NovelToon NovelToon
Milik Sang Iblis Sisilia

Milik Sang Iblis Sisilia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: Kakamy

Andrea hanya gadis yatim piatu yang hidup menumpang di rumah bibinya, dijadikan pembantu, dihina, dan diajari untuk tidak berharap apa pun. Sampai suatu malam di Catania, tatapan seorang pria mengubah segalanya.

Fabrizio Lutero, Don mafia Sisilia yang dijuluki Sang Iblis, bisa membuat musuhnya memohon mati hanya dengan satu perintah. Tidak ada yang berani menolak, tidak ada yang berani melawan. Namun di depan gadis kecil bermata ketakutan itu, pria paling dingin di Sisilia justru kehilangan kendali.

Dia menginginkannya. Dia akan menjaganya. Dan siapa pun yang berani menyentuhnya akan menyesal pernah dilahirkan.

Tapi dunia Fabrizio berlumuran darah, penuh pengkhianat, dan musuh yang mengintai dari balik bayang-bayang. Bisakah Andrea bertahan di sisi pria yang memilikinya sepenuhnya, dan menjadi ratu di dunia yang tak kenal ampun?

Posesif. Berbahaya. Panas. Dan tak ada jalan keluar.

"Dia milikku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kakamy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Akhirnya hari Sabtu, hari ini kami hanya kerja setengah hari. Aku terbangun dengan Sara menindihku.

"Bangun, Putri Tidur! Hari ini bakal seru."

Aku terbangun dan tersenyum tipis padanya. Aku paham betul maksud Sara. Hari ini ulang tahunku, tapi seperti yang kalian tahu, aku tidak suka merayakannya. Dengan lesu aku bangun, mandi, dan membersihkan diri. Waktu sampai di dapur, Sara sudah menyiapkan sarapan yang luar biasa.

"Untukmu, Say! Selamat ulang tahun!"

Aku berterima kasih dan memeluk Sara. Siapa tahu kali ini aku boleh punya ulang tahun yang bahagia. Kami sarapan lalu berangkat kerja. Begitu tiba, Claudio memintaku datang ke ruangannya. Padahal aku sudah bekerja dengan benar, rasa takut tetap menyergapku, tapi aku menarik napas dalam-dalam dan pergi ke ruangannya.

"Selamat pagi, Claudio, Anda mau bicara denganku?"

"Ya, Andrea, silakan duduk. Seperti yang kamu tahu, masa percobaanmu berakhir hari ini, dan ini kontrak kerjamu. Selamat datang di Caffe kami." Dia berdiri dan mengulurkan tangan untuk bersalaman, tapi kali ini aku tidak bisa menahan diri dan memeluknya erat-erat.

"Terima kasih, Claudio, Anda tidak akan menyesal."

"Aku tahu. Sekarang kembali bekerja, Nona manis."

"Baik, Bos."

Kami tertawa, dan aku kembali bekerja. Saat aku kembali, Sara sudah tidak sabar.

"Hei, Say, bagaimana tadi?"

Aku memasang wajah sedih sampai mata sahabatku berkaca-kaca.

"Aku diterima!!!"

"Aaah!!! Hebat sekali, hari ini perayaannya dobel. Dan jangan bilang kamu tidak mau merayakan ulang tahun, hari ini kita punya banyak yang harus dirayakan."

"Kamu benar, Say, aku akan mencoba membalik halaman hidupku yang ini."

"Ya, aku selalu benar. Sekarang ayo kerja."

Kami berpencar. Sekitar pukul 14.00 jam kerja selesai dan kami buru-buru pulang. Sara sudah memesan jadwal di salon untuk perawatan rambut dan kuku. Aku belum punya uang karena belum gajian, tapi Sara ngotot membayar semuanya, katanya itu hadiah ulang tahunku. Kami mandi lalu berangkat ke salon.

Sesampainya di sana, penata rambut langsung menyapa Sara.

"Hai, Sara, senang bertemu lagi, selalu tepat waktu seperti biasa."

"Hai, Noemi, aku juga senang bertemu. Ini Andrea, sahabat yang kuceritakan."

"Senang berkenalan, Andrea, selamat datang di salon kami."

"Aku yang senang, terima kasih."

Terus terang aku agak gugup, aku belum pernah ke salon kecantikan sebelumnya.

Kami duduk di kursi masing-masing, dan sementara satu orang menata rambut kami, yang lain mengerjakan kuku. Aku mengaku, saat itu aku merasa begitu istimewa sampai mataku berkaca-kaca. Kutatap Sara dan berkata,

"Terima kasih, Say!"

"Untuk apa?"

"Karena kamu orang yang begitu luar biasa dan sahabat yang begitu istimewa."

"Ah, sudah, Say, aku yakin kamu akan melakukan hal yang sama untukku."

"Pasti, dan lebih dari itu."

Setelah rambut dan kuku selesai, kami pulang untuk bersiap. Waktu masuk kamar, di atas kasurku ada gaun perak berkilau dan sandal putih bertali sampai betis dengan hak transparan. Panjang gaunnya sedikit di atas lutut, di sisi kanan ada tali yang kalau ditarik membuat gaunnya sedikit lebih ketat, belahan dadanya sederhana, dan di punggung membentuk huruf X sampai ke tengah punggung. Aku langsung menoleh ke belakang dan mendapati Sara di ambang pintu.

"Ini untuk melengkapi hadiahmu. Aku tidak percaya selera busanamu." Dia tersenyum nakal.

"Kamu memang tidak ada duanya, Say." Aku menghampirinya sambil tersenyum dan memeluknya. Dia membalas pelukanku, dan kami nyaris menangis.

"Sudah, berhenti. Hari ini hari bahagia dan aku mau kamu bersenang-senang."

"Kita akan bersenang-senang."

"Betul. Sekarang ayo bersiap."

Sara pergi ke kamarnya dan aku tetap di kamarku. Aku mengenakan gaun dan sandal itu, berdandan tipis, menyibakkan rambut ke satu sisi, dan ketika melihat diriku di cermin, aku takjub pada hasilnya. Aku tidak mengenali diriku.

"Ayo ber... Astaga! Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan pada Andrea?! Say, kamu cantik sekali."

"Terima kasih, kamu juga luar biasa."

Sara mengenakan gaun hitam pendek yang sangat ketat. Bagian dada dan belahannya membuat dadanya tampak lebih penuh, dan di punggung membentuk huruf V sampai nyaris ke bokong. Di kakinya ada sandal hitam bertabur kristal, rambutnya disisir semua ke belakang sehingga riasan sempurna buatannya terlihat jelas.

"Kalau begitu, ayo kita taklukkan klub malam itu."

"Ayo, Say, aku tidak sabar."

Kami mengambil tas dan berangkat ke klub malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!