Nandira mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah, Syahida sangat bahagia. Ia memiliki banyak teman. Syahidah cepat akrab dengan teman sekelas nya.
"Hay,,, namaku syahidah," syahidah menghampiri teman-temannya untuk berkenalan.
Memiliki IQ yang tinggi tak membuat mereka menjadi tinggi hati, namun mereka justru merahasiakannya dari siapapun termaksud mamanya .
Mereka bersikap layaknya anak seusianya.Zidan sangat berbeda dengan syahidah.Syahidah bersikap ramah dengan teman-temannya sedangkan Zidan terlihat cuek dan menjaga jarak dengan yang lainnya, ia duduk di bangku yang sudah disediakan untuknya dan berkenalan dengan teman sebangkunya,
"Hay...namaku zidan," ucap zidan mengulurkan tangannya.
"Hay Zidan namaku Rifky" ucap teman sebangku Zidan.
Zidan hanya melihat adiknya yang dengan ramah mendatangi teman kelasnya satu persatu untuk berkenalan, Zidan merasa senang melihat adiknya itu kembali bahagia.
Semua teman kelas mereka menyambut dengan baik.Saat jam pulang sekolah Nandira menjemput mereka, Nandira melambaikan tangan saat melihat Zidan dan syahidah keluar dari gerbang.
Sebelum pulang Nandira pergi ke suatu tempat ,tempat yang sangat dirindukannya selama ini .
"Mama kita mau kemana?"tanya Zidan
yang melihat mamanya mengarahkan mobil mereka ke tempat yang berlawanan dengan arah Ruko.
"Mama ingin melihat rumah lama mama sayang, mama sudah lama sekali tak melihatnya.Rumahnya ada di sekitar sini, tak masalah kan kita kesana dulu sebelum pulang?" tanya Nandira kepada anak-anaknya.
"Iya Mah, nggak apa-apa kok Syahida juga ingin lihat rumah lama mama !" ucap syahidah bersemangat.
Nandira melajukan mobilnya ke alamat rumah lamanya dan menghentikan mobilnya begitu sudah sampai di depan gerbang, Nandira berdiri di luar gerbang menatap rumah yang selama ini ia di rindukannya .
Sesekali Nandira melihat ke dalam memastikan apakah ada orang atau tidak.
Beberapa saat kemudian seseorang datang menghampiri mereka,"Ada apa Bu,ada yang bisa saya bantu?" tanya orang tersebut yang terlihat seperti asisten rumah tangga.
"Iya Bu, kalau boleh apa saya bisa bertemu dengan pemilik rumah ini?" tanya Nandira dengan sopan.
"Ada urusan apa ya Bu?" tanya asisten rumah tangga.
"Saya pernah tinggal di sini, saya hanya ingin melihat-lihat saja,"jawab Nandira.
"Sebentar ya Bu, saya tanya majikan saya dulu." jawab asisten rumah tangga tersebut berlalu masuk ke dalam rumah.Tak lama kemudian asisten rumah tangga tersebut datang dan membuka pintu gerbang.
"Boleh Bu silakan tunggu di sini ya,"ucap asisten rumah tangga itu menunjuk kursi yang ada di teras rumah.
Nandira dan kedua anaknya duduk di teras rumah, Nandira terus menyisir rumah itu dengan pandangannya sambil menunggu tuan rumah keluar.
" Ada apa ya?"tanya seorang wanita Paru baya yang terlihat sangat cantik .
"Maaf Bu, perkenalkan nama saya Nandira dan ini anak-anak saya," ucap Nandira menunjuk anak-anaknya .
"Iya ,ada apa ya dek ?"tanya pemilik rumah itu.
"Begini Bu, kalau Ibu tidak keberatan apa boleh saya melihat-lihat rumah ini, dulu saya tinggal di sini bersama ayah dan ibu saya," ucap Nandira.
"Oh anda pemilik awal rumah ini?"tanya pemilik rumah yang bernama ibu Mariam.
"Saya hanya ingin melihat-lihat saja,kalau Ibu tidak keberatan," ucapan Nandira.
"Oh tentu saja boleh, silahkan masuk," ucap ibu Mariam mempersilahkan mereka masuk.
Saat masuk Nandira merasa sesak di dadanya, bayangan kebahagiaan di setiap sudut rumah itu kembali terbayang di benaknya, air mata Nandira kembali menetes saat mengingat jasad kedua orang tuanya terbaring di ruang tamu itu.
Zidan yang melihat mamanya bersedih mengusap tangan mamanya.
"Mama tidak apa-apa?"tanya Zidan khawatir.
Nandira hanya menggeleng menjawab pertanyaan anaknya itu.
"Ayo silakan masuk ,"ucap Mariam yang melihat Nandira hanya berdiri di depan pintu.
