Rara duduk di kursi ruangan pak Marzuki setelah jam istirahat berbunyi Rara langsung saja keruangan pak Marzuki atas perintahnya saat dia di hukum.Rara yakin kali ini dia akan di ceramahi oleh wali kelasnya karna terlambat tidak memberikan contoh yang baik buat anak anak SMA Garuda sebagai ketua OSIS.
"Kevyra Anastasya"Pak Marzuki langsung menyebut nama Rara
Rara Cengengesan di depan pak Marzuki tapi tidak dengan tangannya yang meremas roknya karna jika pak Marzuki memanggilnya dengan nama lengkapnya itu berarti pak Marzuki lagi serius.
"Iya pak"Jawabnya kepada pak Marzuki
"Apa kamu punya hubungan dengan Frezan"Ucap pak Marzuki kepada Rara dengan serius
Deg....
Rara teetegun dia sampai tidak berfikir sampai ke sana jika pak Marzuki akan menyebut nama Frezan.Rara kira pak Marzuki akan membahas mengapa dia lambat ke sekolah?
Rara berhenti meremas ujung roknya di bawah meja karna pertanyaan pak Marzuki
"Saya nggak punya hubungan spesial sama kak Eza pak"Jawabnya "Tapi kedua orang tua saya sama kedua orang tua kak Eza bersahabatan sedari dulu"Sambungnya.Karna apa yang di katakan oleh Rara memang benar
Pak Marzuki bernafas gusar lalu menatap anak walinya "Apa benar kamu nggak ada perasaan sama Eza?"Tanya pak Marzuki kepada Rara sekali lagi Rara menggeleng kuat dengan pertanyaan pak Marzuki
Pak Marzuki tau kalau pertanyaan-nya di luar masalah sekolah.Namun ini juga menyangkut Frezan dia tidak mau anak muridnya itu ketinggalan kelas lagi dan lagi
"Apa kamu bisa membantu bapak"Ucap pak Marzuki seperti permohonan"Agar Frezan masuk ke kelas belajar!bukan cuman datang ke sekolah tapi tidak masuk ke kalas"Sambungnya dengan menyandarkan kepalanya di kursi
Diam!
Itu yang di lakukan Rara saat ini.Pertama kalinya dia melihat pak Marzuki seperti ini ternyata ini sisi dalam pak Marzuki tidak pernah dia tamppakkan
Rara menimbang -nimbang permohonan pak Marzuki karna bagaimana pun Frezan bukan Rifal yang nakal tapi masih mendengarkanya.Frezan itu susah di ajak mengobrol susah segalanya.Dan dia juga irit bicara serta tatapannya sangatlah menyeramkan di mata Rara
Rara meneguk salivanya hampir saja dia lupa kalau Frezan sudah mempunyai pacar Rara tidak mau hal yang kemarin akan terjadi lagi
Rara tertunduk lesuh karna tidak bisa membantu pak Marzuki akan hal ini "Maafin Rara pak,Rara nggak bisa"Ucapnya kepada pak Marzuki jujur saja Rara tidak enak hati kepada wali kelasnya yang sangat baik ini
Pak Marzuki tersenyum ke arah Rara "Tidak apa-apa "Ucap Pak Marzuki"Jika kamu berubah fikiran segera temui bapak"Sambungnya
Sedangkan Rara hanya mengangguk mengiyakan ucapan pak Marzuki
Rara keluar dari ruangan pak Marzuki
Saat Rara membalikkan badannya untuk segera meninggalkan pintu ruangan pak Marzuki yang sudah di tutup tiba tiba saja dia terkejut karna kehadiran seseorang
Deg...
Jantung Rara berpompa lebih kencang saat melihat wajah di hadapannya dengan wajah datar serta tatapannya yang sangat tajam hingga pasokan udara menipis dalam rongga dada Rara
Frezan!
