Cally bersama Letta menunggu kedua putrinya didepan sekolah, sedang Shaka lebih memilih didalam mobil sambil memainkan ponselnya.
"Kok lama ya Ta," tanya Cally.
"Sabar, mereka pasti lagi jalan."
"Jalan kok lama banget sih."
"Kayak nggak tau aja, kan mereka kalau jalan kayak bebek lenggok-lenggok," tawa Letta saat mengingat tingkah kedua gadisnya.
Dan tak lama yang mereka tunggu tiba, kedua gadis itu berjalan dengan centilnya sambil melambaikan tangan pada Letta juga Cally yang tengah menunggunya.Cally baru saja mengenal mereka, dan tingkah mereka ini membuatnya begitu takjub hingga tak percaya.
"Ta, itu anak-anak loe," tanya Cally heran.
"Anak-anak tuan Arga juga David," candanya.
"Mama, sister. Udah lama belum nungguinnya?" tanya Laisa dengan nada centilnya.
"Hei bocah kecil, centil banget sih," seru Cally pada Laisa.
"Udah-udah, ayo semua masuk mobil. Mira kamu naik dulu nak," seru Letta.
"Baik mama," patuh Mira.
Namun mata tajamnya sekilas melihat orang yang tengah memperhatikan dirinya, Laisa menajamkan matanya dengan seksama. Dalam perjalanannya nampak semua begitu gembira, terlebih saat Letta mengajak mereka makan sushi favorit ketiganya.
Namun dibalik canad tawa itu, ada mata yang masih tajam mengintai penguntitnya. Laisa, bocah kecil itu menyembunyikan tatapan elangnya dalam senyuman. Sesampainya di tempat tujuan, mereka segera memesan makanannya.
Laisa sudsah tak tahan jika ada yang membuntuti dirinya, terlebih kini ia harus menjaga kondisi mamanya. Anak kecil itu telah tumbuh dengan pemikiran dewasanya, tumbuh menjadi gadis kecil yang begitu cerdas di usianya.
"Mama, aku mau ke toilet dulu ya," pamit Laisa.
"Mau ngapain sih ke toilet," tanya Cally.
"Mau ambil makanan sister, ya mau pipis lah."
Semua orang tersenyum mendengar penuturan Laisa, namun Shaka menatap adiknya dengan tatapan penuh waspada.
"Mama anterin ya," seru Letta.
"No mama, aku ini udah besar. Aku bisa jaga diri baik-baik," celotehnya.
Laisa turun dari bangkunya, perlahan ia mulai berjalan menuju jalan toilet. Namun ditengah itu langkah kakinya berbelok disudut restoran. Gadis itu tersenyum sinis saat tebakannya tak pernah meleset, laki-laki itu sedang menatap meja mamanya.
"Apa yang om lakuin, mengintai mama aku kah?"
Dengan mata elangnya gadis itu penuh sorot tajam yang mampu membunuh lawannya, sorot mata yang begitu menusuk bahkan melumpuhkan pikirannya.
"Siapa kamu," tanya lak-laki itu.
"Aku ? Tentu saja aku adalah penjaga mamaku dari kalian yang berniat jahat," ucap Laisa dengan begitu tegas.
Perlahan kaki gadis itu berjalan mendekatinya, menyudutkan dirinya dalam sempitnya sudut ruangan.
"Takut ya om," ejek Laisa saat melihat ketakutan dalam diri laki-laki didepannya.
Tersadar dengan apa yang terjadi, laki-laki tersebut mulai menegakkan tubuhnya dan menetralkan dirinya. Rasanay sungguh malu saat ia takut hanya dengan tatapan bocah kecil dihadapannya.
"Dasar bocah tengik, berani sekali memprovokasiku," marahnya.
Laki-laki itu berjalan maju mendekati Laisa, namun Laisa yang tak takut masih dengan santai berdiri ditempatnya. Bahkan gadis kecil itu malah tersenyum menatap laki-laki itu.
"Mau melawanku, hadapi dulu kakakku yang super," gumam Laisa sinis.
Dan benar saja, Shaka datang tepat saat laki-lak itu mengangkat tanganya hendak memukul. Shaka dengan cepat menendang kaki lawannya hingga membuatnya terjauh, ia pun bergegas menarik adiknya bersembunyi dibelakang tubuhnya.
"Sudah aku bilang, jangan suka mengambil tindakan tanpa aku tau," omel Shaka.
"Aku mengambil tindakan karena aku tau kakak udah paham dengan gerak gerik aku," santainya.
"Dasar gadis nakal," ucap Shaka.
Kini dua bocah itu menatap sinis laki-laki yang berdiri didepannya. Dengan sinis melihat bagaimana rupa orang yang telah membuntuti dirinya.
"Katakan selamat tinggal pada keluarga kalian," seru laki-laki tersebut.
...‐Selamat Membaca‐...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Nay22
lanjut Thor 🥰
2021-11-10
0
Astri
lanjut
2021-11-10
0
Fitri
waduh penasaran 🤔
2021-11-10
0