Ketika dua gadis kembar jatuh cinta pada pria yang sama. Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arni, ternyata pertemuan keduanya dengan Agni membuatnya semakin jauh pada Arni. Saat menjelang pernikahannya dengan Agni, Andra mendapat informasi bahwa Agni sedang hamil. Reno asisten pribadi sekaligus sahabat dekat Andra dituduh sebagai ayah dari anak yang di kandung Agni karena kepergok satu kamar bersama Agni dalam keadaan mabuk. Arni yang bercadar terjebak masuk ke dalam sebuah ruangan yang hanya ada Andra di dalamnya membuat Andra harus menikahinya. Kebencian demi kebencian muncul terhadap wanita bercadar yang tidak diketahui Andra bahwa dia adalah wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Arni yang merasa sangat sakit hanya bisa menerimanya. Nasibnya berubah saat Andra mengetahui bahwa wanita di balik cadar itu adalah cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rusmiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
#Andra Di Indonesia
Pagi ini Andra mulai masuk kantor, Reno yang sudah siap menunggu langsung tersenyum ketika yang ditunggu sudah datang.
"Selamat datang pak." ucap Reno sambil menunduk memberi hormat pada Andra.
Andra hanya mengangguk pada Reno dan pergi menuju ruangannya dengan diikuti Reno.
Reno adalah orang yang bisa menempatkan dirinya sesuai kondisi dan situasi. Dia bisa bersikap dengan sangat hormat ketika di kantor tetapi dia bisa menjadi sangat akrab bahkan berani mengejek atasannya jika sedang di lingkungan yang tepat.
"Selamat datang pak." Sambut karyawan kantor yang berjajar menyambut kedatangan Pemilik perusahaan setelah selama seminggu dia mangkir karena masih dalam keadaan berkabung.
Andra hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian melalui mereka.
"Pak, ini jadwal bapak untuk seminggu ke depan." Reno memberikan jadwal Andra.
"Besok kunjungan ke Amerika? Kenapa ga sekalian kemaren sih?" Tanya Andra kesal.
"Maaf pak, tapi sore ini bapak harus meeting dengan pak Dave yang mengajukan banding." Jawab Reno.
"Ya udah siapkan berkasnya!" Perintah Andra.
Setelah meetingnya selesai Andra kembali ke rumahnya dan beristirhat.
"Bi, tolong siapkan baju dan semua kebutuhan saya. Selama tiga hari saya akan ke Amerika." Kata Andra pada Noni.
"Baik Tuan, akan saya siapkan." Ucap Noni.
Malam hari di balkon kamarnya Andra melihat ke langit yang indah dihiasi banyak bintang malam ini tiba-tiba mengingatkan Andra pada gadis yang ia temui di Amerika.
"Besok aku ke sana. Mungkin gak ya ketemu lagi sama bidadari galak itu? Ahh kenapa jantung ini berdebar saat mengingat kembali gadis itu? Tuhaaaan... Apa ini yang dinamakan cinta?" Gumamnya sendiri sambil menikmati secangkir kopi yang disiapkan Noni.
Kriiiing
"Bro, elo lagi ngelamunin bidadari itu ya?" Ledek Reno di balik telepon.
"Sok tahu Lo. gak, gue mau tidur. Udah ya jangan ganggu." Jawab Andra.
"Eeehh, jangan ditutup dulu. Gue cuma mau ngasih tahu kalo besok elo ga bakal ketemu sama bidadari itu. Percaya sama gue." Ucap Reno.
"Bodo amat. Terserah elo peramal gila." Ucap Andra sambil menutup teleponnya.
Reno hanya terkekeh di balik teleponnya.
Malam sudah semakin larut, Andra mulai merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk tidur di kasur mewahnya. 2 jam sudah Andra berbaring di kasurnya tapi tak ada tanda-tanda ngantuk padanya. Dia kembali bangun dan mengacak rambutnya.
"ahh, sialan. Kenapa ga bisa tidur ya? si Reno sialan bilang gue ga bakal ketemu sama bidadari cantik. Kan gue pengen ada keajaiban bisa ketemu sama dia lagi. Kalo besok ketemu, gue janji bakalan minta nomer handphone nya. Gak bakal gue sia-siain kesempatan ini." Gerutu Andra pada dirinya sendiri.
Andra mulai merebahkan kembali badannya dan menutupi tubuhnya dengan selimut lembut yang nyaman. Lama bola matanya membuka dan menutup dengan masih sangat teratur sampai akhirnya Andra menutup matanya dengan paksa agar bisa tertidur. Dengan sendirinya Andra tidur dengan selimut yang mengurungi seluruh tubuhnya.
Sedangkan di rumah Reno, tampak dia sudah tertidur dengan sangat pulas setelah cukup puas sudah mengejek sahabatnya yang sedang kasmaran pada gadis yang tidak pernah dikenalnya. Bertemu hanya satu kali dan dalam keadaaan ketika dia sedang di bawah pengaruh alkohol. Memang sebuah keajaiban yang bisa membuat Andra jatuh cinta.