Hari ini, Brian akan mulai bekerja memimpin perusahaan Daddy nya yang semakin maju pesat.
Banyak Bidang yang di jarah oleh Daddy nya dan kawan kawan.
Pabrik Textile tetap di pegang oleh Steffano.
Pabrik Makanan di pegang Oleh Fed.
Dan Yang paling tampan, Julio memegang perusahaan Bidang kecantikan Fashion dan Style.
Entah apa maksud nya, Tapi Julio memang luar biasa memimpin nya.
" Brian Selesai ! Brian pamit. " Begitu lah Seorang Brian.
Sikap nya lebih dingin lagi, Tidak ada Canda atau tawa di wajah nya. Brian hanya akan tersenyum jika itu bersama Lea dan Mommy nya.
Jujur, Brian tidak terlalu suka tinggal di Negara kelahiran nya ini. Bukan tidak Cinta tanah air, Tapi di Negara ini dia selalu teringat akan sosok Mama nya. Mama Calt nya.
Entah dimana wanita itu sekarang !
Susah puluhan Tahun Brian mencari nya namun belum menemukan titik terang dari sosok ibu kandung nya itu.
" Mobil nya sudah siap Taun. " Ucap Pak Man, Anak nya Pak Kirman Supir nya Mama Viona nya dulu.
" Saya naik motor Pak. " Brian langsung menuju motor Sport yang sudah di siap kan oleh Gandy.
" Tapi Tuan..." Sela sang supir
" Saya pamit Pak. " Brian langsung mengemudikan motor nya menuju GTJ Compeny Group.
Brian sangat menikmati Sinar matahari pagi disini, Dia melewati hutan di kawasan rumah mereka. Betapa Damai nya disini.
" Buka Pintu nya. " Titah Brian lagi.
Dia langsung keluar dari sana saat pintu di buka dan langsung melajukan motor nya ke kantor pusat.
Hari ini mereka mulai bekerja. Dan hari ini juga Angga akan sampai di Negara ini. Dan bersiap untuk bekerja dengan nya.
Brian memarkirkan motor nya di depan pintu gedung perkantoran itu. Saat membuka helm nya, Mata semua orang tertuju pada nya. Hanya beberapa orang saja yang tau bahwa dia adalah Brian Dominique Jade.
Putra pertama dari Tuan besar mereka. Tampan,gagah,dan berkharisma tinggi.
Itu lah sosok Brian yang di lihat mereka secara singkat.
" Kembali bekerja jika masih ingin memiliki Gaji kalian bulan depan !"
Deg !
Ternyata Brian lebih dingin lagi dari yang di terka mereka. Sungguh di balik wajah tampan nan rupawan itu, Terselip jiwa yang sangat mengerikan disana.
Jangan pernah memancing hal itu untuk keluar dari sangkar nya.
Brian melanjutkan langkah kaki nya menuju lift yang berbeda menuju lantai tertinggi gedung ini tempat dimana dia akan bekerja.
Sesampai nya disana Brian di sambut oleh Dave, Wakil CEO perusahaan ini.
" Kenapa berangkat sendiri Tuan Muda ? Kalau tau kan kami bisa menyambut nya. " Sesal Dave.
" Sudah lah Uncle. Jangan memanggil ku begitu. Rasa nya geli. Aku bukan lagi anak 6 tahun yang harus di lindungi. Bahkan aku bisa menjaga diri ku sendiri. " Jawab Brian acuh.
" Ya baik lah. Mari Para pemegang saham sudah menunggu. " Ucap Dave membawa Brian ke ruang meeting para pemegang saham.
Brian berjalan dengan angkuh nya. Terserah orang mau berkata apa pada nya. Yang terpenting saat ini dia adalah pemimpin tertinggi di gedung tempat ribuan orang mengadu nasib di tangan nya.
" Selamat datang Tuan Muda..." Sapa mereka ramah.
Brian hanya melirik sekilas saja pada mereka lalu duduk di ikuti oleh Dave setelah nya.
Like Father Like Son !
Mungkin itu istilah yang pantas di semat kan untuk Brian. Para pemegang saham itu terkesima dengan aura yang di pancar kan Brian.
Begitu memukau pandangan mata, Tapi sayang, Tatapan Mata Brian siap mengiris siapa saja yang menatap ke arah nya.
" Langsung saja. Saya, Brian Dominique Jade ! Mulai hari ini, Papa resmi mengundurkan diri dan Pensiun dari perusahaan ini. Dan mulai hari ini juga saya yang akan memimpin perusahaan ini. Tetap seperti sebelum nya. Siapa saja yang tidak suka atas ini semua, Silahkan lampirkan surat pengunduran diri kalian. Dengan senang hati saya menerima nya !"
Duar !
Brian Brian sama sekali tidak tedeng eling dengan semua ini. Mungkin Brian lebih dingin lagi dari Pemimpin sebelum nya. Yaitu sang Papa.
