"Tidak, tidak ada hal seperti itu. Dulu mungkin iya, Hanya seorang Geisha kadang berhutang biaya pendidikan dan hidup kepada okiyanya. Jika mereka mau menikah mereka harus membayar itu." Aku tersenyum dan menjelaskan kepada mereka.
"Hmm... aku tak bisa membayangkan scene seperti di film di masa sekarang. Gadis-gadis tidak sebodoh itu mau dijual." Hisao memberikan kesimpulannya. "Setsuko-san ini bahasa Inggrisnya lancar, cantik luar biasa, pintar makanya semua orang sekarang tahu dia."
"Tuan Hisao Anda sangat memuji."
"Bisakah kita hang-out saja Setsuko-san." Aku tertawa atas godaannya. Jelas sekali dia suka menggoda gadis terang-terangan.
"Saya tidak diizinkan mempunyai pacar, maafkan saya." Aku tersenyum lebar.
"Itu cara dia mengatakan. Dia tidak tertarik padamu. Kau bukan tipenya." Sekarang Tuan Tan menertawainya. Sebenarnya itu benar... Jika diajak keluar aku akan memulih diajak Tuan Tan bukan oleh Hisao Yamada.
"Saya tidak berkata begitu... Itu peraturan dari okiya." Tapi aku tetap tak boleh menyinggung pelanggan.
"Kau sekarang tahu ada yang bisa menolakmu bukan." Tapi Tuan Tan tetap berusaha memprovokasi Hisao. "Dia bukan tipe gadismu di Roppongi."
"Kau ini, jangan membawa Roppongi ke Gion. Kakekku dan Ayahku akan marah lagi jika kau menyebutkan itu disini."
"Ahh Roppongi ini tampaknya sangat sensitif, sebenarnya ada apa di Roppongi?"
"Dia pernah menghabiskan sepuluh juta yen untuk membeli champagne tower di ulang tahun salah satu host, dan masuk berita dimana-mana, Ayah dan Kakeknya marah besar padanya dan masih menyinggung itu sampai sekarang."
"Apa itu champagne tower?"
"Ahh itu gelas disusun sangat tinggi dituang champagne untuk ulang tahun salah satu host disana, intinya dia merasa dia mampu dan menunjukkan penghargaannya kepada hostnya."
"Berapa biayanya?" Aku penasaran sekarang.
"Sepuluh juta yen." Jawaban Tuan Tan membuatku menutup mulut dan mengangga.
"Sepuluh juta yen!?" Astaga. Dia membuang sepuluh juta Yen di Roppongi dalam semalam?!
**10juta yen \= 1.3 M ( Ini ceritanya beneran ada ya champagne tower, di klub-klub ho*stess premium di Tokyo ada yang namanya champagne tower).
"Baiklah, baiklah, itu kebodohanku aku terlalu mabuk saat itu. Aku menyesal."
"Anda sangat loyal ternyata. Hebat sekali..." Tentu saja aku tak berani mengatainya. Hanya membayangkan orang-orang kaya ini mengeluarkan 10 juta yen dalam sekali libas sangat membuatmu terperangah.
"Benar sekali dia sangat royal..." Tuan Tan sekarang menertawakannya.
Kami bergosip kemudian, bahasan ringan tentang kehidupan gadis-gadis, geiko maiko seperti kami. Pembicaraan memancing senyum,yang disukai laki-laki, yang kami lakukan adalah membiarkan pembicaraan mengalir, membuat lelucon, sehingga mereka bisa tertawa, merasa rileks, geiko yang hebat adalah orang yang tahu membuat para pelanggan nyaman dengan pembicaraan mereka. Itu adalah yang kami dengarkan selama kami menjadi maiko, mendengarkan bagaimana kakak kami berbicara.
Makan malam kemudian berakhir dan nampaknya baik Hisao dan Tuan Tan merasa gembira. Aku senang bisa bicara dengan mereka, terutama Tuan Tan yang humoris dan penuh tawa ini.
Hisao walaupun kelihatan dia adalah orang yang suka dipuji dan dilayani, aku bisa mengerti kenapa dia cocok di Roppongi, wanita-wanita yang pandai merayu dan memanjakan egonya akan sangat memuaskan baginya, tapi tampaknya bisa menikmati makan malam ini.
"Aku tak menyangka ternyata bicara seperti ini menyenangkan juga. Terima kasih Setsuko-san, lain kali aku akan mengunjungimu lagi."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Nepi Saparika
senang selalu bisa kmbali membaca karya2 author walaupun udh puluhan. kali
2024-09-03
1
Aurora
👍👍👍👍👍
2022-09-19
0
Alexa
setsuko san
2022-04-14
0