Bagaimana perasaanmu ...apabila kau memiliki kekasih , namun pria itu malah lebih mementingkan teman masa kecilnya di bandingkan dengan dirimu..
" Apa - apa Cleo..apa - apa Cleo . Yang pacarmu itu aku apa Cleo sih Gas..." teriak Clara ketika mendapati kekasihnya hanya memiliki waktu bersama teman masa kecilnya daripada dirinya yang notabene adalah kekasih Bagas
" Kamu memang pacar aku Clara ... tapi kamu harus ngertiin bahwa saat ini Cleo lebih membutuhkan aku dari pada kamu . please Clar...jangan bersikap egois seperti ini "
" Kamu bilang aku egois ! mana egoisan aku yang minta kamu buat nemenin ulang tahun aku ,dengan kamu yang menemani Cleo hanya buat beli kado buat mamanya . Tolong Bas , jangan anggap aku egois . jika nyatanya kalianlah yang lebih egois daripada aku "
Akankah Clara melanjutkan hubungan miliknya bersama Bagas yang telah selama tiga tahun mereka jalani . Atau Clara akan lebih memilih membuka hati yang baru untuk sosok pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
" Mau mampir dulu ? " tanya Clara ketika turun dari atas motor kekasihnya
" Besok aja deh yank...aku takut gak mau pulang nanti kalau udah berduaan sama kamu " ucap Bagas manja yang membuat Clara jadi gemas dan mesam mesem di depan sana
" Idih gombal.."
" Ye...siapa yang gombal . Emang beneran kok . Kalau kamu gak percaya , ya udah aku bakalan mampir . Tapi pulangnya tahun depan ya " Bagas tampak terkekeh ketika melihat Clara yang melotot di depannya
" Itu mah bukan mampir namanya . Tapi numpang tinggal Bagas .. Lagian aku gak percaya jika kamu berani ngelakuin itu . Kamu kan anak mama , di suruh pulang sekali aja langsung ngacir pulang " ejek Clara yang sekarang malah membuat gantian Bagas yang mendelik menatap gadis itu
" Oooo..ngejek nich Maksudnya ... Balas dendam gitu ..."
" Enggak kok...cuma bilang fakta doang! " elak Clara sembari mengulum senyum
Kedua kaki milik gadis itu perlahan terlihat mundur ketika melihat Bagas yang saat ini sudah terlihat turun dari atas motor sport hitam yang pria itu milik
Hap
" Ye..gak kena " ledek Clara ketika melihat Bagas yang tak berhasil menangkap tubuh miliknya
" Awas kau Clara . Kau sudah mulai berani ya..." Bagas terlihat mengejar Clara
Dengan Clara yang terlihat berlari kecil mengitari taman bunga mawar halaman rumah mewah miliknya guna menghindari tangkapan dari kekasih jahilnya itu
" Berhenti Ra..."
" Gak..ntar kamu tangkap dan gelitiki aku "
" Kok kamu tahu sih " Bagas tampak tertawa bahagia begitu pula dengan Clara di depan sana
" Tahu lah..kamu kan pacar aku "
" Idih cute banged.. Sun dulu dong ! "
" Ye..gak mau..wekk" ejek Clara kembali dengan lidah gadis itu yang terlihat menjulur merah
" Oh shit...kalau udah nikah gak bakal gue biarin lo keluar Clara "
Bagas terlihat mempercepat gerakan langkah kakinya dan..
Hap
Akhhh!!
Tubuh Clara pun saat ini sudah berhasil di dekapnya
" Kena kau . Mau lari kemana lagi hmmm"""
" Ah...geli Bagas..geli..." pekik Clara sembari meronta dengan Bagas yang setia memeluk tubuh milik gadis itu dari belakang . Dan hidung mancung milik Bagas yang terlihat terus saja mengecup geli leher jenjang yang Clara miliki.
Hingga sebuah deheman keras tiba - tiba saja terdengar dan menghentikan gerakan dari kedua anak muda yang masih memakai seragam sekolah yang berharga ratusan juta itu
" ekhemmm...duh bahagianya yang lagi pacaran . Dunia serasa milik berdua ya..."
" Mama..." cicit Clara sembari menunduk malu karena kepergok ibunya sedang bermesraan bersama Bagas
" Siang tante..." ucap Bagas sembari mencium tangan Denaya - ibu kandung Clara dengan santun
" Kamu makin ganteng aja Gas " goda Denaya yang membuat Bagas jadi tersenyum simpul
" Ah. Tante biasa aja . Tante juga kelihatan makin cantik setelah lama gak bertemu "
Denaya terlihat tertawa lepas
Anak semuda itu saja pandai menghargai wanita . Tapi kenapa suaminya tidak ?
Dada wanita itu tampak merasa sesak di dalam sana ketika mengingat perilaku jahanam ari suaminya sendiri
Menjalani rumah tangga dengan seorang pria bajingan sungguh membuat Denaya jadi hampir gila
Niat hati ingin berpisah dari suami miliknya yang bajingan itu . Akan tetapi ia takut akan kehidupan Clara kedepannya
Denaya takut jika Clara akan berubah menjadi depresi ketika kehidupan sempurna yang putrinya itu miliki dulu akan langsung jadi berubah tatkala tak di dampingi oleh keluarga yang utuh di kemudian hari
" Bagas..Bagas..kamu itu bisa aja mujinya . Kamu benar - benar memiliki bakat pembisnis seperti papamu "
Denaya memang cukup kenal dengan papa Bagas .
