07—Siapa kamu??

David duduk berdua dengan Arga ditaman belakang, nampak dengan jelas gurat kesedihan diwajah Arga.

"Ada apa Ga, kenapa Letta kambuh lagi?"

"Gue juga nggak tau Vid, gue juga kaget tiba-tiba dia histeris nyariin Seruni," mengusap kasar wajahnya.

David menepuk bahu sahabatnya, ia juga merasa iba dengan kondisi Letta saat ini. Hampir tak pernah kambuh hingga dianggap sembuh, kini Letta kembali pada masa penderitaannya.

"Ingatan itu terus saja mengganggunya Vid, gue nyesel banget udah ninggalin dia waktu itu," sesal Arga terus menerus.

"Kita nggak ada yang tau kalau ada kejadian itu Ga, kalaupun kita tau pasti semua bakal baik-baik aja sekarang."

"Gue bersumpah, gue bakal cari pembunuh itu sampai ketemu!!"

David tau apa yang dirasakan Arga, bahkan ia harus merasakan lebih sebab ia sampai kehilangan sosok istrinya.

..

Dihotel, Cally bangun dengan badan kesakitannya. Seluruh badannya terasa remuk redam akibat perjalanannya.

"Gila, badan gue rasanya hancur banget," keluhnya seusai mandi pagi.

"Apa gue panggil tukang pijit hotel dulu aja ya," fikirnya.

Dan benar saja, Cally menghubungi resepsionis hotel meminta mereka membantu menyarikan tukang pijit untuk dirinya.

Seusai dirinya dipijat dan nampak lebih fres, Cally memutuskan untuk pergi mengunjungi Arletta.

Dirinya bersiap untuk pergi, memantapkan hatinya untuk melangkah menemui adiknya.

"Tunggu aku Letta," gumamnya saat berada didalam taxi.

30 menit, waktu yang diperlukan Cally hingga sampai didepan rumah milik Arga. Namun entah mengapa ia ragu untuk melangkag turun masuk kedalam rumah.

"Gimana ini, kenapa jadi takut gini," batinnya meremas tangannya.

Didalam rumah, Arga tengah keluar mengantarkan ketiga buah hatinya. Hanya ada Letta juga David yang belum pergi bekerja.

"Astaga meetingnya diundur siang, jadi bisa tiduran deh," gumamnya memainkan layar ponselnya.

Letta tengah bersantai diatas ranjangnya, memainkan ponselnya Letta melihat shopping online diponselnya.

Namun tiba-tiba sebuah panggilan masuk, tak ada nama seperti kemarin yang dialaminya. Tangan Letta bergetar tiba-tiba, ragu namun ia harus mengangkatnya.

"Ha halo," gugupnya.

"Tenang Letta, nggak usah gugup gitu ngomongnya."

"Siapa loe, apa mau loe!!"

"Mau gue cuma loe menderita, loe hancur kayak loe ngehancurin gue!"

"Apa salah gue sama loe, kenapa loe keji banget," amuk Letta yang sudah tak bisa mengontrol dirinya.

"Gue masih ingat dengan jelas, bagaimana Seruni meregang nyawanya didepan adiknya yang tak sadarkan diri!"

"Nggak, stop!"

"Gimana Seruni menangis menahan sakit, berusaha membangunkan adiknya yang tak sadarkan diri juga."

Penelpon itu terus mengingatkan Letta dengan apa yang dialaminya beberapa tahun silam. Bahkan ia juga menceritakan apa yang tak diketahuinya dimasa kecelakaan.

"Stop!"

"Hahahahah," tawanya penuh kemenangan saat Letta memutus sambungan telpon tiba-tiba.

"Kak Runi, dimana kak Runi," gumamnya sambil turun dari ranjangnya.

"Kak, kak Runi. Kaka dimana ," teriaknya menuruni anak tangga.

David yang sedang menerima panggilan dari Arga terkejut saat mendengar teriakan Arletta mencari Seruni.

"Ga buruan balik," serunya sebelum mematikan panggilannya.

David beranjak, berlari menghampiri Letta yang sedang menuruni anak tangga.

"Letta," panggilnya.

"Kak David, kak Runi mana. Aku mau lihat kak Runi," cemasnya.

"Ada apa, kenapa panik ginia ehm?"

"Dia, dia bilang kak Runi mati saat mau nolongin aku kak. Dia bilang aku pingsan nggak bangun," Letta nampak panik saat bercerita dengan David.

