Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak Sang Ayah
Mendengar Zhang Guocheng menyebut ayahnya, Mata Zhang Tian langsung menyipit.
Selama tiga tahun terakhir, hampir tidak ada yang mau membicarakan ayahnya di depan umum. Setiap kali namanya disebut orang-orang hanya akan berkata bahwa dia pengecut yang meninggalkan keluarga.
Namun Zhang Tian tidak pernah percaya sepenuhnya pada omongan orang-orang itu.
Karena dalam ingatannya ayahnya bukan tipikal orang seperti itu.
Di aula utama keluarga Zhang, suasana menjadi sunyi, baik itu Zhang Tian atau Zhang Guocheng tidak ada yang berbicara.
Beberapa tarikan nafas kemudian Zhang Guocheng berjalan menuju rak tua di sudut ruangan, dia mengambil sebuah kotak kayu hitam yang diletakkan di rak itu.
Jika di amati dengan cermat, Kotak kayu hitam itu terlihat sudah sangat tua. Bahkan beberapa bagian kayu sudah ada yang retak karena termakan usia.
Namun ada aura aneh yang samar-samar keluar darinya.
Melihat kotak yang ada di tangan Zhang Guocheng, Roh Kaisar Naga Petir merasa terkejut karena dia tiba-tiba merasa aura yang dia kenal. “Hmmm, aura ini kenapa terasa akrab?”
Tatapan Zhang Tian berubah menjadi serius saat menatap kotak di tangan Zhang Guocheng. Sebelumnya dia hanya melirik kotak itu dan tidak menganggapnya terlalu penting. Namun siapa sangka roh Kaisar naga petir bahkan kenal aura di dalam kotak itu.
Karena menurutnya, jarang sekali roh naga itu terdengar serius seperti sekarang apalagi bisa kenal satu aura yang bahkan disebut akrab.
Zhang Guocheng meletakkan kotak tersebut di meja, tatapannya perlahan menjadi rumit saat mengingat pesannya dulu untuk menjaga Zhang Tian hingga dia berusia delapan belas tahun.
“Kepala keluarga, ada apa dengan kotak kayu ini?” Zhang Tian bertanya dengan suara bergetar. Dadanya berdegub kencang karena sedikit gugup.
Meskipun samar-samar dia bisa menebak ini berhubungan dengan ayahnya, dia tidak begitu yakin.
Zhang Guocheng menatap Zhang Tian lalu berkata, “Ini adalah peninggalan ayahmu.” Jantung Zhang Tian langsung berdetak lebih cepat, benar saja. Ini memang berhubungan dengan ayahnya.
“Apakah ini barang yang di tinggalkan ayahku?” tanya Zhang Tian dengan wajah serius.
“Benar.” Zhang Guocheng mengangguk pelan. “Sebelum pergi dia memintaku menyerahkan benda padamu saat usiamu sudah mencapai delapan belas tahun.”
“Tapi melihat keadaan sekarang, mungkin ini adalah waktu yang tepat. Jika harus menunggu tiga tahun lagi, itu terlalu lama.” Ucap Zhang Guocheng.
“Silahkan buka kotaknya,” Zhang Guocheng menyerahkan kotak kayu tua itu pada Zhang Tian. Perlahan, Zhang Tian membuka kotak kayu. Dia juga penasaran apa yang di tinggalkan ayahnya.
Saat dia melihat isi di dalam kotak kayu, Mata Zhang Tian langsung menyipit dan menjadi serius. Karena di dalam kotak terdapat sebuah token hitam, peta tua, dan cincin sederhana berwarna perak.
Zhang Tian mengamati token yang ada di kotak kayu dengan serius, karena dia tidak mengenal token ini berasal dari mana.
Token hitam itu memiliki ukiran naga aneh sementara cincin perak terlihat sangat biasa.
Namun ada aura samar yang keluar darinya yang membuatnya terlihat lebih istimewa daripada dua barang lainnya.
Bahkan mata Zhang Guocheng juga menyipit karena terkejut, “Ini cincin penyimpanan.”
Zhang Guocheng berkata dengan heran menatap ke arah kotak kayu di tangan Zhang Tian.
“Hah, ini cincin penyimpanan?” Zhang Tian merasa mustahil ayahnya meninggalkan cincin penyimpanan padanya.
Roh Kaisar Naga Petir langsung mendengus kecil. “Hmph, dasar katak di dasar sumur.
Untuk apa begitu terkejut. Itu memang cincin penyimpanan, di dalamnya ada ruang penyimpanan meskipun bagiku ruang yang terdapat di dalamnya sangat kecil.”
