Sudah beberapa hari ini Rafiz tak datang ke toko, Rafiz juga tak bisa menghubungi syahidah, membuat ia sangat merindukan mereka.
Syahidah menuruti perkataan mamanya untuk tidak berhubungan lagi dengan Rafiz, walau hatinya sangat sedih ia tak pernah mengangkat telepon dari Paman kesayangannya itu, air matanya terus menetes saat melihat panggilan di ponselnya yang tertera nama My boss.
Syahidah mengambil ponselnya,ia ingin mengangkat namun ia masih mengingat kata-kata mamanya yang melarangnya.
Syahidah yang sangat merindukan sosok pamannya itu, ia hanya bisa memeluk ponselnya.
Setelah bertemu dengan Rafiz ia benar-benar merasa memiliki seorang Papa, Papa yang selama ini dirindukannya.
Setiap hari syahidah terus merasa bersedih Syahidah sangat merindukan sosok Rafis, ia memberanikan diri untuk berbicara pada mamanya,
"Mama bolehkah Syahidah menelpon Paman Rafiz,"lirih Syahidah menunduk,
"Sayang tolong ya, patuhi perkataan Mama yang satu ini, kamu sayang kan sama mama?" tanya Nandira pada putrinya itu.
Syahidah hanya mengangguk air matanya sudah jatuh kembali menetes .
Nandira mengusap air mata anaknya,
"Syahidah kan punya mama, mama sayang sama Syahidah. Kita bisa menjalani semua ini walau tanpa papa,tanpa paman,Syahidah ngerti kan maksud Mama?"Ucap Nandira mengusap rambut putrinya.
Lagi-lagi Syahidah hanya mengangguk,
"Apa boleh Syahidah menelpon nya, Syahidah janji tak akan menemuinya mah, Syahidah mohon cuma lewat telfon mah, Syahidah hanya ingin mendengar suaranya.Boleh ya mah, Syahidah mohon," ucap Syahidah memohon dengan air matanya yang terus menetes.
"Syahidah, tolong ngertiin mama sayang, tolong patuhi perkataan mama ya,untuk yang satu ini saja,"ucap Nandira usap air mata anaknya.
Syahidah menepis tangan anak Mamanya, "Mama jahat, Mama nggak sayang sama Syahidah,mama jahat ,Syahidah benci sama mama ,"bentak Syahidah kemudian berlari ke kamarnya membanting pintu dan menguncinya pintu.
"Syahidah buka pintunya"ucap Zidan menggedor-gedor pintu kamar mereka,
"Syahidah kakak bilang buka, kamu enggak boleh ngomong gitu sama Mama, ayo cepat buka. Minta maaf sama mama," ucap Zidan memarahi adiknya.
Nandira menghentikan Zidan,
"Sudahlah, biarkan Syahidah sendiri dulu, kamu mau kan bantu Mama di bawah," ucap Nandira ngajak Zidan untuk turun ke bawah.
Nandira membiarkan Syahidah yang kini menangis di dalam kamar, Nandira mengerti perasaan anaknya itu,Ia juga sangat merindukan sosok Rafiz yang pernah hadir di hidup mereka.
"Mama sebenarnya ada apa, kenapa Mama melarang syahidah bertemu dengan paman Rafis, bukannya dia adalah Papa kami?"tanya Zidan sedikit meninggikan suaranya,
"Zidan Jangan tanya alasannya mengapa, Mama tidak bisa mengatakannya, Mama harap kamu juga patuhi permintaan Mama, jangan pernah berhubungan dengannya walau Iya Papa kalian."ucap Nandira sudah berkaca-kaca.
"Tapi kenapa Mah,apa alasannya ?"tanya Zidan semakin emosi mendengar suara tangis adiknya.
"Sudah mama bilang, mama tak bisa memberi tahu kalian alasannya, jadi tolong Jangan tanya mama lagi, mama benar-benar tidak bisa mengatakannya, jangan paksa mama"Nandira duduk menangis menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Ia menangis terisak, baru kali ini ia dibentak oleh kedua anaknya, hati sungguh hancur.
Melihat mamanya menagis,Zidan ikut duduk di samping mamanya,
"Mama maafkan Zidan mah, Zidan tidak bermaksud membentak mama, Zidan hanya kasihan sama adik,"lirih Zidan memegang tangan mamanya.
Zidan merasa bersalah,ia duduk di samping mamanya tanpa berkata apa-apa,
"Apa sebenarnya yang terjadi di sini,kenapa mama melarang kami berhubungan dangan Papa,"batin Zidan.