"Dia, dia ini siapa Letta?"

Tiba-tiba bayangan kecelakaan itu kembali muncul, Letta histeris menangis meraung-raung memanggil nama Seruni.

David kewalahan, tubuh Letta yang memberontak berkali-kali lipat kuatnya tak seperti biasa dan bahkan pelayan tak bisa menahannya.

"Kejar Letta," teriak David saat Letta kabur dari genggamannya.

"Kak Seruni, kak Runi dimana?"

Letta terus saja berteriak mencari Seruni, menangis sambil memanggil nama kakaknya. Dan kebetulan sekali Cally melihat kejadian tersebut.

Dahinya berkerut saat melihat Letta tengah menangis mencari keberadaan Seruni dirumahnya.

"Letta! Kenapa dia nangis?"

Belum selesai pertanyaan dalam benaknya, ia kembali terkejut saat tiba-tiba David muncul dan menggendong Letta masuk kedalam rumah.

"Astaga, pak saya turun disini!"

Cally berlari masuk kedalam rumah, ia bahkan tak menghiraukan teriakan satpam saat dirinya menerobos masuk.

"Akkh, lepas!! Lepasin, aku mau cari kak Seruni."

Letta histeris, meraung-raung menangis mencari Seruni. Ia begitu nampak kalut serta ketakutan dalam satu waktu bersamaan, membuat David sedikit kewalahan.

Letta begitu memprihatinkan, tangisnya begitu pilu menyayat hati siapapun yang mendengarnya.

"Ta, please tenang. Seruni udah tenang disana," ucap David begitu sendu.

Mata Letta melotot mendengar ucapan David, ditatapnya David dengan derai air matanya yang tak kunjung mengering.

"Gara-gara aku ya, gara-gara aku kak Runi gak ada ya," cicitnya.

"Enggak ko, bukan gara-gara Letta."

Letta berteriak histeris, ia berusaha menyakiti dirinya sendiri karena rasa bersalahnya.

"Letta stop!" seru David menahan tangan Letta.

Namun tiba-tiba saja Cally masuk, menarik tubuh Letta mendekatinya. Memeluk erat tubuh yang penuh kesakitan itu.

"Sssst, tenang. Ada aku."

...-----🍒-----...

...Hai semua, maaf ya nunggu lama updatenya....

...Jangan lupa terus klik like, favorit terus berikan komen kalian setelah membacanya. satu like satu komen itu berarti buat penyemangatnya....

...Terima kasih semua...

Terpopuler

Comments

Demarince Padakari

Demarince Padakari

astaga..ayo dong lanjut dongggggggg penasaran nc

2021-10-28

0

Susi Ana Tanjung

Susi Ana Tanjung

apa mungkin Daniel? sakit hati Karna letta sudah misahin dia dengan cally. tapi kan salah si daniel juga kenapa gak mau memperjuangkan cintanya. malah diam saja saat cally dihina keluarga nya

2021-10-28

0

Elgha Nurri Rahman

Elgha Nurri Rahman

wadidaw siapa ya kemungkinan di balik penelfon neror itu, ayo thor lnjut dong tmbh penasaran ja deh ah😓

