Mulai Posesif

Suasana kantin kampus cukup ramai. Alsa berjalan menghampiri teman-temannya yang tadi sudah lebih dulu datang ke kantin.

Melihat kedatangan Alsa membuat Icha berteriak menyuruh Alsa ke meja mereka. "Al sini!"

Alsa menoleh seraya mengangguk. Lalu berjalan menuju dimana letak meja sahabatnya. Tetapi lagi-lagi baru beberapa langkah sudah kembali dihentikan oleh salah satu mahasiswi yang dengan sengaja menabraknya.

"Sorry gue sengaja," ucapnya tersenyum miring.

Alsa menghela napas. Lagi-lagi seniornya mencoba mencari masalah dengannya.

"Iya gue tahu!" jawab Alsa seraya berdiri dan berniat untuk pergi.

"Kak...jangan curang dong!"

Itu suara Icha yang menghampiri mereka. Mahasiswi itu tersenyum sinis. Lalu berlalu pergi meninggalkan Icha yang akan kembali memaki. Tetapi Alsa sudah lebih dulu mencegahnya.

"Kok lo nggak lawan sih Al?" kesal Icha.

Biasanya Alsa memang melawan. Tetapi untuk yang tadi kedua kalinya Alsa mendapat perundungan dari seniornya. Alsa memilih untuk tidak memperpanjang masalah.

"Mereka caper Cha!" jawab Alsa yang mendapat gelengan kepala.

Bukan, bukan itu yang ingin Alsa katakan. Sebenarnya pikirannya kini sibuk dengan kata-kata Rasya tadi. Mendadak Alsa jadi merasa khawatir jika Gerald benar-benar akan pindah ke kampusnya.

Padahal tanpa Alsa ketahui. Kepindahan Gerald ke kampusnya karena rasa khawatir Gerald terhadap laki-laki yang terus menganggu atau mengejar Alsa.

"Lo Al? kapan lo ganti baju?" tanya Kia melihat baju yang Alsa kenakan tidaklah sama seperti tadi.

"Eh..anj*r gue baru ngeh lo pakai baju beda." Icha ikut menimpali.

"Bosan pakai baju yang tad-" ucapan Alsa terpotong karena tanpa sengaja melihat seniornya yang tadi dengan sengaja merundungnya.

Tetapi yang membuat Alsa heran, kini langkah mereka berjalan menuju ke mejanya. Dengan wajah yang sudah berubah drastis dari ketika tadi mereka bersikap sinis. Kini mereka seakan takut dengan Alsa.

"Lho... kakak ngapain pada ke sini?" tanya Kia melihat seniornya yang berjumlah 5 orang itu berdiri di depan meja mereka.

"Ki-kita mau minta maaf sama Alsa," jelas mereka secara langsung.

Icha dan Kia saling pandang. Sebelum pandangan keduanya jatuh kepada Alsa yang sedang memijat pelipisnya.

"Ini kenapa Al? lo ngumpetin apa sama kita?" selidik Icha.

Tidak lama Abim yang tadi pergi datang menemui mereka. Sebelum Alsa menjawab pertanyaan Icha.

"Cepetan minta maaf, kalau kalian nggak mau berurusan sama cowok yang tadi," suruh Abim membuat mereka mengangguk serentak.

Yang mereka takuti bukanlah Abim. Tetapi Rasya yang kembali mengancam dan akan mengeluarkan mahasiswi tersebut. Dan jelas saja ancaman Rasya tidaklah main-main. Terlebih ketika Rasya memberitahu jika kampus yang kini mereka tempati ialah milik kekasih Alsa.

Gerald memang sudah lebih dulu membeli kampus itu sebelum dirinya pindah. Dengan harapab agar dosen-dosen di luar sana mau melepasnya.

"By." Icha menatap Abim tidak paham.

"Alsa, kita minta maaf, dan kita janji nggak akan ngulangi lagi, pleas maafin kita Al," ucap salah satu sebagai perwakilan dari mereka.

Alsa menghela napas. Lalu mengangguk dengan pelan. "Iya gue udah maafin, kalian boleh pergi," jawab Alsa yang langsung mendapat anggukan kepala dari mereka.

"Eits...enak aja main pergi, sini!" suruh Icha membuat mereka mau tidak mau menurut.

Byurrr

"Impas," ucap Icha seraya menaruh gelas minumnya.

Semua mata terbelalak melihat tindakan Icha. Tidak terkecuali Abim yang tiba-tiba menganggur tengkuk lehernya yang tidak gatal.

Jika Alsa dan Kia sudah ada perubahan lebih dewasa dalam mengambil tindakan. Lain dengan Icha yang masih mudah tersulut dengan emosi.

