Cally mencoba berkenalan dengan ketiga bocah dihadapannya, wajah Shaka terlihat bingung saat menatap Cally dihadapannya.
"Ada apa Shaka," tanya Arga pada putranya.
"Pah, Shaka apa pernah bertemu dengan tante ini," tanyanya.
Arga tersenyum saat putranya samar-samar masih mengenali tantenya. Menurunkan Laisa ia pun berkata,"Dia adalah tante Cally, kakaknya mama."
"Halo tante Cally," sapa ketiga bocah itu dengan serempak.
"Aih lucunya keponakan tante ini," gemas Cally, namun saat hendak mencubit pipi Laisa gadis itu menghindar.
"Tante, jangan sembarangan megang pipi aku ya. Pipi aku sensitif ini," serunya dengan gaya centilnya.
"Turunan mamanya itu," seru Arga saat Cally menatapnya.
"Papa nggak boleh gitu ya, gini-gini aku juga hasil dari perbuatan papa loh," ucap Laisa dengan centilnya.
David juga Cally berusaha menahan tawanya saat mendengar celoteh Laisa yang menggelitik perutnya. Bagaimana bisa gadis kecil mengucapkan hal itu didepan para orang dewasa.
"Shaka, bawa adik-adik kamu kekamar dan segera ganti baju kalian."
"Iya pah, ayo kita ganti baju lalu makan siang," ajak Shaka pada kedua adiknya.
"Kalo yang tadi turunan siapa Ga," ledek Cally setelah melihat ketiga bocah pergi.
"Ehm, lupain aja. Loe tinggal dimana sekarang," tanya Arga menyelidik.
"Hotel," singkatnya.
"Sebaiknya loe tinggal disini sama kita, loe bisa bantuin kita juga buat jaga trio devil," seru santai David.
"Devil?" ulang Cally.
"Loe mau balik tinggal disini? Bantuin gue buat jagain Letta, karena orang itu udah kembali."
"Siapa orang itu," tanya Cally.
"Orang yang menabrak mobil Letta, penyebab Seruni meninggal dan Letta depresi," jelas David dengan mata tajamnya.
........
Waktu terus berlalu, langit jingga kini telat menghitam berhias bintang. Cally masih terus memegangi tangan Letta yang masih tak sadarkan diri.
"Tok tok tok," ucap Laisa menirukan ketukan pintu saat masuk kedalam kamar mamanya.
"Laisa ayolah, ini berat," protes Mira yang berdiri dibelakang Laisa dengan piring ditangannya.
"Tunggu dulu Mira, tante belum kasih kita masuk."
"Masuklah sayang," seru Cally gemas saat mendengarkan perdebatan keduanya.
Mira masuk, ia kemudian meletakkan piringnya diatas meja diikuti dengan Laisa yang meletakkan juga minuman yang dibawanya.
"Tante Cally, kata papa juga ayah tante disuruh turun buat makan dulu," ucap Laisa.
"Kalian aja ya yang turun terus makan malam, tante biar jagain mama aja disini."
Laisa menggelengkan kepala juga jari telunjukknya, ia menolak ucapan Cally barusan. Mira pun mendekati Cally dan membisikan sesuatu padanya.
"Udah tante turutin aja Laisa, jangan sampai nanti Laisa baca undang-undang lagi disini."
"Undang-undang apa," tanya balik Cally.
"Laisa cerewet tante," bisik Mira.
"Mira aku mendengarnya," cemberutnya.
"Baiklah kalau begitu, tante titip adik tante sebentar ya," canda Cally pada keduanya.
"Serahin sama Laisa aja pasti beres," seru Laisa bergaya.
Cally membantu kedua bocah itu naik keranjang, ia juga mengambilkan piring makanan keduanya sebelum turun kebawah.
Di meja makan, Cally melihat Arga David serta Shaka. Ketiganya makan dalam keadaan sunyi dengan hanya bersuarakan dentuman alat makan.
"Kalian kenapa diam saja," mendudukan dirinya disebelah Shaka.
Dengan gantelnya Shaka mengambilkan Cally piring juga nasi yang ada dihadapannya.
"Thankyu sayang," senangnya.
"Ga-
"Kita bahas nanti setelah makan aja Cal," potong Arga yang hanya diangguki Cally.
Selepas makan malam Arga mengajak ketiganya duduk diruang tengah. Disana mereka mencoba membahas apa yang terjadi terhadap Letta. Namun Cally merasa heran saat Shaka juga ada dan bahkan duduk disebelahnya.
Seakan tau apa yang Cally fikirkan, Shaka pun membuka suaranya. Ia berkata," Saya sudah dewasa dan saya bisa membantu papa juga ayah menghadapai mereka."
"Shaka peretas cilik yang handal Cal, loe tenang aja," seru David dengan bangganya.
"Peretas," ulang Cally dengan nada terkejutnya.
"Aku akan duplikat semua akun mama, lalu aku akan menyambungkannya ke ponsel papa," ucap Shaka membuat Cally terkejut.
Shaka mengeluarkan laptopnya, kemudian ia meminta ponsel Letta yang dibawa oleh Arga. Betapa kagumnya Cally pada kemampuan bocah kecil dihadapannya itu, usianya yang masih kecil sudah mampu menguasai masalah orang dewasa.
Ponsel Arga terus saja berbunyi saat Shaka berhasil menyambungkan semua akun Letta pada ponselnya. Dan lagi-lagi Cally dibuat tercengang dengan apa yang Shaka lakukan.
"Ilernya netes Cal," goda David yang mendapat pukulan pada bahunya.
"Loe punya anak yang begitu jenius Ta, loe harus bisa hadapin semua ini karena ada gue juga yang bakal terus disamping loe."
...-----🍒-----...
...Hai semua, maaf ya nunggu lama updatenya....
...Jangan lupa terus klik like, favorit terus berikan komen kalian setelah membacanya. satu like satu komen itu berarti buat penyemangatnya....
...Terima kasih semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
ЅℐℕᎶℒℰ ℰℒℐᏆ
penasaran sama yang nulis cerita ini 😌
2022-01-11
1
Fadilah Herbalis Nasa
cally sm David aja Thor, pas
2021-11-04
1
mommy raline
penasaran siapa yg nabrak letta sama seruni
2021-11-03
0