Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Masih Sama
Meskipun suasana hatinya sudah sedikit berubah Keanu tetap terlihat murung. " Cucu Oma sayang, kenapa dari tadi kok sedih?". Ny.Amel membelai kepala cucunya dengan sayang.
Keanu hanya menggeleng, tetapi raut wajahnya menyimpan ketakutan. Hal itu membuat Ny. Amel semakin penasaran.
"Kenapa sayang, ayo ngomong sama Oma?". Keanu tampak ragu. Tapi pada akhirnya bocah 4 tahun pun bicara. " Oma....kalo tante mati gimana?"
"Duaaaar" ucapan bocah tampan itu mengagetkan Ny.Amel. "Kok..abang ngomongnya gitu, abang enggak boleh ngomong kayak gitu!".
Mata Keanu berkaca kaca, sorot matanya menyimpan ketakutan yang tidak biasa. Sang oma melihat kegelisahan hati bocah tersebut. Dia memeluk erat cucunya.
"hiks...hiks...hiks.." Bocah itu hanya menangis dipelukan Omanya. Ny. Amel mengusap usap punggung bocah itu. Keanu semakin sesegukan.
"Keanu sayang, kenapa ngomong kaya gitu?". Karena penasaran Ny.Amel mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Tangis bocah itu semakin kencang, membuat sang Oma khawatir. "Udah enggak apa apa, sut..sut..jangan nangis okey, Oma gak akan tanya Keanu lagi!".
Keanu semakin mengeratkan pelukannya, tetapi ternyata sang Oma mendengar Keanu berbicara hanya saja suaranya terlalu pelan jadi Ny.Amel tidak terlalu jelas mendengar ucapan cucunya.
Setelah cukup lama akhirnya Ny.Amel mengurai pelukan mereka dan memegang bahu cucunya. "Keanu tadi ngomong apa?"
Masih sesegukan, namun Keanu tetap berusaha mengatakan sesuatu pada Omanya. " kemalin tante jatuh, telus idungnya beldalah".
Ny.Amel terkejut dengar pengakuan Keanu. Namun dia berpikir "sepertinya bocah ini hanya berlebihan". Ny.Amel mengusap air mata Keanu, dia mencoba menenangkan cucunya itu.
"tenang sayang, mungkin tantenya kesandung jadi jatuh, Keanu jangan sedih okey". Bocah kecil itu menggeleng dia tidak sependapat dengan Omanya.
"No, Oma, tante jatuh tlus enggak banun, hiks...hiks..hiks". Wanita paruh baya itu langsung memeluk cucunya dengan erat. "Apa yang terjadi?" pertanyaan itu hanya keluar dipikiranya.
Dia harus mencari tahu apa yang terjadi dengan menantunya yang membuat cucunya ketakutan seperti itu.
...****************...
Wajah Hanna tampak lelah sejak tadi baby Malika
tidak berhenti menangis, mungkin baru pertamakali bagi bayi lucu itu menginap dirumah Omanya. "sut...sut.. Sayang udah yah".
Sudah hampir 20 menit akhirnya baby Malika kembali tenang. Dia menaruh si kecil kedalam box dengan perlahan.
Tubuhnya dihempaskan diatas kasur. Dia melihat sekeliling ruangan kamar suaminya. Ruangan itu didominasi warna biru dan sedikit warna putih.
Hanna jarang menginap dirumah mertuanya. Mungkin bisa dihitung jari berapa kali dia menginap disini. Murat sangat jarang membawanya kesini.
Kalau tidak Ayah mertuanya yang menyuruh mungkin pria itu tidak akan pernah berkunjung dan menginap dirumah orangtuanya.
Kamar ini tidak jauh berbeda dengan rumah yang mereka tempati, terlalu banyak kenangan Zahra yang ditinggalkan disini. Foto foto mesra Murat dan mendiang istrinya masih tersimpan rapi disetiap sudut ruangan.
Hanna menarik nafasnya dalam. Dia akan selalu hidup dengan bayang banyang Zahra. Bahkan tidak ada foto kebersamaan dirinya dan Murat yang tersimpan.
Sakit, tentu saja. Hatinya masih terlalu perih untuk merasakan itu. Pengorbanannya tidak berarti apa apa bagi Murat.
Suaminya tidak pernah melihatnya ada. Kalau bukan karena dia berhutang budi pada keluarga Zahra mungkin dia tidak akan pernah menikah dengan cinta pertamanya itu.
Selama tiga tahun mereka menikah, Hanna berharap terlalu banyak. Dia berharap suaminya akan mencintainya meskipun hanya sedikit. Tetapi sepertinya semua itu sia sia.
Bagaimana bisa Murat melihatnya jika kenangan pria itu bersama mendiang istrinya masih tersimpan rapi. Sekarang Hanna hanya bisa pasrah mungkin inilah kehidupan yang Tuhan takdirnya untuknya.
Dia tidak lagi mengharapkan kasih sayang suaminya. Yang terpenting saat ini adalah Keanu dan baby Malika. Hanya dua malaikat itu yang membuatnya merasa dicintai.