"Itu balasan buat Kakak karena beraninya keroyokan!" tegas Icha dengan seringai di bibirnya.

"Cha! udah!" tegur Alsa membuat Icha menatap Alsa kesal.

"Salah sendiri nggak bilang sama kita," jawab Icha yang hanya dijawab Alsa dengan gelengan kepala.

Alsa berjalan santai menuju ke mobilnya. Hari ini Alsa memang tidak bertemu dengan Viko sama sekali. Tetapi tetap saja masalah di kampusnya tidak berhenti begitu saja. Dari ketika para seniornya merundungnya. Lalu tadi sebelum bersiap pulang ada beberapa mahasiswa yang dengan sengaja meminta foto dengannya. Itu mereka gunakan kesempatan sebaik mungkin karena Viko sedang tidak masuk di kampusnya.

"Akh...." Alsa duduk di dalam mobil.

Pikirannya kembali teringat dimana Gerald yang akan melanjutka kuliah di kampusnya. Menurut Alsa sangatlah aneh. Gerald itu sangat cerdas. Dia bahkan rela meninggalkan universitas oxford demi pindah ke kampusnya. Itu tidak masuk akal bagi Alsa.

Dengan kecepatan sedang. Alsa melajukan mobilnya menuju ke kantor Ivander. Akhir-akhir ini Gerald memang lebih sering berkunjung ke kantor setelah pulang dari pendidikannya. Mungkin kini Gerald cukup percaya diri untuk membantu Ayahnya.

Sampai di depan kantor. Alsa langsung turun dan berjalan menuju ruangan Gerald. Dia akan bertanya langsung maksud dari kepindahan Gerald.

Bruk

"Shit!" umpat Alsa yang lagi-lagi harus tertabrak orang.

Entah hari ini sudah yang keberapa kalinya. Dan sialnya orang yang kini menabraknya berani menangkap Alsa agar tidak sampai terjatuh.

"Sorry Al," ucap seseorang membuat Alsa menoleh.

Suaranya cukup familiar untuknya. Dan ternyata itu salah satu sahabat suaminya, Verrel.

Alsa terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berniat untuk melepaskan diri dari Verrel. Tetapi semakin Alsa ingin terlepas, disaat itu pula genggaman tangan Verrel semakin kuat.

"Sorry lep-"

"Sayang."

Itu suara Gerald yang sudah lebih dulu memotong ucapan Alsa tadi. Dan tentu saja karena kedatangan Gerald membuat Verrel akhirnya melepaskan Alsa.

Gerald mendekat ke arah keduanya. Dengan sengaja tangannya menarik pinggang ramping Alsa agar lebih mendekat dengannya. Hal itu tentu saja tidak luput dari pandangan Verrel yang tepat berada di depannya.

"Sorry Rald, gue tadi nggak sengaja nabrak Alsa," ucap Verrel merasa tidak enak dengan Gerald.

Gerald mengangguk. "I know, kita duluan ya?" pamitnya lalu menarik Alsa untuk menuju ke ruangannya.

Verrel menatap kepergian Alsa dan Gerald. Ekor matanya melirik ke arah tangannya yang tadi sempat menyangga tubuh Alsa.

"Lo pengecut Rel," gummanya tersenyum miris.

Sementara Gerald kini membawa Alsa ke kamar mandi di ruangannya.

"Rald gue mau bicara penting," ucap Alsa melihat Gerald yang sibuk menyiapkan air mandi untuknya.

"Lo mandi dulu Al," suruh Gerald membuat Alsa melongo.

"Kenapa?" heran Alsa.

"Karena tubuh lo ada bekas Verrel," jelas Gerald membuat mata Alsa membola.

Alsa memang tidak suka dengan apa yang Verrel lakukan padanya. Tetapi tidak sampai segila Gerald juga.

"Gerald!" tekan Alsa membuat Gerald malah mendekat ke arahnya.

"Apa sayang?" tanya Gerald dengan pandangan mata berbeda.

"Verrel itu sahabat lo, jangan ngaco deh!" jelas Alsa yang sebenarnya mencoba agar Gerald tidak berpikir yang tidak-tidak.

"Gue nggak suka lo deket-deket sama cowok lain apa lagi sampai pelukan kayak tadi, termasuk sama sahabat gue," jelas Gerald membuat Alsa semakin tidak habis pikir.

"Mandi Al, setelah itu gue mau ngajak lo ke suatu tempat," bisik Gerald seraya mengusap pinggang Alsa yang tadi sempat di pegang oleh Verrel.

Alsa masih berdiam diri di tempatnya. Merasa aneh dengan sikap Gerald yang tiba-tiba berubah.

