Rafiz Duda blasteran berusia 34 tahun memiliki kewarganegaraan Indonesia Amerika,Ayahnya Orang Indonesia sedangkan ibunya berkewarganegaraan Amerika,Ayah dan ibunya bertemu saat ayah Rafiz kuliah disana Dan mereka menikah.
Saat kecil Rafiz tinggal di Amerika, iya hidup bahagia bersama ayah dan ibunya hingga suatu malam ia melihat dan mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
Rafiz kecil harus mendengar semua itu hingga iya remaja, saat remaja ia memutuskan untuk tinggal di Apartemennya sendiri,dia sudah banyak pikiran dan tidak ingin menambah pikirannya dengan masalah kedua orang tuanya yang tak ada habis-habisnya.
Kebahagiaan mulai menghampirinya saat ia jatuh cinta kepada teman kuliahnya dan mereka menikah.
Tahun pertama pernikahan mereka sangat bahagia, namun saat Rafiz meminta anak dari istrinya ,pertengkaran pun mulai terjadi .
Jazlyn istri Rafiz tak ingin mengandung apalagi melahirkan seorang bayi dari rahimnya, ia tak ingin merusak tubuhnya.Ia berpikir jika iya hamil ia akan terlihat gemuk dan banyak bagian tubuhnya yang akan tidak bisa kembali lagi.
Jazlyn sangat mencintai Rafiz suaminya namun ia lebih mencintai tubuhnya.Mengadopsi anak adalah solusi terbaik untuknya tapi tidak dengan Rafiz, ia ingin membesarkan anaknya sendiri.
Suatu hari mereka bertengkar hebat, membuat Rafiz pergi menenangkan diri meninggalkan jazlyn di Apartemennya...
Rafiz yang sudah tenang memutuskan untuk kembali, namun saat kembali ia melihat istrinya bercinta dengan pria lain.Dengan membabi buta Rafiz langsung memukul pria tersebut dan menceraikan Jazlyn saat itu juga.
Merasa kesepian di rumahnya,Rafiz kembali tinggal bersama ibunya dan ayahnya,Ia memutuskan untuk tinggal di sana,Rafiz berpikir pertengkaran diantara mereka tidak akan terjadi di masa tua mereka, namun dugaan nya salah.Pertengkaran mereka semakin menjadi-jadi.
Ayah Rafiz sangat mencintai istrinya sehingga memaafkan segala kesalahannya walau ia tahu jika istrinya sering pergi dengan pria yang seusia dengan anak mereka. Berbeda dengan Rafiz saat mengetahui ibunya melakukan kesalahan itu,ia membujuk ayahnya untuk kembali ke negaranya.
Awalnya ayah tak mau tapi Rafiz yang kasihan kepada ayahnya yang sudah tua memutuskan untuk ikut bersama ke negara Ayahnya .
Kesuksesan di luar negeri tak kalah saat ia mulai membangun usahanya di negara tempat nya sekarang.
Sejak saat itu Rafiz tak pernah lagi menghormati yang namanya wanita, pengalaman buruk yang di berikan oleh ibu dan istrinya membuatnya berpikir jika wanita hanyalah dijadikan sebagai pemuas ***** saja tak pantas untuk dicintai.
Di kediaman Rafiz.
Rafiz berdiri di lantai dua rumahnya, ia menatap barisan mobil mewah dan fasilitas mewah lainnya.
Ayahnya datang menghampirinya," kita tinggal di rumah yang sangat mewah, punya harta yang berlimpah tapi mengapa aku merasa kesepian,"ucap ayah Rafiz ikut memandang istana megah mereka.
Rafiz hanya menghela nafas.
"Apakah kamu tak berkeinginan untuk menikah lagi?" tanya ayah Rafis.
"Entahlah,aku belum menemukan wanita yang tepat,wanita yang bisa dihormati dan dicintai. Aku tidak yakin masih ada wanita seperti itu di zaman sekarang ini." Rafiz memandang lurus ke depan.
2 pria kaya raya namun kesepian itulah mungkin julukan yang pas untuk mereka berdua.
Sementara di Pulau.
Nandira melihat kunci dengan nomor kamar 58, ia teringat akan pria yang pernah menempati kamar itu.
"Apa aku harus memberitahunya jika kami punya anak, dengan begitu anak-anak bisa meresakan kasih sayang seorang Papa,"pikir Nandira terus menatap kunci kamar itu.
