Semakin hari "Syahidah Cake" semakin ramai, walau sudah mendapat bantuan dari 3 karyawannya Nandira masih tetap sibuk mengurus semuanya.
Melihat kesibukan mamanya Zidan dan Syahidah berangkat ke sekolah sendiri, jarak dari sekolah tidak terlalu jauh sehingga mereka hanya menggunakan kan sepeda untuk ke sekolah.
Zidan sengaja memilih Ruko itu dari hasil pencariannya, Ruko itulah yang terdapat terdekat dari sekolah dan rumah lama mamanya.
Hari ini lagi-lagi Zidan memesan kue mamanya sebanyak 500 kotak dan meminta pesanan tersebut dikirim ke ke sebuah panti asuhan, salah satu anak yang ada disana sedang berulang tahun. Zidan juga memesan 1 kue ulang tahun yang besar.
Nandira dan Kiran bertugas mengantar jika ada yang pesanan sedangkan Ayu dan Sofi stand by di toko.
Cuaca hari ini sangat panas ,sepulang dari mengantar pesanan tersebut Nandira dan Kiran menepikan mobilnya di sebuah kafe. Mereka ingin mengistirahatkan sebentar tubuh mereka sambil menikmati hidangan di cafe itu, belum juga turun Nandira melihat Riko dan Shireen keluar dari kafe sambil bergandengan tangan, ada sedikit rasa sakit di hati Nandira .Tak bisa ia pungkiri walau sudah berpisah selama beberapa tahun dan pernah menyaksikan penghianatan Riko namun masih ada sedikit rasa yang tersimpan di hati Nandira.
"Ada apa Bu?" tanya Kiran yang melihat Nandira menatap ke suatu tempat.
"Tidak, tidak apa-apa," jawab Nandira.
"Apa Ibu kurang suka dengan cafe ini..? kita bisa pindah ke kafe yang lain saja." tawar Kiran, karena ialah yang merekomendasikan kafe tersebut kepada Nandira.
"Enggak kok, nggak apa-apa kita masuk saja," ucap Nandira berjalan masuk disusul oleh Kiran.
Mereka memesan minuman dingin,Nandira terus memikirkan hubungannya dengan Riko. Dulu mereka sangat bahagia, selalu menghabiskan waktu bersama,mereka adalah sepasang kekasih yang sangat harmonis.
"Apa hubungan Riko dengan Shireen," batin Nandira.
Kiran sesekali melihat Bosnya itu,sedari tadi ia hanya mengaduk aduk jus yang ada di depan nya.
"Apa kita bisa pulang sekarang Bu?"ucap Kiran menyadarkan Nandira dari lamunannya...
""Eh,,maaf Kiran ,kamu bilang apa?"tanya Nandira saat melihat ekspresi wajah Kiran yang cemberut karena tak di gubris.
"Apa ibu masih ingin disini...?,ini sudah magrib,"ucap Kiran....
"Udah magrib ya,,,?maaf aku melamun."ucap Nandira tak enak membuat Kiran lelah menunggunya.
Mereka kembali ke Ruko, sampai di Ruko Nandira langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu, Zidan melihat mamanya masuk ke kamar heran, tak biasanya mamanya melakukannya hal itu,biasanya Nandira akan memastikan mereka sudah mandi atau belum,,ada Pr dari sekolah atau tidak.
Zidan menghampiri pintu kamar mamanya dan mengetuk,
"Mama,mama baik-baik saja,? tanya Zidan. Tak Ada jawaban dari dalam kamar ,"Mah ini Zidan, Mama nggak apa-apakan?"tanya Zidan lagi.
"Ada apa kak," Tanya Syahidah yang mendengar suara ketukan yang cukup keras di pintu kamar mamanya.
"Enggak tahu dek,Mama aneh hari ini,"ucap Zidan memandang pintu kamar mamanya yang tertutup rapat.
"Mungkin mama lagi capek kak," ucap syahidah.
"Mungkin saja ,"gumam Zidan .
Zidan dan Syahida memutuskan untuk turun ke bawah, Nandira melempar tubuhnya ke kasur entah mengapa hatinya masih sakit saat melihat Rico bersama dengan Shireen.
"Mengapa aku harus bertemu dan melihat mereka lagi, Riko tak pantas untuk ditangisi,"ucap Nandira mengusap air matanya, namun air matanya tetap mengalir .
"Mengapa aku tak bisa berhenti mencintainya.Berhenti menangis Nandira,Riko orang jahat, dia pria menjanjikan,sekarang kamu punya kehidupan baru, Zidan dan Syahidah adalah segalanya, kamu harus kuat demi mereka ,"Nandira terus menguatkan dirinya sendiri,ia terus berada di kamarnya dan mengunci diri.
Nandira tak menjawab saat Zidan atau Syahidah mengetuk pintunya, Nandira sebenarnya mendengarkan tapi ia tak ingin membuat kedua anaknya itu merasa sedih melihat dirinya bersedih.Ia bahkan melewatkan makan malamnya.
