Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Segera Pulang
"Apa ada sesuatu yang sedang Paman rencanakan?"tanya Arnet yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan pamannya.
"Sebenarnya paman hanya ingin membantu Jovan." Pada akhirnya Paman Bram menceritakan tentang rencana yang sedang di rencana oleh mereka.
Setelah mendengar rencana itu,Arnet pun mendukung dengan apa yang direncanakan oleh pamannya,"Arnet sangat setuju,jika dikerjakan lebih awal nantinya semuanya cepat selesai." jawab Arnet yang setuju dengan rencana Pamannya.
"Itulah rencana Paman." Jawab Paman Bram yang sudah matang dengan rencana itu.
Tiba-tiba saja ponsel milik Arnet berdering."Halo."
"Halo Nona." Arnet mendengar suara yang tidak asing dia dengar.
"Ini saya Mita Nona." Mendengar perkataannya itu, ekspresi Arnet berubah serius setelah mendengar penjelasan dari Mita.
"Baiklah, secepatnya aku akan pulang." jawab Arnet yang langsung memutuskan sambungan telepon.
Paman Bram melirik kearah Arnet dengan tatapan curiga,Arnet pun balik menatap balik kearah Paman dan Kak Jovan.
"Paman, mungkin besok Arnet harus pulang. Ada beberapa pekerjaan yang harus Arnet selesaikan."Paman Bram hanya menghela nafas.
"Baiklah, Paman pun tak bisa memaksamu untuk lebih lama tinggal di sini. Apalagi kamu memiliki pekerjaan yang harus kamu selesaikan."Paman Bram memahami kesibukan Arnet, Arnet pun membalas dengan senyuman.
Malam hari
Mereka semua berkumpul dan di meja makan, menikmati makan malam bersama di ruang tamu.
"Apa benar, jika besok kamu akan pulang?"tanya Bibi Nurma kepada Arnet.
"Iya Bik, ada pekerjaan yang harus Arnet selesaikan. Terpaksa Arnet besok pagi harus pulang." Mendengar penjelasan itu, Bibi Nurma hanya menganggukkan kepala memahami kesibukan dari Arnet.
"Ya sudah, jika memang seperti itu alasannya. Bibi hanya bisa mengingatkan berhati-hatilah." Bibi Nurma mengingat Arnet untuk lebih berhati-hati dalam bekerja.
"Iya Bik." Jawab Arnet dengan senyuman, Setelah mereka selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang tamu dengan obrolan bercanda.
"Kenapa kakak pulang cepat?" Ucap Doni yang terlihat sedih dengan keputusan Arnet besok dirinya akan pulang kembali ke kota.
"Kakak pun pulang karena ada pekerjaan yang harus kakak selesaikan,kakak janji jika ada waktu lagi kakak akan kesini lagi." Jawab Arnet dengan senyuman setelah mendengar Doni begitu sedih mendengar kabar jika besok Arnet akan kembali pergi ke kota.
"Kakak janjinya, jangan bohong." Ucap Doni yang merasa sedih karena ini hari terakhir Arnet akan tinggal disini.
Doni pun langsung masuk ke kamarnya, sedangkan Arnet sedang berbicara dengan Paman dan Jovan.
"Arnet percaya jika kakak bisa melakukan itu, Arnet tunggu nanti hasilnya." Ucap Arnet yang menunggu hasil dari kerja keras dari Kak Jovan ingin membuka toko yang diinginkannya itu.
"Iya,kakak akan buktikan jika kakak mampu melakukan hal itu." Jawab Jovan yang akan bekerja keras untuk membangun usaha yang selama ini dia inginkan.
Pagi hari
Terlihat Arnet sudah sibuk mengemasi beberapa barang yang ia bawa,Bibi Nurma pun sudah sibuk didapur mempersiapkan sarapan pagi untuk Arnet.
"Sarapan dulu,nanti biar Jovan yang memasukkan barangmu kedalam mobil." ucap Bibi Nirma yang mempersiapkan beberapa sarapan untuk Arnet.
"Iya Bik." jawab Arnet yang saat itu sedang makan bersama Pamannya,sedangkan Jovan mengantarkan adiknya ke sekolah.
"Oh ya Paman ,kalau semuanya sudah jadi kabari ya." kata Arnet yang penasaran bagaimana hasilnya nantinya.
