NovelToon NovelToon
Istriku Dan Rahasia Kelahirannya

Istriku Dan Rahasia Kelahirannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Kutukan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arni Arlinawati

Arien Riena Ridwanto menyembunyikan identitas sejatinya Kaisar Arbella J. Milea Inesh, penguasa Vinesha. Ratusan tahun ia hidup terpisah dari enam saudaranya, terus bereinkarnasi menggunakan segel sihir Mata Elang — menjadi bayangan mereka karena rasa bersalah masa lalu.

Di kehidupan ke-17 ini, ia hanya wanita biasa, istri dan ibu yang mencintai keluarga kecilnya. Namun ancaman terhadap Alan dan Arumie memaksanya membuka rahasia yang akan mengguncang dunia!

"Akulah asal mula semua yang telah terjadi. Akulah sang Pengendali...! sang Segel Elang…! Kaisar Suci Vinesha...! Kaisar Arbella!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arni Arlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Aura murni melesat dari tubuh Rael, seketika memenuhi ruangan dan menerangi jalan masuk yang semula remang-remang. Kilatan cahaya itu membuat Vano tersentak. Ia menoleh cepat ke arah Rael, lalu membungkuk hormat.

Let me do it, Sir!

"Biar saya saja, Tuan!" pinta Vano.

Menyaksikan lorong panjang di hadapan mereka yang begitu pekat, ia merasa harus mengambil alih tugas menerangi jalan tersebut sebagai bentuk dedikasi.

Mendengar tawaran itu, seulas senyum licik terbit di wajah Rael. Ia mengangguk samar, mempersilakan dengan nada meremehkan.

Up to you!

"Terserah kau saja!"

Namun, belum sempat Vano melangkah, Liu memotong cepat. Ia menatap Rael dengan sorot mata memohon.

No Vano, let me do it!

"Tidak, Vano, biar aku saja!"

Rael langsung mengangkat satu tangannya, menengahi perdebatan singkat tersebut. Wajahnya tampak begitu tenang, seolah-olah sedang mempermainkan bidak catur.

It’s okay Liu, let Vano do it. Because he asked me first ...

"Tidak apa-apa, Liu, biar Vano yang melakukannya. Karena dia yang meminta izin kepadaku lebih dulu ..."

“Ah ... ” Liu mendesah pasrah, lalu menunduk.

Alright, Sir!

"Baiklah, Tuan!"

Vano kembali memimpin jalan. Langkah kaki pemuda itu menggema di keheningan lorong yang pekat.

Tap! Tap! Tap!

Begitu mereka tiba di bagian lorong yang benar-benar gelap gulita, Vano memfokuskan energinya.

Wuuusssshhhhh!

Aura miliknya meledak keluar, mengusir kegelapan dan memperlihatkan tujuh pintu kamar yang tersegel oleh sihir kuno di hadapan mereka. Tetapi, tepat pada detik itu, sebuah bisikan dingin berembus di dekat telinga mereka.

Turns out ...

"Ternyata ..." gumam Rael dari arah belakang.

What I felt was right!

Apa yang kurasakan memang benar!"

Bruk!

Bruk!

Tanpa ada tanda-tanda serangan fisik, tubuh Liu dan Eren mendadak ambruk. Keduanya langsung kehilangan kesadaran dan terkapar di lantai batu.

“Eren! Liu!” pekik Vano histeris.

Jantungnya mencelos melihat kedua rekannya tumbang begitu saja tanpa sempat mempertahankan diri.

Sebelum Vano mampu mencerna apa yang terjadi, Rael sudah melangkah mendekat. Gerakannya secepat kilat. Tahu-tahu, tangan Rael telah mencengkeram pergelangan tangan Vano, tepatnya pada jari tengah tempat sebuah cincin itu melingkar.

You ...

"Kau ..." Rael menatap Vano dengan tatapan mata yang menghunus tajam, sarat akan intimidasi.

Where did you get this ring?

"Dari mana kau mendapatkan cincin ini?"

Napas Vano tercekat. Kejutan dari pingsannya Eren dan Liu belum reda, dan kini Rael justru mengincar rahasia terbesarnya. Cincin yang selama ini ia sembunyikan setengah mati, kini telanjang di depan mata sang penguasa.

Rael tidak melepaskan cengkeramannya. Alih-alih mengamuk, ia justru mengulas senyum tipis yang tampak begitu mengerikan di mata Vano.

“Hmmm ... ” Rael menggantung kalimatnya sejenak.

You suppress your aura into the ring? To hide its where about huh?

"Kau menekan auramu sendiri ke dalam cincin ini? Agar keberadaannya tidak terdeteksi, ya?"

Vano terpaksa menundukkan kepalanya sedalam-dalamnya. Ia sama sekali tidak kuasa menahan seluruh gelombang aura Rael yang mendadak menguar pekat. Udara di sekitarnya terasa seberat timah, seolah-olah siap menelan tubuhnya hidup-hidup. Rael sengaja tidak mengikatnya secara fisik; sang penguasa hanya menahan energinya di ambang batas ketahanan Vano.

Explain to me!

"Jelaskan kepadaku!" desak Rael lagi, suaranya merendah namun bergaung penuh penekanan.

It shouldn't be with you!

"Benda ini tidak seharusnya berada di tangan orang sepertimu!”

Tubuh Vano bergetar hebat. Melawan adalah tindakan bunuh diri, sedangkan melarikan diri bahkan tidak terlintas di dalam kepalanya yang mendadak pening. Menghadapi seorang Penguasa Aura berarti menyerahkan otoritas hidup dan mati sepenuhnya. Berjalan di dekatnya saja sudah mampu membuat paru-paru para pengguna aura terasa meledak, apalagi menentangnya secara langsung.

