sekarang ini Elgara dan Asrifal berada di roftop Sekolah.Asap rokok mereka memenuhi roftop untung saja hanya mereka berdua di roftop.
Elgara melirik jam di pergelangan tanganya sepuluh menit lagi bell pelajaran akan masuk
Elga langsung mematikan rokoknya yang masih tinggal setengah,Elga tidak tau mengapa ia menjadi perokok padahal ayahnya tidak melakukan hal seperti itu
"Balik ke kelas"ucap Elga lalu beranjak dari kursi usam yang ia tempati
"Cepat banget sih El"gerutu Rifal,namun tidak urung ia tetap mematikan rokoknya karna ucapan dari El
"Lo mau Tegar adik lo liat kakaknya ngerokok! seharusnya lo jadi contoh buat Tegar!bukan sebaliknya"Ucap Elga dengan menyeringai ke arah Asrifal membuat Asrifal bergedik ngeri
Ia tidak tau kenapa pula Tegar dan Asrifal memiliki karakter yang sangat berbeda, padahal mereka saudara kandung
"Nggak usah senyum lo El!nggak ada tampan tampanyan lo senyum kek gitu!"Ucap Asrifal membuat Elga tertawa kecil "gue lebih tua dari lo!karna cuman gue ketinggalan kelas jadi gue masih SMA!tapi muka gue masih seperti anak SMA"Sambungnya dengan bangga
Elga hanya memutar bola matanya jengah, Asrifal memang tampan tapi ia kalah jauh jika bersanding dengan Tegar,bukan karna ketampanan Rifal kalah,hanya karna Tegar mempunyai aura yang berbeda sehingga menambah nilai plus dari dirinya
"Balik kelas"Ucap Elga
Rifal menarik pergelangan tangan Elga membuat dirinya tersentak jijik karna perlakuan Rifal
"Jijik"Ucap Elga dan Rifal bersamaan
"Tegar nggak ada El!dia lagi ikut olimpiade,jadi nggak bakalan ada yang dapat kita di sini"ucap Asrifal santai dengan menyisir rambutnya kebelakang
"Adik lo nggak ada!tapi adek gue Rara yang bakalan bertindak"ucap Elga dengan suara dingin,jika sudah menyangkut dengan Rara wajahnya akan berubah serius
Asrifal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Mana gue tau El"ucap Rifal dengan Cengengesan
Mereka berdua langsung turun dari roftop menuruni anak tangga dan di sambut senyum palsu oleh Rara
"Lagi ngerokok yah di atas"Ucap Rara dengan santainya membuat Elga dan Rifal saling menatap satu sama lain
"Teo,tulis nama mereka berdua"ucap Rara
Teo adalah teman sekelas Rara sekaligus sekretaris OSIS
Dengan cepat Teo langsung menulis nama ke-dua pria tampan di hadapannya
"Sudah Ra"ucap Teo saat ia sudah selesai menulis nama Rifal dan juga Elga
"Kita patroli di tempat lain"Ucap Rara melenggang pergi meninggalkan Rifal dan juga Elga
Rara berhenti sejenak di anak tangga lalu melirik kebelakang melihat Rifal dan juga Elga kembaranya"Karna Kak Tegar nggak ada!jadi Rara nggak hukum kalian"ucapnya lalu melangkahkan kakinya untuk segera menuruni anak tangga yang dia pijakkan
Langkah kaki Rara menuju ke belakang sekolah,karna tempat itu biasa di tempati anak anak SMA Garuda untuk bolos,ia sangat lelah mengambil peran Tegar untuk berpatroli di sekolah yang luasnya luar binasa.
Teo dengan setianya menemani Rara berpatroli sebelum masuk ke dalam ke kelas untuk mulai belajar
Bugh...
Bugh....
Langkah kaki Rara dan Teo terhenti mendengar suara pukulan bertubi-tubi,Rara dan Teo saling memandang
"Ada yang berantem"ucap Rara dan Teo secara bersamaan
Dengan cepat Rara dan Teo langsung berlari melihat siapa gerangan berkelahi pagi pagi seperti ini
Bugh...
pukulan mendarat di wajah lawannya sehingga dia langsung tersungkur di bawah tanah.Rara menutup mulutnya melihat apa yang di lakukan orang yang ia kenal
Frezan
Orang yang baku hantam saat ini adalah Frezan,tidak yang tau kenapa Frezan memukul orang di hadapannya
Frezan mencengkram kerah baju lawan di hadapannya yang sudah tidak berdaya lagi
Pukulan siap mendarat di wajah lawannya,namun suara Rara langsung menghentikan kegiatan Frezan.
