NovelToon NovelToon
KAK DINDA

KAK DINDA

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Petualangan / Misteri / Contest / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:84.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dice Mariyetti

Diangkat dari kisah nyata seorang gadis yang terbelenggu kebodohan cinta hingga hamil.

Namaku adalah Mia, seorang gadis yang beranjak dewasa merasa naluri ku berontak melihat yang terjadi di depan mata.Walau sebenarnya aku pun dari keluarga yang tak sempurna.

Sedangkan Kak Dinda adalah korban dari seorang lelaki yang memanfaatkan keluguan dan tubuhnya hanya untuk kesenangan sesaat.

Berbagai macam prahara ku hadapi bersama Kak Dinda untuk mencapai kebahagiaan semu.

Mampukah Aku dan Kak Dinda menghadapi hidup yang penuh lika liku ini.
Ikuti terus kisahnya, jangan lupa like dan komen serta vote. Agar menulisnya lebih semangat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dice Mariyetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Esok harinya Anthony memberanikan diri bertemu dengan mamanya sesuai tempat dan waktu yang dijanjikan.

" Maaf Mama telat. Ada yang perlu mama kerjakan terlebih dahulu, "kata Mama Sesampai dicafe.

" Hmmm.. Nggak apa-apa, Ma, "balas Anthony tersenyum getir. Hampir saja Ia mengira mamanya ingkar janji setelah menunggu satu jam lebih.

" Mama datang sendiri? Nggak ditemani pria yang kemaren? "

" Dia juga masih kerja, "kata mama sambil tersenyum.

" Bagaimana menurutmu? Dia pria yang baik kan? "lanjut Mamanya.

" Hmmm iya baik"

"Kenapa jawaban nya tidak meyakinkan begitu? Mama ketemu dia saat perusahaan tempat Dia bekerja menyetujui proyek yang Mama tawarkan. Ternyata orangnya asyik dan perhatian tidak seperti Papamu. Dingin"

"Ehm. Aku kesini bukan membicarakan Papa"

"Bukan begitu maksud Mama. Cuma mau meyakinkan kamu dan kakakmu kalau pilihan Mama adalah yang terbaik untuk kita, "kata mama sambil meletakkan amplop di meja dan menggesernya kearah Anthony.

" Maksud Mama nyogok agar Aku ngajak Kakak menerima pilihan Mama, gitu? Ujar Anthony sinis.

"Exactly!! "

" Kalau itu sih gampang, Ma. Kakak udah ikhlas sama Mama"

"Ikhlas? Maksudnya ikhlas gimana? Kakakmu nggak bakal membenci Mama kalau nikah lagi. Are you sure? "

" Yes. Kakak bilang ikut bahagia kalau Mama bahagia"

"Alhamdulilah, Mama nggak sabar nemuin kalian bertiga "

Anthony hanya tersenyum dengan harapan Mamanya. Dalam hati sebenarnya Anthony ragu dengan kesediaan kakaknya bertemu dengan pria yang akan menggantikan posisi Papanya di kehidupan mama.

" Okay, I Will go Back to office now. Thanks udah dengerin Mama, "kata Mama sambil berdiri dan mencium pipi Anthony.

" Bye,Mom"

*****

Aku sengaja menunggu Anthony sepulang dari sekolah. Tak sabar rasanya kumendengar cerita Anthony menemui Mama buat misi penggalangan dana ke Jakarta. Haduh saat ini Aku mencemaskan Anthony. Takut adikku satu-satunya itu kecewa.

Terdengar suara motor Anthony dari kejauhan. Sejak Ia memakirkan motor bututnya, Anthony sudah tersenyum melihatku.

"Bagaimana? Berhasil? "tanyaku tak sabar.

" Berhasil dong, "katanya sambil memamerkan amplop.

" Ayo buka"

Anthony mulai membuka amplop yang tak berperekat itu. Keluar lah kertas merah sepuluh lembar.

"Waah banyak sekali. Aku nggak minta bagian cuma oleh - oleh dari Jakarta saja"

"Yeaaay, "kulihat wajah Anthony sangat bahagia.

Sudah lama Aku tak melihat wajah seceria itu dari Anthony. Mama dan papa berpisah sejak Anthony masih duduk di sekolah dasar. Umur yang masih kecil begitu, pasti sulit menerima keluarga yang telah tercerai berai.

Papa selalu meminta ku untuk menjaga Anthony.

"Kamu adalah Kakak sekaligus Ibu buat Anthony. Jadi Papa harap kamu lebih sabar dan sayang sama adikmu itu. Sebab Dia hanya sebentar merasakan kasih sayang orang tua seutuhnya, "dulu Papa selalu mengingatkanku jika Anthony berulah dan sedikit natal.