Zidan kembali mengetuk pintu kamar mamanya,"Mah buka pintunya, ini Zidan,Zidan bawa makanan untuk mama,"ucap Zidan terus mengetuk pintu kamar mamanya.
Nandira yang sudah lebih tenang masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya,mencoba tersenyum di depan cermin agar perasaannya lebih tenang.
Ia pun membuka pintu dan tersenyum kepada Zidan,ada apa sayang?" tanya Nandira.
"Mama kenapa...? Mama baik-baik saja..?" tanya Zidan.
"Enggak apa-apa kok sayang,mama baik-baik saja ,"Jawab Nandira mencoba tersenyum .
"Mama makan ya ,"ucap Zidan memberikan sepiring makanan yang sedari tadi dipegang nya.
"Makasih ya sayang," ucapkan Nandira,"Mama hanya capek tadi jadi ketiduran," bohong Nandira.
"Zidan tidur duluan ya Mah,"ucap Zidan berlalu ke kamarnya setelah mendapat kecupan selamat malam dari mamanya.
Syahidah juga menghampiri mamanya dan mendapat kecupan yang sama,dan mereka berdua masuk ke kamar.
"Ada apa sebenarnya dengan Mama,aku yakin mama berbohong," batin Zidan.
"Ada apa kak?" Tanya syahidah.
"Aku hanya memikirkan apa yang buat mama sedih, siang tadi,"Zidan terus menerka-nerka."kamu bisa mencari tahunya?"tanya Zidan pada Syahida.
"Akan kucoba," Syahidah mulai ngutak-ngatik gadgetnya, ia memeriksa kamera yang dipasangnya di mobil mamanya dan di tersambung di gadgetnya.
"Tadi Mama singgah ke kafe sehabis dari panti asuhan,sepertinya ekspresi Mama berubah dari cafe itu,"ucap Syahidah memperhatikan layar gadgetnya .
"Apa yang Mama lihat ?"tanya Zidan .
"Sebentar aku periksa dulu ,"kali ini Syahidah meretas CCTV di kafe tersebut,ia mencocokkan waktu perubahan ekspresi wajah mamanya dan rekaman CCTV di luar cafe, "Apa Mama melihat mereka...?" tunjuk syahidah pada layar gadgetnya.
"Siapa dia?"tanya Riko memperhatikan wajah kedua orang tersebut.
"Entahlah, mungkin kenal lama mama,"ucap Syahidah melihat pria dan wanita keluar dari kafe ,sambil bergandengan tangan.
"Apa jangan-jangan dia Papa kita," tebak Syahidah .
"Sudahlah Bagaimana tugas yang ku berikan, Apa kau sudah menyelesaikannya?" tanya Zidan mengalihkan pembicaraan mereka.
"Sebagian. Ohya Kak, sepertinya ada yang janggal seminggu sebelum kematian kakek,"ucap Syahidah mengirim sebuah rekaman ke gadget Zidan.
"Maksudnya?" tanya Zidan mulai membuka apa yang di kirim Syahidah.
"Ini kamera CCTV di ruangan kakek, kamera CCTV di ruangan itu mati selama sehari dan keesokan harinya CCTV di rumah lama Mama juga mati selama seminggu.Aku juga memeriksa CCTV yang terpasang di luar rumah itu, kakek tidak pernah keluar dengan membawa kendaraannya sendiri,"ucap Syahidah,
"Itu berarti selain kakek dan nenek sopirnya juga meninggal," tebak Zidan.
"Enggak, karena sebulan setelah meninggalnya kakek dan nenek lebih tepatnya sehari setelah Mama keluar dari rumah itu, supir kakek datang dan Ia memakai mobil kakek," jawab Syahidah.
"Sepertinya kecurigaanku memang benar,Kakek meninggal bukan karena kecelakaan tapi sepertinya ada yang berusaha melenyapkan.Dan sepertinya motif kakek meninggal adalah ingin menguasai harta kakek,"gumam Zidan masih terus fokus pada rekaman itu.
"Kalau seperti itu,berarti pelakunya kemungkinan besar adalah saudara kakek dong," ucap Syahidah.
"Mungkin saja.Sekarang tugas kamu mencari tahu apa saja yang dilakukan oleh keluarga mereka jangan lewatkan sekecil apapun,* perintah Zidan.
"Oke kak,"jawab Syahidah.
💖💖💖💖🙏💖💖💖💖
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa ya beri like dan komen kalian sebagai bentuk penghargaan karya ini.
Mohon bantuannya ya agar karya ini bisa lebih baik lagi .
Salam dariku author "m anha".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
🌻Nie Surtian🌻
#tanya Zidan
2024-10-28
0
💥💚 Sany ❤💕
Moga misi Zidan n Syahidah berhasil. Ayo semangat anak2, kasih pelajaran si Guntur itu biar tau rasa.
2023-06-17
0
Lovely
Hebat 👍👍👍
Jika bicara soal hal "Jenius" di luar nalar IQ biasa sngat sulit u/ memahami maksud atau mengartikan, 1:1000 🤩
Jadi, bisa hal" yg memukau itu di anggap tdk baik, karna nalar tdk ckp u/ brpikir 😁
2022-10-30
1