"Saya yang berterima kasih Tuan Hisao. Saya akan menunggu kunjungan Anda."
Aku kemudian mengantar mereka keluar, bisa bertemu dengan Tuan Tan, karena dia akan berada di Kyoto beberapa saat, aku sudah mulai memikirkan bagaimana cara mengajaknya bicara diluar.
"Ahh Hisao." Ternyata Tuan Yamada Kakek Hisao yang berpapasan dengan kami.
"Kakek,..." Aku memberi bungkukan dalam ke Tuan Yamada. Dia sedang bersama Geisha yang jauh lebih senior dariku. Aku membungkuk ke Geisha yang mengantarnya.
"Tak kusangka kalian kemari, Ahh Setsuko-san ternyata kau yang menemani Hisao... Aku berharap bantuanmu di banquet akhir pekan nanti."
"Tuan Yamada, Anda selalu bisa mengandalkan saya." Kakek Hisao selalu mengundangku jika dia punya jamuan yang melibatkan orang asing.
"Bagus lebih baik kau kesini, daripada kau menghamburkan uangmu di Roppongi. Tuan Tan, anak ini harus melihat sisi lain hidup, dia belakangan terlalu banyak bersenang-senang." Kakeknya menyindirnya.
"Tuan Yamada, kami pernah kebetulan bertemu Nona Setsuko di Tokyo berbulan-bulan yang lalu. Hari ini kami punya kesempatan membalas jamuan makan siangnya." Tuan Tan menjawab Tuan Yamada dengan hormat, berusaha mengalihkan pembicaraan untuk menyelamatkan Hisao.
"Ahh ternyata begitu. Setsuko ini salah satu kebanggaan Gion, dia adalah gadis pekerja keras, banyak yang memerlukan bantuannya. Kliennya adalah orang-orang dan pemilik perusahaan penting. Kau harus banyak bicara dengannya Hisao... Daripada kau... " Tuan Yamada tidak melanjutkan kata-katanya.
Aku tersenyum menerima pujian itu. Tapi kemudian menyadari Tuan Yamada menghela napas melihat Hisao. Rupanya bagi kakeknya berita itu sangat menganggu sampai sekarang. Hisao tak berani berkata-kata sekarang.
"Sudahlah, ayo kita kembali." Dia berjalan keluar dengan diikuti Hisao dan Tuan Tan akhirnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Aku tersenyum melihat balasan Tuan Tan. Dia bersedia menemaniku makan malam di hari liburku. Kami hanya punya libur dua kali dalam sebulan sebenarnya, tapi ada libur panjang yang bisa kami ambil di tahun baru dan musim panas.
Sebenarnya aku tahu ketertarikanku padanya tak akan membuahkan hasil apapun, tapi entah kenapa sekedar makan siang pun aku sudah senang.
Kali ini dia masih berada di Kyoto, aku bisa tanpa merasa sungkan mengajaknya makan malam. Aku menunggu bisa bicara lagi dengannya. Jika menelepon aku takut menggangu, tapi dengan dia ada disini aku bisa mencari alasan untuk mengirim pesan dan mengajaknya makan malam.
"Setsuko-san." Dia tersenyum melihatku sudah datang duluan.
"Kali ini biarkan saya yang membayar makan siang ini." Aku tertawa karena belum apa-apa dia sudah membicarakan pembayaran duluan walaupun aku yang mengundangnya.
"Baiklah, terserah Anda kali ini..."
Kami berada di Ichiran Ramen yang cabangnya sudah ada di banyak tempat. Salah satu favorite ramen di Kyoto.
"Kau senang sekali mengundangku makan Setsuko-san. Kadang kupikir apakah aku punya pembicaraan yang disenangi gadis-gadis."
"Saya memang senang bisa bicara dengan orang yang sering menolong saya." Alu tersenyum padanya dan bicara soal dia menyelamatkan tasku dan terluka karenanya kemudian.
"Sudah sembuh sempurna, tak ada yang harus kau khawatirkan lagi."
"Bagaimana kabarmu belakangan." Dia bertanya dengan simpatik.
"Saya baik-baik saja seperti yang Anda lihat."
"Hmm... Saya akan kembali ke Hong Kong besok. Kau sudah pernah ke Hong Kong?"
"Belum, mungkin nanti liburan panjang akhir tahun. Saya belum memutuskan akan kemana liburan ini. Apa saya boleh mampir?" Dia melihatku yang bertanya sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Aurora
Percuma ngejar2 Derick...bukan jodohmu itu, Satsuko😃
2022-09-19
0
liesae
dimana mana ko derik selalu digandrungi ..semua cwe ngejar2 dia..😄..beruntung sekali y
2022-04-06
0
Yasmine aja
wah...setsuko gercep ya
2021-10-16
0