"Apa begini cara kamu Tumbuh dewasa Za"Rindi memejamkan matanya menasehati anaknya.Ini bukan pertama kalinya Frezan mendapatkan surat panggilan ke sekolah
"Jawab mama Za"Ucap Rindi menahan amarahnya agar tidak terlampiaskan kepada putra sulungnya
Frezan hanya diam mendengar ocehan Rindi saat ini.Frezan masih menggunakan seragam SMA Garuda belum sempat menggantinya karna mamanya tiba tiba memberikannya wejangan
Frezan langsung meninggalkan Rindi di ruang tamu.
Tasya yang melihat pertengkaran kakak dan juga mamanya dari balik pintu kamarnya hanya biasa terdiam.Dia tidak tau harus melakukan apa agar kakaknya mengubah kebiasaan buruknya
"Kamu nggak ada sopan santunnya sama mama Za"Ucap Rindi.Seketika langkah kaki Eza terhenti di anak tangga yang akan membawanya ke lantai dua
Frezan tersenyum getir mendengar ucapan Rindi."Bilang sama Eza dulu mah!siapa papa kandung Eza"ucapnya lalu menaiki gundukan tangga untuk membawanya ke kamarnya
Deg...
Tasya terdiam saat Frezan mengatakan di mana papa kandungnya.Pertanyaaan muncul di benak Tasya nggak mungkin kan kalau gue sama kak Eza bedah papa Tasya hanya membatin dia masih tidak percaya jika apa yang di ucapkan Frezan tadi.Frezan mencari papa kandungnya?itu berarti papa Ken bukan papa kandung Frezan?
setelah Tasya melihat Frezan masuk ke dalam kamarnya dia langsung menuruni anak tangga untuk segera menemui mamanya dia ingin minta penjelasan kepada Rindi tentang apa yang di ucapakan Eza tadi.
"Mah"panggilnya kepada Rindi.
Rindi yang sedang memejamkan matanya di sofa langsung melihat ke arah putrinya.Senyum terbit di bibirnya saat melihat Tasya menghampirinya
"Mah!Tasya mau tanya ke mama,tapi mama harus jawab jujur"ucap Tasya duduk di dekat Rindi
Rindi terdiam sejenak lalu mengangguk mengiyakan ucapan Tasya
"Apa benar Tasya sama kak Eza bedah papa"ucap Tasya kepada Rindi
Rindi terdiam...
dia tidak tau harus berkata apa kepada Tasya saat ini ."Mah!"panggil Tasya dengan menggenggam tangan Rindi "Tasya mohon mama jujur sama Tasya"Sambungnya menuntut jawaban dari Rindi saat ini
Rindi menarik nafasnya gusar lalu memberikan jawaban kepada Tasya "Kamu sama Eza beda papa"ucap Rindi dengan suara kecil
Setelah mendapatkan jawaban dari Rindi tadi Tasya langsung membaringkan tubuhnya di ranjangnya.Dia menatap langit langit kamarnya karna masih tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan dari mamanya.
Ting....
Seulas senyum terbit di bibir Tasya saat mendapatkan pesan dari kekasihnya
Nathan
Yang mengirimkan pesan kepada Tasya adalah Nathan yang baru dua hari ini menjadi kekasihnya.
Nathan
"besok gue jemput lagi ke sekolah"
Jari lentik Tasya mengetik untuk membalas pesan dari Nathan
"Iya kak Nath"
Balasnya lalu menyimpan handphonya di atas meja untuk segera mandi menyegarkan fikiranya saat ini
......................
Pagi pagi begini murid murid kelas X IPS langsung di suguhkan pemandangan yang sangat sayang untuk di lewatkan.
"Lo emang selalu cari masalah sama gue El"Ucap Kayla kepada Elgara yang mempunyai wajah songong yang dengan santainya mengunyah permen karet
"Mau gue jilatin tuh permen karet di pipi lo"Ucap Elga santai membuat Kayla menarik nafasnya panjang agar tidak terbawa emosi dengan sosok Elgara musuhnya sedari kecil
"Pindahin pake tangan lo El!bukan pake bibir lo itu"Ucap Kayla menunjuk pipinya yang terdapat permen karet berkat ulah Elga
Elga tersenyum simpul lalu mentap ke arah Kayla gadis yang sedari kecil tidak pernah akur dengan dirinya "Mau gue pindahin pake tangan gue atau pake bibir gue"Ucapnya dengan tersenyum membuat kepala Kayla berapi rapi mendengar ucapan dari Elgara
"PDKT jangan seperti GTA,di kode dulu baru peka. Seharusnya kayak PUBG, ketemu langsung nembak"
"Sana ucapin pantun lo sama Kak Tegar"Ucap Kayla dengan jijik mengambil permen karet di pipinya yang sudah di kunyah oleh Elga dan menempelkannya di pipinya.
