Letta terus saja berusaha menyakiti dirinya, bayangan kecelakaan serta suara peneror itu terus saja menari-nari dalam ingatannya.
David kewalahan, dan saat itulah Cally masuk kedalam rumah. Langkahnya terhenti saat melihat Arletta tengah histeris sambil menangis.
Hatinya sakit, kakinya terasa sulit untuk ia gerakan. Ada rasa bersalah juga begitu banyak pertanyaan dalam benaknya.
Letta kembali ingin menyakiti dirinya sedang David sudah nampak begitu kelelahan. Cally berlari masuk, bersimpuh disamping Letta dan menariknya kedalam dekaoannya.
"Ssssttt, tenang. Ada aku."
David terdorong jatuh saat Cally menarik Letta, matanya begitu terkejut menatap wanita yang telah lama tak dijumpainya.
"Kak Runi, aku mau kak Runi," tangisnya.
"Ssstt, tenang ya. Aku bakal bawa kak Runi kesini oke , tapi tenang dulu."
David terkejut mendengar Cally menjanjikan kehadiran Seruni. Ia berusaha melambaikan tangannya mengisyaratkan penolakannya, namun Cally tak sedikitpun memperhatikannya.
Arga datang, ia segera berlari menghampiri istrinya.
"Sayang," menarik tubuh istrinya dari Cally.
Letta begitu lemas tak sadarkan diri, Arga dengan sigap menggendong membawa tubuh itu kembali masuk kedalam kamarnya.
"Tunggu," seru David menahan tangan Cally.
"Nanti, aku mau lihat adikku," serunya menghempas tangan David dan berlari mengikuti Arga.
"Sial!"
Perlahan dibaringkannya tubuh Letta, Arga juga mengabil tisu basah untuk membersihkan kaki Letta yang nampak kotor.
"Ga," panggil David masuk kedalam kamar.
"Kenapa dia bisa kambuh lagi Vid," tanyanya.
"Entahlah, tadi tiba-tiba aja Letta lari sambil manggilin Seruni."
"Tadi pagi masih baik-baik saja, harusnya gue nggak ninggalin dia," sesal Arga.
"Kenapa kalian nggak bawa Seruni kesini aja, beres kan," celetuk Cally tiba-tiba.
Arga bangkit, berbalik menatap Cally yang masih berdiri diambang pintu.
"Loe, kapan balik?"
"Tadi, gue berencana nemuin Letta. Tapi gue kaget pas tau kondisinya."
Cally melangkah masuk kedalam kamar, duduk disofa disusul oleh Davis juga Arga.
"Dimana anak-anak ?" tanya Cally.
"Mereka sekolah," singkat David.
"Ga, tadi Cally nggak sengaja ngejanjiin Seruni kesini."
Wajah Arga tiba-tiba berubah menjadi tegang. Cally mengerutkan dahinya menatap bingung kedua laki-laki dihadapannya.
"Ada apa sih," tanya Cally.
Arga mulai menceritakan semua kejadian itu. Kejadian yang membuat lubang kesakitan dihati istrinya.
Air mata Cally tak bisa dibendung mendengar cerita Arga. Ia tak menyangka jika adiknya menderita, dan ia juga sangat menyesal tak pernah ada untuknya bahkan memusuhinya.
Cally tak menyangka jika Seruni pergi begitu cepat, wanita baik juga tangguh yang ia kenal sekarang telah pergi menyisakan suami juga anaknya.
"Maafin gue Ga, Vid. Gue bener-bener nggak tau."
Terlihat jelas jika Cally menyesal dan merasa begitu bersalah. Namun tak ada satupun yang menyalahkan Cally, sebab mereka juga memahami hati gadis itu.
..
Karena kejadian Letta kambuh, Arga juga David lupa untuk menjemput anak-anaknya. Namun berutung Shaka ada bus sekolah yang bisa mengantarkannya.
Laisa juga Mira sudah satu jam menunggu kedatangan papanya, namun Arga tak kunjung datang menjemputnya.
Vira yang kebetulan menjemput Meya kesekolah melihat kedua bocah kecil duduk ditaman sekolah. Ia pun menawarkan tumpangan pada kedua bocah itu.
"Tante, itu rumah aku," seru Laisa menunjuk rumahnya yang sudah dekat.
Tak ingin merepotkan orang lain, Mira meminta Vira menurunkan keduanya didepan rumah saja. Kebetulan sekali bus yang mengantar Shaka juga tiba, alhasil ketiganya masuk kerumah secara bersamaan.
"Tadi siapa," tanya Shaka.
"Itu mamanya temen kita kak," jawab Mira.
"Kok kalian bareng dia sih, papa mana?"
"Tau ih, papa lupa nggak jemput kita. Nih lihat kak sampai gosong kulit aku," adunya pada kakanya.
Shaka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Laisa adiknya. Namun saat akan menaiki tangga, mereka bertemu pelayan yang sedang membawa minuman ditangannya.
"Buat siapa itu ," kepo Laisa.
"Ini buat mama non," serunya.
"Mama. Memangnya mama kenapa sampai minumnya harus diantar," heran Shaka.
"Mamanya aden Shaka lagi sakit diatas."
Mendengar hal itu membuat ketiga bocah terkejut, tanpa menunggu lama mereka berlari menuju kamar mamanya.
Laisa membuka pintu sambil menangis, terlebih saat ia dengan jelas melihat wajah pucat mamanya.
"Mamaa, hikss hikss hikss.." tanginya diikuti Mira.
Laisa memegang tangan Letta sambil menangis, sedang Mira duduk dipinggir ranjang juga menangis. Dan hanya Shaka yang terluka melihat mama nya tak berdaya hingga ia menyembunyikan air matanya.
Arga serta David terkejut dan segera berlari mengambil anak-anaknya.
Laisa memberontak saat Arga menggendong dirinya menjauh dari Letta.
"Sayang tenang ya, mama biar tidur dulu," bujuk Arga agar Laisa bisa diam.
Shaka jug Mira duduk bersama, kedua bocah itu juga sedih namun tak menangis layaknya Laisa yang begitu cengeng.
"Tante siapa, kenapa dikamar mama aku?" tanya Mira.
Cally mengerutkan dahinya bingung, David bisa membaca raut kebingungannya.
"Dia Mira, anak gue sama Seruni. Sejak dia bisa bicara, mama nya adalah Letta."
"Ini anak Seruni, mirip sekali dengan mamanya," batin Cally.
...-----🍒-----...
...Hai semua, maaf ya nunggu lama updatenya....
...Jangan lupa terus klik like, favorit terus berikan komen kalian setelah membacanya. satu like satu komen itu berarti buat penyemangatnya....
...Terima kasih semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Asna Deli
ceritanya bgus aku suka
2021-12-15
0
mommy raline
ah kok aq feeling ya daniel sama cally dan istrinya daniel ntar mlh sama david
2021-10-30
0
aurora
lanjut thor
2021-10-30
0