Daniel begitu terkejut mendengar suara yang selama ini dirindukannya, suara yang selalu memacu detak jantungnya hingga berdebar tak karuan rasanya.
"Cally," gumamnya.
Namun saat dirinya berbalik tak ada Callynya, hanya ada seorang ibu yang sedang tersenyum kepada buah hatinya. Dan andai saja Daniel lebih mencari, maka ia akan melihat wanita yang dicintainya.
Sebab sosok wanita itu kini berdiri tegak di belakangnya, menyembunyikan diri dalam tegap tubuhnya. Cally juga tak menyadari kehadiran Daniel disekitarnya, karena kini ia kembali bukan untuk itu. Ia kembali hanya untuk Letta juga keluarganya.
"Sebaiknya gue langsung pulang, Arga juga ada meeting," gumamnya berjalan menuju mobilnya.
Cally melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, melintasi tubuh Daniel yang masih senantiasa mencari sumber suaranya.
"Sial, apa gue berhalusinasi ya. Tapi itu nyata, suara itu ada," yakinnya.
Ia pun tak ingin lebih berharap, hingga akhirnya ia juga pergi meninggalkan sekolah anaknya. Sepanjang jalan Daniel terus saja memikirkan tentang suara yang didengarnya itu, terlalu nyata untuk sebuah halusinasi menurutnya.
"Akhhh," memukul setir mobilnya.
"Brengsek, gue masih saja belum bisa menemukannya."
Sudah beberapa tahun ini Daniel mencari keberadaan Cally dimana, semua usaha telah ia lakukan hingga menyewa seorang detektif ahli hanya untuk bisa menemukan keberadaan kekasihnya itu. Namun semua itu tak ada satupun hasilnya, hingga ia frustasi dan terjadilah malam kelam itu.
(Flash back on)
Malam itu begitu dingin bagi Daniel, malam dimana ia sangat merindukan Cally kekasih hatinya. Rindu yang tak mampu lagi dibendungnya, rindu yang perlahan mulai mengikis semangat dalam hidupnya.
Daniel lemah, dan kondisinya itu dengan sengaja dimanfaatkan oleh mama nya untuk menjebaknya. Daniel telah dijodohkan oleh keluarganya pada seorang gadis yang bernama Vira. Perempuan yang dianggap sepadan dengan putra juga keluarganya.
Namun Daniel dengan keras menolaknya, bahkan ia tak segan pergi meninggalkan rumah saat Vira dengan keluarganya datang berkunjug. Daniel yang frustasi mengalihkan rasa sakitnya pada alkohol.
Ia selalu saja pergi dan pulang larut malam, tak hanya itu saja bahkan terkadang bajunya basah dengan bau menyengat alkohol. Dan malam ini sengaja Vira memancing amarah Daniel, ia dengan segala rencananya yang telah matang menargetkan Daniel malam ini.
"Ingat apa yang harus kamu lakukan kan," tanya Vira pada sambungan telponnya.
"... ..................."
"Bagus, saya mau rencana ini berhasil. Dan saya juga nggak mau terlibat apabila ada dari kalian yang tertangkap," seru Vira.
" ....................."
Dan benar saja, Daniel yang tengah emosi memilih pergi ke sebuah club malam yang sudah ditebak oleh Vina. Disana orang suruhannya sudah siap dengan rencana mereka.
Bar tender itu menyerahkan sebuah minuman dihadapan Daniel, tentu saja minuman itu sudah dicampurinya dengan obat yang sudah Vira siapkan. Tak lama obat itu bereaksi, Daniel mulai meracu ia mulai kehilangan kesadarannya.
Disaat itulah Vira datang seolah ingin menyelamatkan Daniel, padalah itu semua adalah rencananya.
"Kalian bawa dia ke mobil," seru sengit Vira.
(Flash back off)
.....
...
Arga mengawasi Letta yang kini tegah berkutat didapurnya. Tangannya yang lihat tengah memotong sayuran, sedang matanya terus saja berseri menandakan rasa bahagianya.
"Ada apa sih yank, kenapa kamu begitu bahagia," tanya heran Arga.
"Aku hanya bahagia karena kini Cally udah balik ke aku sayang," ungkapnya. Dan Arga hanya bisa tersenyum bahagia untuk istrinya.
"Aku pulang," teriak Cally.
"Itu orang dikira rumah ini hutan kali ya, main teriak-teriak aja,"gerutu Arga.
"Ternyata disini," seru Cally.
"Loe berangkat kerja gih Ga, biar Letta sama gue dirumah."
"Loe ngusir gue nih ceritanya?"
"Nggak ngusir kok, cuma takut nanti loe dipecat karena seenaknya aja."
Arga bangkit dari kursinya, ia berjalan mendekati istrinya yang tengah sibuk memasak iti.
"Sayang, aku pergi kerja dulu ya," pamit Arga.
"Iya, hati-hati ya terus cepet pulang," pesan Letta.
"Iya nanti kalau udah selesai semua aku pasti langsung pulang."
"Yaudah sana pergi, nggak ussah sok pamer kemesraan segala deh," celetuk Cally.
"Sono sama David, kasian udah lama nggak dapat sentuhan tu anak," canda Arga menggoda Cally.
"Tapi cocok aja tau Cal."
"Cocok gimana lagi sih Ta, udah deh jangan ikutan suami kamu yang aneh itu."
"Beneran kok, coba deh ngaca pas kalian berdiri bersebelahan."
"Emang kenapa Ta, " tanyanya penasaran.
"Yakan nanti bisa kelihatan siapa yang lebih tinggi," goda Letta pada Cally.
"Arletta," teriak Cally saat mengejar Letta.
"Kalian cocok, karena kalian berhak bahagia."
...—🍒—...
...Jangan lupa terus dukung CallyDaniel ya, klik like komen serta favoritnya biar gak ketinggalan....
...Terima Kasih semua...
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
🄷🄴🅂🅃🅈 ❤️
pantesan Daniel marah ma Vira..ternyata d jebak
awas nnti ketauan kapok d tendang ma daniel
2021-11-08
0
aurora
lanjut thor
2021-11-08
0
christemilia emiliana
ternyata Vira jahat...pasti akan dpt karma dia
2021-11-08
0