menundukkan pandangannya.
"Katakan, apa kamu mengenal om itu nak," tanya Arga menjaga nada bicaranya.
"Papa nggak jadi hukum aku," girang Laisa membuat David memelototkan matanya saat merasa takjub dengan tingkah bocah itu.
"Kalau orang tua tanya itu dijawab nak, jangan malah kamu balik lagi bertanya," ucap Arga menekankan suaranya.
"Oh, maafin deh pah."
"Jawab yang tadi papa tanya" ucap Arga mendaratkan pantatnya diatas meja kerjanya.
"Laisa nggak kenal pah, cuma ya pah Laisa udah beberapa kali lihat om-om itu liatin mama waktu antar aku sama Mira sekolah," ceritanya.
"Sejak kapan nak," tanya David penasaran.
"Ehm, sebelum sister pulang ayah," ucap Laisa yang nampak berfikir sejenak.
"Siapa sister," tanya David.
"Cally Vid," jawab Arga yang membuat David menggelengkan kepala.
"Laisa dengerin papa ya nak, papa tau kamu anak yang cerdas. Tapi bagaimanapun itu yang kamu hadapi adalah orang dewasa," ucap Arga.
"Iya pah."
"Lain kali minta bantuan kak Shaka atau telpon papa, jangan pernah bertindak sendirian seperti tadi," nasehat Arga yang hanya diangguki oleh Laisa.
..
Dinegara lainnya, nampak Reno juga Elena tengah membereskan pakaian mereka kedalam koper. Setelah menerima kabar keadaan anak juga cucunya, Reno memutuskan untuk kembali pulang ke Indonesia.
Reno tak sendiri, Olla anak Oralnd juga Jesika ikut serta dalam kepulanagnnya. Orland sendiri belum bisa kembali lantaran masih ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya, dan itu juga yang membuat Jesika tak bisa ikut bersama orang tuanya.
"Mah," panggil Jesika.
"Ada apa Sika," sahut Elena yang masih sibuk menyiapkan keperluan cucunya yang ikut serta dengan kepulangannya.
"Ini tiket yang udah kak Orland siapin buat besok," menyerahkan tiga lembar tiket pada Elena.
"Makasih ya, sampaikan sama suami kamu," ucap Elena yang hanya diangguki anaknya.
Berat bagi Jesika saat harus tinggal berjauhan dengan anak semata wayangnya itu, rasanya ia enggan membiarkan anak gadisnya berjauhan dengannya.
"Sayang, kamu beneran mau ikut opa sama oma," tanya Jesika.
"Tiketnya udah ada mah, jadi nggak bisa diundur lagi," sahut Olla yang sibuk memasukan beberapa mainannya.
Nampak raut wajah sikap begitu cemberut saat mendengar jawaban anaknya yang biasa saja saat akan tinggal berjauhan dengannya.
"Tenang aja, segera susul kami ke Indonesia."
‐Terima kasih untuk gift, like, komen juga favoritnya ya‐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Demarince Padakari
lanjut
2021-11-12
0
christemilia emiliana
wah trio somplak bakalan kumpul LG nich KL orland jd plg ke Indo😂😂😂😂
2021-11-12
0
Elgha Nurri Rahman
cucu grandpa ny kebanyakan cewe, cwo nya cma 1, shaka doang hrs ekstra jga'in ny ya bang shaka😁.
lanjut thor 💪
2021-11-12
0