Dan masuk ke rumah minum teh premium dalam hal ini mereka tidak menerima tourist harus dengan undangan dan dibawa oleh seseorang yang sudah kenal dengan pemilik rumah minum. Lingkungan geisha adalah lingkungan khusus yang hanya dimasuki segelintir orang dengan undangan.
Aku dengan sembunyi-sembunyi mengamati para tamu. Banyak diantara mereka yang sudah berumur. Diatas lima puluh, dengan suit kemeja putih dan dasi khas penampilan resmi.
Pembicaraan mulai mengalir, ruangan terasa ramai, aku mendengarkan pembicaraan mereka, belajar bagaimana senior kami berbicara.
Sebelum kemudian aku merasa mendengar suara yang entah kenapa familiar.
"Tuan Yasuo, Anda harusnya tidak berkata begitu." Laki-laki itu tertawa dengan suara baritonnya yang sepertinya kukenal. Dan ternyata aku memang mengenalnya. Derrick Tan.
Sudah mungkin empat tahun, tak disangka hari ini aku bisa bertemu dengannya lagi. Aku menundukkan pandanganku, tugasku adalah melayani bagian ini. Aku tak bisa terlihat memperhatikannya. Kakak akan marah dan lebih buruk lagi aku dikatakan tidak bersikap pantas.
Dia cukup muda diantara yang lain. Hanya dia yang terlihat muda disini, tapi mungkin karena fitur wajahnya yang cukup 'baby face'.
"Ahh Nona tolong..." Dia meminta aku menuangkan teh. Sesaat dia melihatku, tapi make-up ini membuat wajahku berubah, kurasa dia tidak akan mengenaliku walaupun aku duduk berjam-jam didepannya.
Dan benar tidak ada tanda dia mengenaliku kemudian.
Tak lama setelah acara makan malam, beberapa Geisha mulai menunjukkan tarian mereka termasuk aku yang berpartisipasi menari karena kakak menyuruhku, beberapa orang mulai mengobrol, Kakakku mengambil inisiatif mengenalkanku kepada beberapa pelanggan khususnya Tuan Yamada.
"Ini adik saya Setsuko Takahashi..." Aku membungkuk memberi hormat dalam posisi berlutut. "Dia adalah seorang penari hebat di Gion, makanya saya berani menyuruhnya menari didepan Anda dan bulan ini dia adalah Maiko nomor 1."
"Hebat, kau memang selalu perhitungan untuk urusan apapun, termasuk mengangkat adik." Perkataan Tuan Yamada menbuat kakakku tertawa.
"Tuan Yamada, geisha juga harus pintar bisnis."
"Takahashi...?" Perkenalan itu membuat Derrick memandangku, apa dia masih ingat pada Ayahku.
"Iya, namanya Setsuko Takahashi, Tuan mengenal Takahashi yang sama mungkin?" Pertanyaan kakakku sesaat membuat dia berpikir.
"Ahh mungkin terlalu banyak nama Takahashi yang kudengar..." Dia tak mau memperpanjang persoalan.
"Ahhh iya, banyak Takahashi di Jepang." Sekarang dia ingat Ayah tak diragukan lagi.
Aku harus mengantarnya ke kamar kecil kemudian . Mengantar seperti ini adalah tugas Maiko, karena beberapa tamu pasti tidak tahu arahnya dan sebagai bagian dari kesopanan juga.
"Apa kau Takahashi yang kukenal? Apa kita pernah bertemu?" Akhirnya keluar juga pertanyaan itu.
"Benar Tuan, kita pernah bertemu empat tahun yang lalu di Tokyo, di pemakaman Ayahku. Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kebaikan Anda saat itu."
"Ahh Setsuko-san, ternyata itu benar kau. Maaf aku tak mengenalimu. Kau sekarang ternyata sukses di Gion menjadi nomor satu. Kau pasyi sudah bekerja keras. Senang melihatmu baik-baik saja..." Dia tersenyum, aku suka melihat senyumnya.
"Saya terlalu menyusahkan saat itu,..." Dia tertawa kecil.
"Sekarang kau juga menyusahkan, tapi bagi para Maiko lain karena kau nomor 1." Kami tertawa,..."Itu bagus, kau sudah bisa berjalan maju dan mulai berlari. Seperti kata Ayahmu, tak sia-sia dia bangga padamu." Perkataannya membangkitkan banyak memori tentang Ayah.
"Saya hanya beruntung..."
"Dan saya termasuk orang yang tak percaya keberuntungan, hanya percaya kerja keras. Kau harus bangga pada dirimu sendiri." Seperti biasa dia punya cara untuk membuat orang lain bersemangat. Aku tersenyum mendengarnya.
"Tak disangka kita bertemu lagi, sungguh melegakan melihat seseorang mendapatkan hasil kerja kerasnya." Aku tersenyum, tiba-tiba pertemuan ini terasa menyenangkan.
"Mari kita kembali..." Kami kembali kemudian bergabung dengan tamu-tamu yang lain.
Tak ada yang tahu masa depan. Sedikut kata-kata yang membuatku bersemangat itu ternyata membantu sampai hari ini. Aku merasa sungguh beruntung bisa bertemu lagi dengannya.
Semoga aku bisa bicara lebih banyak dengannya dimasa depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Baihaqi Sabani
kira2 dsini koko derrick tan dh nikah sama tata g yaaaaa🤔🤔🤔🤔
2022-08-16
0
Evelyne
ko Derrick selalu keren...
2022-06-04
1
Alexa
koko
2022-04-14
0