Sebuah sekolah elit dimana para anak-anak orang kaya bersekolah disana, tanpa terkecuali Lucas Wayne, salah satu pewaris Angkasa group, yang memiliki kepribadian cool. Banyak para gadis disekolahnya yang menyukainya, tapi perhatiannya tertuju pada seorang gadis bernama Ayana Meilan, Satu-satunya gadis yang memakai hijab di sekolahnya. Karena kecerdasan yang ia miliki,dia berhasil mendapatkan beasiswa, sehingga bisa masuk di sekolah elit tersebut.
Setelah lulus SMA Lucas berusaha membawa Ayana masuk ke dalam keluarganya. Bagaimana perjuangannya setelah mendapat pertentangan dari keluarga besarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa aku menyukaimu
Ayana dengan membawa tas kecil di punggungnya, berjalan santai dari sekolah, melewati jalanan yang biasa dia lalui.
Sudah setiap hari aku dijahili teman-teman, tapi kenapa tadi Lucas membantuku, biasanya dia hanya diam saja.
"Dia membuatku berharab saja".Gumam Ayana sambil memandang sepatu yang mengikuti langkahnya.
" Kalau kau menunduk, nanti kau bisa menabrakku ".seru Lucas yang tiba-tiba berjalan mundur di depannya, membuat Ayana terkejut.
" Berjalan lah dengan normal, dan jangan mengagetkanku! ".teriak Ayana kesal.
" Cih, kalau jalan jangan melamun, jadi terkejut kan ! ".sambil membalikkan badan dan berjalan normal di samping Ayana yang mulai berjalan kembali.
" Apa yang kau lamunkan? ".tanya Lucas.
" Terimakasih karena membela ku tadi ".
Ayana menoleh kepasa Lucas lalu menatap depan kembali.
" Sudahlah, ayo kita kesana! ".Lucas menunjuk sebuah kedai mie yang baru buka.
Lucas menarik tangan Ayana dan membawa nya ke kedai tersebut.
Lucas memesan dua mie goreng dan dua gelas minum.
" Makanlah, aku yang traktir ! ".Lucas mulai memakan mie dengan sumpit. Namun tidak dengan Ayana yang masih melihat Lucas.
" Apa masih kurang setiap hari kau menatap wajah tampanku? ".sambil memakan mie tanpa melihat Ayana.
" Apa kau punya uang sampai mentraktirku? ".
Lucas menghentikan makannya. Dia menghabiskan mie dalam mulutnya sebelum menjawab pertanyaan Ayana.
" Apa menurutmu aku berani mengajakmu makan kalau aku tidak punya uang? ".
Lalu Ayana mengambil sumpit dan memakan mie yang ada di hadapannya.
Lucas dan Ayana kembali berjalan menyusuri gang menuju rumah. Setelah sampai di kontrakan Lucas, Ayana berhenti dan Lucas bersandar di dinding.
" Apa Ibumu tidak mencari mu? ".
" Apa ibumu tidak mencarimu kalau kau belum pulang? ".tanya Lucas kembali.
" Mencari, tapi aku tidak pernah kabur seperti dirimu ".
" Apa Ibumu pernah menyuruhmu melakukan sesuatu yang tidak kau suka, dan memaksa dirimu sampai kau mau melakukan nya? ".
" Tidak pernah ".
" Kau begitu bahagia dengan duniamu, apa suatu saat nanti kau mau aku ajak memasuki duniaku? ".Ayana mengernyitkan dahi tidak memahami maksud Lucas.
" Katakan, apa aku pantas bersamamu suatu saat nanti? ".
Mereka saling memandang, tanpa terasa pandangan itu begitu lama.
" Katakan, apa aku menyukai dirimu?". Ayana mengalihkan pandangannya.
Aku hanya gadis miskin, mana mungkin berharab begitu tinggi.
Tanpa pamitan Ayana melangkah menjauhi Lucas yang masih menatapnya.
Kenapa dia memberi harapan kepadaku, tidak mungkin seorang Lucas punya selera wanita seperti diriku.
***
"Fanny, bujuk Lucas agar pulang ke rumah, kau juga Leticya, bawa Louise pulang, aku tidak ingin ada kata gagal dari kalian berdua".
Fanny dan Leticya hanya diam menghadapi Angkasa.
" Bilang kepada Louise, kalau dia tidak mau pulang, aku tidak akan menulis namanya di buku waris ".
Wajah terkejut Leticya pun tidak bisa di tutupi, hatinya begitu resah.
