NovelToon NovelToon
Di Bawah Kendali Asisten Suami

Di Bawah Kendali Asisten Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alina Elviana dan Rafael Mahendra menikah karena perjodohan. Namun hati Rafael tak pernah benar‑benar di sini, ia masih menyimpan perasaan pada seseorang di masa lalunya.

‎‎Revan Adinata, asisten yang bergabung enam bulan lalu, justru lebih memahami Alina, hadir mengisi kekosongan yang ditinggalkan suaminya. Namun di balik sikap tenang dan setianya, Revan menyimpan rahasia besar yang tak boleh terungkap.

‎Saat perasaan terlarang mulai tumbuh, Alina harus memilih: bertahan dalam pernikahan yang hampa, atau mengikuti suara hati yang terancam hancur saat kebenaran terungkap.
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

‎Rafael menutup matanya sejenak, napasnya terasa berat di dada. Ingatan masa kuliah yang sudah ia coba kubur selama dua tahun kembali berputar di kepalanya. Ia mengangkat tangan perlahan, meletakkannya di bahu Amara.

‎‎"Amara… aku tidak bisa memikirkan hal itu lagi. Aku sudah menikah."

‎‎"Aku tidak pernah melupakanmu sedikit pun selama lima tahun ini, Rafael." ucap Amara, air mata mulai menetes di pipinya. "Tidak ada satu hari pun aku tidak memikirkanmu. Aku kembali ke kesini hanya untukmu."

‎‎Rafael memalingkan wajah ke arah jendela kaca yang memandang ke arah kota. Dadanya terasa bimbang, antara rasa rindu pada masa lalu dan tanggung jawab yang sudah ia ikat dengan Alina.

‎‎"Aku tahu perasaanmu. Tapi aku sudah menikah. Itu kenyataan yang tidak bisa kita ubah." Ia melirik jam di pergelangan tangannya. "Kamu sudah selesai pemotretan? Aku akan mengantarmu pulang sekarang."

‎‎"Tidak perlu." potong Amara, "Aku akan pulang sendiri."

‎‎Ia melangkah mendekat perlahan, sampai jarak wajah mereka hanya beberapa sentimeter. Sebelum Rafael sempat bereaksi, bibir Amara menyentuh bibirnya sebentar, sentuhan singkat yang penuh kerinduan, lalu ia segera mundur kembali.

‎‎Rafael terkejut, tubuhnya kaku di tempat. Ia tidak mendorongnya menjauh, tapi juga tidak membalas. Tatapannya kosong sejenak, seolah terhanyut pada kenangan lama, sebelum ia segera menunduk dan mengatupkan rahangnya rapat.

‎‎"Amara…" suaranya bergetar pelan.

‎‎Amara menarik napas dalam‑dalam, lalu memaksakan senyum diwajahnya.

‎‎"Maaf. Aku tidak bisa menahan diri lagi. Kalau begitu, aku tidak akan mengganggumu lagi."

‎‎Ia berbalik cepat, berjalan menuju pintu ruangan kerja itu dan menutupnya perlahan di belakangnya.

‎‎Rafael masih berdiri diam di tempatnya, jari‑jemarinya menyentuh bibirnya secara tidak sadar. Ia ingin pergi untuk membeli hadiah untuk Alina, tapi bayangan ciuman singkat itu membuat kakinya berat untuk melangkah.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Cahaya lampu meja rias keemasan menyinari Alina. Gaun malam krem keemasan satu bahu membalut tubuhnya lembut, dengan ikatan simpul di pinggang dan belahan tinggi yang bergerak mengikuti langkahnya.

‎‎Rambutnya disanggul longgar, beberapa helai jatuh di pelipis. Hanya anting kecil yang berkilau. Ia berdiri di depan cermin besar, tatapannya kosong — kata-kata Revan dan pemandangan di depan District Residence pagi tadi terus berputar di kepalanya.

‎"Tidak..." gumamnya pelan pada pantulan dirinya di cermin. "Sebaiknya aku tanyakan dulu pada Rafael nanti tentang Amara."

‎‎Ia segera merapikan kembali gaunnya, mengambil tas kecil yang sudah disiapkan di atas tempat tidur, lalu bergegas melangkah keluar kamar menuju tangga.