Valen langsung duduk di bangkunya dengan Rara "Pantun gue buat yang merasakan"Ucap Valen sembari mengeluarkan bedaknya dari tas
Rara hanya memutar bola matanya jengah melihat Valen saat ini"Masih pagi Va!dan lo udah pake make up aja!bedak di wajah lo belum ilang kali"ucap Rara kepada Valen
Sementara Kayla langsung duduk di bangkunya menunggu kedatangan Tasya
Valen tersenyum ke arah Rara "Rara sayangnya Valen!"Ucap Valen dengan drama membuat Kayla berepresi ingin memuntahkan makanannya ke wajah Valen saat ini."Gue hari ini bakalan nembak Kak Tegar!jadi gue harus cantik saat nembak dia"Sambungnya lalu memakai lipblam di bibirnya
"Gila lo Va!nembak cowok duluan"Ucap Kayla kepada Valen
"Siapa bilang gue gila!"ucapnya membantah ucapan Kayla"yang gue lakuin itu berjuang demi orang yang gue cintai!gue nggak mau yah keduluan sama si Lia itu"Sambungnya dengan menyebut dengan malas nama Lia yang merupakan saingannya
"Lo kira kak Tegar mau sama lo Va!"Ejek Kayla kepada Valen
"Liat aja nanti!gue bakalan buat kak Tegar klepek klepek sama gue! nempel sama gue kek parangko"ucapnya dengan percaya diri
Valen bangkit dari bangkunya tidak lupa pula ia merapikan seragam sekolahnya dan juga rambutanya "Perfect"gumamnya lalu pergi
"Mau kemana lo"Tanya Kayla dan Rara secara bersamaan
"Mau nembak kak Tegar!supaya nggak keduluan sama Lia"Sambungnya lalu pergi meninggalkan kelasnya
"Cuman Tasya yang beres di antara kalian"Ucap Elga yang sedari tadi memperhatikan mereka bertiga
Sedangkan Kayla dan Rara menatap tajam Elga, itu berarti cuman Tasya yang waras mereka bertiga tidak.
Di sinilah Valen berada di perpustakaan sekolah tempat yang selalu di kunjungi oleh Tegar
Senyum terbit di bibir Valen saat melihat Tegar sedang membaca buku dengan kacamata melekat di wajahnya yang tampan.
Gadis blasteran indo Italia itu langsung mengahampiri meja Tegar
"Jalan- jalan ke Catalunya.Jangan lupa mampir ke Camp Nou.Hey kamu yang di sana,I love you"Pantun Valen langsung terdengar oleh Tegar yang sedang fokus membaca buku
Tegar menatap Valen sejenak lalu kembali membaca bukunya.
"Cinta tumbuh di-"pantun milik Valen langsung terhenti saat mendengar suara pak Marzuki
"Kamu mau membaca buku atau buat pantun"Ucap pak Marzuki kepada anak walinya.
Pak Marzuki adalah wali kelas X IPS
Valen langsung menyalami tangan pak Marzuki"Saya kesini bukan buat membaca pak"Ucapnya saat sudah menyalim tangan pak Marzuki "Tapi saya kesini ingin menyatakan cinta saya sama Kak Tegar"Sambungnya dengan Cengengesan
Buku yang di pegang pak Marzuki langsung terjatuh dia seperti mimpi buruk melihat mental muridnya yang satu ini terlalu berlebih ingin menembak Tegar
Valen langsung mengambil buku yang di jatuhkan oleh pak Marzuki
"Kamu ini Va!nggak ada kalem kalemnya"ucap pak Marzuki lalu mengambil buku yang di berikan oleh anak walinya
"Main mata sambil mesem mesem,tetep cinta,meski baunya asem.Panasin mentega karna mulai beku,kamu mau nggak jadi imanku?"
Lagi dan lagi pak Marzuki menjatuhkan bukunya sedangkan Tegar hanya tersenyum samar mendengar pantun dari Valen yang sangat ambigu di usianya yang masih sangat mudah.Meski Valen tidak tau jika Tegar tersenyum
"Kamu masih kecil sudah bahas imam! belajar yang benar dulu"ucap pak Marzuki dengan menarik kuping Valen yang melontarkan pantun yang membuat pak Marzuki menjadi gregetan dengan muridnya yang satu ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Mmg JODOH nih mereka berdua..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😂😂
2023-03-06
0
Qaisaa Nazarudin
Nah kan..ku hilang juga apa?? Eza ama Tasya bukan adik bradik kandung..
2023-03-06
0
Kawaii 😍
author emang TOP bgt pantunya 😁
2022-12-08
0