Tidak akan mudah membujuk Louise untuk kembali.
" Suamiku, bukankah Louise disana bekerja, dia pasti tidak bisa meninggalkan bisnisnya, biarkan saja dia berada di sana ".Leticya mencoba mempengaruhi Angkasa.
" Aku pastikan untuk bisa membawa Lucas pulang, biar dia bisa belajar mengelola perusahaan kita, lagi pula sebentar lagi dia lulus sekolah ".
Kau memanfaatkan anakku untuk kepentingan anakmu sendiri.
" Aku tidak akan mengulangi perkataanku Leticya! ".jawab Angkasa sambil meneguk kopi nya.
Leticya menelan ludahnya dengan susah payah.
" Besok aku akan pergi menemui dia! ".Leticya berdiri dan meninggalkan Angkasa dan Fanny.
" Bagaimana dengan Lucas? ".tanya Angkasa kepada Fanny yang terlihat santai.
" Lucas memiliki pemikiran sendiri tentang perusahaan, saat ini dia masih ingin belajar dan meneruskan sampai dia kuliah, baru dia belajar mengurus perusahaan ".
" Kalaupun kau mencoret namanya dalam buku waris, aku yakin dia juga tidak akan peduli ".
Angkasa memegang jenggotnya yang mulai tumbuh.
" Sepertinya kedua anakku tidak ada yang menurutiku, Louise memang cakap dalam perusahaan dan bisnis, namun dia memilih menyendiri di negri orang, Lucas tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam perusahaan, butuh waktu beberapa tahun lagi buat dia untuk belajar walaupun dia mau tinggal disini ".
" Kalau aku boleh memberi saran, janganlah kau memaksakan kehendakmu kepada anak-anak, sejak sekolah, Louise juga tertekan karena paksaan dari mu untuk bisa mengurus perusahaan, dia menerima, namun sudah setahun dia mengurus bisnis kita yang jauh dari keluarganya, dia iri kepada Lucas yang berani menolak perintahmu sejak kecil yang jelas tidak bisa dia lakukan ".
Angkasa memejamkan matanya memikirkan perkataan Fanny.
" Semua aku lakukan demi masa depan mereka. Suruh saja mereka kembali! ".Angkasa berdiri dan berlalu meninggalkan Fanny.
Kau memang keras kepala suamiku, Bagaimana anak mau menurut kepadamu.
Fanny duduk sambil meremas kedua tangannya yang basah karena keringat.
Dia mengambil ponsel dimeja dan menelpon Lucas.
" Iya Bu ".
" Lucas, apa uang yang ibu kirim sudah sampai sayang? ".
" Sudah Bu ".
" Ayah menyuruhmu pulang, demikian juga dengan Louise, tolong Lucas berkunjunglah kerumah walau hanya sebentar sayang, Ibu juga rindu padamu! ". Hening.
" Lucas ".Panggil Fanny.
" Kalau kakak sudah di rumah, Ibu telpon saja, maaf sudah membuat Ibu susah ".
" Baiklah, jaga dirimu baik-baik ".
Fanny mengakhiri panggilannya dengan Lucas.
***
bagaimana aku membujuk Louise besok.
Leticya memegang ponselnya dan menelpon seseorang.
" Pesankan aku tiket ke Australia untuk besok pagi! "
Leticya mengakhiri panggilannya. Dia duduk di sofa kamarnya sambil memijat keningnya yang terasa sakit.
Bagaimana bisa Angkasa memberi perintah secepat ini.
Leticya mengepalkan kedua tangannya.
ijin promo thor 🙏
jgn lupa baca novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍭🍭🍭
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak dg like and comment ya 🙏😁
ijin promo sekalian thor 🍓
jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE",
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍓🍓🍓
aq mampir...
jgn lupa jg mampir dikaryaku dg judul "AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama 🍰🍰🍰
ku tunggu jejaknya ya 🍰🍰🍰
jgn lupa mampir jg ke novelku dg judul:
"AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama,
ku tunggu like and coment nya ya 🐳🐳🐳
🦊ijin promo ya🦊
jgn lupa mampir di novel dg judul "AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama.... 🦊
ku tunggu feed back nya ya 🙏🙏🙏😁
keren thor...
ijin promo ya 🙏
jgn lupa mampir jg ke novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" ❤️
kisah cinta beda agama,
ku tunggu jejaknya ya 🤗🙏
Jangan lupa feedback 🤭