Jadi entahlah, aku mungkin sedikit kesepian, walau aku tak merasa kekurangan perhatian. Banyak pelangganku yang murah hati padaku, memberikan banyak perhiasan, kimono mahal padaku, membuat Bibi menjagaku seperti permatanya sendiri, selain karena aku membantu mereka di pertemuan bisnis, melancarkan bisnis mereka dengan membuat tamu mereka gembira.
Bulan April di Tokyo, aku selalu menyukai musim semi dan panas. Musim sakura berbunga. Tapi juga musim itu adalah puncak kesibukan untukku. Ada acara padat di Tokyo, tapi pagi hari ini aku bebas acara sampai malam.
Aku memanfaatkannya untuk mendamparkan diri Shinjuku Gyoen, sebuah taman luas di Tokyo, sebelum terlalu ramai dengan wisatawan di siang hari, dengan pakaian casual nyaman menjelajahi kebun raya luas itu. Cukup lama aku tak kesini nyatanya, seperti menemukan diriku sendiri mengingat sudut-sudut taman ini.
Siang menjelang dan aku menemukan sebuah restoran Italian didekatnya. Aku ingin makan siang sebelum kembali ke hotel karena malam aku harus bersiap-siap ke dengan jadwal pertemuan di sebuah ochaya.
"Setsuko-san?" Seseorang memanggilku dan membuatku mengalihkan perhatianku dari ponsel di tanganku. "Ahhh benar itu Anda." Aku langsung tersenyum melihat siapa yang didepanku.
"Tuan Derrick..." Aku berdiri dan membungkuk padanya. Dia membalas bungkukanku dengan sopan.
"Tak disangka kita bertemu disini." Tapi dia membawa seseorang dibelakangnya. Seorang pria yang lebih muda nampaknya. Tapi dengan wajah agak angkuh. Dia tidak menyapaku tapi sebagai rasa hormat terhadap tamu Tuan Derrick aku membungkuk padanya.
"Ahh Hisao, Nona ini Geisha terkenal di Gion, namanya Setsuko Takahashi." Tuan Derrick masih mengingat nama lengkapku ternyata. Sungguh aku tersanjung setelah bertahun-tahun dia masih mengingatnya.
Hisao membungkuk padaku, walaupun dia terlihat agak sombong tapi dia cukup sopan. Aku membungkuk kembali dengan karena menerima salamnya.
"Ini Hisao, dia cucu Tuan Yuto Yamada, kakek dan Ayahmu sering mengundang Nona Setsuko saat menjamu tamunya di Gion dan Tokyo, dia segelintir Giesha yang bilingual." Sekarang Hisao melihatku.
"Ohhh benarkah, entah kenapa aku seperti sering melihatnya? Tapi kurasa kami belum pernah bertemu?"
"Itu karena dia muncul di banyak papan iklan dan promosi wisata..." Tuan Derrick menjelaskan, aku hanya tersenyum, dia rupanya memperhatikan aku sering muncul di beberapa iklan.
"Ohhh astaga, kau benar. Rupanya aku berhadapan dengan superstar. Nona Setsuko maafkan aku yang tidak mengenalmu." Sekarang Hisao tampaknya mulai menggangapku ada.
"Saya bukan siapa-siapa. Tuan Derrick terlalu melebih-lebihkan." Aku tertawa kecil.
"Kau sedang berada di Tokyo rupanya."
"Beberapa hari ini saya ada pekerjaan disini. Apakah Anda berdua sudah makan siang, mari kita makan, kali biarkan saya membayar."
"Ohh tidak jangan, ... kami yang seharusnya membayar biaya Anda. Ini akan jadi makan siang yang mahal." Tuan Derrick bercanda, dia adalah orang ramah yang tahu bagaimana membawa pembicaraan. Aku menyukai keramahannya.
"Benar, setelah ini kita akan mendapatkan tagihan yang pantas kita bayar." Nampaknya sekarang Hisao tidak begitu kaku lagi padaku. Tadi dia menyangka aku adalah gadis cantik yang tidak penting, setelah tahu siapa aku dia baru menaruh hormat.
"Saya sedang tidak bekerja. Ini makan siang musim panas dibawah hamparan sakura diujung taman sana. Anggap saja begitu..."
"Sekarang aku tahu kenapa mereka dianggap pekerja seni level atas. Mereka bisa mencampurkan puisi dalam pembicaraan mereka." Derrick bercanda sementara mereka nampaknya bersedia duduk bersamaku. Anggaplah ini rasa terima kasihku kepada Tuan Yamada yang telah banyak menggunakan jasa kami. Aku memberi tanda ke pelayan untuk buku menu mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Besse Winda
ketemu
2024-07-13
0
Aurora
Lanjut
2022-09-19
0
..
ciee.... awal yg mengesankan bukan ☺☺
2022-04-30
0