"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.
Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Sisi Gelap sang Pengantin Baru
Kabar akan diadakan pernikahan kilat antara Reymond dan wanita yang disandera sampai ke telinga Natalia Taylor, adik kandung Reymond sekaligus istri dari sang pemimpin aliansi, Ethan Noah Taylor.
Talia bersikeras ingin hadir diacara itu, walau ia tau yang akan hadir tidaklah semua anggota sekutu aliansi. Acara itu akan diadakan sesederhana mungkin.
Talia sedikit sedih karna apa yang ia alami harus kakaknya alami juga. Namun yang membuat ia tambah sedih saat melihat Reymond mengambil dan memasangkan sendiri cincin pernikahan mereka dijari manisnya.
Talia membayangkan jika ia berada diposisi Claudia saat itu. Betapa malunya pasti, diacara pernikahannya ia diperlakukan demikian.
Sebelum faksi aliansi meninggalkan wilayah sekitar mansion, Natalia meminta waktu khusus untuk berbicara berdua dengan kakaknya di ruang kerja lantai bawah.
Natalia menatap Reymond dengan pandangan kecewa. Ia tahu betul bagaimana watak keras kakaknya jika sudah diselimuti kebencian.
"Kak Rey, aku tahu kau membenci faksi Raven atas semua pengkhianatan mereka di masa lalu," ujar Natalia lembut, mencoba menyentuh lengan seragam Reymond. "Tapi Claudia kini sudah resmi menjadi istrimu. Bagaimanapun, dia adalah seorang wanita. Aku mohon, jangan bersikap terlalu kejam padanya."
Reymond menarik lengannya dengan dingin, tatapan matanya sama sekali tidak melunak.
"Kau terlalu naif, Natalia. Wanita yang kau kasihani itu adalah ular yang cerdik. Dia memanfaatkan situasi ini untuk menjebak kita lewat pernikahan. Jika aku lengah sedikit saja, dia akan mematuk kita dari dalam."
"Tapi bagaimana jika dia benar-benar hanya korban?" Natalia mencoba mendesak, mengingat rumor buruk tentang Claudia yang terasa terlalu ekstrem. "Pernikahan tanpa dasar cinta sudah cukup menjadi hukuman bagi seorang wanita. Akupun pernah merasakannya, dan kau tau itu. Jadi, Jangan menambah penderitaannya, Rey."
"Cukup, Natalia," potong Reymond tajam, memutus percakapan dengan mutlak. "Urus saja wilayah Taylor bersama Ethan. Urusan di mansion ini adalah mutlak otoritas dan hakku sebagai suaminya."
Nasihat tulus dari adiknya sama sekali tidak membekas di hati Reymond. Rasa benci dan kecurigaan yang telanjur berakar kuat membuat Reymond menutup mata dari segala bentuk kemanusiaan. Baginya, Claudia adalah musuh yang harus ditekan hingga tidak berkutik.
"Terserah kau saja, Kak. Jangan suatu hari kau sampai menyesal."
Begitu rombongan aliansi pergi dan malam semakin larut, Reymond benar-benar mewujudkan sumpahnya. Ia menciptakan neraka yang nyata bagi Claudia di dalam mansion tersebut.
...***...
Pagi harinya
Hukuman pertama yang dijatuhkan Reymond adalah mencabut seluruh hak istimewa Claudia. Kamar utama yang nyaman dan luas di lantai atas dikunci rapat.
Reymond memerintahkan para penjaga untuk memindahkan seluruh barang-barang Claudia ke sebuah kamar kecil di sudut paling belakang mansion—kamar yang dingin, pengap, dan biasanya hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang pelayan yang tidak terpakai.
Tidak berhenti sampai di sana, Reymond juga melarang keras Claudia untuk menginjakkan kaki ke area dapur atau halaman belakang. Tempat-tempat di mana Claudia biasa berbincang, tertawa, dan menemukan sedikit kedamaian bersama para pelayan kini menjadi zona terlarang.
"Mulai hari ini, tugasmu bukan lagi bersenang-senang atau menggoda orang," ujar Reymond dingin saat berdiri di depan pintu kamar baru Claudia yang sempit. "Kau dilarang berinteraksi dengan para pekerja di mansion ini. Siapa pun pelayan yang berani berbicara atau membantumu, akan langsung aku pecat dan aku usir malam itu juga."
Claudia berdiri mematung di dalam kamar kecilnya. Gaun beludru hitam berkerah tinggi yang dipakainya terasa mencekik. Ancaman Reymond kali ini tidak hanya mengarah pada dirinya, tetapi juga menggunakan keselamatan para pelayan baik hati yang selama setahun ini menjadi pelipur laranya. Cla tahu, jika ia egois, orang-orang tidak bersalah itu akan menanggung akibatnya.
"Aku mengerti, Tuan Smith... maksudku, Suamiku," bisik Claudia dengan suara bergetar, mencoba memasang senyum tipis di bibirnya yang pucat, meski matanya memancarkan ketakutan yang mendalam.
"Jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan itu," desis Reymond penuh rasa muak sebelum membalikkan badan dan mengunci pintu kamar Claudia dari luar, meninggalkan wanita itu dalam kegelapan yang sunyi.
Di dalam kamar yang dingin tanpa penghangat, Claudia merosot di atas ranjang kayu yang keras. Air matanya menetes tanpa suara. Neraka yang sesungguhnya telah dimulai, dan kali ini ia benar-benar terisolasi dari satu-satunya kehangatan yang pernah ia miliki di mansion ini.
...----------------...