"Tapi bagaimana jika ia memisahkanku dari mereka,"batin Nandira terus berperang. Ia ingin anak-anaknya mendapat kasih sayang seorang Papa tapi aja juga takut jika ia harus kehilangan mereka.Nandira sama sekali tidak tahu seperti apa pria kepribadian pria itu,ia hanya yakin pria itu sangat adalah seorang yang kaya raya dilihat dari penampilannya dan bisa di pastikan ia akan mampu jika ingin merebut anak-anaknya dari tangan nya.
"Tidak itu tidak perlu, aku bisa memberi kebahagiaan kepada anak-anakku.Aku bisa menjadi Mama sekaligus Papa mereka," Nandira meyakinkan dirinya sendiri dan membuang jauh-jauh pikirannya untuk memberitahu siapa ayah kandung mereka.
"Apa Pria itu adalah ayah kami ya!" Zidan memainkan sendok di tangannya,"Kalau dia memang ayah kandung kami,mengapa ia tak mengenali kami,"Zidan terus berfikir.
"Kakak kamu kenapa?" tanya syahidah.
"Enggak apa-apa, aku hanya memikirkan Bagaimana cara agar usaha kue Mama lebih maju lagi," bohong Zidan.
Zidan merasa memiliki ikatan dengan pria yang bernama Rafiz itu, kemiripan wajah mereka dan sikap mamanya saat bertemu dengan nya membuat Zidan semakin curiga.
"Aku harus cari tahu sendiri siapa sebenarnya Rafiz itu," Zidan mengambil gadgetnya dan meminta data Rafiz yang ada pada syahidah.
Dengan teliti ia memeriksa semua data yang dikirim Syahidah.Zidan tertarik saat melihat pekerjaan Rafiz yaitu seorang CEO dari perusahaan game online ternama di negaranya, "Baiklah mari kita cari informasi lebih banyak lagi,"gumam Zidan.Ia bertekad membuat game online agar bisa dekat dengan CEO perusahaan itu.
"Kakak lagi ngerjain apa sih..?,dari tadi sibuk banget?" tanya Syaidah yang melihat kakaknya masih berkutat dengan gadgetnya hingga larut malam.
"Cuma pelajaran sekolah, kamu tidur aja duluan,"ucap Zidan tanpa melihat ke arah adiknya. Syahidah pun langsung menuju ke tempat tidur dan tertidur lelap.
"Kakak janji akan mencari tahu siapa Papa kita," batin Zidan saat melihat adiknya tertidur lelap.
Dengan kemampuan yang dimiliki dan tekad yang kuat, Zidan berhasil menciptakan sebuah game online dan mengirimnya ke perusahaan Rafiz.
"Siapa yang mengirim permainan game ini?" tanya Rafiz pada asistennya yang bernama Deri.
"Kami menerimanya via online Pak," jawab Deri.
"Hubungi pengirimnya dan minta iya datang menemuiku," ucap Rafiz setelah memeriksa game online yang dikirim Zidan.
"Game yang menarik," gumamnya.
Pihak perusahaan mengirim pesan kepada Zidan agar datang ke perusahaan mereka."Maaf bisakah kita berkomunikasi via online saja,"balas Zidan.
"Maaf Pak ,tapi pemimpin perusahaan kami ingin bertemu dengan bapak secara langsung," balas dari perusahaan.
"Maaf saya tidak bisa datang ke perusahaan bapak, jika bapak keberatan berkomunikasi melalui via online saya bisa mengirim aplikasi game ini ke perusahaan lain," ancam Zidan .
"Baiklah Pak ,saya akan menanyakannya kembali kepada bos kami," pesan balasan masuk dari perusahaan.
Zidan tersenyum melihat balasan itu,iya sudah memperhitungkan jika perusahaan itu tidak akan melepas aplikasi game yang dikirimnya, Tak butuh waktu lama pesan kembali masuk yang menyatakan mereka setuju berkomunikasi via online.
"Baiklah mari kita mulai mencari informasi,kita lihat apakah Anda Papa kami atau bukan ,"batin Zidan melihat isi pesan tersebut.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏
Terima kasih sudah mampir, semoga menghibur. Jangan lupa beri like dan komennya agar karya ini menjadi lebih baik Salam dariku author m anha.💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒍𝒊𝒎𝒂𝒕 𝒚𝒈 𝒉𝒓𝒔 𝒅𝒊 𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒄𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒏𝒈𝒆𝒓𝒕𝒊
2024-10-19
0
mei
koreksi y thor...ia,utk menunjukkan seseorg sedangkan iya utk mengiyakan sesuatu hal...🙏
2023-06-22
0
Nenk Leela Poetrie Mawar
semangat Zidan
2023-06-17
0