Di pulau.
Nandira diterima bekerja sebagai resepsionis di sebuah hotel dan tinggal bersama 2 karyawan lain, Mereka sungguh sangat membantu Nandira dalam kehamilannya.
Mereka menerima apa adanya kondisi Nandira begitu juga pemilik hotel,ia tak bersalah mempermasalahkan kehamilannya.
Saat proses persalinan, Nandira pun dibantu oleh kedua rekannya itu. Sita dan Tika.
Mereka tinggal di rumah yang sama yang disediakan oleh pemilik tempat wisata itu,suara tangis Bayi memecah keheningan malam di rumah kecil mereka.
Wajah cantik dan tampan terlihat jelas di wajah kedua anak yang baru saja dilahirkan oleh Nandira.
Mereka bertiga sama-sama membesarkan anak kembar tersebut, Nandira merasa sangat bersyukur mengambil keputusan memilih melahirkan mereka saat itu.
Tingkah lucu dan menggemaskan kedua bayi kembar itu mampu membuat hari-hari mereka menjadi lebih bahagia.
Nandira memberi memberi nama anak-anaknya Zidan dan Syahida.
7 tahun kemudian.
Zidan dan Syahidah tumbuh menjadi anak yang tampan dan cerdas.
Nandira tak mengetahui jika kedua anaknya memiliki kecerdasan diatas rata-rata anak lain, bisa dibilang mereka tergolong anak yang jenius.Memiliki IQ tinggi.
Syahidah bergaya dengan ceria di depan kamera berbeda dengan Zidan yang terus cemberut namun tetap tampan.
Tawaran dari beberapa fotografer terus berdatangan, sebagai foto model baju anak-anak, dengan begitu, upah yang mereka dapatkan sungguh sangat membantu perekonomian Nandira. Dengan upah yang mereka dapatkan Nandira bisa membeli kebutuhan anak-anaknya.
Syahida memang sangat hobi bergaya di depan kamera berbeda dengan Zidan walau terpaksa Ia tetap mengikuti arahan fotografi demi uang yang akan mereka dapatkan. Zidan sangat ingin membeli gadget seperti punya teman-temannya.
Nandira menghadiahi anak-anaknya sebuah gadget yang selama ini mereka impikan, mereka berdua sangat senang mendapat hadiah dari mamanya.
Mereka mulai mengasah bakat mereka berdua, mereka memiliki keahlian dalam bidang teknologi. Hanya dalam beberapa hari mereka bisa menguasai gadget tersebut.
Syahidah lebih tertarik dalam bidang meretas ia sangat suka mencari informasi dan masuk ke dalam sistem orang lain sedangkan Zidan lebih tertarik dengan game online, tidak hanya bermain Zidan juga menciptakan berbagai game terbaru dan menjualnya ke beberapa perusahaan.
Dari penjualan game tersebut Zidan mendapat keuntungan yang lumayan banyak, dengan bantuan Syahidah Ia memakai identitas mamanya dan tidak diketahui oleh Nandira.
Rafiz,seorang pria tampan yang memimpin sebuah perusahaan game terbesar di negaranya, Ia mengunjungi pulau di mana Nandira dan anak-anaknya berada .
Rafiz ingin bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya dari luar negeri.
Nandira dan kedua anaknya berjalan pulang dan dalam perjalanan, Nandira melihat pria yang pernah menghabiskan malam bersama nya sedang berjalan ke arah mereka. Dengan cepat ia menarik kedua anaknya tersebut bersembunyi di balik pohon sampai pria itu melewati mereka.
"Siapa mah?" tanya syahidah
"Bukan siapa-siapa," Jawab Nandira.Namun wajahnya terlihat sangat pucat.
"Kok,kita ngumpet?"tanya syahidah polos,"mama kenal dengan dia?" tanyanya lagi.
"Nggak, Mama nggak kenal," ucap Nandira terbata-bata.
Zidan melihat mamanya dengan intens,ia menautkan keningnya melihat gerak-gerik mencurigakan mamanya.
Nandira tak bisa menyembunyikan ekspresi keterkejutannya. Ini pertama kalinya ia melihat pria itu sejak 8 tahun yang lalu. Membuat kedua anaknya merasa curiga.
"Apa ma mengenal pria itu,"batin Zidan.
Di dalam kamar.
Syahidah terus melamun,
"Kamu kenapa,? tanya Zidan.
"Kakak jangan-jangan yang tadi itu Papa kita!" ucap syahidah.
"Maksud kamu pria yang tadi dihindari Mama?" tanya Zidan.
"Iya, pria yang tadi yang membuat kita harus ngumpet dibalik pohon." jawab syahidah.
