Kayla dan kedua sahabatnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.Dia sudah melihat Rara membaringkan kepalanya di atas meja dengan wajah kecutnya
"Kenapa lo Ra"Tanya Valen saat duduk di dekat Rara.
Rara mengangkat kepalanya melihat ke arah Valen, sementara Tasya dan Kayla masih menunggu jawaban dari Rara yang pagi pagi begini memasang wajah tak enak di pandang
Valen mengeluarkan alat make up-nya dari dalam tasnya
"Cerita dong Ra!jangan di pendam"Ucap Valen masih setia memakai bedak yang dia bawa dari rumahnya"siapa tau kita bisa bantu lo"Sambungnya lalu memakai pelembap bibir
"Gue lagi kesal"Ucap Rara
Seketika Valen berhenti memoles Wajahnya dengan bedak Wardah."Kesal sama siapa lo?"tanya Valen lalu memasukkan alat make up-nya di dalam tasnya.
"Cerita sama gue!siapa yang buat lo kesel!gue cekik orangnya"ucap Kayla menaikkan lengan bajunya
Valen meringis mendengar ucapan dari Kayla yang merupakan preman Sekolah SMA Garuda.Sedangkan Tasya hanya menggelengkan kepalanya dengan perkataan Kayla "Cerita sama kita dong Ra!"ucap Tasya dan di balas anggukan oleh antusias oleh kedua sahabatnya
Rara menarik nafasnya panjang sebelum berbicara kepada ke-tiga sahabatya"Gue kesel sama Kak Tegar"Ucap Rara membuat ke-tiga sahabatya menyeritkan alisnya.Tidak biasanya Rara akan kesal kepada Tegar
"Kak Tegar nipu gue"Sambungnya lalu menidurkan kembali kepalanya di meja miliknya
"Nipu lo"Ucap Valen dengan suara kecil
Rara mengangguk antusias mendengar ucapan dari Valen yang terdengar samar samar di telinganya
Valen mengambil kembali alat make up-nya yang ia simpan di tas,lalu beranjak dari kursinya membuat ketiga sahabatnya mengerutkan alisnya.Mau kemana Valen?
"Mau kemana lo Va?"Tanya Tasya kepada Valen
"Mau kasi pelajaran sama lope lope Tegar!"Ucap Valen lalu melenggang pergi
Sontak saja ke-tiga sahabatya menepuk jidatnya lalu menyandarkan kepalanya secara bersamaan
"Palingan kasi pantun buat Tegar"gumam Mereka hampir bersamaan
Di sinilah Valen di dekat lapangan basket,seulas senyum terbit di bibirnya saat melihat wajah Tegar berkeringat karena bermain bola basket dengan kacamata melekat di wajah tampannya
"Tampan banget sih kak Tegar!"Gumamnya meremas ujung roknya karna terpesona melihat wajah tampan milik Tegar yang bermain basket
Valen mengeluarkan bedak wardahnya di kantong seragamnya,dia mulai memoles Wajahnya dengan bedak yang dia bawa dari rumahnya."Perfect"gumamnya saat melihat wajahnya di cermin yang sudah cantik.Ia tidak tau mengapa Tegar sering kali menolaknya padahal dalam segi wajah Valen tidak jauh dari kata cantik
Valen menyimpan kembali bedaknya di dalam kantong seragam sekolahnya."My lope lope!i'm coming"gumamnya lalu kakinya berjalan untuk menghampiri Tegar
Langkah kaki Valen tiba tiba terhenti karna melihat kakak kelasnya yang sudah tidak asing lagi baginya yang sama sama menyukai Tegar
Adelia
Dia yang menghampiri Tegar dengan membawakan handuk kecil dan juga air mineral yang di terima dengan Tegar tanpa menolaknya
"Kata pak Marzuki lo siap siap!bentar lagi kita belajar buat persiapan olimpiade besok"ucap Lia kepada Tegar yang meneguk air mineral yang di bawa oleh dirinya
Tegar hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lia"gue bakalan siap siap dulu"ucap Tegar lalu melenggang pergi dari lapangan basket untuk segera bersiap-siap
Senyum terbit di bibir Lia saat melihat punggung Tegar telah menjauh"gue harap lo bakalan buka hati buat gue"Gumamnya lalu pergi dari lapangan basket
Bisa di katakan Tegar dan Adelia adalah berlian sekolah yang selalu di jaga.Mengapa?karna Tegar dan Adelia selalu membanggakan nama sekolah saat lomba olimpiade mewakili nama sekolah.