"Berhenti"
tinggal berapa cm lagi pukulanya sudah mendarat jika suara Rara tidak terdengar di telinganya
Frezan langsung mendorong tubuh lawannya hingga terjatuh di tanah dengan wajah yang sudah memar.
Teo dan Rara langsung mengahampiri pria yang menggunakan seragam sekolah yang sama denganya yang terkulai lemas di bawah tanah karna pukulan bertubi-tubi dari Frezan
"Bawa dia ke UKS "Ucap Rara
Teo langsung membopong tubuh kakak kelasnya ke UKS,ia tau karena melihat lambang di lengannya kelas 12
sementara Frezan?hanya diam saja dengan tatapan datarnya seakan akan tidak terjadi sesuatu padanya
"Kak Eza"panggil Rara "Kak Eza bisa nggak sih nggak buat masalah kak Tegar nggak ada!Rara nggak bisa atasin ini semua kalau bukan Kak Tegar turun tangan!dan sekarang kak Eza buat masalah!"Sambungnya menatap lekat wajah Frezan yang masih setia dengan wajah datarnya
Frezan tidak menjawab ucapan dari Rara,ia langsung pergi meninggalkan Rara sendiri tanpa mengeluarkan sepatah katapun
"Kalau kayak gini!gua nyesel nyalonin jadi ketua OSIS"Ucap Rara lalu melenggang pergi
Rara langsung saja masuk ke dalam kelasnya,yang di mana ketiga sahabatnya telah menunggu dirinya yang sedang berpatroli dengan Teo
Tasya langsung beranjak dari kursinya mengahampiri Rara dengan wajah cemasnya
"Ra!apa benar kak Eza berantem lagi"Ucap Tasya
Ia sudah terbiasa mendengar jika kakaknya itu selalu berantem baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
Rara mengangguk mengiyakan ucapan dari Tasya "Kak Eza berantem sama Kak Joni"ucap Rara kepada Tasya
Rara langsung duduk di bangkunya bersama dengan Valen"Itu hal biasa kali Sya!kan anak muda"ucap Kayla merangkul pundak Tasya,ia tau Tasya sangat sedih jika mendengar Eza kenapa napa
"Gua takut Kay!kalau mama marahin kak Eza kalau dia tau kak Eza berantem lagi"ucap Tasya menyelundupkan kepalanya di meja
"Kan Ada om Ken yang belain kak Eza"Ucap Valen dan di balas anggukan kepala oleh kedua sahabatnya
Mereka tau jika Frezan selalu mendapatkan pembelaan dari Ken jika Frezan berbuat masalah lagi membuat Rindi jadi pusing melihat tingkah Frezan yang sudah di luar batasannya
Tasya mendongak kepalanya melihat ke-tiga sahabatya tersenyum ke arahnya memberikannya semangat
Huft
Pak Marzuki menghembuskan nafasnya gusar melihat murid yang tidak asing lagi di hadapannya
Frezan
Saat ini Frezan berada di ruangan BK karna Teo melaporkan jika Frezan berkelahi dengan teman sekelasnya Joni
"Apa kau tau Nak!kamu sudah berulang kali ketinggalan kelas"Ucap pak Marzuki dengan nada lembut,ia tau sifat Frezan sangat keras,bisa di katakan jika Elga dan Rifal berbuat salah maka pak Marzuki akan menghukum anak muridnya itu dengan sedikit kelucuan yang ia buat.
Tapi jika ia menangani masalah Frezan,ia akan berubah jadi guru yang menasehati Seperti anak kandungnya,karna pak Marzuki tau jika murid di hadapannya ini tidak seperti Elga atau Rifal akan di ajak bercanda dengan menarik kupingnya hingga memerah
"Bapak hanya ingin kamu naik kelas tahun ini Nak!bapak mohon,bapak tidak mau kamu ketinggalan kelas lagi"ucap Pak Marzuki dengan nada lembut kepada muridnya yang keras di hadapannya ini
Elga hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan dari pak Marzuki, membuat pak Marzuki harus seperti apa dengan muridnya yang irit bicara ini.Bahkan pak Marzuki belum melihat Frezan berbicara panjang kali lebar seperti murid lainnya,jangankan berbicara panjang kali lebar sepatah katapun saat ini belum ia ucapakan untuk membalas ucapan pak Marzuki
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ada masalah apa sebenarnya dgn Eza??🤫🤫
2023-03-06
1
Alfa Riyansah
iya Alex kan GK gitu ya
2022-11-30
0
Rapa Rasha
kak Eza kok gitu ya kenapa kak
2022-11-04
0