"Saya bukan boss Ayah Anda. Tapi Ayah Anda sering ditugaskan mengawal saya." Ohh, berarti bukan Boss Ayah. "Kemarin sebenarnya dia sedang dalam posisi mengawal saya untuk berbicara dengan seseorang. Sebelum tiba-tiba ada seseorang yang cukup mabuk memukulnya karena menyangka dia adalah geng musuhnya."
"Ohh... " Aku menyesalkan akhir hidup Ayah. Kenapa harus mati dengan cara yang tak wajar.
"Yang memukulnya akan membayar hukumannya di penjara." Aku mendengar aksennya, sepertinya dia bukan orang Jepang. Logatnya terdengar kaku dan salah tempat. Dan wajahnya bukan wajah kebanyakan pria Jepang.
"Kalau boleh tahu dimana kau akan tinggal?" Aku melihatnya, kenapa dia ingin tahu. Dia mungkin tersadar dia bertanya privasi ke orang yang tak dikenalnya terlalu dekat kemudian.
"Saya Derrick Tan, maafkan saya. Ayah Anda sering bercerita kepada saya tentang Anda sewaktu dia bekerja bersama saya. Saya pikir jika ada yang saya bisa bantu Anda tak usah sungkan meminta." Dia menjelaskan dirinya kemudian. Ternyata dia seorang pria keturunan China. Dia meminta maaf atas pertanyaannya.
"Dia cerita tentang saya?"
"Dia sering berkata putrinya adalah anak yang pintar. Kami kadang banyak mengobrol. Dia bilang kau sangat berbeda dengan dirinya, Ayahmu selalu menjadikanmu kebanggaannya." Aku diam, Ayah menjadikanku kebanggaannya. Kenapa dia tidak meninggalkan uang untukku membiayai kuliahku. Mungkin dia tidak berencana mati dalam waktu dekat... nasibku yang buruk.
"Aku tak bisa bilang banyak, tapi kedua orang tuaku juga meninggal saat aku masih muda. Aku tahu rasanya di posisimu. Tapi ada waktunya kau akan bisa mengatasinya. Sekarang mungkin terasa sangat berat tapi seiring waktu akan lebih baik, teruslah berjalan..."
"Terima kasih..."
Aku melihat padanya. Dia benar, aku bertanya kenapa Ayah tidak bisa tinggal lebih lama bersamaku. Kenapa takdir begitu kejam memisahkan aku dan orang tuaku begitu cepat.
"Jadi setelah Ayahmu meninggal dengan siapa kau akan tinggal." Dia bertanya lagi sambil meneliti ekspresiku.
"Saya akan ikut Bibi ke Gion."
"Gion, Kyoto."
"Iya."
"Apa ada yang saya bisa bantu untukmu sekarang?" Apa yang bisa dia bantu... Kurasa tak ada. Apa dia mau membiayai ke universitas yang kuinginkan. Dia bukan siapa-siapa.
"Tidak. Terima kasih atas perhatian Anda Tuan..." Aku membungkuk untuk menyatakan terima kasihku atas perhatiannya. Dia melihatku sebelum mengambil sesuatu di kantong jas dalamnya.
"Ini nomor dan kartu namaku. Jika kau perlu bantuan jangan sungkan untuk menghubungiku." Dia mengangsurkan sebuah kartu nama. Aku menerimanya.
"Terima kasih."
"Jika kau ada bantuan yang bisa kubantu, jika aku bisa akan kulakukan. Jangan terlalu bersedih, kadang kehidupan manusia mereka pernah merasa mereka berada di bagian paling bawah, tapi seiring waktu semua akan berjalan lebih baik. Kau masih muda... Bersemangatlah. Kau akan baik-baik saja." Aku menatapnya dan tersenyum. Baru kali ini seseorang datang dan menyemangatiku.
Yang kudengar dari Bibiku dan keluarga yang lain tiga hari ini hanyalah tangisan. Dan kemudian apakah okoden (uang duka cita) cukup membayar semua biaya upacara pemakaman dan kremasi. Bagaimana dia harus mengatur uang okoden untukku karena Ayahku tidak meninggalkan uang yang cukup di tabungannya.
Rasanya setelah hatiku menjadi kebas karena semua basa-basi kedukaan ini. Ada seseorang yang benar-benar melihatku, melihat siapa Ayahku.
"Terima kasih Tuan saya akan mengingat nasihat Tuan." Mataku berkaca karena ada seseorang yang bisa menjadi setulus ini karena menghormati Ayah.
"Telepon aku jika kau butuh sesuatu." Dia menepuk bahuku. Aku membungkuk padanya sebagai tanda terima kasih, dia membalas bungkukanku.
Daun momiji masih terus berguguran.Tua, layu dan hanya akan jatuh ketanah.
Musim dingin akan menjelang. Putih, kelabu hanya meninggalkan luka yang mengering.
Tapi akan ada musim semi datang.Tunas akan muncul, dan daun hijau akan kembali.
**********
Update berikutnya jam 00.00 tanggal 1 pas
Semua vote bulan September ke sini yaaa
Jangan hari ini vote dan GIFT nya besok aja tanggal 1
Makasih buat dukungan kalian
Yang sudah hadir jangan lupa absen di komentar
Love you all
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Mamma Miauw
Mak thor.. kelar Clara, Allison, lanjut Sara.. aku nyoba cari bacaan lain mau ganti suasan dulu...
Tapi mengapa sesulyd iniiiii, whyyyy, akhirnya aku balik ke lapakmu lagiiii... 🫠🫠🫠
2023-12-25
0
Diii
absen deh....awal yg menarik
2023-01-21
0
Aurora
Masih ngikutin
2022-09-18
0