Baku Hantam

Wajah itu terlihat sangat damai

Sangat memikat dan

Sangat membuatku ingin selalu melihat tawanya tanpa ada tangi**s

Gerald mengecup lembut kening Alsa yang sudah terlelap. Lalu tangannya mengusap lembut bagian pucuk kepala. Alsa mengingkari janjinya untuk menunggu Gerald. Tetapi melihat arah jarum jam saat ini membuat Gerald menggeleng.

Pilihan Alsa benar untuk tidak terjaga dan menunggunya. Karena Gerald pulang sudah lewat tengah malam.

Kemericik air membuat mata Gerald terlelap. Ucapan seseorang yang tadi dia temui sangat menganggunya.

"Brengs*k!" sebuah tinju cukup keras melesat di dinding kamar mandi.

Tidak ada luka pada tangannya. Hanya sedikit merah akibat tindakannya. Tetapi hati Gerald saat ini sangat terluka. Terluka untuk Alsa.

Pagi ini cukup cerah. Alsa terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang masuk lewat celah jendela kamar menganggunya. Tubuhnya sempat menengang menyadari ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang.

Terdengar helaan napas setelah sadar jika itu tangan kekar Gerald yang memeluknya. Hidup 2 tahun tanpa Gerald di sisinya cukup membuat Alsa merasa beda saat ini dan setelah kembalinya Gerald.

Tubuhnya memutar menghadap ke arah Gerald. Menatap lamat wajah tampan dengan mata yang masih terpejam. Senyumnya tertarik ke atas melihat wajah teduh itu. Dekat dengan Gerald sangat membuatnya nyaman saat ini.

"Tadi malam pulang jam berapa?" Alsa bertanya seolah Gerald mendengarkan.

Jemarinya usil mengelus alis tebal Gerald yang terlihat sangat rapih.

"Sorry ya gue nggak kuat buat tungguin lo," lanjutnya lagi masih dengan senyum. Sebelum wajahnya berubah masam mengingat kepindahan Gerald ke kampusnya.

"Ketlay, motif lo apa sih sampai ninggalin kampus terbaik dan terhalu untuk gue sama yang lain?"

"Atau jangan-jangan lo mau mata-matain gue ya? atau...lo bener-bener udah pengen anak dari gu-"

Kalimat Alsa terpotong melihat sudut bibir Gerald tertarik ke atas. Sebelum Alsa dibuat tegang karena mata terbuka Gerald.

"Iya," singkat Gerald menatap Alsa dengan separuh nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul.

Untuk beberapa detik mereka saling beradu pandang. Sampai akhirnya Gerald sudah berhasil mengecup singkat bibir Alsa. Sekali lagi Alsa dibuat tegang karena Gerald. Dan sialnya, Alsa malah seakan terhipnotis dengan membiarkan apa yang ingin Gerald lakukan.

"Gue ingin anak dari lo Al," bisik Gerald membuat Alsa melotot.

Sementara Gerald tertawa lirih melihat wajah Alsa yang semakin tegang.

"Kenapa?" tanya Gerald yang hanya mendapat gelengan kepala dari Alsa.

"Boleh kan?" lanjut Gerald lagi. Dan sekali lagi Alsa menganggukan kepalanya.

"Sekarang ayo kita proses Al," lirih Gerald membuat Alsa tersadar.

"Gerald gue ada kuliah pag- emmhhhh..." Alsa tidak bisa melanjutkan ucapannya karena bekapan dari bibir Gerald yang kini mulai menyapu di sekitar bibirnya.

_______

Alsa duduk di sebelah kursi kemudi dengan wajah sedikit masam. Gerald membuatnya telat pagi ini. Dan Alsa tidak mau sampai tidak diterima dosen karena ulah Gerald.

"Ngambek tapi tetep cantik." Gerald melajukan mobilnya untuk mengantar Alsa ke kampus.

Gerald masih harus mengurus beberapa formulir agar bisa segera pindah.

"Nggak lucu!" tegas Alsa dan dijawab Gerald denga anggukan kepala.

"Gue emang nggak lagi ngelawak sih."

