Kevyra menuruni anak tangga untuk segera ke bawah untuk sarapan pagi ini
"Good Morning"Ucap Rara lalu mencium pipi kedua orang tuanya.Pagi ini Kevin ikut sarapan bersama karna jadwalnya untuk ke rumah sakit masih siang
"Pagi anak ayah"balas Kevin dengan mencium pipi Rara
"Pagi Juga sayang"Ucap Alvi dengan memberikan roti Kepada Rara yang sudah di oles dengan selai nanas.
Tidak butuh waktu lama Elga ikut bergabung dengan menarik kursinya untuk duduk di dekat Kevin "Pagi untuk orang yang Elga sayangi"Ucapnya lalu duduk di dekat Kevin
"Pagi juga bang El"Jawab Rara sembari memakan rotinya
"Pagi juga anak badboy nya ayah"Jawab Kevin sedangkan Alvi dan Rara hanya tertawa kecil mendengar ucapan dari Kevin.Sedangkan Elga hanya masa bodoh dengan perkataan ayahnya
"Pagi juga Elganya bunda"ucap Alvi sembari memberikan roti dengan selai nanas kepada Elga putranya.
Setelah bersarapan pagi dengan keluarga kecilnya,Elga dan Rara berpamitan kepada Kevin dan juga Alvi
Alvi dan Kevin Melihat punggung kedua anaknya yang sudah dewasa.Alvi tersenyum karna takdir tuhan sangat baik untuknya,ia masih mengizinkan dirinnya untuk melihat kedua anak kembarnya tumbuh dewasa
Alvi menyandarkan kepalanya di bahu Kevin."Aku nggak nyangka Vin!tuhan masih kasi aku kesempatan buat liat anak anak kita tumbuh dewasa"ucap Alvi memejamkan matanya
Ia kira dia tidak akan melihat kedua anaknya tumbuh dewasa,namun takdir tuhan tidak ada yang tau tentang hamba-nya
Kevin menatap Alvi lalu mencium bibirnya dengan singkat"Semua sudah takdir Al!tuhan ingin anak kita di beri kasih sayang oleh kedua orang tuanya"jawab Kevin
......................
Rara turun dari motor Elga, sementara Elga memarkirkan motornya di parkiran
pagi pagi begini Rara langsung di suguhkan wajah dingin Tegar di depan gerbang sekolah.
Rara langsung melewati Tegar begitu saja tanpa berniat menyapanya.Tegar menyeritkan alisnya tidak biasanya Rara melewati dirinya tanpa menyapanya.Dan sekarang Rara melewati dirinya seakan akan Rara tidak melihat dirinya di gerbang sekolah.
"Ra"Panggil Tegar
Seketika langkah kaki Rara terhenti dengan Panggilan Tegar yang dingin,namun Rara sudah terbiasa dengan suara dingin milik Tegar
Tegar mengahampiri Rara dengan kacamata melekat di wajahnya yang tampan, padahal matanya tidak bermasalah namun Tegar selalu menggunakan kacamata di sekolah maupun di luar sekolah
Rara menatap Tegar dengan tatapan pura pura angkuh.aneh banget sih Rara Tegar hanya bisa membatin melihat Rara yang tidak biasanya
"Apa"Jawab Rara ketus seakan akan ia tidak mau mengobrol dengan Tegar saat ini
"Gue besok udah berangkat olimpiade ter-"belum sempat Tegar menyelesaikan perkataannya Rara sudah memotongnya
"Terus hubungannya sama Rara apa?"Tanya Rara dengan suara yang dia buat angkuh"lagian Rara juga nggak bakalan nyemangatin kak Tegar buat lomba olimpiade esok"Sambungnya
ini anak kenapa sih Tegar menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya"Kalau gue belum selesai bicara!jangan di potong dulu Ra"ucap Tegar kepada ketua osis di hadapannya ini
Rara menghentakkan kakinya dengan ucapan Tegar "Nggak usah ajak bicara Rara lagi"Ucap Rara lalu melenggang pergi,namun pergelangan tangannya langsung di cekal oleh Tegar
"Lo kenapa sih Ra"Ucap Tegar masih setia memegang pergelangan tangan Rara
Rara terdiam melihat tangannya di pegang, Tegar langsung melepaskan cekalan tangannya
Rara menatap Tegar dengan tatapan kejengkelan "Kak Tegar bilang Rara kenapa?"Ucap Rara "bilang sama diri kak Tegar aja!apa yang kak Tegar lakuiin ke Rara"Sambungnya lalu benar benar pergi meninggalkan Tegar di gerbang sekolah
Tegar mengangkat sebelah alisnya masih tidak mengerti dengan ucapan dari Rara tadi.
