Bertemu Mantan

Siang ini Alsa sudah berdiri tepat di depan gerbang kampus. Tadi dia sudah meminta Gerald untuk menjemputnya. Dan seperti tadi pagi, Gerald juga sudah menawarkannya untuk menjemput.

"Alsa...!" panggil Kia menghampiri Alsa.

Alsa menoleh. Lalu mengernyit melihat Kia yang berjalan ke arahnya. "Kok belum balik?" tanya Alsa membuat Kia memutar bola matanya jengah.

"Bege! mau ke cafe lo kan?" jawab Kia membuat Alsa mengangguk. Alsa baru ingat jika nanti mereka berniat untuk kumpul di cafe tomad.

"Icha udah pulang?" tanya Alsa dan dijawab Kia dengan anggukan kepala.

"Biasa pacaran dulu sama Abim," jelas Kia yang mendapat tawa dari Alsa.

"Heran gue, mereka masih asik aja pacaran, nggak kau tunangan dulu atau apa gitu kek," komentar Alsa tidak habis pikir.

Tidak lama mobil Gerald yang tadi pagi mengantar Alsa datang. Alsa tersenyum melihat jemputan yang dia tunggu datang.

Kaca depan mobil itu terbuka. Menampilkan sosok lelaki tampan yang Alsa ketahui bernama Rasya. Dia merupakan kaki tangan Gerald sekarang. Dia juga yang ditugaskan untuk menjaga Gerald selama belajar di luar negeri waktu itu. Dan itu atas permintaan kedua orang tua Gerald. Mengingat Gerald yang masih remaja dan pergi meninggalkan seorang istri.

Baik Bunda Nimas ataupun Ayah Hendy tidak mau anaknya sampai tersesat pergaulan di luar sana.

"Al. Gerald lagi ikut lagi ikut meeting," jelasnya membuat Alsa mengangguk.

Alsa berniat untuk masuk ke dalam mobil. Tetapi melihat Kia yang masih terbengong di tempatnya membuat Alsa menatap heran.

"Kia..!" panggil Alsa menyadarkan lamunan Kia.

"Eh..Al, dia...bukan Kak Gerald kan?" tanya Kia dengan tatapan mata tidak lepas dari Rasya.

Alsa menghela napas. "Ngaco! udah sana balik kita ketemu nanti malam di cafe!" usir Alsa membuat mata Kia mengangguk.

"Gue duluan ya Al, jangan lupa tuh cowok nanti malam di suruh gabung," bisik Kia seraya cekikikan.

Alsa menggeleng melihat tingkah Kia. Tetapi dia cukup senang melihat Kia yang sekarang kembali ceria, Kia sudah bisa melupakan mantan pacarnya sepenuhnya.

Sementara Alsa berniat untuk masuk. Lagi-lagi tangannya sudah lebih dulu di cegah oleh seorang laki-laki.

Viko datang dan langsung menghampiri Alsa tanpa diduga. Bahkan kini sudah banyak mahasiswi yang melihat ke arah mereka.

"Viko!" Alsa terkejut melihat Viko yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.

"Lepasin tangan gue!" Alsa mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Viko.

"Mau kemana lagi lo?" tanya Viko menatap Alsa penuh selidik.

"Bukan urusan lo!" bentak Alsa seraya membanting genggaman tangan Viko agar terlepas.

"Duh..kak viko kenapa masih ngejar Alsa sih?"

"Sama gue aja Kak."

Beberapa mahasiswi yang melihat saling berbisik. Mereka mengira jika Viko sedang mencoba untuk memperbaiki hubungan di antara mereka.

"Lepasin tangan Alsa!" ucap seseorang yang keluar dari mobil.

Viko menoleh ke arah Rasya yang sedang menatapnya tajam. Lalu beralih menatap Alsa yang juga sedang menatapnya tidak kalah tajam.

Bibirnya tertarik ke atas melihat Rasya yang kini mendekat ke arahnya. "Jadi dia?" tanya Viko membuat Alsa menaikan sebelah alisnya.

