NovelToon NovelToon
ISTRI TENGIL OM DUDA

ISTRI TENGIL OM DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / CEO
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Nasib sial beruntun menimpa Kiara Masita, seorang siswi kelas 3 SMA yang energik. Setelah ditinggal pulang oleh sahabatnya, Kiara harus berjalan kaki di malam hari dengan ponsel yang mati total. Puncak kesialannya terjadi saat sebuah mobil mewah yang dikendarai oleh Abraham Wijaya (Bara) melindas ponsel kesayangannya hingga hancur berkeping-keping.
Pertemuan yang diawali dengan keributan di pinggir jalan ini memaksa Bara, seorang duda muda berusia 27 tahun sekaligus pengusaha sukses, untuk mengganti ponsel Kiara saat itu juga.
Dalam perjalanan pulang, suasana yang awalnya penuh perdebatan berubah menjadi negosiasi serius. Bara secara mengejutkan menawarkan sebuah kontrak pernikahan selama satu tahun kepada Kiara. Sebagai imbalannya, Bara menjanjikan fasilitas yang sulit ditolak rumah mewah untuk kedua orang tua Kiara, serta kehidupan yang terjamin dan serba mewah bagi Kiara sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara dianiaya

Setelah menyindir, Kiara mematikan telepon secara sepihak.

“Cemburu pasti nih anak. Gengsi aja ngakuinnya.” batin Bara sambil tersenyum kemenangan.

"Telepon dari siapa?" tanya Hanum penasaran.

"Oh itu... keponakanku." jawab Bara asal. Dia belum ingin membongkar status pernikahannya dengan Kiara.

"Wow, kamu punya keponakan, Bar?" Hanum heran, setahunya Bara adalah anak tunggal dari keluarga Pak Dirga

"Iya, anaknya sepupuku. Ayo ke ruang meeting, Yudha sudah nunggu di sana buat bahas kontrak kamu."

Bara melangkah duluan tapi tiba-tiba Hanum menggandeng lengannya dengan mesra. Bara merasa risih dan melepaskannya perlahan.

"Kenapa, Bar? Kita sama-sama single, kan? Nggak masalah dong kalau aku gandeng?"

"Ini di kantor, Hanum. Nggak pantes." tegas Bara sambil melangkah lebih cepat.

**

Pukul 5 sore, Kiara keluar dari kelas. Karena Bara bilang mau menjemput, dia menunggu di bangku taman. Teman-temannya satu per satu mulai pulang, ada yang dijemput, ada juga yang naik ojek online.

Kiara berjalan ke toilet untuk cuci muka karena mengantuk. Tapi baru masuk, dia mendengar suara tawa cewek-cewek. Itu adalah geng 'Beauty Ladies', geng populer yang diketuai Rara, musuh bebuyutannya. Mereka sedang dandan sambil bergosip.

Kiara mau balik badan buat menghindar, tapi terlambat. Rara sudah melihatnya.

"Heh, Kiara. Mau ke mana lo? Takut sama gue?" sergah Rara sombong.

"Gue pikir tadi ada bau toilet yang rusak, makanya males masuk. Ternyata bau mulut lo yang hobi nyinyir." tantang Kiara.

"Wah, nyali lo gede juga ya lawan kita bertiga." Rara, Rima dan Maya langsung mengepung Kiara. "Jangan mentang-mentang cowok lo ketua basket, lo jadi sok jagoan di sini."

Rara mencengkeram pipi Kiara, tapi Kiara langsung mendorongnya. "Gue lagi nggak pengen ribut ya. Lawan gue satu-satu kalau berani."

"Sayang banget, kita lagi pengen ribut nih.” timpal Maya dan Rima.

Mereka menyergap Kiara dan membawanya masuk ke salah satu toilet. Terjadi kegaduhan di sana sampai akhirnya ketiga cewek itu keluar sambil tertawa puas karena berhasil mengerjai Kiara.

**

Di Rumah Bara

"Kiara sudah pulang, Bi?" tanya Bara panik.

Bi Surti menggeleng. "Belum ada, Tuan. Pak Komar sudah kembali tapi Non Kiara nggak ada di sekolah. Sudah ditunggu lama tapi nggak muncul-muncul."

Bara langsung menghubungi Kiara, tapi tidak ada jawaban. Dia menyesal meminta sopir menjemput karena jadwal meeting-nya padat tadi.

"Suruh Pak Komar cari Kiara sampai dapat. Jangan pulang sebelum ketemu. Kalau terjadi apa-apa, kalian semua saya pecat." ancam Bara.

Bara lalu menghubungi sahabatnya, Yudha. "Yud, lo hubungi polisi, detektif atau siapa pun. Cari bini gue, dia hilang."

"Apa? Hahaha, bini lo ilang?" Yudha tertawa terbahak-bahak.

"Gue serius Yud! Kalau lo masih sayang kerjaan lo, lakuin sekarang!"

Yudha langsung diam. Dia tahu Bara kalau sudah marah tidak main-main. "Siap Bos. Ilangnya di mana?"

"Di sekolahnya."

"Oke... Nama bini lo siapa? Lo nggak pernah nyebutin namanya."

"Namanya Kiara Masita..."

"Tuan..Tuan Bara…" Teriak Bi Surti dari depan. Bara langsung mematikan telepon dan lari ke halaman.

"Kiara?"

Bara kaget melihat keadaan istrinya. Wajahnya memar, bajunya basah dan rambutnya penuh permen karet. Bara benar-benar marah melihatnya.

**

"Tolong pihak sekolah tanggung jawab. Kalau nggak, saya tutup sekolah ini besok!" ancam Bara lewat telepon kepada Bu Reika, wali kelas Kiara.