"Iya,nanti Paman kabari kalau sudah jadi." jawab Paman Bram dengan senyuman.
Setelah selesai sarapan,Arnet membantu Kak Jovan memasukkan beberapa barang miliknya.
"Semuanya sudah selesai,tinggal tas yang kamu bawa." jawab Jovan yang sudah menyelesaikan semuanya.
"Oke Kak." jawab Arnet, tiba-tiba saja Arnet melihat ada sosok wanita yang berdiri tidak jauh dari rumah Pamannya.Wanita itu diam-diam mengamati Arnet, Arnet pun tidak kaget.Wanita yang terus memperhatikan dirinya adalah mantan dari Kak Jovan.
"Untuk apa lagi dia kesini." batin Arnet yang terlihat begitu kesal melihat kehadiran wanita itu.
"Untuk apa Kak datang kesini lagi?" tanya Arnet dengan tatapan tajam.
Wanita itu adalah Shanty , Shanty terlihat bingung dengan siapa wanita itu,"Kamu siapa?" tanya Shanty yang langsung dibalas dengan senyuman sinis.
"Aku Arnet." mendengar nama itu, Shanty terkejut jika wanita cantik itu adalah Arnet.
"Apa kamu bilang, kamu tidak bohong kan?" tanya Shanty yang sekali lagi memastikan.
"Benar ini aku, untuk apa Kakak kesini.Bukannya kakak sudah tak memiliki hubungan dengan kakak Jovan, untuk apa Kakak kesini?" tanya Arnet yang menatap tajam kearah shanty,mantan dari Kakak Jovan.
"Hanya penasaran saja,siapa wanita yang kemarin mampir ke toko sembako itu.Ternyata kamu Arnet,sudah lama kita tidak bertemu." jawab Shanty yang mulai basa-basi.
Mendengar jawaban itu, Arnet terlihat begitu malas mengobrol dengan wanita bermuka dua.
"Ya sudah." jawab Arnet yang langsung pergi meninggalkan Shanty.
"Tunggu,kamu mau kemana?" tanya Shanty yang langsung menghentikan langkah kakinya.
"Aku mau siap-siap mau berangkat pulang." jawab Arnet yang malas mengajak ngobrol dengan Wanita itu.
Arnet pun bergegas masuk kedalam rumah kembali, seketika didepan ada Kak Jovan menatap kearah Arnet.
"Apa dia sudah pergi?" tanya Kak Jovan pada Arnet.
"Mana aku tahu, Aku malas mengobrol dengan Kak Shanty. Jadinya aku tinggal saja."jawab Arnet dengan ada cuek.
"Lebih baik Kakak jangan keluar dulu, pasti dia datang kesini menginginkan sesuatu. Jika nanti usaha Kakak berhasil, jangan sekali-kali Kakak mendekati Kak Shanty lagi." Arnet memperingati Kak Jovan.
"Kakak paham, apalagi Sebentar lagi dia akan menikah."jawab Jovan yang perlahan-lahan mulai melepaskan dan melupakan semuanya tentang mantan pacarnya itu.
"Jika memang wanita itu akan segera menikah baguslah, nantinya dia tak akan lagi mengejar Kakak lagi. Apalagi setelah nantinya kakak sukses nantinya dia juga akan menyesal." jawab Arnet dengan nada kesal.
Jovan membalasnya dengan senyuman, melihat ekspresi kesal dari Arnet." Sudahlah, sekarang kamu siap-siap berangkat sekarang.Jangan memikirkan hal yang tidak penting." Jovan mengingat Arnet,pada akhirnya Arnet bersiap-siap berangkat di hari itu juga.
Kini posisi Arnet sudah siap berangkat, sebelum berangkat Arnet berpamitan kepada Paman dan Bibinya.
"Jaga kesehatan kamu disana,jika ada sesuatu hubungi Paman." pesan Paman Bram pada Arnet.
"Iya paman." Arnet memeluk Pamannya begitu juga Bibinya yang saat itu berdiri diluar mengantarkan Arnet pulang.
"Baik-baik disana,ingat jangan telat makan.Sesibuk apapun jangan lupa makan."Pesan Bibi Nurma pada keponakannya.
"Iya Bibi." jawab Arnet dengan senyuman, setelah itu Arnet berpamitan pada Kakak Jovan.
"Hati-hati dijalan." ucap Jovan yang dibalas dengan senyuman.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan