(Flash back on)
Siang itu setelah yoga, Seruni tiba-tiba saja mengajak Arletta untuk membeli makan dimall favorit keduanya.
Saling tertawa bersama Letta menikmati harinya. Namun Letta merasa jika Seruni bertindak tak seperti biasanya.
Selama hamil, Seruni malas sekali keluar rumah jika bukan yoga ataupun kontrol dokter kandungan. Namun siang ini ia terus mengajak Letta berjalan-jalan bahkan berfoto bersama disebuah photobox.
"Wah lucu ya, " riang Letta melihat hasil foto keduanya.
"Simpen baik-baik ya dek, nanti kalau kangen bisa lihat foto ini."
Letta segera menatap Seruni setelahnya, tatapan penuh tanya itu hanya dibalas senyuman oleh kakaknya.
"Yaudah kita makan yuk," ajaknya menarik paksa tangan Letta.
Entah mengapa Letta merasa dadanya begitu sakit tiba-tiba, rasanya ia ingin sekali menangis.
"Ada apa dek, " tanya Seruni sedikti panik.
"Nggak tau kak, dada aku sakit ini. Pengen nangis," rengelnya.
Seruni tersenyum, ia duduk mendekati Letta. Membawa adiknya itu kedalam dekap hangat peluknya.
"Mungkin bawaan bayi, kan sebentar lagi dia mau keluar."
"Kakak," rengek Letta memeluk erat tubuh Seruni.
"Jangan tinggalin aku ya," serunya.
"Nggak kok, kak Runi akan selalu hidup dihati kamu."
Merasa puas dan kelelahan, Seruni mengajak Letta segera kembali pulang kerumah. Selama keduanya berjalan, Seruni terus saja menggenggam tangan adiknya, bahkan sesekali ia menciumi tangan tersebut.
Awalnya semua baik-baik saja dalam perjalanan, hanya ada canda tawa serta gurauan kakak beradik dijok penumpang.
Namun tiba-tiba saja mobil mereka berguncang, sebuah mobil lain dengan sengaja menabrakkan mobilnya.
"Gila ya itu mobil, nggak tau apa ada bumil disini," omel Arletta.
Seruni nampak biasa saja, ia hanya diam menggenggam kedua tangan adiknya dan berusaha menenangkannya.
"Dek dengerin kaka," seru Seruni.
"Nanti dulu ya kak, itu mobil terus nabrak kita loh."
"Letta, lihat kaka!"
Letta begitu terkejut mendengar Seruni berteriak dengannya. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca, namun Seruni segera menangkup kedua sisi pipinya.
"Dengerin kakak, apapun yang terjadi kamu harus hidup."
"Maksud kakak apa," tanya Letta mulai ketakutan.
"Kamu harus hidup, kamu tolong jaga anak kaka juga kak David ya," seru Seruni dengan senyumnya.
"Selamat tinggal adik kaka."
(Flash back off)
"Kaka Runi," teriak Letta bangun dari tidurnya.
Arga terkejut mendengar teriakan istrinya, dengan segera ia memberikan air untuk Letta.
"Minum dulu," membantu Letta minum.
"Kak Runi, kaka Seruni," tangisnya terus memanggil nama Seruni.
"Sayang tenang, ada aku disini oke."
Arga terkejut, sudah beberapa tahun Letta keluar dari rasa trauma serta ketakutannya. Tapi malam ini rasanya kembali kemalam awal dimana mereka kehilangan Seruni.
"Mana kak Seruni, aku aku harus lihat kaka," paniknya menggigiti kukunya.
"Jangan digigitin, nanti luka loh," serunya.
Tubuh Letta bergetar ketakutan, wajah Seruni terus terbayang diingatannya. Wajah terakhir yang dilihatnya sebelum mobil mereka hancur dan semua gelap.
"Kak Seruni, kak Runi pasti berdarah. Aku harus lihat dulu," Letta turun dari ranjangnya. Berlari keluar dari kamar menuju lantai bawah.
"Astaga sayang, tunggu."
Arga berteriak, ia terus mengejar istrinya yang entah mengapa kambuh kembali.
"Kak Runi, kakak dimana."
"Kak Runi."
Letta terus saja berteriak, ia terus memanggil-manggil nama Seruni sambil menangis dengan histerisnya.
"Letta," gumam David saat mendengar sayup-sayup suara Letta.
"Sayang tenang ya, Seruni nggak ada disini."
"Nggak! Kak Runi berdarah sayang, aku harus obatin," Letta terus menangis, ia histeris saat kembali membayangkan kondisi Seruni.
"Arga, Letta."
"Kak David, kak dimana kak Runi. Apa dia baik-baik aja?"
David terkejut, ia menatap Arga mencoba mencari jawaban. Dan Arga menganggukan kepalanya, meminta David mengiyakan apapun yang istrinya katakan.
"Iya, kak Runi sekarang baik-baik saja kok."
"Beneran? Kak David nggak bohongin aku kak."
"Nggak lah, mana mungkin kakak bohong. Tanya aja suami kamu kalau nggak percaya."
"Iya sayang, kak Runi lagi istirahat. Besok pagi ya kita baru lihat, sekarang kamu istirahat lagi."
"Janji ya," seru Letta yang hanya mendapat anggukan dari Arga.
"Gue tunggu disini," ucap David saat Arga melewatinya.
"Gue nggak bohong Ta, Runi memang sudah sangat baik-baik saja. Harusnya loe juga udah baik-baik saja," batin David merasa sedih dengan kondisi Letta.
**
Malam yang masih larut, Cally tiba dengan selamat dibandara Jakarta. Ia menghirup dalam aroma udara yang telah lama ia tinggalkan.
"Aku kembali Jakarta," serunya perlahan.
"Letta, tungguin gue ya."
Cally melihat ponselnya, ia mencoba memesan hotel yang tak jauh dari bandara.
Karena jujur tubuhnya sudah sangat lelah dalam perjalanan. Ia hanya ingin merendam tubuhnya kedalam air hangat serta tetesan air mawar yang menenangkan.
"Dapat," girangnya.
...-----🍒-----...
...Hai semua, maaf ya nunggu lama updatenya....
...Jangan lupa terus klik like, favorit terus berikan komen kalian setelah membacanya. satu like satu komen itu berarti buat penyemangatnya....
...Terima kasih semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Nayla Azkia Rizki
pertemukan letta dan cally Thor😘
2021-10-24
1
Nay22
up nya yg banyak Thor🥰
2021-10-24
0
Miss Lian
Bagus kak. cuma hrs lebih up. heheh
2021-10-24
0