Obat Penawar Rindu

Hari ini setelah selesai membantu Bunda Nimas menyirami tanaman hiasnya. Alsa berniat untuk langsung mandi dan bersiap ke kampus. Kebetulan hari ini ada jadwal siang. Jadi Alsa memilih untuk membantu Bunda Nimas terlebih dahulu sebelum berangkat.

Ekor matanya melirik ke arah ponsel yang tergeletak di ranjang kamarnya. Tangannya tertarik untuk mengambil ponselnya dengan harapan Gerald sudah memberi kabar untuknya. Tetapi apa yang diharapkannya sirna. Notif yang dia dapat sama sekali tidak ada yang dari Gerald.

"Sibuk banget ya?" gumam Alsa kembali melempar ponselnya ke ranjang.

Tubuhnya dia rebahkan di atas ranjang. Matanya menatap langit kamarnya. Mengingat Gerald yang hanya mengabarinya kemarin sore membuat hatinya sedikit gelisah. Selama ini mereka selalu rajin memberi kabar meski jarang melakukan panggilan lewat video.

Meski pernah sampai hampir satu minggu sama-sama diam karena begitu sibuk.

Tangannya meraba sisi ranjang yang membuatnya teringat akan Gerald. Dimana sudah cukup lama Alsa tidur sendiri tanpa ditemani seorang suami.

"Miss u Rald," gumam Alsa memejamkan matanya.

Detik berikutnya Alsa bangkit lalu mengambil boneka mini di sudut ranjang. Dia cium beberapa kali sampai membuatnya geli sendiri.

"Nggak mahal sih, tapi bikin seneng," gumamnya tersenyum manis.

Dirasa cukup, Alsa memutuskan untuk langsung mandi dan bersiap. Tetapi baru saja selesai mandi. Ponselnya yang tergeletak di ranjang sedari tadi sudah berbunyi.

"Siapa sih?" gumamnya seraya mengambil ponselnya.

Nama Icha yang tertera di layar ponsel. Dengan sedikit malas Alsa mengangkat sambungan telepon dari Icha.

Alsa

*Ada apa Cha?

(..)

what? (terkejut)

(..)

oke ketemu di cafe tomad ya*

Tut

Setelah mengatakan itu. Alsa langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan Icha.

"Ini gila," gumamnya dengan jemari lentiknya bermain indah di layar ponselnya.

Setelah melihat apa yang tadi Icha katakan. Alsa memejamkan matanya seraya meremat kuat ponselnya.

"Di kasih jantung terus minta hati, brengs*k!" umpat Alsa ditujukan untuk seseorang.

Mobil Alsa sudah terparkir rapih di cafe tomad milik Gerald yang sekarang dikelola olehnya. Begitu juga dengan mobil Kia yang sudah lebih dulu sampai.

Alsa langsung masuk dan menghampiri kedua sahabatnya yang sudah menunggu.

"Al!" teriak Icha melihat kedatangan Alsa.

"Gaes!" sapa Alsa duduk di depan Icha dan Kia.

"Al sorry, ini karena gue maksa lo kemarin," ucap Icha sesal.

Alsa menggeleng, tidak membenarkan apa yang dikatakan oleh Icha. "Ini nggak ada hubungannya sama lo Cha," bantah Alsa yang mendapat anggukan kepala dari Kia.

"Terus apa rencana lo selanjutnya?" Kia menatap Alsa lekat. Dan dijawab Alsa dengan gelengan kepala.

Untuk saat ini, Alsa tidak tahu apa yang harus dilakukannya terhadap Viko yang sudah sengaja mengunggah foto candid Alsa tadi ketika baru saja turun dari mobilnya. Dan sialnya, Alsa tidak sadar ketika Viko dengan sengaja mengambil gambarnya.

"Cakep sih cakep, tapi aji mumpung banget tahu nggak Kak Viko!" Icha mengumpat kesal mengingat apa yang dilakukan oleh senior mereka sampai membuat heboh seantero kampus.

"Dih...masih aja dipuji cowok kek gitu juga," cibir Kia yang membuat Icha seketika bungkam.

Icha masih merasa bersalah karena hal ini.

Alsa menghela napas pasrah. Susah memang jika sudah terlibat insiden dengan idola kampus mereka. Alsa bukan dari salah satu mahasiswi yang menginginkan beritanya tersebar dengan mahasiswa terkenal itu.

"Nggak bisa! gue harus temuin Viko sekarang!" Alsa bangkit dari duduknya yang membuat Icha dan Kia ikut bangkit juga.

"Al! jangan gegabah!" Kia mengingatkan Alsa untuk berpikir lebih jauh lagi jika ingin melabrak Viko.

Masalahnya yang mereka hadapi ini seorang laki-laki yang kebetulan juga memiliki banyak pengagum, tidak akan mudah untuk Alsa melawan Viko.