"Apa menurut kamu dia Papa kita?"tanya balik Zidan.
"Iya wajahnya sangat mirip dengan kakak."ucap Syahidah memandang intens wajah tampan kakaknya.
"Mau cari tahu?" ajak Zidan.
Syahidah mengangguk semangat.
Pagi hari mereka terus mengikuti kemanapun Rafiz pergi,hingga Rafiz masuk ke dalam sebuah kamar.
"Oh jadi ini kamarnya," ucap Zidan.
Merekapun menuju ke ruang resepsionis, kebetulan pria tersebut menginap di Hotel tempat mamanya bekerja, mereka dengan sigap mencari data di komputer.
Zidan bertugas mengawasi jika ada orang yang datang,sedangkan syahidah mengutak-atik laptop di bagian resepsionis, dengan keahlian yang ia miliki dengan cepat syahidah mendapat informasi yang mereka cari.
Syahidah yang sangat merindukan sosok Papa dengan semangat mencari identitas pria tersebut yang dianggap menjadi kandidat terbesar menjadi Papa mereka.
Mereka kembali ke kamar, Syahida terus berselancar di gadgetnya mencari informasi selengkap-lengkapnya hingga tak terasa pagi pun tiba dan hasilnya sedikit mengecewakan. Ia mendapat informasi jika pria tersebut bukan pria sembarangan dan tak satupun data yang menyangkut mamanya disana.
Keesokan harinya.
"Permisi mba, saya minta kunci kamar nomor 58 ,"ucap Rafiz meminta kunci cadangan kamarnya pada resepsionis.
"Ini Pak kuncinya," Nandira menyerahkan sebuah kunci, ia sedikit terkejut saat melihat pria yang ada di depannya adalah pria yang sudah memberinya dua orang anak.
Bukan hanya Nandira yang terkejut, Rafiz juga terkejut saat melihat petugas resepsionis itu.Ia masih mengingat wajah gadis yang sudah memuaskan nya di malam itu, malam yang menjadi malam tak terlupakan olehnya.
Rafiz mengambil kunci kamarnya.Dan sebelum pergi ia mengedipkan sebelah matanya kepala Nandira.
Nandira sampai membulatkan mata indahnya, Ia tidak menyangka akan mendapat kedipan menggoda seperti itu.
"Cie cie siapa tuh ?"tanya Tika.
"Apaan si tik," balas Nandira.
"Itu yang tadi ngedipin mata sama kamu?" tanya Tika.
"Tau ah." ucap Nandira tak ingin membahas lebih lanjut pembahasan yang membuatnya teringat kesalahan masa lalunya.
Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan.
"Apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Zidan.
"Enggak kak, Mama enggak ada hubungannya dengan dia," ucap Syahidah.
"Benarkah,? " tanya Zidan.
"Iya," jawab syahidah lesu.
Setelah beberapa hari mengikuti Syahidah secara diam-diam Rafiz, Syahidah merasa sangat sedih saat melihat pria itu pergi dari pulau.
Syahidah tak berkata-kata tapi Zidan bisa melihat air mata di pipi adiknya.
"Kakak sebenarnya siapa Papa kita ?"tanya Syahidah.
"Aku ingin punya Papa, Papa seperti teman-teman yang lain. Aku nggak suka mereka selalu mengejek aku karena kita tak punya papa . Kenapa Mama tak pernah membahas soal Papa..? apakah Papa sudah meninggal...? apakah Papa kita meninggalkan Mama...? tanya Syahidah pada kakaknya dengan suara sembab.
Zidan tak bisa menjawab pertanyaan itu, ia memeluk adiknya.Sebenarnya ia juga merindukan sosok Papanya.
Syahidah menangis di dekapan sang kakak.
"Kak aku ingin punya Papa," ucap Syahidah semakin menangis.
Zidan tetap diam,
"Maafkan kakak, kakak tidak bisa berbuat apa-apa .Tapi Kakak janji akan berusaha mencari papa kita." batin Zidan.
🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏
Terima kasih sudah membaca kisah Zidan dan Syahida,semoga terhibur mohon beri like dan komennya agar karya ini lebih baik lagi .
Terima kasih 💖💖💖 Salam dariku, author m anha💖💖.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
guntur 1609
loh brti bakat ayahnya nurun sm zidan
2024-10-31
0
guntur 1609
lah kok tqmpan dan cerdas. seharusnya. tampan.cantik dan cerdas. bujanya anaknya sepasang thor
2024-10-31
0
Fe
keinget film India ga sih yg pemainya Salman Khan.. bayangin visualnya syahida/muni itu cantik bgt hihi
2024-10-25
0