Daniel begitu terkejut mendengar apa yang anaknya pertanyakan, pertanyaan yang hanya dapat ia bayangkan kini menjadi nyata. Daniel tak mungkin menggungkapkan apa yang sebenarnya terjadi hingga ia berlaku dingin dengan mamy nya.
"Tentu saja nggak sayang, kalau papy benci sama mamy kenapa bisa ada kamu," jelasnya.
"Memangnya kalau papy benci mamy aku nggak ada gitu ya?"
Daniel merutuki apa yang barusan diucapkannya, ia lupa jika lawan bicaranya kini hanyalah anak kecil yang belum paham apa-apa. Dengan canggungnya ia tersenyum, mencoba menyusun kata untuk menjelaskan kepada Meya putrinya.
"Tentu aja ada dong sayang, karena mamy sama papy sangat menyayangi kamu," seru Vira yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan membawa satu piring camilan untuknya.
"Bukan begitu papy," lanjut Vira menatap Daniel dengan senyumannya. Rasa tak suka tiba-tiba saja menyeruak keluar dari dalam dirinya saat menatap senyum istrinya.
"Meya sayang, udah malam ya waktunya kamu pergi tidur."
"Iya papy," turun dari pangkuan Daniel, Meya memberi salam kepada kedua orang tuanya sebelum pergi.
Tatapan tajam itu mengarah menusuk Vira, seakan siap untuk mengulitinya hidup-hidup. Daniel dengan terang-terangan bahkan tak ingin bersandiwara mesra dengannya, menolak apapun interaksi dengannya.
"Demi Meya, apa kamu nggak mau sedikitpun berdamai denganku," pinta Vira.
"Berada satu tempat yang sama dengan kamu sudah merupakan pengorbanan untukku!"
"Daniel!"
"Jangan berteriak didepanku!"
Vira tak bisa melawan suaminya, setiap kali ia ingin marah terhadap Daniel setiap kali itu juga hatinya sakit. Vira terlalu mencintai Daniel, hingga ia lupa jika dirinya juga pantas dicintai.
"Ingat ini, jangan pernah masuk kedalam ruangan saya. Jangan sekalipun kamu menyentuh semua hal tentang saya, tanpa terkecuali."
Vira hanya bisa diam, menangis sambil mengepalkan tangannya. Ingin rasanya ia melawan suaminya, tapi ia tau apa yang akan terjadi jika ia berani melawan Daniel. Ia paham betul bagaimana sifat suaminya itu, begitu keras hingga membatu jika menyangkut dirinya.
"Maaf," cicitnya.
"Keluar."
"Daniel," mohonnya.
"Keluar," teriaknya.
Daniel murka, ia tak dapat mengendalikan dirinya saat Vira terus melawannya. Tanpa diduga ia melemparkan vas bunga hingga pecahan kaca itu melukai kaki istrinya.
"Keluar sebelum pecahan kaca itu merobek nadi kamu," ancamnya.
Didalam kamar itu kini hanya ada dua wanita yang berdiri berjauhan, saling memandang satu sama lain menikmati rasa rindu keduanya. Cally menitika air matanya mengingat kembali apa yang telah adiknya lalui, serta apa yang telah ia lakukan terhadapnya.
Ada rasa bersalah yang amat besar yang Cally rasakan, namun sulit untuk ia jelaskan.
"Cally," lirih Letta memanggilnya.
Perlahan kaki itu mulai berjalan mendekat, jarak perlahan mulai terkikis antar keduanya. Cally bergetar menahan tangisnya, makin dekat ia dengan adiknya makin jelas juga ia dapat melihat senyum yang merekah diwajahnya.
"Cally, kamu kembali?"
Cally hanya diam, berdiri mematung dihadapan Letta menahan dirinya. Rasanya ia tak sanggup melihat senyum dari wajah kesakitan itu. Cally melangkah mendekat, membawa tubuh Letta dalam dekap peluknya.
"Maafin aku Ta, maafin karena aku nggak ada disamping kamu," serunya berlinang air mata.
Letta mengeratkan pelukannya, pelukan yang sudah lama ia rindukan. Saudaranya yang dulu hilang kini kembali lagi pada dirinya.
"Aku kangen banget sama kamu Cally, kangen," serunya.
"Maafin aku."
Letta merasakan kepalanya mulai kembali berdenyut nyeri, hingga tanpa ia sadari cengkramannya begitu kuat pada tubuh Cally. Mengernyitkan dahinya, Cally mencoba menahan kesakitannya.
"Letta, kamu baik-baik aja," cemasnya.
Letta melepas pelukannya, menatap wajah yang sedang khawatir terhadapnya. Ia hanya tersenyum menganggukan kepalanya.
"Kak Seruni," cicitnya menahan tangis.
"Cukup Ta, aku udah tau semuanya. Aku sekarang ada disini buat kamu, buat anak-anak," ucapnya sendu.
"Dia datang lagi, dia menuntut balas Cal," cicitnya ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Demarince Padakari
lanjuttty
2021-11-05
0
Susi Ana Tanjung
mungkin Daniel
2021-11-05
0
Nay22
lanjutkan Thor...seneng deh tiap hari up🥰
2021-11-05
0