Menyadari dirinya tidak lagi memiliki pilihan maupun jalan keluar, Vano menarik napas panjang dengan susah payah. Dengan suara bergetar, ia mulai menceritakan semuanya—tentang bagaimana cincin misterius yang ia temukan secara tidak sengaja itu, justru menjadi awal dari segala petaka dan takdir yang menjeratnya saat ini.

Vano mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya sebelum mulai berbicara. Di bawah tatapan mata Rael yang tajam dan menghunjam, ia menceritakan segalanya tanpa ada satu pun detail yang dilewatkan. Ia menjabarkan kronologi perjalanannya hingga sampai ke sebuah tempat terpencil, tempat ia secara tidak sengaja menemukan sebuah cincin yang menguarkan Aura yang seharusnya tidak berada di tempat itu.

Benda itu tergeletak begitu saja di tumpukan sampah pembuangan pasar tradisional tak jauh dari tempat ia menemukan cincin, memancarkan kehangatan aneh yang langsung memikat indranya. Hanya saja, Vano tidak menjelaskan tepatnya ia menemukan cincin itu di tempat sampah. Vano hanya memberitahukan bahwa ia menemukannya di tempat terpencil, lalu mengaku bahwa ketidak tahuan nya lah yang membuat ia berani memakai cincin mengandung aura tersebut karena tidak imgin di gunakan orang sembarangan dan mengambilnya tanpa memikirkan konsekuensinya.

Mendengar seluruh untaian cerita itu, raut wajah Rael tidak melembut. Sebaliknya, ketegangan justru semakin tercetak jelas pada garis wajahnya. Dengan suara yang berat dan intimidatif, Rael langsung merespons.

Alright! Now, I want to ask you,

"Baiklah! Sekarang, aku ingin bertanya padamu," ucap Rael tegas, menjeda kalimatnya sejenak untuk mengunci pandangan Vano.

Did you feel any other aura inside the ring?

"Apa kau merasakan aura lain di dalam cincin itu?"

Pertanyaan itu seketika menghantam Vano. Nada bicara Rael tidak menunjukkan rasa penasaran biasa, melainkan sebuah kecurigaan yang mencekam, seolah-olah ada monster yang sedang tertidur di dalam perhiasan tersebut. Pertanyaan itu menyambar sanubari Vano bagai petir di siang bolong, memutus aliran udara di tenggorokannya.

Dengan dahi yang berkerut dan jantung yang mulai berdegup kencang, Vano langsung menyahut gugup,

“What do you mean? Is there something wrong with the ring? I only felt the presence of a regular aura inside it!”

"Maksud Anda? Apa cincinnya bermasalah? Saya hanya merasakan keberadaan aura biasa di cincin itu!"

Rael tidak langsung menjawab. Keheningan yang mencekam kembali menguasai ruangan. Pikiran Rael melayang kembali pada getaran aneh yang sempat dirasakannya di ruang jamuan beberapa saat lalu—sebuah getaran yang sangat ia kenali, namun Rael masih belum yakin. Untuk memastikan firasatnya, Rael mengulurkan tangan dan memberi perintah mutlak.

Put the ring down and step back!

"Taruh cincinnya di bawah dan menjauhlah!"

^^^Bersambung...^^^

1
Syahira🌹
mereka dijebak nggak sih🤔
⋆˚𝜗𝜚˚⋆Blue_Sea⋆˚𝜗𝜚˚⋆
udah gk bisa ngeles/Slight/
Alia Chans
misterius banget🤭🤭🤭
⋆˚𝜗𝜚˚⋆Blue_Sea⋆˚𝜗𝜚˚⋆
cincin itu jgn jgn cincin pernikahan mrka tpi nyimpan magic di dalamnya?🤔
Mingyu gf😘
fikas, rael sudah tahu tentang cincin itu
Mingyu gf😘
wahh apakah rael sudah mencium aura cincin yang ada pada vano
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
sangat menegangkan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
mantap ya kalau jadi orang kaya
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kenapa pada punya firasat buruk apa yang sebenarnya akan terjadi?
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Sedahsyat itu energi dari cincin tersebut. Tapi Rael mengenali persis aura itu. Tapi siapa? Dan, ada hubungan apa ya di masa lalu mereka🤔
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
tapi aku juga suka ngemilin lauk jengkol. hehehe. enaak
Arni Arlinawati Pratiwi💃: buset.. gak giung nak? apa atuh bahasa idonesia nya giung.. ah elah, ribet banget! /Curse/
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
nyesel baca novel ini blm makan siang. jdnya krucukan pas baca ini. tanggung jawab mak🤣😄
Arni Arlinawati Pratiwi💃: ha ha ha ha ha.. mamam tu jengkol! /Curse/
total 1 replies
Miranda.
sampai saat ini, kekuatan aura hanya ditunjukkan cuma sekedar "ketegangan yang mencekik" semata. belum ada adu power mereka kuat di bagian mana. hanya... lewat narasi saja yang mengatakan "mereka kuat."

semoga next bab ada adegan baku hantam sampai meninggal
Miranda.: nahh gitu dong
aku suka meninggal
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
yaampun visualnya itu loh menggugah selera /Shy/
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
cincinnya itu setara dengan kekuatan tanos kah,?
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
impian aku banget /Hey/ bisa diganti aku aja gak pemerannya nih
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
Alan dimana kamu, semoga gak papa yah/Blush/
Alia Chans
tipe cowok idaman ya🤭🤭🤭
Tapi .. ya gitulah🤣🤣
Mingyu gf😘
apa vano kk airen?
Arni Arlinawati Pratiwi💃: bukan sayang 👍
total 1 replies
Mingyu gf😘
iya, kenapa airen berbeda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!