"Dimana tempatnya terserah Tuan. Tapi saya yang harus membayar. Saya memaksa..." Aku menambahkan agar dia setuju dengan sedikit paksaan. Dia tertawa.
"Baiklah baiklah... Tempat aku yang memilih, Hmm. Kuberitahu besok oke." Aku sekarang sangat senang.
"Terima kasih. Aku sangat senang Anda dapat menerimanya."
Aku akan tidur dengan nyenyak malam ini. Tak sabar menantikan besok.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tuan Derrick menanyakan dimana aku tinggal, dia kemudian memintaku memakai pakaian casual saja, dan tapi dia menjemputku di lobby malam itu dengan pakaian kantor biasa. Dia baru pulang dari pekerjaan seperti pekerja lainnya.
"Kau tidak bekerja malam ini?" Dia bertanya sementara aku diajak berjalan kaki menyusuri jalan di dekat hotel.
"Tidak, aku ada pekerjaan di siang tadi, tapi malam bebas, besok pagi aku baru kembali ke Kyoto. Terima kasih sudah menerima ajakan saya..." Dia tersenyum padaku, entah kenapa aku sangat suka melihatnya tersenyum.
"Saya belakangan jarang ke Tokyo, dulu sering sekali, Ibuku orang Jepang, masa kecilku dihabiskan di Tokyo, sebelum dia meninggal saat umurku masih 12 tahun. Dan Ayah memutuskan pindah ke Hong Kong. Sama sepertimu Ayahku meninggal karena kecelakaan kemudian di umurku yang ke 15, aku kemudian tinggal bersama Pamanku." Dia tiba-tiba bercerita tentang hidupnya, ternyata nasibku dan nasibnya sama.
"Aku sekarang mengerti kenapa kau merasa ingin membantuku."
"Daerah ini dulu tempat bermainku, sudah lama sekali, tapi kau tahu apa yang paling kurindukan dari daerah sini, ..."
"Apa Tuan?"
"Yatei-ramen." Aku tertawa. Yatei-ramen adalah ramen gerobakan. Dijumpai di pinggir-pinggir jalan terutama dekat stasiun. Sekarang aku mengerti kenapa dia mengajakku berjalan kaki. "Dulu saat Ayah dan Ibuku masih lengkap, makan yatei-ramen adalah kebahagian bagi kami, entah akhir pekan atau liburan kami sering malam-malam sengaja pergi bertiga untuk semangkok ramen panas. Mungkin aku hanya rindu bisa mengingat suasana itu."
"Aku mengerti, bagaimanapun makan bersama adalah kenangan yang menyenangkan."
"Kau tidak keberatan bukan? Apa ini terlalu sederhana bagi Geisha terkenal sepertimu? Jika kau ingin berganti tempat tak apa..."
"Tentu saja tak apa."
"Kau yakin?" Dia menaikkan alisnya dengan lucu.
"Aku yakin." Dia tersenyum lalu kami terus berjalan sambil mengobrol kecil. Aku malah senang dia menunjukkan sisi lain dirinya, berusaha menjadi dia apa adanya.
Kami akhirnya sampai, sebuah kedai gerobak dorong ramen. Ada orang tua yang melayaninya. Bersama satu orang pegawainya. Mereka saling bicara satu sama lain.
"Paman ini penjualnya sejak dulu, dulu bersama Ayahnya sekarang dia meneruskannya, dia ingat padaku ..." Ternyata dia memang pelanggan lama.
"Apa Tuan tidak pernah ke Kyoto belakangan."
"Tidak, waktu kemarin kita bertemu, hanya sekali itu aku diundang ke rumah minum teh oleh Tuan Yamada. Pernah sekali lagi mungkin tapi aku tak bertemu denganmu."
Makan malam yang menyenangkan. Menceritakan masa kecil kami di lingkungan ini, dia bertanya tentang kehidupanku di Gion. Aku dengan senang hati menjawab pertanyaannya.
"Menyenangkan rasanya sudah sampai dititik ini bukan. Masa lalu bisa diceritakan tanpa beban lagi..."
"Benar. Rasanya semua telah bisa dilewati." Aku ingin tahu sedikit kehidupan pribadinya. "Tuan Tan apa sedang sendiri, tak punya istri, saya penasaran karena kemarin Hisao menyebutkannya."
"Hmm... kami bercerai, karena anggaplah... tidak cocok. Sudah sekitar dua tahun."
"Ohh, Maaf."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Aurora
👍👍👍❤❤❤❤❤
2022-09-19
0
..
sayang nya setsuko harus kecewa😌
2022-04-30
0
Alexa
oh sendiri
2022-04-14
0