Meminta Restu 2
"Apa??? Tidak! Ini tidak mungkin?!" teriak seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu. Itu adalah suara Alexa.
Beberapa menit sebelumnya, Alexa yang baru pulang dari tempat pemotretan memasuki halaman mansion dengan mobil kesayangannya. Dia begitu senang saat melihat mobil Rio terparkir di sana. Dia segera keluar dari mobil dan menuju rumahnya untuk segera menemui Rio pujaan hatinya. Ketika Alexa sampai di pintu rumah, dia mendengar rencana Rio ingin melamar dan menikahi Aline. Dia sangat terkejut.
"Ini semua bohong kan Rio. Kamu tidak mungkin menikahi wanita murahan ini!" Alexa mengacungkan jari telunjuknya ke arah Aline.
"Jaga sikap kamu Alexa!" seru Tuan Robby.
"Aku tidak terima Pa, Ma, Rio menikahi wanita murahan ini. Aku satu-satunya wanita yang benar-benar mencintai kamu Rio. Hanya aku yang pantas menjadi istri kamu. Mengapa kamu tidak pernah melihat cintaku yang besar ini untukmu Rio?" Alexa mengungkapkan apa yang dia rasakan sambil menangis.
Rio menghela nafas berat dan menjawab, "Karena aku tidak mencintaimu. Aku minta maaf karena tidak tertarik denganmu. Hanya Aline wanita yang aku cintai, tidak ada yang lain." Rio mencoba menegaskan ucapannya pada Alexa.
"Apa kurangnya diriku? Aku lebih cantik darinya. Aku seorang model terkenal. Banyak laki-laki di luar sana yang mengejarku. Tapi kenapa kamu tidak pernah melirikku sedikitpun? Apa kamu tahu Rio, sakit di sini karenamu, karena aku selalu mengharapkan cinta darimu Rio!" jerit Alexa sambil memegang dadanya yang terasa nyeri mendengar pernyataan Rio.
"Sekali lagi aku minta maaf Alexa. Tapi hati dan perasaan manusia tidak bisa dipaksakan, begitu juga denganku. Dan keputusanku sudah bulat, aku akan menikah dengan Aline," sarkas Rio dengan tegas.
"Dan aku tidak pernah tertarik dengan wanita sombong, egois dan kasar. Seandainya aku bukan dari keluarga kaya dan terpandang, kamu juga tidak akan tertarik padaku. Kamu hanya terobsesi padaku, bukan cinta," ejek Rio sambil menatap membunuhnya pada Alexa.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian bersama. Rio hanya milikku. Tak akan kubiarkan wanita murahan sepertimu memiliki pria yang aku cintai!" Alexa menggelengkan kepalanya, kemudian mendekat dan hendak menampar Aline tapu ditahan oleh tangan Rio.
"Jangan macam-macam Alexa. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu atau siapapun menyakiti calon istriku. Aku tidak peduli kamu wanita sekalipun, jika kamu berani menyakiti Aline maka aku akan membalasnya dengan lebih kejam. Bahkan aku bisa berbuat kasar padamu!" ancam Rio.
Tuan Robby langsung berdiri menghampiri Alexa, menariknya untuk menjauh dari Rio dan Aline.
"Sudah cukup Alexa. Kamu sudah dengar sendiri keputusan Rio. Jangan memaksakan kehendakmu lagi. Jangan jadi wanita egois Alexa!" bentak Tuan Robby.
"Papa jangan bentak Alexa dia tidak bersalah. Dia hanya ingin mempertahankan pria yang dia cintai. Harusnya Papa lebih membela Alexa bukan anak pembawa sial ini," ucap Nyonya Erisa dan menunjuk wajah Aline dengan kebencian.
"Diam, Ma! Selama ini Mama terlalu memanjakan Alexa. Dan lihat sekarang, dia menjadi orang yang egois, sombong dan hanya mementingkan dirinya sendiri," ucap Tuan Robby dengan penuh amarah.
"Tapi....," sahut Nyonya Erisa yang langsung dipotong oleh Tuan Robby.
