¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.10 Ketemuan
"Nanti malam Jam 20.00, Kamu harus sudah dirumah!" Perintah Kiran Pada Andrian.
" Iya non." Andrian menjawab dengan lembut.
"Awas saja kalau telat, sanksinya kamu bisa saya pecat!" Kiran mengancam Andrian.
Andrian hanya menunduk, bukan tak bisa menjawab. Tapi, malas berdebat. Dia juga sudah merasa kelelahan dan jenuh seharian menungu Kiran.
"Ya sudah kamu pulang sana. Awas nanti malam telat." Kiran menyuruh Andrian kecostnya, lalu Kiran berlalu dari hadapan Andrian
"Ahhhhh!" Andrian menarik nafas panjang-panjang.
Andrianpun kembali kecostnya jam sudah menunjukkan pukul. 16.30. Dia pun berbaring dikamarnya. Menatap langit-langit kamar dengan berbantalkan kedua lengan tangannya.
"Kok gini amat ya hidupku sekarang." Andrian memejamkan mata.
"Kenapa ya saat aku serba kecukupan, aku dipertemukan dengan cewek matre. Sekarang dipertemukan dengan cewek jutek, sombong gak punya sopan. Apa yang salah pada diriku ya." Gerutu Andrian dalam hati.
Andrianpun tertidur. Akhirnya sebelum Maghrib dia sudah bangun dan bersiap menuju kemasjid untuk shalat berjamaah. Dia memutuskan untuk membaca AlQur'an setelah shalat.
Dregggggggg...
"Ya hallo non"
"Kamu dimana? Segera kesini." Perintah Kiran dengan nada kasar.
"Tapi non, setelah shalat Isya ya." Pinta Andrian dengan lembut.
"Eh, sudahlah shalatnya nanti saja. Aku bisa telat nanti." Awas saja kamu. Kiran berkata dengan kasar.
Tapi Andrian tidak menghiraukan, lalu Andrian mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat isya. Setelah shalat diapun meluncur kerumah Kiran.
Kiran yang satu jam dandan, sudah tampak cantik. Memakai dres warna merah yang cukup terbuka. Rambut panjang terurai menambah aura kecantikannya nampak. 15 menit Andrian telat.
"Awas kamu kalau datang, menyebalkan." Kiran ngomel-ngomel sendiri.
"Maaf non, nampaknya saya agak terlambat. Maaf ya non." Andrian berusaha mengakui kesalahannya.
"Sudah saya bilang tadi kalau sampai telat, saya bisa pecat kamu ingat itu!" Kiran menunjuk muka Andrian.
"Iya non."Lagi-lagi Andrian mengalah.
"Ayo" Kiranpun melangkah menuju mobil sambil cemberut.
Didalam mobil Kiran masih tampak cemberut.
Andrian melihat kekaca dan bertanya pada Kiran
"Mau diantar kemana non?"
"cafe Nirmala."Jawab Kiran jutek.
Andrian hanya tersenyum melihat Kiran cemberut, Gemas juga Andrian dengan tingkah laku Kiran.
"Hey, cantik banget kamu beby. Leo menyambut Kiran dan mempersilahkan duduk bak putri.
"Terimakasih" Kiran menjawab dengan senyuman.
Andrian duduk didalam mobil sambil mengawasi Kiran dari jauh. Bagaimanapun Rina menitipkan untuk menjaga anaknya. Jadi dia sangat bertanggung jawab.
Leo memberikan sebuah hadiah kalung pada Kiran.
"Leo, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Kiran berusaha menolak.
"Tidak beby, dari pertama bertemu saya sudah suka padamu. Bolehkah saya menjadi kekasihmu?" Leo penuh harap.
Kiran lalu menatap Leo dalam-dalam.
"Hmmm ga terlalu cepat Leo?"
"Ga Kiran, menyatukan cinta itu tidak butuh waktu lama. Leo mengeluarkan jurus gombalannya.
"Hehehe!" Kiran tertawa malu.
Leo menyodorkan Kalungnya. Jika menerima cintanya, Kiran memakai kalungnya.
"Leo kamu membiarkan aku memakai kalung sendiri?" Ujar Kiran manja.
Leopun beranjak dari kursi dan berjalan kearah belakang Kiran. Dan memakaikan kalungnya.
Leo mencium tangan Kiran. "TerimaKasih beby."
Andrian melihat mereka dari dalam mobil.
"Hmmm sok romantis. Padahal laki-laki model kayak gitu buaya. Xixixixi." Andrian ngomel-ngomel sendiri.
Kiranpun Asyik bermesraan dengan Leo, ngobrol dan bercanda. Andrian mengingat masa lalunya dengan dona. Ada perasaan menyesal kenapa dulu harus pacaran.
Akhirnya Kiran memutuskan untuk pulang. Leo mengantar sampai kemobil Kiran, lalu mencium kening Kiran.
Didalam mobil
"Non pacaran ga baik, dosa non. Apalagi bermesraan begitu dengan yang bukan mahrom." Andrian berusaha menasehati Kiran.
"Ahhhh sok alim lo. Atau jangan-jangan kamu ga suka sama wanita. Wkwkwkw." Kiran sinis.
Andrianpun terdiam. Disepanjang jalan mereka hanya terdiam. Tidak ada sepatah katapun dari mereka.
~ Tinggalkan jejak ya, like dan komennya.Jika berkenan kasih vote. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...