Ada Yang Beda

Semilir angin di tempat yang kini menjadi sebuah pertemuan di antara Alsa dan lelaki di depannya membuat suasana romantis semakin terasa di antara mereka. Antara romantis dan tegang bagi Alsa. Karena posisinya yang masih berada di lengan Gerald.

Lelaki yang tadi Alsa tabrak ialah Gerald. seseorang yang beberapa waktu lalu masuk dalam lamunan indah Alsa. Lalu kini dia sudah berada tepat di depan Alsa dengan jarak yang begitu dekat. Bahkan keduanya saling bersentuhan.

"Fyuuhh..!" Gerald meniup wajah Alsa yang membuat Alsa langsung terkesiap.

Itu salah satu kebiasaan Gerald yang ternyata belum hilang. Atau mungkin malah tidak akan hilang.

Alsa menegakkan badannya agar bisa berdiri dengan normal. Tentu saja dengan bantuan dari Gerald.

Setelahnya, Alsa kembali menatap Gerald lekat. Seakan dirinya takut kembali hanya dalam sebuah lamunan seperti tadi.

Jika lelaki di depannya sekarang benar-benar suaminya. Maka Alsa akui, banyak perubahan pada diri seorang Gerald. Yang mungkin saja jika gadis-gadis yang dulu mengaguminya melihat Gerald sekarang akan semakin gila. Gila akan Gerald yang semakin terlihat jauh lebih menawan.

"I miss you." Gerald menyatakan apa yang sedang dia rasa saat ini.

Sesuatu yang sudah dia tahan cukup lama selama ini.

Sementara Alsa masih terdiam, dia takut kembali kecewa jika kedatangan Gerald hanya berada dalam lamunan atau mimpinya saja.

"Cubit gue," suruh Alsa membuat Gerald menaikan sebelah alisnya.

Merasa tidak ada pergerakan dari Gerald membuat Alsa menarik tangan Gerald untuk mencubitnya. Tetapi baru saja Alsa akan menyentuh tangannya, Gerald kembali menarik tubuh Alsa agar semakin dekat dengannya.

Bak gaya slow motion Alsa kembali berada di peluk Gerald sekarang.

Deg

Jantung Alsa terpompa dengan sangat cepat. Ini terasa begitu nyata. Aroma Gerald yang juga sangat Alsa rindukan.

"I miss you." Gerald kembali membisikkan kata-kata yang sama karena belum mendapat jawaban dari Alsa.

Dengan wajah terkejutnya, Alsa menatap Gerald dengan bola mata yang membulat, begitu lekat dan terkesan mengamati, itu malah menambah kesan lucu dan semakin cantik di mata Gerald.

Cup

Gerald mengecup bibir Alsa lembut. Lalu kembali menatap gadis yang masih berada dipeluknya dengan tatapan memuja.

Dua tahun jauh dari Alsa ternyata membuat gadisnya tumbuh semakin dewasa dan cantik. Alsa sangatlah cantik dengan tubuh bak model sekarang.

"Gimana?" pertanyaan Gerald membuat Alsa tersadar.

"Jadi...lo klien yang Abim maksud?" Alsa bertanya masih dengan menatap Gerald lekat.

"Tepat," jawab Gerald seraya menarik pinggang Alsa agar lebih dalam masuk ke peluknya.

Alsa semakin tegang. Antara bahagia dan terkejut yang dia rasa saat ini. Jika lelaki di depannya ini memang Gerald yang nyata. Maka Alsa akan memukulnya karena sudah berani membuatnya tidak bisa membedakan mana nyata dan mimpi.

Cup

Gerald kembali mengecup Alsa dengan tiba-tiba. Lalu kembali menatap gadisnya yang masih berada di peluknya. Gerald mengamati di setiap bentuk wajah indah Alsa. Wajah yang selama ini terus terbayang di benaknya.

"Apa cuma gue yang kangen?" pertanyaan Gerald membuat mata Alsa membola.

"Tidak," singkat Alsa.

"Kenapa tidak dijawab?" tanya Gerald menunggu jawaban Alsa.

"Gu-gue takut ini hanya mimpi," jawab Alsa ragu.

Mendengar jawaban Alsa, Gerald kembali menaikan satu alisnya. "Mimpi?"

Alsa mengangguk mantab. Dia memang sering memimpikan Gerald, bertemu dengan Gerald, tetapi hanya lewat sebuah mimpi, bahkan beberapa waktu lalu saja Alsa masih bisa melamun kan Gerald sampai begitu detailnya.

"Jadi lo sering mimpi-in gue?"

Pertanyaan Gerald membuat Alsa menatapnya lemah. "Apa cuma gue?"

Gerald menggeleng. "Bukan cuma mimpi, tapi lo selalu di pikiran dan hati ini," Gerald menjeda kalimatnya.