‎‎Di lantai bawah, Revan sudah berdiri menunggu di ruang tengah. ‎Tak lama kemudian langkah kaki halus terdengar menuruni anak tangga. Perlahan Alina muncul di ujung tangga, tangannya memegang pagar dengan anggun, cahaya lampu gantung di atas sana jatuh lembut di atas dirinya, seakan menyelimutinya dengan keemasan.

‎‎Napas Revan tertahan di tenggorokan seketika, matanya terpaku lekat-lekat pada sosok wanita itu hingga kata-kata hampir terucap mati di bibirnya.

‎‎Alina sampai di anak tangga terakhir, berhenti sejenak saat melihat Revan yang masih mematung menatapnya. Ia sedikit canggung, namun senyumnya tak hilang.

‎‎"Kenapa menatapku begitu, Revan?" tanyanya pelan, suaranya lembut namun sedikit ragu. "Ada yang salah dengan penampilanku?"

‎‎Revan tersentak sedikit, segera menata kembali ekspresinya, berusaha menyembunyikan kekaguman yang terlalu dalam itu di balik wajah sopan dan tenang. Ia sedikit membungkuk hormat, namun matanya masih tak berani berpaling sepenuhnya.

‎‎"Tidak, Nyonya. Tidak ada yang salah," jawabnya pelan. Suaranya agak serak. "Anda sangat cantik. Tuan pasti menyukainya."

‎‎Alina terkejut sejenak, matanya sedikit melekat menatapnya, lalu ia mengalihkan pandangan dengan senyum tipis yang sedikit berubah menjadi canggung.

‎‎"Terima kasih," ucapnya singkat, lalu mencoba mengalihkan pembicaraan dengan cepat. "Soal Amara... aku akan menanyakannya langsung nanti pada Rafael."

‎‎Senyum tipis yang tadinya muncul di sudut bibir Revan perlahan memudar. Ia melangkah maju sedikit, tatapannya menjadi tajam dan penuh perhitungan.

‎‎"Apakah kamu yakin, jika kamu bertanya, dia akan jujur?" suaranya rendah, tidak ada nada menuduh, hanya keraguan yang sudah lama ia simpan.

‎‎Alina mengerutkan kening, jari‑jemarinya mencengkeram erat tali tas kecil yang ia pegang.

‎‎"Bagaimana mungkin suamiku berbohong padaku?" tanyanya pelan, meskipun di dalam hatinya ada firasat buruk yang mulai merayap.

‎‎Revan menatap ke arah pintu depan sebentar, lalu kembali menatap wajah Alina.

‎‎"Maka tanyakan. Dan setelah dia berbohong, ingat siapa yang tetap di sini menunggu kamu turun tangga dengan gaun secantik itu."

‎‎Ia menghela napas sejenak, tatapannya tak berpaling dari wajah Alina. "Aku akan mengantarmu sekarang."

‎‎Alina tidak menjawab. Ia hanya mengangguk kecil, langkahnya pelan melewati Revan menuju pintu. Gaun emasnya berdesir, meninggalkan wangi lembut yang membuat rahang Revan mengeras.

Mobil hitam itu sudah menunggu di depan dengan pintu belakang terbuka. Revan membukakannya lebih lebar, tangannya menahan di atas bingkai pintu agar kepala Alina tidak terbentur.

‎‎Alina masuk, duduk di jok belakang. Gaunnya ia rapikan dengan hati-hati agar tidak kusut. Di spion tengah, mata Revan bertemu dengan matanya sejenak sebelum ia memalingkan pandangan ke samping.

‎‎Di dalam mobil yang sunyi, hanya terdengar AC yang berdesir pelan. Alina mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya. Layar menyala, menampilkan chat dengan Rafael yang terakhir terkirim tadi sore.

‎'Aku tunggu di Kafe Aruna jam 8 ya.'

‎‎Jari-jarinya mengetik pelan.

‎‎'Aku sudah berangkat, sayang.' Dihapus. Ia mengetik lagi. 'Aku di jalan.'

‎‎Jempolnya menggantung di atas tombol kirim, ragu.

‎‎Dari spion, Revan melihat itu semua. Ia tidak berkata apa-apa. Ia hanya menyalakan mobil, dan melaju pelan meninggalkan rumah, membawa Alina menuju janji yang ia sendiri tidak yakin akan ditepati Rafael.

