Karna sebuah kesalah pahaman, Rinjani ChiMa Wardhana memilih memendam cintanya pada sosok Lintang yang seolah menjadi pelangi di hari harinya yang sempat mendung sebab pengkhianatan dari Sang mantan kekasihnya yang dulu..
Lintang yang tak tahu apa-apa dan mendadak di jauhi pun akhirnya menjatuhkan pilihan pada gadis itu.
"Jujur sama Lilin, atau masuk Neraka?"
***********
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
🍂🍂🍂🍂🍂☺
Kaboooooor..
Itu adalah satu-satunya cara Lintang untuk menghindar dari Arjuna yang mungkin bisa di bilang sebagai calon adik iparnya, tatapan pemuda belasan tahun itu memang cukup tajam seolah siap untuk menerkam teman dekat kakaknya itu.
Ceklek.
Lintang masuk kedalam ruang rawat inap dengan pelan, matanya langsung tertuju pada Rinjani yang sedang menangis sesegukan di samping seorang wanita yang di yakini Lintang adalah Mama dari gadis kesayangannya. Lintang yang masuk Langsung di hampir oleh Papa Chiko dan di persilakhkan untuk duduk.
"Sore, Om," sapa Lintang usai mencium punggung tangan pria paruh baya di depannya.
"Sore juga, Lin. Terima kasih sudah mau mengantar Rinjani kemari," balas Papa Chiko yang di balas senyum kecil dari putra bungsu Lee Rahardian.
Ia tentu tak asing dengan sosok Lintang karna cukup tahu dan kenal dengan kedua orang tua pemuda itu meski saat pindah ke kota A, mereka sudah sangat jarang bertemu jika bukan di acara keluarga Rumah utama atau perusahaan.
Chiko yang tahu putrinya dekat dengan Cucu kesayangan Tuan besar Rahardian sebenarnya sedikit cemas karna takut mengecewakan Lintang, tapi sejauh ini memang keduanya masih terlihat baik-baik saja. Hubungan yang terjalin pada dua insan muda itu sudah di ketahui oleh dua keluarga hanya saja mereka semua masih mengunci mulut rapat rapat dan tak ada yang berani bicara lebih dulu kecuali Lintang sendiri yang mengenalkan Rinjani sebagai Pawangnya, tapi meski begitu penjagaaan ketat sudah di lakukan oleh Pasukan Gajah untuk putri sulung dari DuRen JaHe.
"Sama-sama, Om. Cuma lagi kebetulan aja kok," jawab Lintang malu malu meong.
Awalnya Papa Chiko hanya memberi tahu Skala tentang keadaan istrinya. Namun bukan terompet kiamat namanya jika tak cerita lagi pada anak dan istrinya hingga justru kabar tersebut sampai juga ke telinga Lintang melalui Sky, Si Bapak comblang yang perannya sangat penting dalam hubungan cinta dalam diam LinChi.
Rinjani yang ikut bergabung juga mengatakan hal yang sama, ucapan Terima kasih terlontar dari bibir merah mudanya untuk Si pemuda tampan bagai Jailangkung tersebut.
"Kalau gak ada Lilin mungkin ChiMa belum sampai, Lin."
Papa Chiko sontak menoleh dengan sebutan Sang putri yang barusan di dengar, Seolah tak percaya pria itu sekali lagi menajamkan indera pendengarannya.
"Bilang makasihnya sama Nyamuk ya, kan dia yang udah bisikin Lilin buat kasih tahu kalau ChiMa ada di Banndara," balas pemuda itu.
Papa Chiko sampai membulatkan kedua matanya, baru kali ini ia melihat langsung interaksi Lintang dan Rinjani yang berbicara dengan sebutan nama masing-masing dan itu membuat gemas siapapun yang mendengarnya termasuk papa Chiko sendiri.
Ia yang bangun lalu menghampiri sang istri yang masih berbaring di ranjang pasien dengan infusan yang masih menempel di punggung tangannya.
"Kenapa, Pah?" tanya Mama Marni saat suaminya sudah duduk menggantikan putrinya yang tadi menemani.
"Gak apa-apa, gak kuat denger merek ngomong," bisik Si mantan Duda.
Mama Marni hanya tersenyum, ia yang belum pulih betul masih merasakan sakit meski kini sudah berangsur baik saat Si sulung pulang.
Tapi orang yang ada didalam ruangan tersebut menoleh saat Arjuna masuk.
"Una gak kangen sama Kakak?" tanya Rinjani pada adiknya.
"Ini siapanya kakak?" tanya Arjuna dengan lirikan mata kearah Lintang.
"Temen kakak, kenapa?" Rinjani balik bertanya dengan dahi mengernyit.
"Gak apa-apa, tadi di ngaku ngaku calon Imam," cibir Arjuna yang semakin membuat Rinjani tak paham sedangkan Lintang menelan salivanya.
"Imam apa, Lin?" tanya Rinjani.
.
.
.
Imam di Kandang LinChi...
kek gimana pula tuh gayanya Thor... bleh dicoba gak tuh. 🤣🤣🤣
lama² gak jelas,gak konsisten