NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Arnold membuka matanya perlahan, ia melihat istrinya duduk membelakanginya sambil mengoleskan make up di wajah cantiknya.

"Sayang, maaf ya semalam aku pulang terlambat.Aku tidak membangunkanmu karena aku melihatmu tertidur dengan pulas dan terlihat sangat lelah, jadi aku tidak membangunkanmu".

"Ehem, no problem, memangnya semalam kamu pergi ke mana?".

"Aku ada klien penting di luar terus begitu mau pulang aku bertemu dengan teman lama hingga lupa waktu, kamu tidak keberatan kan?"

Andriana memutar tubuhnya sedang senyum tipis yang dipaksakan "Tidak masalah, ke depannya aku harus terbiasa karena perusahaanmu sedang berkembang dan gencar dalam pengembangan proyek, aku harus selalu mendukungmu apapun kondisimu".

Arnold menggeser duduknya mendekat pada Andriana lalu memeluknya dari belakang membuat Andriana tersentak dan entah kenapa dipeluk sama suaminya sendiri bukannya senang tapi justru merasa jengah dan sangat muak.

Andriana melepaskan pelukan Arnold perlahan " Apa yang kamu lakukan mas, sekarang sudah siang kamu mandi dulu aku tunggu di meja makan kita sarapan bersama".

"Baiklah" Jawab Arnold kemudian beranjak dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Andriana keluar dari kamarnya, berjalan dengan tegas menuju meja makan. Tapi semua terasa aneh dan terus menatapnya.

"K-kalian kenapa?" Tanya Andriana sambil membuka piringnya.

"An, jujur sama kita! Apa semalam kamu memasukkan pria asing ke rumah ini?".

Andriana sempat kaget dan tersedak, membuatnya batuk lalu meneguk segelas air mineral untuk meredakan batuknya.

"Maksud kak Saskia apa?"

"Semalam mas Adit sempat bertemu dengan Devan collin di rumah ini, dia menuduhku kalau aku selingkuh dan membawanya masuk ke rumah ini!".

Andriana tersenyum tipis lalu mengeryitkan keningnya menatap Adit.

"Mas Adit, teganya menuduh kak Saskia yang sangat setia ini selingkuh.

Mas, memangnya mas Adit bertemu dengan Devan di mana dan jam berapa? Terus menuduhku selingkuh hanya karena mas Adit melihat seseorang yang mirip dengan Devan berada di rumah ini, padahal wanita yang ada di rumah ini bukan hanya aku!"

"Jadi maksudmu aku yang selingkuh?"

"Ya menurutmu bagaimana? saya harap sebelum semuanya jelas jangan main asal tuduh sembarangan".

Dan tak lama kemudian, Arnold yang sudah memakai pakaian kerja rapi berjalan ke arah mereka meja makan lalu mengambil posisi duduk di dekat Andriana.

"Ada apa sih sayang" Tanya Arnold bingung melihat semua yang ada di sana terdiam.

"Eh enggak sayang, semalam mas Adit melihat ada laki laki keluar dari rumah ini,ya tentunya yang menjadi tersangka utama adalah aku dan kak Saskia. Tapi pasti bukan berarti semua tuduhan itu benar, iya kan sayang? Aku dan kamu bukannya semalam kita melakukan itu ya, kamu hebat banget Lo aduh aku sampai ".

"Cukup Andriana! Tidak pantas kalian bicarakan masalah pribadi kalian di depan kami" Potong Saskia yang merasa sangat jengah dan emosi mendengar kebohongan adik iparnya itu, karena yang semalam bersama Arnold bukanlah Andriana tapi dirinya.

'' Eh i-iya sayang, kamu sangat luar biasa". Jawab Arnold berbohong sambil menggenggam tangan Andriana, membuat Saskia sangat kesal, hingga mengepalkan kedua tangannya ".

"Jadi kamu menuduhku yang selingkuh!"

Tegas Saskia kesal.

"Cukup! Apa sih yang kalian bicarakan " Gertak mama mertua berjalan ke arah meja makan sambil menggandeng tangan kecil Diego, diikuti suster Lena yang membawa semua peralatan sekolah milik majikan kecilnya dengan kepala tertunduk seakan takut untuk menampakkan raut wajahnya.

Andriana merasa cukup puas mempermainkan emosi mereka pagi ini, ia pun tersenyum tipis lalu menoleh ke arah pak Heri yang sedari berjalan bolak balik untuk mempersiapkan peralatan kerja sang majikan.

"Pak Heri bukannya semalam anda ya yang membukakan pintu untuk mas Adit?" Teriak Andriana.

(Pak Heri adalah asisten rumah tangga sekaligus sopir keluarga Wijaya)

"Iya nyonya" Jawabnya sambil mengangguk perlahan.