"Setiap saat lo terasa nyata di dekat gue," lanjut Gerald membuat Alsa akhirnya tersenyum.

"Miss you too," jawab Alsa kembali masuk ke pelukan Gerald. Bahkan lebih dalam dari yang tadi.

Gerald mencium puncuk kepala Alsa lembut. Menumpahkan rasa rindu yang selama ini terpendam.

Cukup lama mereka melepas rindu. Sampai akhirnya Alsa sendiri yang melepaskan pelukan dan kembali menatap Gerald.

"Lo kerja sama dengan Abim?"

Mata Gerald menyipit. "Yes bab**y."

Alsa menghela napas. Abim benar-benar kurang ajar, tetapi Alsa juga sangat berterimakasih akan hal ini.

"Ikut gue!" Gerald mengajak Alsa menuju ke arah kamar.

Alsa pikir Gerald akan kembali menabur bunga dengan tulisan romantis di ranjang. Setelah tadi mendapat kejutan dengan tulisan kangen dari Gerald di kolam berenang. Tetapi dugaan Alsa salah. Tidak ada yang didesain dadakan di kamar. Tampak elegan seperti biasa tanpa ada romantisnya.

"Rald," panggil Alsa membuat Gerald menoleh.

"Gue tahu pikiran lo," ledek Gerald membuat pipi Alsa bersemu.

Malu jika Gerald benar-benar tahu isi pikirannya saat ini.

"Sini Al," Gerald menggandeng Alsa menuju ke arah jendela kamar yang sudah dibuka.

Pas di depan jendela. Di sana sudah ada helikopter dengan merentangkan sepanduk bertulisan I love you Alsava. Itu hampir sama seperti kejadian 2 tahun yang lalu, dimana mereka mengunjungi pasar malam sebelum keberangkatan Gerald.

Alsa menatap tidak percaya. Gerald masih seperti dulu, dan bahkan lebih romantis dari yang dulu.

Alsa kembali berhambur ke pelukan Gerald. "I love you too rald, more," jawab Alsa membuat senyum Gerald mengembang.

"Ini semua lo yang nyiapin?" Alsa melepaskan pelukan mereka.

"Ya," jawab Gerald singkat.

"Gue hampir gila karena lo," lanjut Gerald membuat mata Alsa menyipit.

"Gue? lo kangen berat sama gue?" tanya Alsa dan dijawab Gerald dengan anggukan kepala.

"Salah satunya, tetapi ada yang lebih bikin gue hampir gila," jelas Gerald membuat Alsa semakin penasaran.

"Apa?" tanya Alsa ingin tahu.

Dan disaat itu juga, wajah tampan Gerald sudah berubah seperti singa tampan yang siap menerkam mangsanya. Alsa bringsut mundur, tetapi Gerald semakin mendekat Seakan tidak mau melepas mangsa yang sudah berada di depa mata.

"Lo beneran ingin tahu?" tanya Gerald dengan tatapan menggoda tetapi juga menekan.

Alsa hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Entah kenapa bibirnya terasa kaku hanya untuk menjawab iya.

Terlebih kini Gerald dengan sengaja melepas kancing kemejanya satu persatu, bagaimana Alsa bisa tenang kalau disuguhkan pemandangan segar seperti itu untuk matanya.

Deg

Jantung Alsa kembali terpompa dengan cepat ketika dengan jarak yang begitu dekat melihat dada bidang Gerald dengan leluasa. Alsa pernah melihatnya beberapa tahun yang lalu, tetapi belum sesempurna sekarang.

Gerald benar-benar sudah terlihat semakin dewasa.

"Ra-rald, lo mau apa?" akhirnya Alsa bisa bersuara meski terdengar sangat kaku karena tegang.

Gerald menyeringai. "Lama nggak dekat dengan lo bikin gue cepet panas," jawaban Gerald membuat Alsa semakin menegang.

Fix, kalau sudah seperti ini pasti ada sesuatu nantinya.

"Lo-lo perlu mandi mungkin Rald." Alsa masih mencoba untuk tetap tenang. Meski hatinya sudah menjerit hebat.

"Gue perlu lo Al, bukan air," jawaban Gerald telak membuat Alsa bungkam.

Alsa harus berpikir lebih keras untuk itu. Dan sialnya, ekor matanya malah terus saja meminta Alsa untuk melirik ke arah dada bidang Gerald yang begitu menggodanya sekarang.

Mamp*s, gue tegang banget ini batin Alsa merutuki dirinya yang semakin menegang ketika Gerald terus menyudutkannya sampai di batas dinding.

"Kita bukan pengantin baru lagi Al." Gerald berucap dengan jemarinya mengusap lembut dagu milik Alsa.

