Syahidah sangat suka dengan kue coklat buatan mamanya,
"Kakak tolong ambilkan aku kue coklat lagi dong," Pinta Syahidah melihat kue coklat di piring nya sudah habis.
"Kakak sedang sibuk mengerjakan ini, kamu ambil sendiri ya,"tolak Zidan dan masih fokus pada gedjetnya.
"Ya udah,aku ambil sendiri."lirik Syahidah.
Kemudian ia berjalan menuju ke arah mamanya, dia melihat seorang pria sedang mengobrol dengan mamanya,
"Apa mama sedang sibuk juga,aku langsung ke kak Ayu saja,"Gumam Syahidah berjalan ke dapur minta kue pada karyawan disana.
Melihat Syahidah berjalan ke dapur membuat Nandira yang sedari tadi memegang melihat Syahidah berjalan ke arahnya bernafas lega.
Nandira mengirim pesan kepada Zidan yang masih duduk di di tempatnya,
"Bawa adikmu ke atas, Aku tidak mau pria ini melihatnya."tulis Nandira.
Zidan melihat satu pesan di ponselnya dan membacanya.
Zidan melihat ke arah mamanya,"Apa itu papa ya," batin Zidan.
Sejenak Zidan terdiam mengamati Papa dan Mama nya, terlihat sangat serasi.
"Iya benar, itu benar Papa."lirih Zidan.
Zidan baru ingat kalau ia sudah mempertemukan Syahidah dengan papanya walau sebagai Secret partner.
"Bagaimana ini, Sepertinya Syahidah ada di dapur, bagaimana kalau Papa melihatnya, bagaimana kalau mama tahu tentang Secret Partner itu,"gumam Zidan terus memperhatikan Syahidah yang sudah berjalan keluar.
Zidan menunduk saat Rafiz melihat ke arahnya, Ia juga sudah berkenalan dengan Papanya itu .
"Bagaimana ini, jika Syahidah sampai bertemu dengan Papa ,"batin Zidan yang berjongkok di bawah meja.
Nandira meremas buku menu yang dipegangnya saat Syahidah keluar dari dapur.
Sedangkan Rafiz masih mengedarkan pandangannya melihat sekeliling toko.
"Itu orangnya," ucap Rafiz saat matanya menangkap keberadaan syahidah.
"Sudah ya cantik, tolong siapkan pesanan ku,aku ada urusan sebentar dengannya,"ucap Rafiz pada Nandira dan beranjak menghampiri Syahidah yang berjalan Kembali menuju tempatnya semula.
Nyawa Nandira seakan melayang,tubuhnya melemah,"Bagaimana ini, apa mereka sudah saling kenal, apa Syahidah sudah tahu kalau dia adalah Papanya,"lirih Nandira tanpa sadar terus *******-***** daftar menunya.
"Zidan kemana,"gumam Nandira mencari-cari di mana anak satunya lagi.
"Secret Partner!" Sapa Rafis memanggil Syahidah.
Syahidah berbalik saat mendengan suara yang sangat di rindukannya, ia terkejut sekaligus senang bisa bertemu lagi dengan My Bosnya. Iya juga memberi julukan itu kepada Rafiz.
"Eh Paman, sedang apa disini ?"tanya Syahidah berbinar senang.
"Aku ke sini sengaja untuk mencari mu,sekalian ingin membeli kue "ucap Rafiz.
"Kuenya enak Paman!"ucap Syahidah mulai memakan kuenya.
"Kamu sering kesini?"tanya Rafiz.
Syahidah bingung harus berkata apa, iya tidak ingin rahasia identitasnya kakaknya terbongkar.
"Iya, ini toko langganan saya,"bohong Syahidah kembali memasukkan sepotong kue lagi ke mulutnya.
Mereka pun duduk di meja yang sama dan mengobrol ringan.
"Kakak mana ya!" batin Syahidah mencari-cari kakaknya.
Nandira menghampiri mereka dan meletakkan sepiring kue di depan Rafiz lengkap dengan jusnya,
"Silahkan di cicipi,"ucap Nandira mempersilahkan.
"Terima kasih,"jawab Rafiz.
Nandira tidak beranjak dari tempatnya, dia ingin mendengar apa yang mereka bahas, Rafiz memandang Nandira, ia menaikkan alisnya,seolah bertanya ada apa.
Nandira tak bergeming dari tempatnya, Rafiz mengeluarkan dompet dan memberikan uang kepada Nandira, Ia berpikir Nandira menunggu bayaran dari kuenya.
Nandira mengambil kue tersebut Namun Ia tetap berdiri di tempatnya,Rafiz kemudian menyedok kuenya dan berdiri menyodor kan nya ke mulut Nandira, Nandira dengan patuh membuka mulut dan memakannya.
Rafiz kembali duduk dan mulai memakan kuenya, ia kembali melihat Nandira yang masih tak bergeming dari tempatnya,
"Ada apa..? uangnya kurang, masih mau kuenya?" tanya Rafiz, syahidah terus saja membekap mulutnya menahan tawa melihat kelakuan Mamanya, Nandira menggeleng,
"Ya sudah sana, ngapain kamu masih di sini!"ucap Rafiz merasa aneh dengan kelakuan Nandira.
Nandira menggeleng dan tetap berdiri di sana, dalam pikirannya ia tidak ingin meninggalkan mereka, ia takut Rafiz akan mengambil putrinya itu.