"Lebih baik Mama sekarang bawa Alexa ke kamarnya. Papa tidak mau Alexa semakin membuat masalah di sini. Dan kamu Alexa renungi sikap bodohmu ini di dalam kamarmu." Tuan Robby menyerahkan Alexa kepada Nyonya Erisa.
"Ta-tapi Pa?" sahut Alexa sambil menangis.
"Tidak ada tapi-tapi. Masuk kamar sekarang juga!" bentak Tuan Robby.
Nyonya Erisa langsung membawa Alexa masuk ke kamarnya. Karena dia tahu Tuan Robby benar-benar marah. Dia tidak mau Alexa semakin dimarahi suaminya.
Setelah Nyonya Erisa dan Alexa pergi meninggalkan mereka, Tuan Robby berusaha menenangkan Aline. Tuan Robby memeluk putrinya itu. Ucapan istrinya dan Alexa pasti sangat menyakitkan bagi Aline.
"Sudah Nak, jangan menangis lagi. Jangan dengarkan apa kata mereka. Papa merestui hubungan kalian." Tuan Robby mencium kepala putrinya itu.
"Terima kasih Pa," ucap Aline sambil memeluk papanya. Aline bersyukur masih ada papanya yang menyayangi dan mendukungnya.
"Saya janji Om, saya akan meyakinkan orang tua saya dan meminta mereka untuk melamar Aline untuk menjadi istri saya," ujar Rio.
"Kalau begitu kami permisi dulu Om. Setelah ini saya akan langsung memberitahu orang tua saya," tambah Rio lagi.
"Aline, kamu tidak mau menginap di sini? Papa masih kangen sama kamu Nak," tanya Tuan Robby dengan wajah memelasnya.
"Maafkan Aline Pa. Lebih baik Aline pulang ke apartemen saja. Aline tidak mau membuat Mama dan Kak Alexa semakin marah. Dengan kondisi kakak sekarang, lebih baik Aline pergi dari sini Pa," ucap Aline dengan tatapan sendunya.
"Baiklah kalian hati-hati di jalan. Dan Aline hati-hati ya selama tinggal di apartemen, jaga diri baik-baik. Dan Rio tolong jaga putri Om ya," nasihat dan pinta Tuan Robby.
"Aline akan selalu mengingat nasihat Papa. Papa juga jaga kesehatan, jangan sampai terlambat makan," ucap Aline.
"Rio pasti akan selalu jaga Aline Om," jawab Rio.
Kemudian mereka berpamitan dan meninggalkan mansion Tuan Robby.
Sepulang dari kediaman Tuan Robby, Rio mengantarkan Aline ke Nadira Fashion. Aline sudah bercerita jika Nadira, sang pemilik butik, menawarinya untuk menjadi designer di Nadira Fashion. Rio merasa senang dan sangat mendukung cita-cita kekasihnya.
...***...
Di dalam kamar, seorang wanita mengamuk membanting dan membuang barang-barang dengan membabi buta sambil berteriak histeris. Penampakan kamar sudah seperti kapal pecah, banyak barang berserakan. Alexa sedang mengamuk seperti orang gila.
Nyonya Erisa yang mendengar teriakan dan suara pecahan barang dari luar kamar langsung masuk ke kamar Alexa. Betapa terkejutnya dia, saat melihat kondisi kamar putrinya yang sangat berantakan.
"Ya ampun Alexa. Apa yang sudah kamu lakukan?" bentaknya.
"Aaarrrggghhh...!" Alexa berteriak sambil membanting barang.
"Alexa cukup. Hentikan sekarang juga!" bentak Nyonya Erisa sambil mengambil vas bunga yang dipegang Alexa. Kemudian Nyonya Erisa memeluk Alexa untuk menenangkannya.
"Ma, aku tidak mau kehilangan Rio. Aku sangat mencintai Rio," isak Alexa.
"Kamu tenangkan diri kamu dulu sayang," ucap Nyonya Erisa.
"Bagaimana aku bisa tenang Ma. Wanita murahan itu mau merebut Rio dari aku. Aku tidak terima Ma," rajuk Alexa sambil menangis di pelukan ibunya.
"Itu tidak akan terjadi. Mama tidak akan pernah membiarkan si anak sialan itu bersanding dengan Rio. Rio hanya akan menjadi milikmu." Nyonya Erisa berusaha meyakinkan Alexa.