Alsa tertahan, ketika jemari Gerald dengan sengaja mengusap bibir bagian bawahnya. "Gue kangen ini," bisik Gerald membuat tubuh Alsa semakin menegang.

Mereka bukan lagi pengantin baru, tetapi berdua seperti saat ini membuat Alsa kembali kaku. Apa lagi jika Alsa amati, Ada yang beda dalam diri Gerald.

Gerald semakin pintar dalam hal apapun. Termasuk membuat hatinya berbunga seperti tadi, lalu kemudian dibuat tegang seperti saat ini.

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

cuaca LG panas² woy mau baca adegan yg panas. duh

2024-10-07

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

panas... bgt... thoi

2024-06-06

0

Sri Bayoe

Sri Bayoe

lanjut nih

2023-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Yang Baru
2 Sebentar Lagi
3 Obat Penawar Rindu
4 Lamunan Terasa Nyata
5 Klien Misterius
6 Ada Yang Beda
7 Kembali Merasakan
8 Polemik Cinta
9 Bertemu Mantan
10 Reuni Mantan Osis
11 What The F*ck!!!
12 Mulai Posesif
13 Ada Sesuatu
14 Baku Hantam
15 Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16 Coklat Racun
17 Bulepotan
18 Sebuah Pesan
19 Ada Yang Aneh
20 Cireng Oh Cireng
21 Dia Punya Gue (Gerald)
22 Viko Kabur
23 Ngidam Aneh
24 Alsa VS Ninda Done
25 Fakta yang Menyakitkan
26 Asal Kau Bahagia
27 Ini Sakit
28 Sesal Mendalam
29 Ada-Ada Saja
30 Aku-Kamu
31 Aku Pemiliknya
32 Bucin (Bumbu Cinta)
33 Ada Aku
34 Sederhana Tapi Bahagia
35 Kesal Tapi Suka
36 Selama Ada Kamu
37 Segelas Susu
38 Benar Dia
39 Baik Tapi Jahat
40 Moment Langka
41 Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42 Gagal
43 Cemburu
44 Morning Sweet
45 Tidak Ada Tempat
46 Kali Kedua
47 Malu Tapi Mau
48 Tidak Tepat
49 Obat Spesial
50 Selalu Ada Cara
51 Ajaib
52 Persiapan Persalinan
53 Welcome Baby El
54 Bayi Besar
55 Siapa?
56 Best Friend
57 Terbuka Hati
58 Senekat Itu?
59 Sandiwara
60 Sesal Datang Terlambat
61 Membaik
62 Bahagia Itu Sederhana
63 Datang Terlambat?
64 Hot Daddy
65 Tangis El
66 Pesta Panas
67 Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68 Itu Kita
69 Peluk Yang Dirindukan
70 Titik Bahagia
71 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Yang Baru
2
Sebentar Lagi
3
Obat Penawar Rindu
4
Lamunan Terasa Nyata
5
Klien Misterius
6
Ada Yang Beda
7
Kembali Merasakan
8
Polemik Cinta
9
Bertemu Mantan
10
Reuni Mantan Osis
11
What The F*ck!!!
12
Mulai Posesif
13
Ada Sesuatu
14
Baku Hantam
15
Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16
Coklat Racun
17
Bulepotan
18
Sebuah Pesan
19
Ada Yang Aneh
20
Cireng Oh Cireng
21
Dia Punya Gue (Gerald)
22
Viko Kabur
23
Ngidam Aneh
24
Alsa VS Ninda Done
25
Fakta yang Menyakitkan
26
Asal Kau Bahagia
27
Ini Sakit
28
Sesal Mendalam
29
Ada-Ada Saja
30
Aku-Kamu
31
Aku Pemiliknya
32
Bucin (Bumbu Cinta)
33
Ada Aku
34
Sederhana Tapi Bahagia
35
Kesal Tapi Suka
36
Selama Ada Kamu
37
Segelas Susu
38
Benar Dia
39
Baik Tapi Jahat
40
Moment Langka
41
Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42
Gagal
43
Cemburu
44
Morning Sweet
45
Tidak Ada Tempat
46
Kali Kedua
47
Malu Tapi Mau
48
Tidak Tepat
49
Obat Spesial
50
Selalu Ada Cara
51
Ajaib
52
Persiapan Persalinan
53
Welcome Baby El
54
Bayi Besar
55
Siapa?
56
Best Friend
57
Terbuka Hati
58
Senekat Itu?
59
Sandiwara
60
Sesal Datang Terlambat
61
Membaik
62
Bahagia Itu Sederhana
63
Datang Terlambat?
64
Hot Daddy
65
Tangis El
66
Pesta Panas
67
Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68
Itu Kita
69
Peluk Yang Dirindukan
70
Titik Bahagia
71
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!