Namun seiringnya waktu Anthony malah tumbuh menjadi anak laki-laki yang baik dan membanggakan.

" Tiba di Jakarta kamu harus jaga diri. Jangan pernah berpisah dengan rombongan. Kalau ada apa-apa langsung telepon ke rumah. Kamu tahu sendiri kan di televisi, Jakarta itu kota yang luas banget. Jangan sampai tersesat, "nasehatku pada Anthony.

" Siap, "katanya sambil mengangkat tangan dengan gaya hormat.

Sengaja pagi ini kebangun lebih awal. Membantu menyiapkan keberangkatan Anthony. Setelah menyiapkan sarapan, Yani tiba-tiba datang bersama Roy.

" Assalamu'alaikum, "Sapa Yani dari balik pintu.

" Hei Yan, Roy. Masuklah, ayo sarapan kebetulan aku sudah siapkan. Roti bakar dan segelas teh hangat"

"Waah,pucuk dicinta ulam pun tiba. Kebetulan belum sarapan, hihihi, "kata Yani dengan senang hati.

"Selamat berjuang, Anthony,"sapa Yani pada Anthony yang sudah muncul dengan berpakaian rapi.

Anthony membalasnya dengan tersenyum.

Kemarin di sekolah, Aku dan Yani sudah sepakat untuk melanjutkan penyelidikan kami untuk mencari keberadaan ayah upik, Boy, atau entah siapa pun namanya.

"Baiknya kita lanjutkan ke rumah yang dijalan duku itu. Pasti orang yang ada dirumah itu mengetahui tentang Boy yang katanya baru pindah, "kataku pada Yani disela sela waktu istirahat.

" Setuju. Aku ikut tapi dengan syarat Roy juga boleh gabung ya? "

" Hah. Koq bisa Roy jadi ikut. Ini kan rahasia, Yan, "bantahku.

" Aku sudah bilang sama Roy agar tak memberitahukan ke orang lain. Mungkin Roy nanti berguna buat kita. Sudah semakin jauh urusannya maka kita butuh seorang pria, Mi, "kata Yani sambil mengatupkan kedua tangannya.

" Baiklah, "kataku pasrah.

Ternyata Yani menepati janjinya, pagi sekali Ia dan Roy sudah datang kerumahku. Maklum hari ini adalah hari minggu.

Sebuah minibus datang menjemput Anthony untuk ke bandara. Ku lihat ada sekitar delapan orang di dalam mobil. Setelah papa mengantar dan berpesan menitipkan Anthony pada guru pendamping, akhirnya Anthony berangkat dan berlalu dari hadapan kami.

"Papa, aku pamit juga ya ada perlu penting, "kataku pada Papa.

"Iya Om. Kami mau mengerjakan tugas kelompok," potong Yani melihat papa agak ragu.

Setelah dapat izin dari Papa, kami pun melangkah keluar. Aku sedikit terkejut ternyata di sana sudah menunggu sebuah mobil sedan kepunyaan Roy yang diparkir agak jauh dari rumahku. Ah, Yani ternyata ada benarnya juga, kami tak perlu lagi berjalan kaki kesana kemari.

1
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
loh kok dah tamat saja.... ceritanya gantung.
Rezanazwa Rezanazwa
lama kli lanjutannya min🤔
MARY DICE: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Handayani
ah senang nya hatiku.....
Handayani
seperti makan buah simalakama....
Handayani
hehehe ibunya Yani lucu...tapi kan benar yang dikatakan kak Dinda.... gimana lagi itu urusan hati nggak bisa dipaksakan...(dilema)
Handayani
Benar lebih baik, jujur daripada lama2 tambah tersakiti.....
Handayani
keren....
Handayani
Alhamdulillah ya kak Dinda ada teman yang care ,jadi sedikit meringankan beban....salut
Amalia Zamena
jadi ikut terharu... semoga ayah dari UPIK sadar
Handayani
jangan 2 ayah Upik adalah ROY teman mereka
Amalia Zamena: Maaf thour salah,BOY aku kira Roy.. hehehe
total 1 replies
Yoko Yunita
kok critanya gak berlanjut yaa
delissaa
Dukungan 🌷 sudah mendarat ya Ka semangat terus 💪
delissaa
aku mampir ka saling dukung yuk langsung aku fav semangat ya ❤️
Mia Puspita
lanjut ya thor karakter mia di cerita kamu jadi nyata nih minta buat diterusin hehe😄
marlia xavier
kutunggu lanjutannya ya thor...
Arsyi Kumia
up lagi Thor😭
RN
like tertinggal kk slm totok pembangkit
Awin Istifaiyah
Up
Awin Istifaiyah
Suka sama jalan ceritanya 👍
Asima Sitanggang
hayu donk di lanjut..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!