Disha Aveyra adalah gadis berusia 17 tahun yang baru saja lulus sekolah menengah atas, rejekinya cukup bagus karena dia baru saja di terima kerja di sebuah perusahaan besar, meski hanya sebagai cleaning servis tetapi Disha sudah sangat bersyukur karena dia bisa kerja.
Sejujurnya Disha tidak di terima mengingat usia Disha yang masih termasuk kategori di bawah umur tetapi Disha memperlihatkan kartu tanda penduduk miliknya yang mengatakan jika dia sudah cukup umur sehingga dirinya di terima.
Perusahaan yang menaungi Disha adalah perusahaan besar dan Disha di tugaskan sebagai cleaning servis di lantai satu sampai dua sedangkan untuk lantai selanjutnya di bersihkan oleh cleaning servis lainnya.
Hingga kejadian dimana Disha merasa dunianya hancur saat kejadian itu terjadi, kejadian yang merenggut mahkota berharganya sebagai seorang perempuan, kejadian yang membuatnya merasa tidak layak untuk berjalan di dunia ini lagi.
Soo... bagaimana kelanjutan? Silahkan langsung cek yaa biar nggak kepo hehe... dan semoga suka dan tidak lupa juga buat ninggalin jejak buat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah??
Disha membuka matanya dan menatap sekeliling yang nampak asing menurutnya.
Buru-buru Disha bangkit dari tempat tidur yang dia duduki, mata bulatnya menatap setiap sudut ruangan, entahlah Disha merasa takut sekarang.
CEKLEK
Disha menatap wanita paruh baya yang kini berjalan ke arahnya, Disha ingin sekali memeluknya tetapi Disha sadar jika dirinya tidak akan pernah memiliki yang namanya Ibu.
'Kamu sudah sadar sayang?" wanita yang tidak lain adalah Mommy Alina tersenyum hangat padanya
Disha menjawabnya dengan mengangguk sedangkan matanya menatap setiap sudut kamar.
'Mandi lah sayang, Mommy bawakan baju saat Mommy masih muda dulu" Mommy Alina menyodorkan 3 dress pada Disha
'I.. Ibu siapa?" tanya Disha pada akhirnya
'Panggil saja Mommy, kemari lah duduk sebentar" ajak Mommy Alina duduk di atas ranjang Luigi
Disha duduk sedikit jauh dari Mommy Alina, melihat tingkah menggemaskan Disha membuat Mommy Alina memilih duduk di samping Disha.
'Maafkan perbuatan putra Mommy sayang, Mommy tau jika ini terasa berat buat mu" sesal Mommy Alina menatap Disha penuh penyesalan
'Maksud I... Mom.. Mommy apa?" tanya Disha tidak mengerti
'Aku adalah Ibu dari pria yang sudah memperkosa kamu nak, ku mohon maafkan kelakuannya itu" isak Mommy Alina
Mommy Alina tidak menyangka jika gadis yang di rusak putranya begitu muda dan masih polos, entah setan apa yang merasuki putranya saat itu.
Sedangkan Disha menunduk sedih, air matanya tumpah, hatinya sakit mengingat hal itu, tetapi menangis pun percuma karena sudah terjadi, Disha hanya bisa menerima saja.
'D... Disha sudah ikhlas Bu, mungkin ini jalan hidup Disha" isak Disha dan menghapus air matanya
'Disha yang salah hiks... andai Disha bisa melawan pasti ini tidak akan terjadi, Maafkan Disha Bu sudah menarik anak Ibu dalam kehidupan Disha" Disha merasa bersalah pada wanita paruh baya di depannya
Disha merasa bahwa dirinya adalah pembawa masalah, seharusnya sedari dulu Bunda panti tidak menolongnya agar kejadian ini tidak terjadi.
'Bukan salah mu nak, ini salah putra Mommy dan salah Mommy yang tidak bisa mendidiknya lebih baik, maafkan kami" sesal Mommy Alina melihat respon Disha yang menyalahkan dirinya sendiri
'Oleh karena itu ijinkan putra Mommy menikahi mu sayang, kamu mau kan?" tanya Mommy Alina serius
Disha membulatkan bola matanya, lihatlah sekarang, karena dirinya pria itu harus menikahinya, seharusnya Disha tidak lahir di dunia ini.
'T...tidak perlu Bu, Disha yang salah, Disha akan pergi tanpa Ibu minta, Maafkan Disha" Disha tidak mau lagi membuat orang susah atas dirinya
'Bukan salah mu nak, sejujurnya anak Mommy juga di jebak oleh sekretarisnya, minuman yang di berikan sekretarisnya itu sudah di campur dengan obat perangsang, akhirnya kejadian itu tidak terelakkan, Mommy mohon menikah lah dengan Luigi agar Mommy tenang" mohon Mommy Alina
Mommy Alina sampai kapan pun akan membuat gadis cantik di depannya sebagai menantu, jujur saja Mommy Alina menyukainya saat pertama bertemu.
'T..tapi...
'Tidak ada tapi-tapian sayang, kamu harus mau yaaa biar Mommy lega" mohon Mommy Alina
Disha bingung sekarang, tetapi Disha juga tidak mau mengambil resiko, jika benih yang di tanam Luigi berhasil membuat sebuah janin bagaimana hidupannya nanti, sudah cukup dirinya tidak punya orang tua jangan sampai anaknya nanti seperti dirinya.