"Good morning my lope lope"
Seketika Tegar melihat ke belakang,ia sudah tidak asing lagi dengan suara itu yang selalu mengusik hidupnya
Valen
Yang menyapa Tegar adalah Valen sahabat Rara juga Tasya dan Kayla
Seperti biasa Tegar hanya memasang wajah dinginya namun itu membuat Valen semakin klepek klepek kepada Tegar sang wakil ketua OSIS yang berkacamata yang tampan
"hmm"Valen berdehem sebelum mengucapakan sesuatu lagi kepada Tegar.
Valen menarik nafasnya panjang,Tegar yang sudah tau apa yang akan di lakukan Valen hanya memasang wajah dingin
"Tangguh gagah para tentara! sebatang pipah di bongkar pemburu! sungguh indah terasa dunia!di guncang gempa glora cintamu!"Pantun yang di keluarkan oleh Valen tidak bisa merubah raut wajah dingin Tegar.Namun begitulah Valen yang sudah biasa akan hal itu
"Dramatis lo"
Sontak saja Valen melihat ke asal suara,yang sudah ada Kayla dengan rambut yang di cepol agak berantakan "Itu pantun lo copas di mana lagi Va"Sambungnya menghampiri Valen
Valen mengibaskan rambutnya "Siapa lagi kalau bukan mbah goegle"jawab Valen santai membuat Kayla memutar bola matanya jengah
"Hmm"
Deheman seseorang membuat ketiga anak muda itu melihat ke arah sampingnya, sudah ada Nathan dan juga Tasya
"Kalau mau ngobrol jangan di gerbang dong"ucap Tasya dengan kekehan kecil
"Mentang mentang baru jadian!udah lengket kek perangko aja"Cibir Kayla yang mempunyai mulut sepedas omongan para tetangga
Tasya langsung saja melepaskan genggaman tangannya dari Nathan,ia sampai lupa jika ia dan Nathan masih bergandengan tangan
Tegar yang mendengar ucapan dari Kayla mengangkat alisnya sebelah"Kalian jadian"Tanya Tegar untuk memastikan ucapan dari Kayla
Nathan hanya mengangguk mengiyakan ucapan dari Tegar "baru kemarin"jawabanya kepada Tegar
Seketika fikiran Tegar terarah pada omongan Rara tadi,itu artinya Rara sudah tau jika yang membalas chatnya adalah dirinya
"Kak Tegar cemburu"ucap Valen dengan terkejut ke arah Tegar
"Ngawur lo"jawab Tegar dengan suara dinginya
Valen mengelus dadanya dengan ucapan Tegar "Syukurlah kalau gitu"ucapnya dengan bahagia.Sedangkan Tasya hanya menggelengkan kepalanya.Mereka sudah tau jika Valen menyukai Tegar,ia bukan tipikal gadis lain yang menyembunyikan perasaannya kepada orang yang ia sukai
Tegar tidak menanggapi ucapan Valen yang sudah sering ia dengar selama Valen bersekolah di SMA Garuda
"Wajah merah karna malu!wajah sedih karna terharu! jangan bersikap cuek padaku!karna itu membuat ku makin Rindu"pantun dari Valen untuk Tegar langsung terucap dengan lantang membuat murid murid SMA Garuda yang masuk gerbang tersenyum mendengar pantun dari Valen
Nathan dan Tasya yang mendengar pantun dari Valen untuk Tegar hanya tertawa kecil.
"Bua mangga buah sir-"pantun untuk Tegar yang ketiga kalinya dari Valen langsung terputus karna perkataan Tegar
"Masuk ke kelas kalian! sebentar lagi bell jam pelajaran"ucap Tegar dengan suara dinginya
Nathan langsung menarik tangan Tasya untuk segera pergi dari gerbang sekolah, sementara Kayla langsung menarik tangan Valen untuk segera pergi dari gerbang sekolah.Valen berdecak kesal karna pantunya belum selesai Tegar sudah menyuruhnya untuk pergi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Alfa Riyansah
lanjut
2022-11-30
0
Rapa Rasha
lanjutkan kak
2022-11-04
0
StAr1086
bukannya irfan itu ayahnya guru olah raga kok jadi pengusaha sih...
2022-03-04
1