Bisa di bilang papa Bagas merupakan mantan terindah dari Denaya
Hanya saja sepertinya mereka tak berjodoh
Karena di pertengahan jalan ternyata Denaya di tikam dari belakang
Belinda...tiba - tiba saja mengaku hamil anak Andre . Sehingga membuat Denaya harus merelakan pria itu untuk bersanding dengan sahabat baik yang dulu pernah ia miliki
Sakit memang
Tapi apalah daya
Denaya tak ingin egois , ia rela melepaskan meski nyatanya Andre tak bisa rela melepaskan Denaya dengan ikhlas
Dan hal itulah yang membuat Belinda jadi membenci segala hal mengenai Denaya , termasuk Clara...
______
" Ya..mudah - mudahan Bagas bisa sukses seperti papa tan..karena Bagas ingin cepat - cepat ngelamar Clara buat Bagas jadiin istri Bagas nanti "
Blush
Clara tampak tertunduk malu , dengan Bagas yang saat ini tengah tersenyum lebar dan sangat manis ke arahnya
Niat Bagas memang sudah bulat
Ia sudah sangat klop dengan Clara , dan tak berniat pisah dengan gadis itu apapun yang terjadi
" Wah..tante tunggu lo janjimu itu . Tante doakan yang terbaik untuk kalian berdua . Semoga hubungan yang kalian jalin saat ini bisa langgeng hingga menuju kepelaminan . Tante percayakan Clara sama kamu Gas . Tante cuma titip pesan . Jangan pernah sakiti Clara . Meski bagaimanapun Clara ini merupakan seorang putri bagi tante . Hanya dia yang tante punya. Seandainya jika kamu sudah tak menyukai Clara lagi , begitu pula sebaliknya . Tante berharap kalian berdua bisa menyikapinya dengan baik . Hanya itu saran yang bisa tante berikan kepada anak muda seperti kalian berdua . Ya..meskipun tante ini bukanlah orang tua yang baik juga . Tapi sejelek jeleknya seorang ibu pasti akan menginginkan yang terbaik untuk masa depan putrinya "
Ucapan panjang kali lebar dari Denaya sungguh membuat hati Clara jadi terenyuh seketika
Ini merupakan kali pertama wanita itu mau mengeluarkan kalimat panjang kali lebar di depan Clara
" Aku pasti akan menepatinya tante . Aku janji akan membuat Clara Bahagia . Entah itu untuk sekarang ataupun nanti "
______
" Bagas !! " suara Belinda tampak menggelegar terdengar , hingga membuat langkah kaki milik Bagas yang baru saja memasuki pelantaran mansion mewah miliknya jadi langsung terhenti seketika
Mata milik pria itu terlihat menatap ke arah ibunya yang terlihat tengah merah padam saat ini
Hembusan napas panjang terdengar
Belinda tentu saja terlihat marah
Ini pasti ada kaitannya dengan Cleo yang tak mau ia antar jemput lagi ke sekolah
" Benar kata Vigor lama - lama memang bisa menjadi sebuah beban "
" Kenapa ma ? " tanya Bagas pura - pura tak mengetahui hal apa yang akan di bahas oleh Belinda
Pria itu tampak mendekat dan berdiri di hadapan ibunya yang saat ini tengah duduk di atas sebuah sofa
" Kenapa kau tak mengantar jemput Cleo tadi pagi ? "
" Tuch benarkan "
" Bagas lagi antar jemput Clara ma..."
" Antar jemput Clara ? Untuk apa kamu antar jemput dia . Sepenting itukah Clara buat kamu di bandingkan mama dan juga Cleo "
" Clara penting ma . Sebab Clara pacar Bagas . Mama juga penting bagi Bagas , karena mama adalah ibu kandung Bagas . Untuk Cleo juga penting . Karena dia adalah teman Bagas . Jadi jika mama tanya penting tidaknya kalian . Semuanya Bagas anggap penting ma . Jadi please jangan buat Bagas memilih hal yang tak bisa Bagas pilih . Okey..." Bagas terlihat menatap penuh harap ke arah Belinda
Setidaknya wanita itu harus tahu bahwa Bagas merupakan manusia hidup yang memiliki hati dan juga perasaan . Bukannya sebuah robot yang bisa Belinda atur - atur sesuka hati
" Clara kan kaya . Jadi dia harusnya bisa pulang pergi menggunakan sopir pribadi milik keluarganya . Kenapa juga harus minta jemput kamu ...emangnya kamu sopir ? "
" Ma...Cleo juga kaya dan juga punya sopir di rumahnya . Kenapa mama suruh Bagas antar jemput dia . Emangnya mama sedang memperkerjakan Bagas sebagai driver online nya Cleo "
Skakmat
Ucapan Bagas benar - benar membuat Belinda tak bisa berkata - kata lagi di depan sana
" Kau.."
" Please ma...jangan paksa Bagas melakukan hal yang salah .Selama ini bukankah Bagas sudah mengikuti segala perintah dari mama . Dari Bagas yang harus mendapat juara satu di sekolah serta Bagas yang harus mengikuti segala macam les privat agar Bagas bisa memiliki piagam untuk mengharumkan nama keluarga tapi kali ini please..tolong ma..berikan Bagas sebuah kebebasan untuk memilih pujaan hati Bagas . Dan yang Bagas pilih adalah Clara . Jadi Bagas mohon...terima Clara . Karena yang Bagas mau hanya Clara . Tak ada yang lain "