-

-

-

Bersambung...

1
Ervina Ardianto
Alina hamil ga nih? Atau Amara yg hamil? Atau barengan?
Mia Camelia
ayo revan rebut Alina yukk🤣🤣🤣
Aisyah Ranni
Wajar aja si Andika menyesal ternyata itu dia,bisa jadi dia yg slengki dengan ibu Rafael, mengulang kejadian si Rafael dengan Amara.dan Andika gak tau Revan anak kandungnya sendiri
MamDeyh
Woooow ternyata sodara tiri merekaaaa
MamDeyh
Diiih GK jelas
Mia Camelia
rasakan kau raphael tamparan sang ayah, semoga raphael mau melepaskan Alina😭
🔥Violetta🔥: Semoga y kak 😁
total 1 replies
Ervina Ardianto
Kl baca smp sini berarti awalnya Revan pura2 jd asisten Rafael ada hubungannya dg masa lalu yg blm selesai antar ortu/kakeknya Rafael & Revan. Sementara ttg Alina, di luar rencana dia, bs ketemu lg tp sdh jd istri org.
Maybe gt🤭
🔥Violetta🔥: Wah tebakan kakak ini sesuatu 👏👏👏👍😁
total 1 replies
Mia Camelia
revan gentleman banget sih, bogem si raphael di tempat, ngliat raphael lama2 kaya pecundang😒
Ervina Ardianto
Rafael msh lolos nih. Mertuanya ga liat tontonan & ga denger omongan Revan ke Rafael. Jgn lama2 author, nungguin Revan membuka jati diri dia yg sbnrnya 😊
MamDeyh
Repaaan kamu kelepasan 😅
🔥Violetta🔥: rem-nya blong 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
sumpah raphael tuh pembawa sial banget sih, bikin Alina jatuh bgtu😔😔😔
🔥Violetta🔥: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ervina Ardianto
Revan mana Revan..mungkin sekarang saatnya membuka semua 🤭
🔥Violetta🔥: Lagi bertapa dulu dia kak... 🤭🤭🤣
total 1 replies
MamDeyh
Nah kan.. Laki egois. Plin plan. Gajebo
🔥Violetta🔥: Omelin aja,,, omelin kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
Ervina Ardianto
Ada hubungan dg masa lalu berarti nih. Revan uda kenal Alina lbh dl dari Rafael , yg msh gelap hubungan ortu Revan & Rafael, knp Alina ga tau / blm sadar ttg Revan (di masa lalu) & Revan bs kecolongan, Alina nkh sm Rafael.
MamDeyh
Ahhhh lagi dong kak.....
Mia Camelia
Alina kapan cerai nya thor 🤭🤭🤭pingin ngeliat Alina dan revan SAH🤭😁
🔥Violetta🔥: Nanti kak 🤭 author nya juga udah gak sabar 🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
"Menikah karena perjodohan tapi hati suami masih di masa lalu" itu klasik yang tidak pernah gagal. Saya langsung bisa merasakan bagaimana hampanya Alina.
Konfliknya berlapis, bukan cuma soal Alina - Rafael - Revan. Tapi ada 2 bom waktu di sini:
Cinta terlarang Alina & Revan dan rahasia besar Revan.

Rafael sebagai suami yang dingin karena masa lalu, Revan sebagai penyelamat yang tenang dan setia. Kontrasnya dapet. Alina berada di posisi dilema dengan pilihan berat "bertahan dalam pernikahan hampa atau mengikuti suara hati". Itu bukan pilihan mudah. Apalagi ada embel-embel "Di Bawah Kendali Asisten Suami" - yang mengisyaratkan dominasi, posesif. Ini bukan cerita nikah biasa, ini cerita tentang kekosongan yang akhirnya diisi oleh orang yang seharusnya tidak boleh.

cerita kakak luar biasa. semangat berkarya🥰
MamDeyh
Aduhhhh aku dag dig dug deeeer daiaaaaa/Curse//Curse/
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Adira🍓
O...o... kamu ketahuan 🤣🤣🤣🤣
Adira🍓
Pandai kali ngegombal mulut kau ini Revan 🤪🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!