Sementara Valen?dia hanya tersenyum kecut dari kejauhan dia bisa melihat Tegar berinteraksi dengan Lia tanpa adanya unsur keterpaksaan
"Satu tambah satu sama dengan dua!aku cinta kamu tapi kamu cinta dia!"
Bukan Valen yang berpantun tetapi Kayla yang tiba tiba saja datang bersama Tasya dan juga Rara
Rara tertawa mendengar pantun dari Kayla yang sangat menyinggung perasaan Valen saat ini
"Sejak kapan lo suka pantun Kay!"Ucap Tasya dengan kekehan kecil
"Pantun itu khusus buat sahabat kita!Valen"ucap Kayla lalu merangkul pundak Valen
"Kuda lari makan hati!aku di sini yang tersakiti"pantun dari Valen keluar dengan nada lesuh mewakili perasaannya saat ini
Sontak saja ke-tiga sahabatya tertawa mendengar pantun dari Valen,ia tidak tau seberapa banyak pantun yang Valen ketahui sehingga ia selalu berpantun dengan suasana apapun
Dengan sisa tawanya Rara berusaha berbicara"Lo lu....cu"akhir kalimat Rara langsung terbata bata,tawa di wajahnya langsung hilang saat melihat Frezan menghampiri dirinya dan ketiga sahabatnya
Deg....
Rara terdiam saat melihat mata tajam Frezan menatapnya,dia langsung mengingat kejadian kemarin di mana dirinya menendang batu kerikil dan terkena Frezan.Rara seperti menahan nafasnya saat melihat Frezan melewati dirinya
Ketiga sahabatnya langsung berhenti tertawa, karna ia tau siapa Frezan? seorang preman Sekolah SMA Garuda,raja jalanan, tukang balapan, tukang buat onar dan banyak lagi julukan untuk Frezan dari guru guru SMA Garuda dan orang di luaran sana
Rara meringis saat melihat hansaples menempel di kepala Frezan,dia yakin luka yang di tutupin Frezan adalah luka bekas batu kerikil yang di tendang kemarin
Frezan menghampiri Tasya adiknya,lalu merogoh saku celananya untuk mengeluarkan sesuatu
"Nomor lo"Satu kata yang di keluarkan dari mulut Frezan dengan suara dingin nan datar membuat keempat gadis cantik itu terdiam.Ia tidak tau mengapa Frezan meminta nomor Tasya padahal mereka adik kakak.Bisa bisanya Frezan tidak menyimpan nomor adiknya sendiri dan baru ingin menyimpannya di Handphonya
Seulas senyum terbit di wajah Tasya,ia mengambil handphone yang di sodorkan Frezan.Adik mana yang tidak bahagia sekian lamanya ini pertama kalinya kakaknya Frezan meminta nomornya
Jari lentiknya mengetik nomornya sebanyak dua belas digit.Tanpa mengucapkan kata terimakasih Frezan langsung pergi meninggalkan ke-empat gadis cantik itu di lapangan basket dengan aura yang menyeramkan terpancar dari dirinya
Ketiga sahabat Tasya langsung menghampiri Dirinya."Hubungan lo sama kak Eza nggak baik yah Sya?"Tanya Rara saat Frezan sudah menjauh dari mereka
Tasya langsung mengangguk mengiyakan ucapan dari Rara "Kak Eza orangnya cuek!ini pertama kalinya dia minta nomor gue! biasanya gue yang nawarin nomor gue ke kak Eza"ucapnya melihat punggung Eza semakin menjauh
"Kalian kan satu rumah!kok kayak orang asing sih!"Ucap Valen
"Gue juga nggak tau!"Ucap Tasya "Tapi gue tetap sayang sama kak Eza!bagaimana pun dia kakak gue"Sambungnya dengan tersenyum
Rara hanya diam dengan fikirnya.Ia tidak tau jika Tasya dan Frezan tidak seharmonis Kakak adik di luaran sana seperti dirinya dan juga Elga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kok gak akur Frezan sama Tasya?? Apa adik bradik tiri iya??
2023-03-06
1
Alfa Riyansah
pantunya bgs oei
2022-11-30
0
Rapa Rasha
lanjut
2022-11-04
0