Begitu merasa tenang Nandira langsung ke bawah meninggalkan Zidan yang masih duduk di dekat tangga.
Lama Syahidah menagis hingga ia tertidur,saat bangun Syahidah melihat gadgetnya, Ia pun mengusap air mata dan mulai meretas CCTV kantor Rafiz.
"Walau aku tidak bisa mendengar suara paman dan bertemu dengannya setidaknya aku bisa melihat Paman Rafis."gumam syahidah mulai mengutak-ngatik gadgetnya.
Iya lihat semua rekaman CCTV di kantor itu,ia mencari di mana ruangan Rafiz,namun tak satupun ruangan itu merupakan ruangan pimpinan disana,Ruangan Rafiz memiliki sistem sendiri yang tidak gampang diretas oleh sembarang orang, Namun dengan kelihaiannya Syahidah hanya butuh beberapa menit saja untuk meretasnya, ia berhasil melihat CCTV di ruangan pamannya itu, namun ia tak melihat siapa-siapa di sana," Ke mana Paman Rafiz,apa dia sedang keluar,atau sedang tak pergi ke kantor."gumam Syahidah.
Lama Syahidah menunggu, namun Rafiz tak juga masuk ke ruangannya."Sepertinya Paman memang sedang keluar," batin Syahidah.
Iya pun memilih melihat beberapa rekaman beberapa minggu belakangan ini di ruangan itu,berharap bisa melihat Paman nya itu.Syahidah terus melihat rekaman Rafiz beberapa hari belakangan ini,namun Syahidah menghentikan rekamannya saat melihat mamanya ada di ruangan itu.
"Itu Mama, kenapa mama ada di sana,"gumam Syahidah fokus melihat rekaman itu,Ia melihat kejadian saat Rafiz melecehkan mamanya, Syahidah mencengkram selimutnya.
"Apa ini alasan mama melarangku menghubungi Paman Rafis lagi, apa Paman Rafiz sejahat itu,"lirih Syahidah dengan airmata yang sudah mengalir deras, ia melihat mamanya diperlakukan tidak baik di ruangan itu.
Zidan masuk dengan menggunakan kunci cadangan, Syahidah langsung menutup gadgetnya. Ia tidak ingin kakaknya melihat apa yang terjadi pada mamanya, Syahidah merahasiakan apa yang baru saja ia lihat dari Zidan.
"Syahidah kakak tidak suka kamu membentak Mama seperti tadi, Mama sangat sedih," ucap Zidan.
"Iya Kak, Syahidah salah,Syahidah minta maaf," ucap Syahidah semakin menangis mengingat Ia baru saja membentak mamanya.
Syahidah turun ke bawah dan melihat mamanya yang sedang membuat adonan kue.Ia bisa melihat kalau namanya sesekali masih mengusap air matanya,
"Mama maafkan syahidah,"Syahidah memeluk mamanya dari belakang.
Nandira berbalik dan menghapus air mata anaknya, begitu juga syahidah yang menghapus air mata mamanya.
"Maafkan mama ya, mama sudah egois sama Ade,"ucap Nandira mencium kedua punggung tangan anaknya,
"Syahidah yang salah mah, Syahidah minta maaf. Syahidah janji akan menuruti semua perkataan mama, Syahidah janji tidak akan berhubungan lagi dengan paman Rafiz.
Syahidah sayang mama ,"ucapnya,,Syahidah memeluk mamanya begitu juga sebaliknya, Zidan juga datang dan ikut memeluk mama dan adiknya.
Sementara di kantor Rafiz menatap foto mereka berempat di mana ada dia, Nandira, Zidan dan Syahidah.
Terlihat begitu bahagia.
"Andai kalian adalah keluargaku,"lirih Rafiz, ia sangat merindukan mereka.
🙏💗🙏💗🙏💗🙏💗🙏💗🙏💗🙏
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa beri like dan komennya agar novel ini lebih baik lagi 🙏
jangan lupa mampir ke karya pertama aku Pilihan Ku🙏 ditunggu ya Terima kasih 🙏
Salam dariku Author m anha 💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒏𝒆𝒉
2024-10-19
0
Eemlaspanohan Ohan
goblok emang mereka anak anak mu bego
2024-05-28
0
Agustina Kusuma Dewi
seng goblok sopo cobo, dikandani mosok ga paham kudu piye jal
2024-05-03
0