2021-10-27

0

lihat semua
Episodes
1 01— Perpisahan
2 02—Kembali
3 03—Pertemuan tak sengaja
4 04—Luka lama
5 05—Welcome back Arga
6 06—Hancur
7 07—Siapa kamu??
8 08—Berkenalan!!
9 09—Shaka mengagumkan
10 10—Pertemuan
11 11—Siapa kamu ?
12 12—Pembunuhan
13 13—Akankah bertemu kembali ?
14 14—Vira
15 15—Laisa yang tanggap
16 16—Diculik ??
17 17—Arga vs Laisa
18 18—Kepulangan Reno
19 19—Trio semprul
20 20—Cally mama Mira
21 21—Daniel
22 22—Mungkin suka?
23 23—Khilaf yang indah
24 24—Selingkuh ?
25 25—Suami Istri
26 26—Rasa Nyaman
27 27—Sisi lain Daniel
28 28—Begitu mesra
29 29—Kecurigaan ArgaLetta
30 30—Lalai berujung maut
31 31—Kematian Arum
32 32—Siapa?
33 33—Koma
34 34—Salah paham lagi
35 35—Kemarahan Laisa
36 36—Keluarga Kecil
37 37—Ayah David
38 38—Letta yang garang
39 39—Ketakutan
40 40—Ketakutan Daniel
41 41—Keputusan?
42 42—Sah kah ???
43 43—Rencana BulanMadu
44 44—Honeymoon
45 45—Daniel vs Arletta
46 46—Belah duren
47 47—David yang romantis
48 48—Shaka pergi
49 49—Kasih sayang Shaka
50 50—Entahlah ..
51 Hai ..
52 51—Pengganggu
53 52—Lumpuh
54 53—Rapuh
55 54—Dibalik Niat Busuk
56 55—Cally yang licik
57 56—Dalangnya!!
58 57‐Kembali
59 58‐Ketahuan
60 59—Tangisnya
61 60—Kemarahan
62 61—Berulah lagi
63 62—Marah
64 63‐Ngungsi tidur
65 64‐Cemburu
66 65‐ Penyesalan
67 66‐Arletta ganas
68 67‐Kisah lama
69 68‐Kasihan
70 69‐Penyesalan Cally
71 70‐Memuncak
72 71‐Rasa cinta
73 72‐Trauma Laisa
74 73‐Pengaruh Sonya
75 74‐Ancaman Sonya
76 75‐Jemari Laisa
77 76 ‐ Emosi
78 77‐Kemelut rumah Letta
79 78‐Penculikan
80 79 ‐ Penculikan 2
81 80‐Penculikan 3
82 81‐ Perhatian sang penculik
83 82‐Kedatangan Vira & Daniel
84 83‐Gugatan Cerai
85 84‐Ketahuan
86 85‐Semua belum usai
Episodes

Updated 86 Episodes

1
01— Perpisahan
2
02—Kembali
3
03—Pertemuan tak sengaja
4
04—Luka lama
5
05—Welcome back Arga
6
06—Hancur
7
07—Siapa kamu??
8
08—Berkenalan!!
9
09—Shaka mengagumkan
10
10—Pertemuan
11
11—Siapa kamu ?
12
12—Pembunuhan
13
13—Akankah bertemu kembali ?
14
14—Vira
15
15—Laisa yang tanggap
16
16—Diculik ??
17
17—Arga vs Laisa
18
18—Kepulangan Reno
19
19—Trio semprul
20
20—Cally mama Mira
21
21—Daniel
22
22—Mungkin suka?
23
23—Khilaf yang indah
24
24—Selingkuh ?
25
25—Suami Istri
26
26—Rasa Nyaman
27
27—Sisi lain Daniel
28
28—Begitu mesra
29
29—Kecurigaan ArgaLetta
30
30—Lalai berujung maut
31
31—Kematian Arum
32
32—Siapa?
33
33—Koma
34
34—Salah paham lagi
35
35—Kemarahan Laisa
36
36—Keluarga Kecil
37
37—Ayah David
38
38—Letta yang garang
39
39—Ketakutan
40
40—Ketakutan Daniel
41
41—Keputusan?
42
42—Sah kah ???
43
43—Rencana BulanMadu
44
44—Honeymoon
45
45—Daniel vs Arletta
46
46—Belah duren
47
47—David yang romantis
48
48—Shaka pergi
49
49—Kasih sayang Shaka
50
50—Entahlah ..
51
Hai ..
52
51—Pengganggu
53
52—Lumpuh
54
53—Rapuh
55
54—Dibalik Niat Busuk
56
55—Cally yang licik
57
56—Dalangnya!!
58
57‐Kembali
59
58‐Ketahuan
60
59—Tangisnya
61
60—Kemarahan
62
61—Berulah lagi
63
62—Marah
64
63‐Ngungsi tidur
65
64‐Cemburu
66
65‐ Penyesalan
67
66‐Arletta ganas
68
67‐Kisah lama
69
68‐Kasihan
70
69‐Penyesalan Cally
71
70‐Memuncak
72
71‐Rasa cinta
73
72‐Trauma Laisa
74
73‐Pengaruh Sonya
75
74‐Ancaman Sonya
76
75‐Jemari Laisa
77
76 ‐ Emosi
78
77‐Kemelut rumah Letta
79
78‐Penculikan
80
79 ‐ Penculikan 2
81
80‐Penculikan 3
82
81‐ Perhatian sang penculik
83
82‐Kedatangan Vira & Daniel
84
83‐Gugatan Cerai
85
84‐Ketahuan
86
85‐Semua belum usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!