"Maaf Pak Bara, Anda siapanya Kiara? Bisa saya bicara dengan orang tuanya? Pak Ronal atau Bu Merry?"

"Saya walinya Kiara. Orang tuanya sudah mempercayakan dia ke saya. Jadi saya yang tanggung jawab!"

"Baik Pak, tapi Kiara memang sering terlibat masalah di sekolah." ucap Bu Reika seolah menyalahkan Kiara.

"Tapi di sini Kiara jadi korban. Keadaannya parah dan saya mau pelakunya dihukum."

Keesokan paginya, Kiara meringis saat Bara menyisiri rambutnya. Bara mendudukkan Kiara di pangkuannya seperti anak kecil. Dia berusaha membersihkan bekas permen karet.

"Pakai conditioner aja biar gampang." ucap Bara. Dia menggendong Kiara ke kamar mandi dan mendudukkannya di pinggir bathtub.

"Aduh sakit Om..." keluh Kiara berkali-kali.

"Saya nggak mau dengar kamu berantem lagi. Kamu itu cewek Kiara, jangan jadi jagoan." omel Bara sambil membilas rambut Kiara dengan telaten.

"Ya kalau ada yang nantangin harus dilawan lah.” bela Kiara.

"Lawan dengan elegan, jangan barbar gini. Malu-maluin saya aja."

Kiara diam saja. Saat rambutnya basah, Bara tiba-tiba menatapnya dengan pandangan berbeda.

"Mau mandi bareng nggak?" tawar Bara genit.

"Jangan macem-macem ya Om! Keluar sekarang!" bentak Kiara malu. Bara tertawa lalu keluar dari kamar mandi.

**

Di Sekolah

"Wow... siapa tuh?"

"Ganteng banget!"

Para siswi heboh saat Bara berjalan melewati lapangan basket menuju ruang BK.

"Ada apa sih?" tanya Kiara bingung lihat teman-temannya ngumpul.

"Itu Kiara, ada cowok ganteng lewat lapangan. Kakaknya siapa ya?" tanya Rima.

"Ganteng banget, mau dong jadi pacarnya." celetuk Melati centil.

"Heh, telat lo. Tuh cowok udah dideketin duluan.” tunjuk teman yang lain.

Ternyata Naila dengan percaya diri mendekati Bara. "Om Bara, mau ke mana?" sapanya manis, sengaja pamer di depan teman-temannya.

"Eh, kamu temannya Kiara yang kemarin, kan? Ruang BK di mana ya?" tanya Bara ramah.

"Oh ruang BK? Mari saya antar." Naila langsung memegang lengan Bara dengan mesra.

Dari jauh, Kiara yang melihat itu rasanya ingin sekali menendang Naila sampai ke atap sekolah.

**

"Yang tidak berkepentingan, dilarang masuk!"

Suara tegas Bu Reika, guru BK menggema saat Bara melangkah masuk ke ruangan. Di belakangnya, beberapa siswi tampak mengekor dengan wajah penasaran.

"Ah, Ibu tidak seru. Kami tentu punya kepentingan di sini. Kami ingin memastikan pria setampan ini tidak punah. Dia ini makhluk langka." sahut Arini, salah satu teman Naila, dengan nada menggoda.

"Saya bilang, keluar!" perintah Bu Reika tanpa kompromi. Para siswi itu pun segera berbalik dan meninggalkan selasar ruangan dengan langkah tergesa.

"Pak Bara?" sapa seorang wanita muda yang sudah menunggu di dalam dengan senyum ramah. "Saat kita bicara di telepon kemarin, saya membayangkan Anda jauh lebih senior. Namun ternyata..." Wanita itu menggantung kalimatnya, tampak sedikit sungkan namun tetap berusaha menjaga sikap elegannya.

"Bu Erika, benar?" tebak Bara sambil mengulurkan tangan. Berbeda dengan percakapan dingin mereka di telepon semalam, hari ini wanita itu tampak jauh lebih bersahabat.

"Jadi, semua wali murid sudah hadir?" tanya Bu Reika memastikan. Bara dan orang-orang di dalam ruangan itu mengangguk singkat.

"Baik. Perkenalkan, saya Laksmana Permana, biasa dipanggil Pak Laks. Mungkin sebagian besar sudah mengenal saya sebagai kepala bagian kesiswaan dan BK di sini.” ujar pria bertubuh gempal itu sambil membetulkan letak kacamatanya.

1
merry
cemburu di bar bar 🤣🤣🤣🤣tp kshnn seann klo ngk di ksh tau klo Kiara dh pyn laki hrs y di ksh tau lhh ki minimal cari alsann atau cari keburuknn seann supaya pyn alsann buat putusinn seann
Siti Zumaroh
semangat thor💪 up nya
merry
hidup mu penuh wrna bar 🤣🤣🤣🤣
merry
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 klurga somplak pants Kiara juga usil
merry
kyk y bags cerita y moga Kiara thnn dgn mertua sambung Dan sepupu tiri y Bara🤭🤭🤭
Daryl Daryl
semangat thor
aku
makan ati bgt sikap bara. cb hargai dkit posisi istrimu. biarpun msh labil. 😭
Siti Zumaroh
up lagi dong💪
Nining Komalasari
masa sih sekelas CEO didompetnya ada uang sepuluh ribuan?
Rose
mana ni lanjutanya
Noona Rara: Nanti malam yah kak. Beberapa hari ini sangat sibuk
total 1 replies
Evi Lusiana
waduh,si ibu dgr jabatan ny bara lgsg luluh
Siti Zumaroh
ditunggu up nye thor
Siti Zumaroh
semangat thor💪
Siti Zumaroh
ceritanya menarik....
semangat💪 crazyup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!