'D... Disha mau Bu" putus Disha pada akhirnya
'Syukurlah sayang, jangan panggil Ibu tapi panggil Mommy saja" Mommy Alina mengelus pipi merah Disha
'Terimakasih Mommy" ucap Disha
'Pergi lah mandi sayang, kemudian turunlah kami tunggu di bawah" Mommy Alina pergi meninggalkan Disha yang masih duduk di ranjang
Seperginya Mommy Alina, Disha pun melangkah menuju kamar mandi yang sudah di beritahu oleh Mommy Alina.
Beberapa menit kemudian Disha turun menggunakan dress berwarna baby pink yang nampak imut di badannya.
Disha ikut bergabung dengan Mommy Alina yang sudah duduk di meja makan, terlihat juga Daddy Ledgar yang menatapnya sedari tadi membuat Disha hanya bisa menunduk.
'Berhenti menatapnya seperti itu Mas, lihatlah dia jadi takut" Mommy Alina memperingati suaminya
Daddy Ledgar menghela nafas dan menatap istrinya dengan tatapan penuh sayang.
'Kemari lah nak" ucap Daddy Ledgar pada akhirnya membuat Disha menoleh pada Mommy Alina yang mengangguk
Disha bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Daddy Ledgar yang kini berdiri juga.
'Akhirnya.... akhirnya aku bisa merasakan yang namanya pelukan seorang anak perempuan" Daddy Ledgar membawa Disha ke dalam
Disha mematung dalam dekapan Daddy Ledgar, air matanya menetes mendengar ucapan pria yang memeluknya, Disha berpikir bahwa Daddy Ledgar akan membencinya.
'Maafkan putraku nak, karena dia kamu jadi begini" sesal Daddy Ledgar
'D... Disha tidak apa-apa, ini sudah jadi jalan takdirnya" Disha membalas pelukan Daddy Ledgar
'Kemari lah sayang, akhirnya kita bisa merasakan pelukan seorang anak perempuan" Daddy Ledgar menarik Mommy Alina ke dalam pelukannya juga
'Sebaiknya kita makan sebelum makanannya dingin" Mommy Alina akhirnya buka suara
'Apa tidak menunggu Luigi dan Larry datang sayang?" tanya Daddy Ledgar
'Sepertinya mereka akan datang tengah malam Mas, makan lah" Mommy Alina melayani Daddy Ledgar dan Disha dengan penuh kasih sayang
Jam 10 malam Disha sudah berapa di dalam kamar Luigi, setelah makan malam tadi Mommy Alina dan Daddy Ledgar mengajaknya berbicara asal usulnya, malam ini juga Disha menceritakan bahwa dirinya adalah anak yang berasal dari panti asuhan dan dia datang ke ibu kota untuk membantu keuangan panti asuhan tempatnya tinggal dulu, Daddy Ledgar dan Mommy Alina begitu terharu dengan niat Disha yang begitu baik.
Baru juga akan membaringkan tubuhnya tiba-tiba pintu di buka memperlihatkan Luigi dengan wajah lelahnya.
Disha mencoba bersikap biasa seperti yang Mommy Alina katakan jika Luigi juga korban.
'Hai" sapa Luigi canggung
Luigi berpikir jika Disha sudah tidur tetapi ternyata Disha masih belum tidur.
'Malam Tuan" balas Disha ragu
Luigi mencoba membuang rasa egonya, lagian menikah di usia sekarang tidak buruk juga.
Di depan sana calon istrinya begitu imut dengan dress baby pink yang melekat di tubuh mungilnya.
'Kenapa belum tidur?" tanya Luigi pada akhirnya
'Disha belum mengantuk" Disha menundukkan kepalanya
Jujur saja Disha merasa takut tetapi percuma juga Disha kembali pada kubangan lumpur dimana dirinya terperangkap oleh rasa takutnya.
'Tidur lah, aku hanya ingin mengambil baju dan tidur di kamar sebelah" Luigi menaruh tas nya dan menuju ruangan berisi perlengkapan pakaiannya serta aksesoris nya
Luigi keluar dan mendapati Disha yang masih berdiri seperti tadi membuat keningnya mengerut.
'Kamu kenapa?" tanya Luigi yang bingung
'Maaf Tuan hiks... gara-gara Disha Tuan menikahi Disha" isak Disha
'Hei, ini bukanlah kesalahan mu, ini salahku yang tidak bisa menahan nafsu" Luigi tidak percaya dengan respon Disha
Awalnya Luigi berpikir jika Disha masih trauma bertemu dengannya tetapi Disha sekarang nampak lebih tenang bahkan Disha malah menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.
'Terbuat dari apa hati wanita ini?" guman Luigi tidak menyangka
'Sekarang tidur lah, dua hari lagi kita akan menikah, kamu tidak perlu bekerja lagi" Luigi mengelus kepala Disha dan pergi meninggalkan Disha yang masih terdiam
❄️❄️❄️
Ada yaaa wanita seperti Disha, biasanya sang korban akan menuntut ketidakadilan tetapi Disha malah melepas pelaku, sungguh ajaib.
Semoga kalian suka yaaa...
riri-can
NAMUN DISHA BRUNTUNG, KRN KDUA ORTU LUIGI ADALH ORG KAYA YG BIJAKSANA & BRMORAL.. TDK MMANDANG DERAJAT, KASTA, HARTA & TAHTA.