"Apa yang harus aku lakukan Ma? Aku benar-benar takut kehilangan Rio. Aku mohon, Mama harus bantu aku mendapatkan Rio." Alexa memohon kepada ibunya dengan wajah memelasnya.
"Mama pasti akan membantu kamu sayang. Dulu Mama bisa menyingkirkan wanita murahan itu, sekarang Mama juga akan menyingkirkan anaknya yang membawa sial itu," ucap Nyonya Erisa dengan tatapan bencinya.
Alexa mengangguk menyetujui rencana jahat ibunya. Dia senang ibunya selalu ada untuk menolongnya. Mereka membuat rencana jahat untuk mencelakakan Aline.
"Aku akan menghancurkan hidup kamu Aline. Kamu tunggu saja!" gumam Alexa tersenyum smirk.
...***...
* Mansion Keluarga Abimana
Rio memarkirkan mobilnya di halaman mansionnya. Dia segera masuk ke dalam mansion dan menuju ruang keluarga untuk menemui orang tuanya.
"Mama!" ucap Rio sambil memeluk manja ibunya.
"Luar biasa sekali anak Mama ini. Sudah keluar mulai pagi dan sekarang baru pulang. Apa kamu tidak bisa sehari saja menghabiskan waktumu bersama Mama Papa? Kamu hanya punya waktu sebentar untuk kami. Setiap hari waktumu kamu habiskan di luar," ucap Nyonya Maria Abimana, ibu Rio.
"Rio kan sudah mulai kerja di perusahaan Papa. Jadi waktu Rio lebih banyak di perusahaan. Dan hari ini kan weekend Ma, masak Rio mau liburan di rumah saja," balas Rio.
"Setelah pulang kerja seharusnya pulang jangan keluyuran terus sama wanita itu," ketus Nyonya Maria dengan nada kurang bersahabat.
"Mama, namanya Aline, bukan wanita itu. Ayolah Ma, dia pacarku dan calon istriku." Rio berbicara dengan lembut.
Nyonya Maria hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Papa mana Ma?" tanya Rio kemudian.
"Ada apa tiba-tiba kamu mencari Papa, Son?" Tuan Firman Abimana menyahut sambil berjalan menuruni tangga.
"Sini Pa, ada yang ingin Rio bicarakan sama Papa dan Mama." Rio meminta ayahnya untuk ikut bergabung dengan mereka.
Tuan Firman langsung duduk di samping istrinya.
Rio menarik napas terlebih dahulu sebelum memulai berbicara.
"Begini Ma, Pa. Kalian sudah tahu jika Rio dan Aline berpacaran cukup lama. Rio ingin segera melamar Aline untuk menjadi istri Rio. Rio mohon kepada Papa dan Mama untuk melamarkan Aline untukku." Rio berbicara dengan sangat hati-hati.
Sontak orang tua Rio terkejut mendengar ucapan anaknya itu. Terutama Nyonya Maria yang tidak pernah menyetujui hubungan Rio dengan Aline, karena mengetahui Aline adalah anak dari hasil perselingkuhan.
"Mama tidak setuju dan Mama tidak akan pernah merestui hubungan kamu dengan wanita murahan itu," ucap Nyonya Maria dengan lantang.
Tuan Firman langsung memegang tangan istrinya untuk menenangkan. Nyonya Maria menghadap suaminya dan berkata, "Mama tidak sudi Pa mempunyai menantu seorang anak dari hasil perselingkuhan. Masih banyak wanita yang jauh lebih baik di luar sana dibandingkan dengan pacarmu itu," ucapnya sambil menatap Rio lagi.
"Tapi Rio hanya mencintai Aline. Hanya Aline yang bisa membuat Rio bahagia. Rio mohon Ma," pinta Rio.
"Mama lebih setuju kamu dengan Alexa, sudah cantik, baik dan karir modellingnya bagus, keluarganya sangat baik. Dan yang pasti dia adalah anak yang lahir dari ikatan pernikahan yang sah. Mama juga berteman baik dengan Nyonya Erisa. Alexa adalah pasangan yang sempurna untukmu. Masa depan dan hidupmu akan jauh lebih baik jika kamu menikah dengan Alexa." Nyonya Maria berusaha membujuk anaknya.