Mata Zhang Tian sedikit membesar seolah masih belum percaya. Jika yang mengatakan ini kepala keluarga, dia masih tidak yakin, karena keluarga Zhang hanyalah keluarga kecil yang
tidak mungkin memiliki cincin penyimpanan. Namun berbeda dengan kaisar naga petir yang sudah hidup dari era kuno. Meskipun saat ini dia hanya roh, tapi tetap saja wawasannya masih ada.
“Ruang penyimpanan?” Zhang Tian bergumam kecil.
Dia menatap kepala keluarga lalu menyampaikan keraguannya, “Bukankah benda seperti itu sangat mahal? Bagaimana bisa ayahku meninggalkan benda seperti ini?”
Zhang Tian tahu dengan jelas, Bahkan keluarga Zhang yang sudah ada hampir dua ratus tahun pun mungkin tidak mampu membeli satu pun cincin penyimpanan.
Melihat keterkejutan Zhang Tian, Zhang Guocheng kembali berbicara. “Kau harus ingat, ayahmu itu bukan orang biasa.”
Sampai disini wajah Zhang Guocheng terlihat sangat serius. Bahkan kali ini dia jauh lebih serius daripada menghadapi tetua Xu dari sekte pedang langit.
“Dua puluh tahun lalu ayahmu datang ke kota Qing, dan saat itu dia sudah sangat kuat.”
Tatapan Zhang Tian langsung serius dan sedikit penasaran, “Seberapa kuat ayahku saat itu?”
Mendengar pertanyaan Zhang Tian, Zhang Guocheng tersenyum pahit, ada sedikit ketidakberdayaan di matanya saat menyebutkan ayah Zhang Tian.
“Setidaknya untuk saat itu, dia jauh lebih kuat dibanding Tetua Xu tadi. Dan itu adalah kekuatannya dua puluh tahun yang lalu.”
Dugdug!
Jantung Zhang Tian langsung berdegup keras karena dia tidak menyangka ayahnya jauh lebih kuat dari Tetua Xu yang mengajaknya bergabung dengan sekte pedang langit.
Dari caranya terbang di udara dengan mudahnya saja jelas itu adalah tingkatan yang sangat tinggi, bahkan Zhang Tian sendiri tidak tahu tingkatan kultivasi Tetua Xu. Dan sekarang kepala keluarga mengatakan dua puluh tahun lalu ayahnya yang misterius itu bahkan jauh lebih kuat dari Tetua Xu.
Lalu kenapa orang kuat seperti itu tinggal di Kota Qing kecil? Dan kenapa dia menghilang secara tiba-tiba? Inilah yang membuat Zhang Tian sangat kebingungan.
Melihat ekspresi Zhang Tian, Zhang Guocheng berkata dengan wajah serius, “Awalnya kami juga tidak tahu identitas asli ayahmu kalau dia orang yang sangat kuat, Namun suatu hari sekelompok ahli kuat datang ke Kota Qing.”
Zhang Tian menatap Zhang Guocheng, “Lalu apa yang terjadi?”
Dia sangat penasaran dengan identitas asli ayahnya.
“Mereka mencari ayahmu.” ucap Zhang Guocheng. “Di kota Qing, mereka menghancurkan. separuh kota hanya untuk menemukannya.”
“Hah, menghancurkan separuh kota?” Mata Zhang Tian langsung membesar.
Meskipun kota Qing sangat kecil, namun luas wilayahnya juga masih ribuan kilo luasnya dan penduduknya ada ratusan juta jiwa.
Lalu orang yang mencari ayahnya menghancurkan separuh kota? Lalu seberapa kuat musuh ayahnya?
Zhang Tian tidak bisa membayangkan orang-orang itu sekuat apa.
Zhang Guocheng melanjutkan lagi, “Saat itu ayahmu terpaksa harus muncul karena jika tidak, mereka akan menghancurkan seluruh kota.”
“Ayahmu bertarung melawan mereka sendirian. Pertarungan itu berlangsung semalaman.”
Zhang Guocheng masih merasa ngeri saat mengingat kejadian dua puluh tahun lalu.
Dia berkata lagi, “Saat mereka bertarung, kota Qing serasa sedang mengalami kiamat besar. Suara ledakan ada dimana-mana dan kehancuran ada hampir di semua tempat. Tak terhitung berapa banyak orang yang mati karena terkena dampak pertarungan itu. Setelah pertarungan itu, keesokan harinya ayahmu sudah menghilang.”
Zhang Tian perlahan mengepalkan tangan mengingat kenangan ayahnya yang samar di kepalanya.
Sekarang dia mulai menyadari bahwa identitas ayahnya jauh lebih rumit dibanding yang dia kira, itu mungkin yang menyebabkan dia menghilang secara misterius.
Zhang Guocheng lalu menunjuk peta tua di meja. “Sebelum pergi, ayahmu meninggalkan pesan padaku, kalau suatu hari kau cukup kuat, kau harus pergi ke tempat ini.”