Nandira menghela nafas lalu masuk ke dalam.Suasana rumah sudah banyak berubah, perabotan rumah sudah diganti sebagian besar dan Nandira melihat dinding rumah tersebut juga sudah ada foto mereka lagi.
"Bu,di mana foto-foto yang terpajang di sini?"tanya Nandira.
"Foto-foto itu saya letakkan di gudang,"jawab ibu Mariam.
"Boleh saya lihat Bu?"tanya Nandira.
"Tentu saja,"Mariam memanggil asisten rumah tangganya dan memintanya mengantar Nandira ke gudang.
Sesampainya di gudang,,
"Silakan Bu,saya tinggal sebentar." ucap asisten rumah tangga itu.
"Iya, bisa saya ingin melihat-lihat sebentar disini?"tanya Nandira.
"Silahkan Bu,"jawab asisten rumah tangga itu dan masuk ke dapur.
Zidan dan Syahidah juga ikut masuk ke dalam gudang, walau itu gudang namun semua tertata rapi dan bersih .
Nandira mulai melihat-lihat di mana mereka meletakkan barang-barangnya dulu. Nandira melihat sebuah kotak dan membukanya, ternyata benar di sana di simpan semua foto-foto lama mereka.Nandira mengambil satu foto dan mengusapnya, itu foto kedua orang tuanya yang sedang tersenyum bahagia.
"Ayah ibu Nandira kangen,"ucap Nandira menghapus air matanya.
Asisten rumah tangga tersebut datang dan menghampiri Nandira,"Apa sudah ketemu Bu yang dicari?"tanyanya .
"Sudah bi, apa boleh saya mengambil beberapa barang saya?" tanya Nandira.
"Tentu saja silakan," jawab asisten rumah tangga tersebut.
Nandira pun mulai mengemas beberapa barang yang dianggapnya memiliki kenangan dengan kedua orang tuanya, Ia juga mengambil semua foto-foto dirinya dan kedua orang tuanya yang ada di gudang itu.
Sesampainya di Ruko,Nandira langsung mengeluarkan semua barang-barang itu dan menatanya, ia menggantung semua foto keluarga.Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengurangi rasa rindunya kepada kedua orang tuanya, Nandira memeluk foto ayah dan ibunya dengan erat sambil terisak.
"Bu kakek dan nenek meninggal secara bersamaan?" tanya Zidan,
"Iya,Ayah dan ibu Mama meninggal karena kecelakaan," jawab Nandira masih terisak
"Terus kenapa mama meninggalkan rumah saat itu,? tanya Zidan merasa penasaran .
"Mama juga tidak tahu alasannya mengapa mereka menyuruh mama keluar, yang mama tahu mereka mengatakan jika semua harta kekayaan Ayah sudah diserahkan kepada adik kandungnya on Guntur.Mama benar-benar tidak tahu saat itu harus berbuat apa, waktu meninggalnya orang tua mama, mama sedang tidak dirumah dan setelah sampai di rumah mama melihat kedua orangtua Mama sudah meninggal.
"Mama, kok aneh ya!!" ucap Zidan.
"Aneh kenapa ya ?"tanya Nandira.
"Aneh,seharusnya kakek memberikan seluruh hartanya kepada Mama bukan kepada adiknya,"ucap Zidan.
"Mama juga nggak tahu, waktu itu mah masih sangat terpukul dan hanya menerima apa yang mereka katakan." ucap Nandira,Air matanya terus menetes membasahi pipinya.
"Apa Mama mau kembali ke rumah itu lagi,? tanya Zidan.
"Tentu saja, mama lahir dan besar di sana, terlalu banyak kenangan di rumah itu dengan kedua orang tua mama .Tapi sudahlah Mama sudah senang kita masih punya tempat tinggal,Ruko ini juga cukup besar untuk kita bertiga.Mama harap kalian senang tinggal di sini," ucap Nandira .
"Iya Mah, kami senang kok tinggal di sini,"ucap Syahidah.
Zidan mengusap air mata mamanya dan tersenyum,lalu memeluk mamanya,Syahidah ikut memeluk mamanya juga.
💖💖💖🙏🙏💖💖💖
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri dukungan dengan karya ini. Dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya, mohon dukungannya agar karya ini lebih baik lagi Salam dariku author m ahna
.💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒁𝒊𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒏𝒆𝒓 𝒕𝒖𝒉 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒈 𝒂𝒏𝒆𝒉 𝒅𝒊 𝒔𝒊𝒏𝒊 🤔🤔
2024-10-19
0
💥💚 Sany ❤💕
Zidan bener....ada yg aneh. Gak mungkinkan tiba2 semua aset jatuh ketangan paman mu Dira.
2023-06-17
0
Lovely
🥺😢😢😢
2022-10-30
0