Syahidah merasa ada yang menarik-narik gaunnya di bawah meja, yang sedikit menunduk dan melihat Zidan ada di bawah sana memberi isyarat agar tetap diam,dia menulis di gadgetnya" keluar dari sini, jangan bicara di depan mama dengan dia,"tulis Zidan.
"Aku sudah selesai,"ucap Syahidah berdiri,ia memberi uang kepada mamanya,
" Aku pergi dulu ya, Terima kasih kuenya tante,"ucap Syahidah,
Mereka kompak seolah tak saling kenal.
"Kau mau ke mana,Paman masih mau ngobrol denganmu," Rafiz menahan tangan Syahidah.
"Kita bicara di luar aja ya paman, di sini panas," ucap Syahidah mengibas-ngibas kan tangannya .
"Dingin begini,"ucap Rafiz merasa dingin, dia bisa merasakan suhu AC di ruangan itu.
"Baiklah kita bicara di luar saja,"ucap Rafiz.
Melihat Nandira tetap diam berdiri di sana,Rafiz mengambil kue yang masih setengah,dan terus menyuapi Nandira hingga habis.
Rafiz mengambil kue yang ada di bibir Nandira dan memakannya.
"Rasanya lebih enak bila kuenya dari bibirmu,"ucap Rafiz.
Mereka keluar dari toko sambil bergandengan tangan.Setelah mereka berdua keluar baru lah Zidan keluar dari kolong meja, Nandira terkejut tiba-tiba anaknya sudah berdiri di dekatnya, "Kamu dari mana saja," tanya Nandira,
"Maaf mah, Mama sih telat ngasih tahu kalau Papa ada di sini,"Zidan membela diri.
"Terus gimana!, kok mereka sudah saling kenal, kamu nggak bilang kan ke Syahidah kalau dia tuh Papa kalian?" tanya Nandira.
"Enggak kok,mereka pernah kebutuhan bertemu aja kok Mah,makanya bisa akrab kaya gitu," bohong Zidan.
"Kamu awasi adik kamu, takut terjadi apa-apa padanya. Mama mau ngawasin toko."ucap Nandira.
"Tenang aja Mah, Papa orangnya baik, enggak akan ngapa-ngapain syahidah,"ucap Zidan.
"Dia kan belum tahu kalau Syahidah itu anaknya, nanti kalau dia diculik gimana,"ucap Nandira khawatir.
Zidan tertawa, "Mama, mama Papa itu pengusaha sukses, untuk apa dia nyulik syahidah.Udah ah mah, aku mau ngikutin Syahida." Zidan memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas dan ikut menyusul adiknya.
Syahidah dan Rafiz berjalan-jalan di taman, Mereka mengobrol banyak hal,Syahidah dan Zidan sangat senang,mereka sangat merindukan saat-saat seperti ini.
"Nama kalian siapa?"tanya Rafiz.
"Aku Syahidah dan ini kakak ku Zidan."jawab Syahidah cepat.
Zidan menghela nafas mendengar kejujuran adiknya.
"Kalian tinggal di mana?" tanya Rafiz lagi.
Syahidah melihat Zidan,Zidan menggeleng samar.
"Rahasia Paman,"ucap Syahidah dengan gaya imut nya.
"Pakai rahasia segala,sebenarnya kamu kenapa sih kalau dihubungi nggak pernah ngangkat dan kalau paman chat juga nggak pernah dibalas?"tanya Rafiz.
"Aku orangnya sibuk Paman, jadi jarang lihat ponsel,"ucap syahidah, padahal setiap hari dia tak pernah lepas dari ponselnya.
"Kalian sering datang ke sini maksudku ke toko kue yang tadi?" tanya Rafiz,
"Iya,"
"Enggak,"ucap mereka bersamaan.
Rafiz tertawa,,,
"Jadi yang mana benar,iya atau tidak?tanya Rafiz.
"Kami kesini tiap minggu Paman,"ucap Zidan cepat,ia tak ingin adiknya mengatakan jika mereka setiap hari kesini.
"Baiklah, Bagaimana kalau tiap Minggu kita ketemu di toko kue yang tadi,"usul Rafiz.
"Iya boleh paman,"ucap Syahidah cepat dan terlihat sangat gembira.
"Mengapa aku merasa Secret Partner berbeda dengan Syahidah,"batin Rafiz melihat Syahidah bermain dengan sangat ceria.
Rafiz memperhatikan Zidan yang sejak tadi sangat serius dengan gedjetnya.
Mengapa aku merasa pemilik secret partner sebenarnya adalah Zidan,"batin Rafiz..
🙏💖🙏💖🙏💖🙏💖🙏
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa beri like dan komen sebanyak-banyaknya ya biar karya ini lebih baik lagi.
jangan lupa mampir juga ke karya pertamaku judulnya "Pilihan Ku". mari saling dukung 🙏
Terima kasih
Salam dariku Author m anha 💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒐𝒌 𝑹𝒂𝒇𝒊𝒛 𝒈𝒂𝒌 𝒄𝒖𝒓𝒊𝒈𝒂 𝒚𝒂 𝒌𝒍 𝒁𝒊𝒅𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒇𝒐𝒕𝒐𝒄𝒐𝒑𝒚𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒂 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 🤔🤔
2024-10-19
0
Rafanda 2018
bertele tele
2023-06-24
0
mei
kebetulan bertemu
2023-06-22
0