Zhang Tian membuka peta. Terdapat tanda merah kecil yang di tandai di atas peta. Namun lokasinya itu berada jauh di luar wilayah Kota Qing.
Bahkan nama tempatnya pun terdengar asing di telinga Zhang Tian.
“Lembah Naga Mati.” Zhang Tian bergumam heran.
Matanya menatap kepala keluarga, “Senior, apakah kamu tahu lembah naga mati itu lokasi apa?”
Zhang Guocheng hanya menggelengkan kepala karena dia juga tidak tahu.
Namun saat ini, Roh Kaisar Naga Petir tiba-tiba berbicara dengan nada serius “Aku mengenal tempat ini.”
Mata Zhang Tian langsung menyipit. Dia tidak menyangka roh Kaisar juga kenal tempat ini.
“Pak tua, wilayah apa lembah naga mati? Kenapa di sebut lembah naga mati?” Zhang Tian bertanya pada roh Kaisar.
“Hmph.” roh Kaisar mendengus, namun dia tetap menjelaskan. “Dulunya itu menjadi salah satu medan perang besar di era kuno.”
“Dan kenapa disebut lembah naga mati, karena banyak klan naga yang mati di sana.”
Setelah diam beberapa saat, suara roh Kaisar naga petir terdengar lagi, “Tidak heran aku merasakan aura yang familiar, ternyata ini aura naga.”
Setelah mendengarkan penjelasan itu, jantung Zhang Tian tidak bisa berhenti bergetar.
Saat mendapatkan warisan dari kaisar naga petir Dia sudah menyebutkan era kuno, namun hanya sebatas itu. Tapi lembah naga mati ini ternyata Medan perang zaman kuno yang menjadi kuburan para naga yang menjadi makhluk Lagendaris di era sekarang.
Tidak heran kaisar naga petir berkata aura itu familiar, ternyata juga ada aura naga di dalam kotak kayu. Karena kaisar naga petir juga salah satu klan naga di era kuno.
Pada saat ini, Zhang Guocheng kembali berkata, “Ayahmu juga meninggalkan satu pesan lagi.”
Tatapannya menatap langsung ke mata Zhang Tian. “Jangan percaya siapa pun dengan mudah. Juga jangan pernah menunjukkan seluruh kekuatanmu di depan umum jika bukan dalam keadaan harus mempertahankan hidup.”
Suasana kembali hening. Meskipun kalimat itu terdengar sederhana, namun entah kenapa, Zhang Tian merasakan tekanan besar di baliknya.
Seolah ayahnya sedang memperingatkan sesuatu yang sangat berbahaya.
“Baik, senior. Aku mengerti.” Zhang Tian mengangguk. “Terimakasih karena sudah menjaga barang yang di tinggalkan ayahku.” Setelah berkata, dia berdiri lalu membungkuk ke arah Zhang Guocheng.
Dia tidak pernah menyangka, Zhang Guocheng yang bersikap acuh tak acuh padanya setelah dia menjadi sampah, ternyata memegang amanah dari ayahnya.
Tidak lama kemudian, Zhang Guocheng perlahan berdiri lalu berkata lagi, “Besok kau harus bersiap pergi ke Sekte Pedang Langit. Namun kau harus ingat, dunia luar jauh lebih kejam dibanding Kota Qing. Dan apa yang kamu alami di keluarga Zhang selama tiga tahun setidaknya tidak akan membayangkan nyawamu. Namun di luar sana, setiap menit atau detik orang bisa mengambil nyawamu.”
Setelah berkata, Zhang Guocheng berjalan pergi keluar dari aula keluarga.
Tatapan Zhang Tian perlahan berubah tajam, kata-kata terakhir kepala keluarga memang benar.
Selama tiga tahun di anggap sampah, dia hanya mengalami luka kulit atau hinaan, tidak pernah ada bahaya mengancam nyawa. Namun jika dia mulai melangkahkan kaki di luar, dia harus bergantung pada dirinya sendiri.
Entah kenapa, hatinya terasa ada yang berubah saat mengingat tentang keluarga Zhang lagi. Sebelumnya dia membenci keluarga ini hingga ke tulang, namun dalam tiga tahun ini,
jika dia tidak tinggal di keluarga Zhang, dia mungkin sudah mati di luar.
Zhang Tian menatap token hitam di tangannya lalu mengepalkan tinju perlahan.
Sebelumnya, pikirannya hanya ingin membuktikan pada orang-orang keluarga Zhang kalau dirinya bukan sampah di keluarga, namun sekarang tujuannya mulai berubah.
Dia ingin menjadi lebih kuat. Jika dia tidak memiliki kekuatan, dia tidak akan bisa mengetahui rahasia ayahnya.
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?