"Ini gue yang aneh apa dia sih?" gumam Alsa bingung sendiri.

"Mandi sayang." Gerald kembali muncul dari balik pintu.

"Atau mau gue temenin?" tawar Gerald dengan sengaja.

"No!" buru-buru Alsa menutup pintu kamar mandi.

Akan lain cerita jika membiarkan Gerald mandi bersamanya.

Terpopuler

Comments

qilaaazxxx

qilaaazxxx

demi apaa!!!university of oxford dongg😭😭

2024-09-15

1

Nouna Chaca

Nouna Chaca

/Smile//Smile//Smile//Smile/

2024-09-15

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

gkpp posesif... suami jg al...

2024-06-06

0

lihat semua
Episodes
1 Yang Baru
2 Sebentar Lagi
3 Obat Penawar Rindu
4 Lamunan Terasa Nyata
5 Klien Misterius
6 Ada Yang Beda
7 Kembali Merasakan
8 Polemik Cinta
9 Bertemu Mantan
10 Reuni Mantan Osis
11 What The F*ck!!!
12 Mulai Posesif
13 Ada Sesuatu
14 Baku Hantam
15 Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16 Coklat Racun
17 Bulepotan
18 Sebuah Pesan
19 Ada Yang Aneh
20 Cireng Oh Cireng
21 Dia Punya Gue (Gerald)
22 Viko Kabur
23 Ngidam Aneh
24 Alsa VS Ninda Done
25 Fakta yang Menyakitkan
26 Asal Kau Bahagia
27 Ini Sakit
28 Sesal Mendalam
29 Ada-Ada Saja
30 Aku-Kamu
31 Aku Pemiliknya
32 Bucin (Bumbu Cinta)
33 Ada Aku
34 Sederhana Tapi Bahagia
35 Kesal Tapi Suka
36 Selama Ada Kamu
37 Segelas Susu
38 Benar Dia
39 Baik Tapi Jahat
40 Moment Langka
41 Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42 Gagal
43 Cemburu
44 Morning Sweet
45 Tidak Ada Tempat
46 Kali Kedua
47 Malu Tapi Mau
48 Tidak Tepat
49 Obat Spesial
50 Selalu Ada Cara
51 Ajaib
52 Persiapan Persalinan
53 Welcome Baby El
54 Bayi Besar
55 Siapa?
56 Best Friend
57 Terbuka Hati
58 Senekat Itu?
59 Sandiwara
60 Sesal Datang Terlambat
61 Membaik
62 Bahagia Itu Sederhana
63 Datang Terlambat?
64 Hot Daddy
65 Tangis El
66 Pesta Panas
67 Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68 Itu Kita
69 Peluk Yang Dirindukan
70 Titik Bahagia
71 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Yang Baru
2
Sebentar Lagi
3
Obat Penawar Rindu
4
Lamunan Terasa Nyata
5
Klien Misterius
6
Ada Yang Beda
7
Kembali Merasakan
8
Polemik Cinta
9
Bertemu Mantan
10
Reuni Mantan Osis
11
What The F*ck!!!
12
Mulai Posesif
13
Ada Sesuatu
14
Baku Hantam
15
Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16
Coklat Racun
17
Bulepotan
18
Sebuah Pesan
19
Ada Yang Aneh
20
Cireng Oh Cireng
21
Dia Punya Gue (Gerald)
22
Viko Kabur
23
Ngidam Aneh
24
Alsa VS Ninda Done
25
Fakta yang Menyakitkan
26
Asal Kau Bahagia
27
Ini Sakit
28
Sesal Mendalam
29
Ada-Ada Saja
30
Aku-Kamu
31
Aku Pemiliknya
32
Bucin (Bumbu Cinta)
33
Ada Aku
34
Sederhana Tapi Bahagia
35
Kesal Tapi Suka
36
Selama Ada Kamu
37
Segelas Susu
38
Benar Dia
39
Baik Tapi Jahat
40
Moment Langka
41
Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42
Gagal
43
Cemburu
44
Morning Sweet
45
Tidak Ada Tempat
46
Kali Kedua
47
Malu Tapi Mau
48
Tidak Tepat
49
Obat Spesial
50
Selalu Ada Cara
51
Ajaib
52
Persiapan Persalinan
53
Welcome Baby El
54
Bayi Besar
55
Siapa?
56
Best Friend
57
Terbuka Hati
58
Senekat Itu?
59
Sandiwara
60
Sesal Datang Terlambat
61
Membaik
62
Bahagia Itu Sederhana
63
Datang Terlambat?
64
Hot Daddy
65
Tangis El
66
Pesta Panas
67
Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68
Itu Kita
69
Peluk Yang Dirindukan
70
Titik Bahagia
71
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!