Alsa menggigit bibir bagian dalamnya. Pikirannya kacau saat ini, Alsa tidak suka dengan tindakan Viko yang menjadikannya bahan berita untuk para ratu gosip di kampusnya.

Sorry gue mungkin buat lo kecewa sekarang Batin Alsa teringat akan Gerald yang sedang berada jauh di sana.

"Gimana kalau kita minta bantuin bimbim?" Icha menawarkan ide yang cukup membuat Alsa dan Kia antusias. Abim adalah salah satu orang yang mereka harapkan saat ini. Mengingat Viko juga lumayan mengenal baik Abim di kampus.

"Cakep, gue setuju kali ini sama lo Cha!" jawab Kia semangat.

Begitu juga dengan Alsa yang mengangguk setuju. "Ya udah kalian cepet temuin Abim, gue nyusul setelah selesai ngecek pembukuan."

Kia dan Icha mengangguk semangat. Mereka segera bangkit meninggalkan cafe untuk menemui Abim. Dengan harapan juga semoga mulut ember Abim tidak sampai memberitahu Gerald tentang berita di kampus yang harus menyeret nama Alsa.

Setelah kepergian kedua sahabatnya. Alsa masuk ke dalam untuk mengecek pembukuan. Bukannya langsung membuka beberapa buku yang tertata di meja. Alsa justru malah duduk di ranjang yang terdapat di ruangan itu.

"Bege..bege..bege..." Alsa memukul-mukul pelan kepalanya.

Kedua tangannya menutup wajah cantiknya. Merasa sedikit kacau dengan berita yang pastinya sekarang sedang menjadi topik hangat di kampusnya.

Merasa sedikit gerah Alsa membuka beberapa kancing bajunya si bagian atas. Padahal AC di ruangan itu masih menyala, tetapi karena pikirannya sedang kacau membuatnya merasa gerah hati dan juga body.

"Panas banget lagi," gumamnya berniat untuk memanggil salah satu pegawai untuk mengambilkan minumnya.

Tetapi, niatnya ter urungkan karena sebuah gelas dengan minuman boba yang sangat menggodanya disodorkan di depannya. Dengan semangat Alsa mengambil dan langsung meneguknya tanpa berpikir apapun.

Selesai minum, Alsa menghela napas lega. "Gila, gue bener-bener gila karena ini," gumamnya mengatur napas.

"Gila karena apa?"

"Ya karena tuh cowok lah, siapa lagi emangnya!" Alsa menjawab tanpa sadarnya akan sesuatu hal.

Seseorang yang juga berada di ruangan itu mengangguk. "Jadi lo selingkuh dari suami lo?"

Alsa menggeleng, tatapan matanya masih lurus ke depan. "Gue nggak selingkuh, tapi siapa sih yang nggak suka sama cewek cantik kayak gue gini?"

"Sampai bosan rasanya di kejar-kejar terus," lanjutnya membuat seseorang yang berada di ruangan itu menahan senyum.

"Tau ah pusing gue lagi ada mas-"

Deg

Alsa baru menyadari kejanggalan yang sedari tadi terjadi. Dengan tubuh yang sudah menegang, perlahan Alsa menoleh ke arah samping dimana sudah berdiri sosok laki-laki yang beberapa tahun ini sangat dia rindukan.

Tubuhnya semakin menegang melihat Gerald berdiri tepat di sebelahnya.

Jika dulu terjadi kejadian seperti saat ini. Mungkin Alsa akan mengumpat dengan kata-kata kasar seperti 'mamp*s atau sial' untuk merutuki dirinya. Tetapi saat ini berbeda. Ada sesuatu hal yang beda Alsa rasakan ketika kembali bertemu dengan Gerald.

Alsa terdiam, diamnya Alsa bukan hanya karena rasa terkejutnya melihat Gerald berdiri di depannya saat ini, tetapi seakan tidak nyata untuk Alsa. Bagaimana bisa Gerald tiba-tiba datang disaat Alsa sedang mengumpat karena masalah yang terjadi dengan dirinya.

Meski sama-sama terdiam, tetapi sorot mata keduanya seakan berbicara penuh arti dari hati ke hati.

Sorot mata itu Batin Alsa merasa nyata dengan lelaki di depannya ini, meski masih ada ketidak percayaan dalam dirinya.

"Gu-gue... nggak lagi mimpi kan?" ucapnya merasa ragu.

Gerald menggeleng pelan. Langkah kakinya maju mendekat ke arah Alsa. Sorot mata tajam yang beberapa tahun ini tidak dapat Alsa lihat secara langsung. Alsa merindukan itu.

"I miss u," kalimat yang Gerald katakan membuat Alsa menggeleng dengan senyum, bersamaan dengan linangan air matanya yang sudah berhasil jatuh di wajah cantiknya.

