Kemarin yg bab terakhir udah ada revisinya ya
Ke double ...buat yg udah baca awal2 keluar
Thanks jangan lupa komen, vote, dan jempol di klik ya
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Wajah Hisao murung sekarang. Aku sebenarnya berharap dia pergi tapi ternyata dia masih duduk disana.
"Tuan Hisao tak menyusul Aiko." Sekarang aku berusaha agar dia pergi.
"Tidak, biarkan saja... Aku sudah bilang padanya jangan datang ke Kyoto, tapi dia tidak mendengarkanku."
"Lebih baik kau tak terlihat lagi dengannya, minta maaf dengan Kakekmu. Kau tahu Kakekmu, źsalah-salah dia meminta Pamanmu membuat masalah dengan gadis itu, dia tak akan selamat jika masalah sudah begitu..."
Pembicaraan mengerikan, gadis itu tak akan selamat. Terlibat dengan Hisao menyeramkan.
Dia tidak bicara. Mungkin dia benar-benar menyukai Aiko. Aiko nampaknya tahu bagaimana mendapatkan hatinya.
"Dia gadis yang baik. Sebenarnya dia tak pernah menyuruhku membeli champagne tower itu, teman-temannya yang memancingku."
"Itu sama saja. Kau yang terlalu gampang dipancing." Tuan Tan yang sudah berpengalaman tahu apa yang dia bicarakan. Dan kurasa perkataannya benar.
Hmm...sudahlah. Aku menyerah, kenapa dia tetap disini, lebih baik dia menyusul pacarnya itu.
Aku dari tadi membayangkan 10 juta yen, hmm itu tarif model iklan dan pemotretanku, mungkin 5-6 kali. Tapi gadis itu mendapatkannya satu malam. Dia sangat beruntung atau dia yang terlalu pintar.
"Ini tak akan selesai sampai disini, Kakek akan mencari masalah denganku. Dan Ayahku pasti akan terlibat."
Aku tak mau terlibat pembicaraan mereka.
"Apa aku menggangu kalian." Tiba-tiba dia sadar sudah menggangu, kalau begitu pergilah.
"Tidak." Aku tak bisa menjawab menggangu, jadi yang kulakukan hanya menjawab tapi tidak menatapnya. Aku tidak suka dia disini. Aku menanggil pelayan untuk memesan ramenku.
"Baiklah, kalau kau berkata tidak. Aku akan makan disini..."
"Kau tidak memanggil Aiko kesini lagi? Kau tidak menyusulnya? Bagaimana kalau dia marah..." Aku melakukan dorongan terakhir agar dia pergi. Hisao menatapku kemudian meringis kecil.
"Setsuko-san, kau memang sudah berakar di Kyoto..."
"Maksudmu?" Aku tahu apa maksudnya sebenarnya. Orang Kyoto tidak pernah mengatakan maksudnya terang-terangan, mereka mengatakan hal sebaliknya dalam kalimat mereka, tapi ada maksud dibelakangnya. Dia rupanya menangkap arti pertanyaanku barusan.
"Kenapa kau tidak terang-terangan saja. Aku tak akan tersinggung." Dia tersenyum kecil padaku. "Baiklah, aku pergi ... Nikmati makan malam kalian. Brother aku pergi dulu...."
Aku diam dan menatapnya pergi. Entah apa yang ada dipikirannya. Baguslah dia pergi, sekarang aku bersorak senang dalam hati.
Tuan Tan menatap kepergian Hisao dan kembali padaku. Aku tak perduli apa pikirannya soal percakapan tadi. Yang penting Hisao sudah pergi.
"Tuan Tan, mau pesan apa." Bertepatan dengan pelayan datang ke meja kami menanyakan pesanan kami, aku bisa berpura-pura mengalihkan perhatian dari pertanyaan tadi.
"Kau hari ini sedang libur." Aku mengangguk.
"Liburku hanya dua kali sebulannya, jadwalku biasanya penuh. Aku bisa bekerja sampai jam 2 malam. Awal-awal pelatihan Maiko, jam 9 aku harus sudah berada di tempat latihan kembali."
"Pantas saja Kakek Hisao bilang kau bekerja keras,..."
"Kakek Hisao adalah orang yang loyal ke Gion. Dia penyokong dana banyak pertunjukan, salah satu rumah minum teh disini juga miliknya, kami menghormatinya.Dia bilang orang yang mengabdikan hidupnya pada seni harus didukung, tapi mungkin juga karena dia pernah jadi danna seorang Geisha dulu di Gion. Sekarang saat Geisha itu sudah meninggal dia tetap sering bertamu ke Gion."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Normahasrul
😂😂😂hebat satsuko kau bisa mengusir pewaris utama keluarga yamada
2025-01-10
0
Besse Winda
haaaa diusir🤣
2024-07-13
0
Aurora
Skg ngusir, nanti ga boleh pergi.
2022-09-19
0