(Semalam memang Andriana sengaja meminta pak Heri untuk mengatakan kebohongan itu dengan beberapa imbalan, karena ia butuh uang untuk mengobati anaknya yang berada di rumah sakit).

Adit pun mengambil nafas panjang dan tuduhan bahwa Saskia telah selingkuh tetap ada, karena ia menemukan beberapa bekas tanda ciuman di leher dan dadanya.

Semakin hari suasana di dalam rumah itu pun semakin memanas dan tidak terkendali.

Saskia seperti memiliki kesempatan lebih banyak untuk bersama dengan Arnold, mereka pun semakin gila, bukan hanya di malam hari, tapi di siang hari saat semua istrirahat, ia dan Arnold sepakat untuk pulang dan main di siang bolong.

Sedangkan Adit yang masih dihantui semua kecurigaan pun sering memulai perdebatan dan pertengkaran kecil dengan istrinya.

Arnold yang mata dan hatinya sudah tertutup oleh noda dan nafsu membara pun tidak lagi bisa melihat Andriana sebagai wanita dan seorang istri yang juga butuh nafkah batin. Tapi tidak masalah untuk bu dokter itu karena ada Devan yang selalu ada untuknya.

Hari ini Andriana berangkat ke rumah sakit pusat untuk bertemu dengan direktur utama yang memanggilnya secara pribadi.

Ia mulai bersiap dan secara kebetulan keluar dari kamarnya bersamaan dengan Saskia yang juga sudah bersiap pergi ke kampus."

Mereka berdua nyaris bertabrakan, Andriana menyapa duluan dengan senyum lembut.

"Selamat pagi kak Saskia?"

"Pagi!" Jawab Saskia ketus.

"Hai sayang, nanti aku antar kamu ke rumah sakit pusat kebetulan aku ada klien di dekat sana"Ucap Arnold sambil mengancingkan Jaz kerjanya tanpa menoleh pada Saskia yang dari tadi memperhatikannya.

"Oh iya kah, baguslah sayang kalau begitu aku bareng mobil kamu saja ya?" Jawab Andriana kemudian merangkul lengan suaminya dengan mesra.

Tentu saja Saskia sangat geram, matanya memerah menahan rasa muak dan cemburu di dalam hatinya melihat kemesraan adik iparnya itu yang seakan sengaja memanasinya.

Arnold tahu Saskia menahan rasa marah, ketika ia melangkah di dekatnya tangannya mencubit pipi Saskia dan memberikan kode untuk menahan rasa cemburunya dengan kedipan satu matanya.

Saskia pun tersenyum tipis sambil menunduk penuh rasa bahagia.

Dan bersamaan dengan itu terdengar suara tangisan Daniar dari arah belakang.

"Kenapa sus?" Tanya Saskia.

"Nyonya Saskia, nona Daniar sepertinya masih lapar" Jawab Lena sambil terus menenangkan tangisan Daniar.

"Ya kamu buatkan susu dong! Gitu aja ribet" Jawab Saskia ketus namun di dengar oleh Adit yang tiba-tiba datang dari belakang.

"Apa! Sas dia itu anak kamu, seharusnya kamu kasih dia ASI jangan kasih susu formula terus!" Gertak Adit.

"Iya kak, ASI itu lebih bagus bahkan kandungan di dalamnya"

"Cukup! Aku tidak mau dengar penjelasanmu, dia anakku hanya aku yang tau apa yang dia mau". Penjelasan dokter Andriana dipotong oleh Saskia yang sudah kesal.

Andriana hanya diam seraya tersenyum tipis karena ternyata Saskia sudah terpancing oleh perkataannya. Langkah selanjutnya adalah melakukan test DNA antara Daniar dan Arnold untuk membuktikan kalau dia anaknya Arnold bukan anaknya Adit.

"Sini sini gendong om Arnold sebentar ya" Arnold pun menggendong Daniar, dan tanpa di duga begitu berada di pelukan Arnold, Daniar pun berhenti menangis membuat semua orang yang berada di sana pun merasa heran, wajah keduanya juga sangatlah mirip, tapi wajar saja mereka adalah paman dan keponakan.

Andriana berjalan mendekati Arnold yang sedang menggendong Daniar.

"Eh sayangku Daniar, kamu mau gendong Tante?"

Daniar pun memalingkan wajahnya tidak mau digendong oleh Andriana, seakan pelukan Arnold sangatlah menenangkan.

"Biar saya saja" Ucap suster Lena bersamaan dengan Adit yang membuat keduanya saling bertatapan cukup lama seakan ada sesuatu yang mengganggu pikiran mereka berdua.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!