Siapa lagi kalau bukan dia mempunyai wajah datar dan tatapan yang sangat mengerikan Rara masih tidak bergeming di depan pintu sejak kapan kak Eza ada di sini?apa kak Eza dengar pembicaraan gue sama pak Marzuki Rara hanya bisa membatin
Rara langsung melenggang pergi meninggalkan pintu ruangan pak Marzuki yang sempat terhalang oleh wajah datar Frezan
Langkah kaki Rara langsung terhenti karna ucapan dari Frezan yang membuatnya mematung
"Jangan pernah masuk dalam kehidupan gue"Ucap Frezan dengan suara datarnya "!jika lo nggak mau terseret"Sambungnya lalu masuk keruangan pak Marzuki
Rara terdiam membeku dengan ucapan Frezan yang sangat menusuk seperti memberikan peringatan kepadanya agar tidak masuk dalam kehidupannya
Rara melanjutkan langkah kakinya fikiranya masih terngiang-ngiang dengan ucapan Frezan tadi 'Jangan pernah masuk dalam kehidupan gue jika lo nggak mau terseret' kata kata Frezan menghiasi otak Rara sembari melangkahkan kakinya menuju kelasnya
Sedangkan pak Marzuki masih terdiam dengan kedatangan anak muridnya yang membuatnya kehilangan cara untuk menyadarkanya
Pak Marzuki lalu tersenyum ke arah Frezan yang sudah duduk di hadapannya dengan wajah datarnya serta tatapannya yang tajam
Kenapa saya takut sama murid saya yang satu ini? Pak Marzuki menggelengkan kepalanya seharusnya murid yang takut sama gurunnya bukan sebaliknya
"Ada apa nak Frezan ke sini?"Tanya pak Marzuki kepada Frezan perasaan dia tidak memanggil Frezan untuk keruangan ya
Pak Marzuki tertegun sejenak saat mata frezan menatapnya dengan tatapan tajam meski tatapan itu bukan hanya dirinya yang pernah melihatnya namun tak urung dia juga takut kepada makhluk tuhan di hadapannya yang tampan
"Saya tidak mau bapak ikut campur dalam urusan saya"Ucap Frezan dengan suara datarnya serta tatapannya yang tajam "Apa lagi membawa orang lain masuk dalam kehidupan saya"Sambungnya kepada pak Marzuki
Sekali lagi pak Marzuki terdiam ini pertama kalinya Frezan berbicara padanya dengan beberapa kata biasanya Frezan hanya menggunakan satu atau dua kata kepadanya
Pak Marzuki menarik nafasnya panjang dia sadar ini semua bukan urusannya ikut campur masalah pribadi muridnya namun pak Marzuki tetap ingin melihat Frezan lulus tahun ini dan tidak ketinggalan kelas lagi
Pak Marzuki tau Frezan orangnya pandai namun dia tidak ingin belajar hanya datang ke sekolah untuk merokok di belakang gudang yang tidak terpakai lagi
Sering kali pak Marzuki mendapati Frezan merokok namun Frezan hanya masa bodoh dengan kehadirannya seakan akan dirinya hanya orang yang lewat-lewat saja di hadapannya
"Ini semua demi kebaikan kamu nak Frezan"Ucap pak Marzuki"Bapak ingin melihat kamu lulus tahun ini dan tidak ketinggalan kelas lagi"Sambungnya menatap lekat Frezan
"Saya akan lulus dari sekolah ini dengan keinginan saya"Ucap Frezan"Bukan karna dorongan orang lain"Sambungnya lalu pergi meninggalkan ruangan pak Marzuki tanpa menunggu jawaban dari pak Marzuki
Pak Marzuki menarik nafasnya panjang lalu menyandarkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya "Sampai kapan kamu seperti ini nak"Gumamnya.
Setelah menutup pintu ruangan pak Marzuki,Frezan lalu menarik nafasnya panjang lalu melenggang pergi
Frezan berjalan di koridor sekolah dengan tatapannya yang sangat tajam
Frezan terhenti melangkahkan kakinya karna berpapasan dengan Nathan
Nathan tersenyum simpul kepada Frezan di hadapannya namun tidak dengan Frezan dia mengepalkan tangannya sehingga memperlihatkan buku buku jarinya
Nathan tersenyum kepada Frezan bukan senyum yang selalu dia tampilkan namun senyum kali ini senyuman meremehkan
Frezan mencengkram kerah baju milik Nathan
"Lo bakalan menyesal"Ucap Frezan kepada Nathan.Mereka saling memberikan tatapan permusuhan satu sama lain
Frezan masih setia mencengkram kerah baju milik Nathan.Tiba tiba saja suara seseorang yang datang tidak asing bagi telinga mereka berdua
"Lepaskan kak Eza"Suara itu membuat Frezan melepaskan cengkeramannya dari Nathan yang datang adalah Tasya adik dari Frezan
Frezan menatap tajam Nathan lalu pergi meninggalkannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Penuh misteri,,Apa Nathan mendekati Tasya karna ada sesuatu dgn Frezan??
2023-03-06
1
Alfa Riyansah
wah bkl panjang critanya
2022-11-30
0
Rapa Rasha
ada apa ini kak, semangat
2022-11-04
0