Alsa menatap Gerald kesal. "Pokoknya kalau gue sampai nggak di terima lo tanggung jawab Rald."

"Pasti. Jangankan nggak diterima, lo hamil juga gue pasti tanggung jawab Al," goda Gerald

"Gerald...!" kesal Alsa membuat Gerald tertawa.

"Sorry," ucap Gerald dengan nada berbeda. Gerald seperti menahan sesuatu. Jelas saja hal itu membuat Alsa menoleh ke arah Gerald yang kini sudah menampilkan mimik wajah berbeda. Gerald benar-benar terlihat sedih.

"Rald gue-"

"It's okay Al, gue tahu nggak seharuanya tadi minta sama lo."

"Bukan itu Rald, gue siap kapanpun lo minta," jawab Alsa membuat seringai terlihat dari wajah Gerald. Hanya saja tepat ketika Alsa tidak melihatnya.

"Tapi untuk anak, apa nggak terlalu cepat?" lanjut Alsa lirih. Alsa takut akan menjadi perdebatan panjang di antara mereka jika membahas tentang anak yang masih belum menemukan titik temu.

"Oke nunggu lo bener-bener siap," terdengar helaan napas dari Gerald.

"Rald gue-"

"Gue cuma ingin yang terbaik buat lo Al, dan gue sedang berusaha untuk itu," jelas Gerald membuat Alsa tersenyum.

Haru rasanya mendapat sosok laki-laki seperti Gerald. Lebih mementingkan kebahagiaan pasangan dari pada diri sendiri.

"Nggak mau keluar?" pertanyaan Gerald membuat Alsa mengernyit.

"Ngusir?" Alsa memasang wajah cemberut.

Gerald tertawa. "Nggak mungkin, tapi kalau lo masih di sini lo akan benar-benar telat Al," jelas Gerald membuat mata Alsa membola.

Mobil Gerald sudah berhenti tepat di depan gerbang kampus. Padahal tadi masih di jalanan. Alsa menggeleng mengingat keahlian yang Gerald miliki dan mungkin hanya dia dan orang terdekat yang tahu. Gerald memiliki keahlian dalam mengemudi.

"Gue serasa dibawa sama mas Rossi," komentar Alsa membuat sebelah alis Gerald terangkat.

"Bukannya dia GP ya?" Gerald membenarkan apa yang Alsa katakan.

Alsa mencebikan bibirnya. "Rossi fersi formula 1 Rald," bela Alsa membuat tawa Gerald meledak.

"Ish ngeselin.." kesal Alsa seraya turun dari mobil.

"Iya cantik," balas Gerlad menatap Alsa yang mulai melangkah jauh.

"Alsa!" panggil Gerald membuat Alsa menoleh.

"Makasih untuk pagi ini." Gerald tersenyum dengan kedipan sebelah matanya. Lalu pergi meninggalkan Alsa yang masih berdiri di tempatnya.

Antara ingin meledek Gerald dengan sebutan genit dan manis. Tetapi Alsa lebih memilih diam dan melanjutkan langkahnya.

Aman, tidak ada tanda-tanda Alsa telat, dan semua berkat keahlian mengemudi Gerald yang lagi-lagi bisa menyelamatkannya.

"Bege...lo nggak bakal telat Al kalau punya sopir sekelas Lewis Hamilton." Alsa merutuki dirinya yang tadi sempat kesal dengan Gerald takut akan telat. Itu karena Alsa yang lupa dengan keahlian yang Gerald miliki itu.

Selesai mata kuliah pertama Alsa berjalan sendiri menuju ke kantin. Tadi kedua sahabatnya sudah lebih dulu ke sana. Baru setengah jalan terlihat Viko yang sudah berdiri di depannya. Jika saja Alsa tidak fokus dengan jalanan. Mungkin saja Alsa akan menabrak Viko yang dengan sengaja memasang badan untuk menghadangnya.

Tidak ingin mengambil pusing. Alsa memilih untuk melewati Viko di sisi kiri. Tetapi dengan cepat Viko berpindah ke sisi kiri jalan. Bahkan ketika Alsa berpindah ke sisi kanan, Viko masih melakukan hal yang sama.