"Tapi Rio tidak mencintai Alexa. Rio hanya mencintai Aline seorang Ma. Aline adalah wanita yang baik, lemah lembut, pintar, mandiri dan tulus mencintaiku. Dia merupakan sosok wanita yang aku dambakan," ucap Rio meyakinkan.
"Wanita yang bekerja sebagai pelayan di hotel bukan merupakan wanita yang baik di mata Mama," protes Nyonya Maria dengan mencari celah kekurangan Aline.
"Aline akan berhenti dari pekerjaannya sekarang Ma. Dia akan bekerja sebagai designer di Nadira Fashion. Nona Nadira menjadikan Aline sebagai designer di butiknya." Rio berusaha menjelaskan.
Kemudia Rio beranjak dari duduknya dan berlutut di hadapan orang tuanya seraya memohon, "Rio mohon Papa dan Mama merestui hubungan Rio dan Aline. Rio ingin hidup bahagia bersama Aline." Rio berucap dan menakupkan kedua telapak tangannya sambil menangis.
Tuan Firman tidak tega melihat kondisi putranya. Sejak tadi dia hanya diam saja, akhirnya mulai berbicara.
"Sudahlah Ma, kita restui saja hubungan mereka. Rio anak kita satu-satunya. Papa hanya ingin melihat Rio bahagia dengan siapapun wanita pilihannya," bujuk Tuan Rio kepada istrinya.
Nyonya Maria masih tidak bergeming. Setelah cukup lama dan menguras tenaga akhirnya Rio dan Tuan Firman berhasil membuat Nyonya Maria merestui hubungan Rio dan Aline, dan bersedia melamar Aline untuk anaknya meskipun di dalam hatinya dia masih enggan menerima Aline. Tapi dia tidak punya pilihan lain.
...***...
* Di Apartemen Aline
Begitu Aline sampai di apartemen sudah ada Dea yanh menunggunya. Aline langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Dea untuk masuk. Dea sudah biasa menginap di apartemen Aline, terkadang Aline yang menginap di rumah Dea. Dea hanya tinggal sendiri dan ditemani para asisten rumah tangga. Orang tua Dea menetap di Paris dan lebih fokus mengembangkan perusahaan keluarga mereka di Eropa.
Sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur bersama Dea, Aline membagikan kebahagiaan yang dia rasakan kepada Dea. Dan Dea sangat antusias mendengarkan cerita bahagia sahabatnya itu. Dea sangat bahagia akhirnya Aline bisa meraih kebahagiannya. Dea juga selalu berdoa semoga Aline selalu bahagia dan dapat membangun rumah tangga dengan Rio. Dia adalah saksi hidup kisah cinta mereka. Dan mengharapkan untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka.
"Aline aku bahagia sekali, akhirnya kalian akan segera bersatu dan aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian," ucap Dea sambil memeluk sahabatnya. Mereka berpelukan sambil menangis bahagia.
"Oh iya Lin. Minggu depan aku akan berangkat ke Paris. Daddy sudah berkali-kali memintaku berangkat ke sana dan memintaku melanjutkan pendidikanku di sana." Dea menceritakan rencananya dengan wajah sedihnya.
"Aku bakal kesepian kalau kamu tidak ada di sini. Tapi aku juga ingin kamu melanjutkan pendidikanmu supaya kamu bisa meraih kesuksesanmu," ucap Aline sambil memeluk Dea lagi.
"Kamu tidak akan kesepian lagi karena sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Rio Abimana," ledek Dea sambil tertawa.
Keduanya pun tertawa lepas dan melanjutkan obrolan mereka sambil makan malam setelah mereka memesan makan secara online karena malas untuk memasak.
TBC
Jangan lupa comment, like, favorite dan vote.
Terima kasih😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
Wirda Lubis
semoga Aline dan Rio jadi menikah
2022-02-01
1
Anastasia Anastasia
wanita yg kasar...mmg akan mudaj melakukan hal yg tdk baik krn pd dasarnya kaekasarannya akibat dr kekerasan hatinya d cenderung egois d pria tdk suka wanita kasar
2022-01-23
1
re
Next
2022-01-11
1