"Tentu saja. Tapi jika saya ada, mungkin saya akan ditugaskan ke Jakarta segera, belakangan juga saya hanya beberapa saat di sini lagi."
Baru aku mau mengorder menu ketika sebuah suara mengagetkanku.
"Rupanya benar jika kau memang tak tertarik padaku. Kau mengajak brother Derrick makan malam, tapi kau mengaku kau tidak diizinkan punya pacar." Aku mengangga melihat Hisao berdiri disampingku. Kenapa dia muncul disini?! Dia menganggu saja... Astaga.
Dengan seenaknya dia duduk didepanku bersama Derrick.
"Pacarmu dari Roppongi mengejarmu kesini, kenapa kau masih mencari pacar lain?"
"Aku tak tahu kenapa dia bisa disini, jika Ayahku tahu aku bisa kena masalah lagi."
"Kau mengeluarkan 10 juta untuknya, tentu saja dia berkewajiban memastikan kau sejahtera. Dimana dia...?" Derrick menyindirnya.
"Ada di hotel, aku berbohong aku ada pekerjaan. Ñanti dia kesini aku mengajaknya makan disini."
"Aku tidak ikut urusanmu... selesaikan sendiri. Besok aku sudah akan ke HK, nampaknya dua orang ini memang berteman dekat."
"Setsuko-san, boleh aku bergabung disini bukan." Sekarang dia meminta izin padaku.
"Tentu saja." Aku tak bisa menolak tentu saja. Selesai sudah rencana ngobrol berdua saja.
"Dia takut tertangkap berdua dengan pacarnya." Tuan Tan meringis menyindir Hisao. Astaga ternyata begitu yang terjadi.
"Hisao sayang...Aku merindukanmu." Nah ini dia gadis cantiknya. Iya cantik, dan tampaknya sangat supel, langsing, ceria dan menyenangkan. Dia langsung memepet duduk disamping Hisao, Derrick melihatnya dengan terganggu dan bergeser, tapi tetap terlalu sempit. Gadis itu tidak mengucapkan salam dan berlaku seenaknya.
Akhirnya dia berganti duduk disampingku.
"Jangan tak sopan, bilang salam ke kakak Tan dan Setsuko-san. Ini Aiko."
"Kakak Tan, Setsuko-san." Dia memberi salam sebelum bermanja-manja lagi ke Hisao didepan kami. Aku dan Derrick saling berpandangan melihat kelakuan gadis Hisao itu.
Tapi kejutan selanjutnya ternyata akan ada lebih besar lagi.
"Siapa ini." Tiba-tiba suara rendah seorang pria membuatku mengangkat wajah dari buku menu. Yato Yamada berdiri di samping meja kami.
Kami bertiga otomatis berdiri memberi hormat. Gadis itu masih duduk saja. Wajah Hisao menegang sekarang. Akhirnya gadis itu berdiri juga melihat suasana tak enak.
"Siapa kau...?" Satu kali lagi Tuan Yato Yamada bertanya.
"Dia..." Dia menjawab untuk Kakeknya.
"Hisao diam."
"Saya Aiko...Anda adalah..." Mata Tuan Yato Yamada memicing sekarang. Aku merasa ini akan jadi buruk. Gadis ini berani bertanya balik pada Tuan Yamada, apa dia tidak punya kepekaan pacarnya saja tak berani bersuara.
"Kau yang dibelikan champagne tower itu ternyata." Sekarang Tuan Yamada memastikan siapa gadis itu.
"Iya, Hisao yang membelikanku." Aiko menggengam lengan Hisao sekarang. Ini akan benar-benar buruk. Akan ada badai besar disini.
"Kau sangat mengecewakanku Hisao." Kakeknya bicara. Sekarang Aoki baru sadar, dia melepas lengan Hisao. Tapi sudah terlambat. Tidak ada satupun yang sekarang bisa bersuara.
"Setsuko-san." Kenapa aku yang dipanggil sekarang oleh Tuan Yamada sekarang?
"Iya Tuan."
"Bisa tolong aku, bereskan keadaaan ini..." Dia tak mau melihat ke arah gadis itu. Membereskan keadaaan?
Aku memberi tanda ke gadis itu, menyuruhnya pergi. Dia tahu diri sekarang, dengan cepat dia membungkuk pergi tanpa suara.
"Sudah Tuan."
"Bagus. Terima kasih Setsuko-san." Tuan Yamada pergi begitu saja kemudian. Aku dan Tuan Tan berpandangan. Hisao menghela napas dan terduduk lemas.
"Aku sial sekali hari ini."
Aku juga sial, kenapa kau muncul disini. Menggangu makan malamku saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Besse Winda
🤣🤣🤣
2024-07-13
0
..
hahaha... biang kerok 🤣🤣
2022-08-19
0
Alexa
kok
2022-04-14
0