Alsa kesal. Dia berhenti seraya menatap Viko marah. Jika kemarin Alsa bebas dari gangguan Viko. Lain cerita dengan hari ini yang sudah dibuat kesal dengan tindakan Viko.

"Bisa minggir nggak?" Alsa menatap jengah Viko di depannya.

"Nggak!" tegas Viko menantang.

Hilang kesabaran membuat Alsa mendorong tubuh Viko agar menyingkir dari hadapannya. "Gila!"

Viko terkekeh. Ada seringai yang terlihat dari wajah tampannya. "Gue punya rahasia besar lo Alsava!"

Langkah kaki Alsa terhenti. Tetapi masih tetap pada posisinya membelakangi Viko yang kini mulai mendekat ke arahnya.

"Ck, langsung ciut nyali lo," ledek Viko membuat tangan Alsa terkepal.

"Apa mau lo?" tantang Alsa yang sudah tidak tahan menghadapi cowok di depannya.

Viko memutar langkahnya mengelilingi Alsa. Jemarinya bermain di sekitar dagunya. "Lo tanya apa mau gue?"

"Hmmm...biar gue kasih tahu," jeda Viko berhenti tepat di depan Alsa.

"Gue mau lo temenin gue nanti malam," bisik Viko membuat Alsa melotot.

Bugh

Sebuah pukulan mendarat tepat di wajah Viko. Abim datang dan langsung memberi pelajaran untuk Viko.

"Abim!" teriak Alsa melihat Abim dan Viko saling menyerang satu sama lain. Semua mahasiswa/i kini sudah berkerumun melihat aksi dua mahasiswa ganteng yang sangat menarik perhatian.

"Kak Viko!" teriak mahasiswi centil yang merupakan salah satu fans dari Viko.

"Stop!" Alsa berdiri di tengah-tengah mereka.

Abim dan Viko saling lempar pandang sebagai musuh.

"Abim udah, dia tidak pantas untuk kita ladeni." Alsa menarik tangan Abim untuk segera pergi.

"Seseorang tahu kelakuan lo ke Al, habis lo!" ancam Abim membuat mata Viko memanas.

"Al..! Alsa..!" Viko memanggil Alsa yang sudah berjalan pergi meninggalkannya.

"Viko!" Ninda datang berniat menjadi penolong.

Sementara kini, Alsa dan Abim sedang mendengar celotehan Icha yang tidak hentinya membuat Abim meringis sakit karena perlakuan kasar Icha ketika mengobati Abim.

"By sakit," keluh Abim nyengir menahan rasa perih di wajahnya.

"Makanya jangan sok jadi jagoan, gue bukannya nggak suka lo bantuin Alsa, tapi kalau lawan Kak Viko itu jangan tangan kosong, pakai benda apa gitu kek yang bisa buat mukul," cerocos Icha membuat mereka menahan senyum.

"Malah pada ngeledek, gue serius bege," kesal Icha seraya menekan luka di wajah Abim.

"Auw.. sakit By," lagi-lagi Abim mengeluh.

"Bodo."

Alsa tersenyum. Lalu menatap Icha dan Abim secara bergantian. "Icha sorry ya, gara-gara gue pacar lo jadi bonyok gitu, Bim thank lo udah bantuin gue tadi," jelas Alsa yang mendapat pelukan dari Kia.

"Dih...solid banget persahabatan kita," ucapnya haru.

"Paan sih?" jawab Alsa menoyor kepala Kia.

Mungkin nggak sih kalau Gerald benaran pindah Viko nggak ganggu lagi Batin Alsa mengingat kepindahan Gerald nanti.

Terpopuler

Comments

Riri Lala

Riri Lala

knp alsava susah bnget ngmng dah punya suami

2024-07-08

0

Trisna

Trisna

gue ketawa sama mulut pedas Lo icha

2024-07-06

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ki pikir Gerald udah habis awal masa kuliahnya,Dia kan otak atas rata2 jd bisa aja waktu kuliahnya di luar negri dari 3-4 tahun,jadi 2 tahun kan..