"Jangan ganggu Alsa!" tegas Rasya membuat Viko tertawa hambar.

"Lo siapa Alsa? gue cowok dia!" jelas Viko dengan menunjuk ke arah Alsa.

"Viko! lo gila!" kesal Alsa dan dijawab Viko dengan tawa sesumbar.

Gila. Viko memang sudah gila sampai menyatakan sesuatu yang tidak benar.

Rasya menatap Viko selidik. Beralih menatap Alsa yang sedang menggeleng pelan.

"Lo nggak perlu tahu siapa gue, yang jelas jangan pernah ganggu Alsa kalau hidup lo mau tenang!" Rasya berucap seraya menepuk pundak Viko.

Alsa menatap Viko yang masih menatapnya dengan tatapan susah diartikan. Lalu masuk ke dalam mobil Gerald. Hanya saja Alsa duduk di belakang, tidak berama dengan Rasya yang berada di depan.

Setelah kepergian mobil Alsa. Viko mengepalkan tangannya kuat. Tadinya dia berniat untuk berkelahi dengan Rasya, tetapi melihat banyak fansnya yang melihat membuatnya harus tahan untuk tidak tersulut emosi.

Sekarang gue kalah Al, lihat saja nanti Batin Viko kembali menuju ke mobilnya.

Tanpa mereka sadari. Ninda yang sedari tadi mengamati perdebatan di antara mereka sedang berpikir keras. Ninda tidak bodoh dengan mobil yang baru saja dia lihat. Dia seakan paham, tetapi si pembawa mobil, Ninda tidaklah tahu dia siapa.

"Itu bukan Gerald deh," gumamnya masih terus berpikir karena rasa penasarannya.

Sedangkan di dalam mobil. Rasya melirik ke arah Alsa dari balik kaca mobil. Alsa terlihat tampak kesal sekarang.

"Al," panggil Rasya membuat Alsa menoleh.

Rasya memang masih seumuran dengan mereka. Dan bekerja dengan Gerald tidak diharuskan untuk memanggil atasannya dengan sebutan bos. Mereka seperti teman dan saudara.

"Tadi itu?" tanya Rasya ragu.

"Viko. Salah satu mahasiswa gila di kampus gue," jelas Alsa membuat Rasya mengangguk mengerti.

"Tolong jangan bilang Gerald masalah yang tadi ya?" pinta Alsa dan dijawab Rasya dengan anggukan kepala pelan.

"Tapi kalau dia macam-mac-"

"Nggak akan, dia dari dulu cuma berani ngancam," potong Alsa yang kembali mendapat anggukan kepala dari Rasya.

"Saran gue sih, mending lo jujur sama Gerlad, tidak akan baik ke depannya kalau Gerald sampai tahu dari orang lain." Rasya mencoba untuk memberi penjelasan kepada Alsa.

"Dari lo maksudnya?" tuduh Alsa membuat Rasya tertawa.

"Mata-mata Gerald bukan cuma gue Al," jawab Rasya dengan senyum. Dan tetap fokus pada setir mobilnya.

"Kenapa Gerald pulang mendadak sih?" tanya Alsa membuat Rasya terdiam.

Ya karena lo Alsa Batin Rasya menghela napas.

"Nih gue bukannya nggak suka dia pulang ya? tapi menurut gue aneh tahu nggak." Alsa mencoba memikirkan sesuatu yang cukup mengganjal menurutnya.

"Btw...Gerald di sana gimana? maksud gue dia suka main kemana gitu? sama teman-temannya yang cowok atau-"

"Cewek maksud lo?" potong Rasya seraya menggelengkan kepalanya.

"Gue nggak bilang ya?"

Rasya tertawa. Kedua pasangan suami istri muda itu ternyata sama-sama merasa khawatir akan adanya orang ke tiga. Mereka saling percaya, tetapi pasti jauh di dalam hatinya ada rasa kecurigaan meski hanya sekecil biji semangka.

Sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan gedung megah dan tinggi dengan tulisan Ivander grup di depannya.