"I miss u too..so much," Alsa berhambur ke pelukan lelaki yang teramat dia rindukan.

Jika boleh mengungkapkan kata i miss u saja rasanya tidak akan cukup, rindu yang Alsa rasakan terhadap Gerald jauh lebih berat seperti apa yang Dylan katakan.

Dan sekarang obat penawar rindunya sudah berada di depan mata.

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

Miss bertubi²

2024-10-07

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

senang.. bahagia nya alsa...

2024-06-06

0

Bunga Dahlia

Bunga Dahlia

akhirnya yg dirindukan telah didepan mata

2023-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Yang Baru
2 Sebentar Lagi
3 Obat Penawar Rindu
4 Lamunan Terasa Nyata
5 Klien Misterius
6 Ada Yang Beda
7 Kembali Merasakan
8 Polemik Cinta
9 Bertemu Mantan
10 Reuni Mantan Osis
11 What The F*ck!!!
12 Mulai Posesif
13 Ada Sesuatu
14 Baku Hantam
15 Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16 Coklat Racun
17 Bulepotan
18 Sebuah Pesan
19 Ada Yang Aneh
20 Cireng Oh Cireng
21 Dia Punya Gue (Gerald)
22 Viko Kabur
23 Ngidam Aneh
24 Alsa VS Ninda Done
25 Fakta yang Menyakitkan
26 Asal Kau Bahagia
27 Ini Sakit
28 Sesal Mendalam
29 Ada-Ada Saja
30 Aku-Kamu
31 Aku Pemiliknya
32 Bucin (Bumbu Cinta)
33 Ada Aku
34 Sederhana Tapi Bahagia
35 Kesal Tapi Suka
36 Selama Ada Kamu
37 Segelas Susu
38 Benar Dia
39 Baik Tapi Jahat
40 Moment Langka
41 Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42 Gagal
43 Cemburu
44 Morning Sweet
45 Tidak Ada Tempat
46 Kali Kedua
47 Malu Tapi Mau
48 Tidak Tepat
49 Obat Spesial
50 Selalu Ada Cara
51 Ajaib
52 Persiapan Persalinan
53 Welcome Baby El
54 Bayi Besar
55 Siapa?
56 Best Friend
57 Terbuka Hati
58 Senekat Itu?
59 Sandiwara
60 Sesal Datang Terlambat
61 Membaik
62 Bahagia Itu Sederhana
63 Datang Terlambat?
64 Hot Daddy
65 Tangis El
66 Pesta Panas
67 Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68 Itu Kita
69 Peluk Yang Dirindukan
70 Titik Bahagia
71 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Yang Baru
2
Sebentar Lagi
3
Obat Penawar Rindu
4
Lamunan Terasa Nyata
5
Klien Misterius
6
Ada Yang Beda
7
Kembali Merasakan
8
Polemik Cinta
9
Bertemu Mantan
10
Reuni Mantan Osis
11
What The F*ck!!!
12
Mulai Posesif
13
Ada Sesuatu
14
Baku Hantam
15
Lo Indah Di Mata Gue (Gerald)
16
Coklat Racun
17
Bulepotan
18
Sebuah Pesan
19
Ada Yang Aneh
20
Cireng Oh Cireng
21
Dia Punya Gue (Gerald)
22
Viko Kabur
23
Ngidam Aneh
24
Alsa VS Ninda Done
25
Fakta yang Menyakitkan
26
Asal Kau Bahagia
27
Ini Sakit
28
Sesal Mendalam
29
Ada-Ada Saja
30
Aku-Kamu
31
Aku Pemiliknya
32
Bucin (Bumbu Cinta)
33
Ada Aku
34
Sederhana Tapi Bahagia
35
Kesal Tapi Suka
36
Selama Ada Kamu
37
Segelas Susu
38
Benar Dia
39
Baik Tapi Jahat
40
Moment Langka
41
Tawamu Bahagiaku(Gerald)
42
Gagal
43
Cemburu
44
Morning Sweet
45
Tidak Ada Tempat
46
Kali Kedua
47
Malu Tapi Mau
48
Tidak Tepat
49
Obat Spesial
50
Selalu Ada Cara
51
Ajaib
52
Persiapan Persalinan
53
Welcome Baby El
54
Bayi Besar
55
Siapa?
56
Best Friend
57
Terbuka Hati
58
Senekat Itu?
59
Sandiwara
60
Sesal Datang Terlambat
61
Membaik
62
Bahagia Itu Sederhana
63
Datang Terlambat?
64
Hot Daddy
65
Tangis El
66
Pesta Panas
67
Hari Bahagia Untuk Alsa (Juga)
68
Itu Kita
69
Peluk Yang Dirindukan
70
Titik Bahagia
71
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!