" Oke, Sekian dari saya. Selamat pagi. !" Brian langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangan nya.
Ternyata disana sudah ada Dimas dan Jaka, Minus Angga.
" Langsung saja. Kalian berdua, Kau Jaka, Kau akan menjadi kepala Devisi keuangan menggantikan Pemimpin sebelum nya . " Tegas Dave
" Dan Dimas, Kau adalah Manager Keuangan nya. Secara sah, Berarti kamu adalah atasan Dari Jaka. " Jelas Dave lagi.
Saat mereka mulai percakapan nya, Pintu di ketuk dan Ternyata Angga yang datang.
" Kau terlambat 1 menit 12 detik !" Brian tidak menyambut Angga dengan senang hati, Tapi dengan serangan mendadak.
Angga tidak heran lagi, Karena memang selama hidup bersama Brian memang sudah seperti itu.
" Maaf, Saya baru saja mendarat dan langsung menuju Kantor. Bahkan saya belum sempat mandi. " Jelas Angga lagi.
" Baik lah. Langsung saja Angga, Mulai saat ini kamu adalah Asisten Brian. Kamu yang mengurus segala keperluan nya. Berurusan tentang perusahaan. Saya rasa kamu sudah paham itu bukan ? Ini jadwal Brian. Pelajari lah. " Jelas Dave lagi.
Angga mengambil Ipad jadwal Brian dan langsung di pelajari nya.
" Baik Tuan Dave. " Angga membungkuk hormat.
Dave langsung pergi dari sana dan Mereka mulai bekerja.
" Ku beri waktu mu selama 30 menit untuk bersiap ! Setelah nya kita akan berkunjung ke Pabrik Kosmetik ! Aku ingin melihat langsung produk yang akan di luncur kan pekan depan. !" Tanpa banyak bicara lagi, Angga langsung keruangan nya dan bersiap.
Setelah nya, Brian langsung bangkit dan berjalan untuk berkunjung ke Pabrik.
" Saya Rasa, Saya mengenal Nama ini. " Angga memberikan Ipad nya pada Brian yang berisikan nama Perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka.
" Aliya Arrasha Wook, " Gumam Brian lagi.
" Dia Putri dari Pasangan Lily Alena Putri Min Young dan Alvian Arrasha Wook !" Jelas Angga mencari tau segala seluk beluk orang yang akan bekerja sama dengan mereka.
" Saudari kembar dari Alina Arrasha Wook." Lanjut Angga lagi.
" Mereka kembar ? " Tanya Brian lagi. Angga mengangguk.
" Mereka berbeda. " Tanya Brian.
" Tuan Alvian memiliki darah keturunan Jerman dan mungkin Nona Aliya turunan Gen nya. " Jelas Angga lagi.
Ingat Jerman, Brian kembali Ingat kejadian di Jerman.
" Lila " Lagi lagi dia teringat dengan nama wanita yang telah menolong nya.
Tapi detik kemudian, Dia kembali Fokus pada Jalanan. Mungkin dengan sendiri nya dia akan melupakan semua nya.
" Kita akan bertemu dengan Nona Aliya di pabrik. Dan menurut berita yang beredar, Dia cukup pendiam. Berbeda dengan saudari kembar nya yang terlihat Arrogant. "
" Kau begitu tanggap mencari tau segala nya Angga. Sampai sedetail itu. "
" Aku akan memastikan semua nya berjalan lancar sesuai kehendak mu. Karena aku yang akan memastikan semua nya berjalan dengan lancar. Tapi jangan meminta ku untuk ikut ke Dunia mu dan Jaka juga Dimas. Aku akan menentang itu !"
" Kau cukup ikuti saja pekerjaan nyata ku. Kau tidak akan ikut dengan Dunia lain yang kami jalan kan !" Tegas Brian.
" Oh iya. Satu lagi. Nona Aliya Single !"
" What Do You Mean ?" Sinis Brian menatap tak suka pada Angga.
" Just Information !" Jawa Angga lagi.
" Jangan campuri urusan pribadi dengan urusan pekerjaan !"
" Ya ! Aku hanya memberi informasi saja. Selanjut nya terserah kau ! Dia Single dan kau Single bukan ? So ? Siapa yang tau ?" Jawab Angga lagi.
" Diam dan tutup mulut mu Angga Wibowo !" Jawab Brian dengan nada rendah .
...💮💮💮...
Nah, Disini Brian akan di kelilingi Wanita wanita cantik yeew 😍
Yuk Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 🍓🍓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Trisna Tris
susah juga ya..... jadi orang yang terlalu tampan.... mending biasa aja lah
2022-02-26
0
Fadia Alaydrus
sudah tw susah Thor?
2022-01-23
0
Yanti Linggar
ga bp'y ga anak'y pasti semua perempuan memuja'y. yg salah spa nih,author pasti'y kan?🤔🤔
2021-12-02
0