2023-08-02

2

lihat semua
Episodes
1 Yang Baru
2 Sebentar Lagi
3 Obat Penawar Rindu
4 Lamunan Terasa Nyata
5 Klien Misterius
6 Ada Yang Beda
7 Kembali Merasakan
8 Polemik Cinta
9 Bertemu Mantan
10 Reuni Mantan Osis
11 What The F*ck!!!
12 Mulai Posesif
13 Ada Sesuatu
14 Baku Hantam
15 Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16 Coklat Racun
17 Bulepotan
18 Sebuah Pesan
19 Ada Yang Aneh
20 Cireng Oh Cireng
21 Dia Punya Gue (Gerald)
22 Viko Kabur
23 Ngidam Aneh
24 Alsa VS Ninda Done
25 Fakta yang Menyakitkan
26 Asal Kau Bahagia
27 Ini Sakit
28 Sesal Mendalam
29 Ada-Ada Saja
30 Aku-Kamu
31 Aku Pemiliknya
32 Bucin (Bumbu Cinta)
33 Ada Aku
34 Sederhana Tapi Bahagia
35 Kesal Tapi Suka
36 Selama Ada Kamu
37 Segelas Susu
38 Benar Dia
39 Baik Tapi Jahat
40 Moment Langka
41 Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42 Gagal
43 Cemburu
44 Morning Sweet
45 Tidak Ada Tempat
46 Kali Kedua
47 Malu Tapi Mau
48 Tidak Tepat
49 Obat Spesial
50 Selalu Ada Cara
51 Ajaib
52 Persiapan Persalinan
53 Welcome Baby El
54 Bayi Besar
55 Siapa?
56 Best Friend
57 Terbuka Hati
58 Senekat Itu?
59 Sandiwara
60 Sesal Datang Terlambat
61 Membaik
62 Bahagia Itu Sederhana
63 Datang Terlambat?
64 Hot Daddy
65 Tangis El
66 Pesta Panas
67 Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68 Itu Kita
69 Peluk Yang Dirindukan
70 Titik Bahagia
71 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Yang Baru
2
Sebentar Lagi
3
Obat Penawar Rindu
4
Lamunan Terasa Nyata
5
Klien Misterius
6
Ada Yang Beda
7
Kembali Merasakan
8
Polemik Cinta
9
Bertemu Mantan
10
Reuni Mantan Osis
11
What The F*ck!!!
12
Mulai Posesif
13
Ada Sesuatu
14
Baku Hantam
15
Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16
Coklat Racun
17
Bulepotan
18
Sebuah Pesan
19
Ada Yang Aneh
20
Cireng Oh Cireng
21
Dia Punya Gue (Gerald)
22
Viko Kabur
23
Ngidam Aneh
24
Alsa VS Ninda Done
25
Fakta yang Menyakitkan
26
Asal Kau Bahagia
27
Ini Sakit
28
Sesal Mendalam
29
Ada-Ada Saja
30
Aku-Kamu
31
Aku Pemiliknya
32
Bucin (Bumbu Cinta)
33
Ada Aku
34
Sederhana Tapi Bahagia
35
Kesal Tapi Suka
36
Selama Ada Kamu
37
Segelas Susu
38
Benar Dia
39
Baik Tapi Jahat
40
Moment Langka
41
Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42
Gagal
43
Cemburu
44
Morning Sweet
45
Tidak Ada Tempat
46
Kali Kedua
47
Malu Tapi Mau
48
Tidak Tepat
49
Obat Spesial
50
Selalu Ada Cara
51
Ajaib
52
Persiapan Persalinan
53
Welcome Baby El
54
Bayi Besar
55
Siapa?
56
Best Friend
57
Terbuka Hati
58
Senekat Itu?
59
Sandiwara
60
Sesal Datang Terlambat
61
Membaik
62
Bahagia Itu Sederhana
63
Datang Terlambat?
64
Hot Daddy
65
Tangis El
66
Pesta Panas
67
Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68
Itu Kita
69
Peluk Yang Dirindukan
70
Titik Bahagia
71
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!