"Ke kantor dulu nggak papa ya?" tanya Rasya yang hanya dijawab Alsa dengan anggukan kepala.

Aneh Rasya. Sudah sampai baru bertanya.

Alsa turun dari mobil dan langsung meninggalkan Rasya.

Langkahnya santai menuju dimana ruangan suaminya berada. Alsa memang tidak pernah berkunjung ke kantor martuanya. Tetapi dia cukup hafal dimana letak ruangan Gerald dan martuanya.

Setelah tepat di depan pintu ruangan Gerald. Alsa menghela napas dalam. Rasanya sedikit gugup hanya untuk kembali bertemu dengan Gerald. Sama gugupnya ketika para pegawai akan mendaftar pekerjaan.

"Sial. Berasa mau ketemu bos aja gue," gumamnya kembali menarik dan membuang napas dengan pelan.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!" suara dari dalam ruangan membuat Alsa langsung menggapai knop pintu untuk membukanya. Dan...

Deg

Tubuh Alsa kaku di tempat ketika melihat Gerald bukan hanya seorang diri di ruangannya. Tetapi Gerald bersama dengan seseorang yang dulu sangat Alsa kenali.

Bahkan Alsa tidak habis pikir kenapa bisa kembali bertemu dengan orang yang pernah berada di masa lalunya. Takdirkah ini? atau memang Tuhan sudah merencanakan jalan hidup yang berbeda. Entah lebih baik atau akan lebih rumit lagi.

Gerald menatap Alsa seraya mendekat ke arah Alsa. Dengan bangganya dia menarik pinggang Alsa agar lebih dekat dengannya.

"Duduk sayang." Gerald menuntun Alsa untuk duduk di kursi singgah sananya.

Dan tepat di depan meja Gerald. Lelaki tampan yang juga sedang terkejut melihat keberadaan Alsa di depannya. Digo. Lelaki yang pernah menjadi bagian hidup Alsa di masa SMA dulu.

Digo tidak terkejut jika Alsa dan Gerald kini sudah hidup bersama. Tetapi bertemu dengan Alsa dalam keadaan seperti sekarang ini membuat Digo merasa tidak nyaman. Disaat Digo dengan terang-terangan sedang meminta bantuan dari kantor Gerald untuk membangkitkan kembali perusahaan yang saat ini sedang diambang kehancuran.

"Ra-rald...gue tunggu di dalam saja," ucap Alsa ragu.

Gerald mengangguk dengan seringai di bibirnya. Permintaan Alsa untuk menunggu dirinya di dalam malah membuat mereka terlihat semakin int*m di depan Digo.

Yang dimaksud Alsa di dalam ialah kamar yang terletak di ruangan Gerald. Dan itu memang didesain khusus untuk tempat istirahat Gerald ketika berada di kantor. Meski sebenarnya dia sangat jarang berkunjung ke kantor Ayahnya.

"Selamat. Semoga kalian bahagia," ucap Digo setelag kepergian Alsa.

Gerald mengangguk. Menatap Digo dengan sudut bibir tertarik ke atas. Gerald bukan lelaki bodoh yang tidak tahu arti pandangan Digo terhadap Alsa. Dia tahu jika lelaki di depannya ini masih mengagumi istrinya.

Sementara Digo mengepalkan tangannya kuat. Sebenarnya dia masih setengah ikhlas melepas Alsa. Terlebih melihat Alsa yang kini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Persis seperti apa yang Bunda Digo katakan dulu. Jika Alsa nantinya akan tumbuh seperti bunga mekar yang sangat indah.

Really Bund Batin Digo mengingat ucapan Ibundanya.

Terpopuler

Comments

novi 99

novi 99

yang menyukai Alsa ternyata banyak jg ....

kasihan ya nasib Digo .

2024-07-09

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

al.. rald.... kalian harus punya komitmen... dan cinta yang kuat... dalam menghadapi ujian dan godaan...

2024-06-06

0

YEkaMirna

YEkaMirna

betul sekali rasya... dgr tu al...

2022-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 Yang Baru
2 Sebentar Lagi
3 Obat Penawar Rindu
4 Lamunan Terasa Nyata
5 Klien Misterius
6 Ada Yang Beda
7 Kembali Merasakan
8 Polemik Cinta
9 Bertemu Mantan
10 Reuni Mantan Osis
11 What The F*ck!!!
12 Mulai Posesif
13 Ada Sesuatu
14 Baku Hantam
15 Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16 Coklat Racun
17 Bulepotan
18 Sebuah Pesan
19 Ada Yang Aneh
20 Cireng Oh Cireng
21 Dia Punya Gue (Gerald)
22 Viko Kabur
23 Ngidam Aneh
24 Alsa VS Ninda Done
25 Fakta yang Menyakitkan
26 Asal Kau Bahagia
27 Ini Sakit
28 Sesal Mendalam
29 Ada-Ada Saja
30 Aku-Kamu
31 Aku Pemiliknya
32 Bucin (Bumbu Cinta)
33 Ada Aku
34 Sederhana Tapi Bahagia
35 Kesal Tapi Suka
36 Selama Ada Kamu
37 Segelas Susu
38 Benar Dia
39 Baik Tapi Jahat
40 Moment Langka
41 Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42 Gagal
43 Cemburu
44 Morning Sweet
45 Tidak Ada Tempat
46 Kali Kedua
47 Malu Tapi Mau
48 Tidak Tepat
49 Obat Spesial
50 Selalu Ada Cara
51 Ajaib
52 Persiapan Persalinan
53 Welcome Baby El
54 Bayi Besar
55 Siapa?
56 Best Friend
57 Terbuka Hati
58 Senekat Itu?
59 Sandiwara
60 Sesal Datang Terlambat
61 Membaik
62 Bahagia Itu Sederhana
63 Datang Terlambat?
64 Hot Daddy
65 Tangis El
66 Pesta Panas
67 Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68 Itu Kita
69 Peluk Yang Dirindukan
70 Titik Bahagia
71 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Yang Baru
2
Sebentar Lagi
3
Obat Penawar Rindu
4
Lamunan Terasa Nyata
5
Klien Misterius
6
Ada Yang Beda
7
Kembali Merasakan
8
Polemik Cinta
9
Bertemu Mantan
10
Reuni Mantan Osis
11
What The F*ck!!!
12
Mulai Posesif
13
Ada Sesuatu
14
Baku Hantam
15
Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16
Coklat Racun
17
Bulepotan
18
Sebuah Pesan
19
Ada Yang Aneh
20
Cireng Oh Cireng
21
Dia Punya Gue (Gerald)
22
Viko Kabur
23
Ngidam Aneh
24
Alsa VS Ninda Done
25
Fakta yang Menyakitkan
26
Asal Kau Bahagia
27
Ini Sakit
28
Sesal Mendalam
29
Ada-Ada Saja
30
Aku-Kamu
31
Aku Pemiliknya
32
Bucin (Bumbu Cinta)
33
Ada Aku
34
Sederhana Tapi Bahagia
35
Kesal Tapi Suka
36
Selama Ada Kamu
37
Segelas Susu
38
Benar Dia
39
Baik Tapi Jahat
40
Moment Langka
41
Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42
Gagal
43
Cemburu
44
Morning Sweet
45
Tidak Ada Tempat
46
Kali Kedua
47
Malu Tapi Mau
48
Tidak Tepat
49
Obat Spesial
50
Selalu Ada Cara
51
Ajaib
52
Persiapan Persalinan
53
Welcome Baby El
54
Bayi Besar
55
Siapa?
56
Best Friend
57
Terbuka Hati
58
Senekat Itu?
59
Sandiwara
60
Sesal Datang Terlambat
61
Membaik
62
Bahagia Itu Sederhana
63
Datang Terlambat?
64
Hot Daddy
65
Tangis El
66
Pesta Panas
67
Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68
Itu Kita
69
Peluk Yang Dirindukan
70
Titik Bahagia
71
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!